Love Struggle

Love Struggle
Chapter 39



🌻Tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu, jadi mulailah untuk terus berkarya🌻


.


.


.


.


Sari menatap tajam Valeria yang baru saja menamparnya. Beruntung tidak ada satu murid yang berada di sana, jadi tidak ada yang melihat saat Valeria menampar Sari.


"Heh! Cewek sialan loe apa-apaan sih" bentak Sari dengan suara tinggi.


Plak..............plak..............


Valeria tidak menggubris perkataan Sari melainkan kembali menamparnya. Sari kaget bukan main karena lagi-lagi Valeria menamparnya kembali.


"Sialan loe ja***g" bentak Sari dengan emosi.


Sari hendak menampar balik Valeria tapi dengan cepat tangannya di cekal oleh Rian yang baru saja datang. Emosi Sari semakin menjadi saat melihat Rian membela Valeria di depannya.


"Loe apa-apaan sih" bentak Rian.


"Tanya si berengsek ini kenapa dia datang-datang langsung nampar gue" ucap Sari dengan emosi.


Rian menatap Valeria meminta jawaban atas ucapan Sari barusan. Melihat tatapan Rian Valeria seakan tidak perduli karena saat ini ia seperti ingin memukul Sari sampai ia puas.


"Loe tanya apa salah loe ke gue cewek sialan?" tanya Valeria dengan tatapan tajam bak elang.


"A..pa sal..ah g..ue" ucap Sari dengan gugup karena tatapan tajam Valeria yang seperti pedang yang siap menusuknya.


"Beraninya loe fitnah gue ke ayah gue kalau gue pacaran di sekolah" bentak Valeria dengan suara tinggi.


Tubuh Sari menegang mendengar ucapan Valeria barusan. Ia sudah tahu maksud Valeria apa karena ia memang bersalah sudah memfitnah Valeria di depan ayahnya.


"Jawab gue kenapa loe ngelakuin itu sama gue" bentak Valeria dengan suara tinggi.


"Val kontrol emosi loe kita lagi di sekolah" ucap Rian sambil melihat keadaan di sekitar sana.


"Loe diam aja deh ngak usah ikut campur masalah gue" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Oke lanjut aja loe" ucap Rian dengan suara dingin.


"Sekali lagi gue tanya apa maksud loe fitnah gue" ucap Valeria dengan suara dingin.


Sari bungkam tidak tahu harus berkata apa, ia tidak mungkin bilang karena Rian. Valeria menatap Sari menunggu jawabannya tapi lagi-lagi Sari bungkam.


"Jadi loe kerja sama dengan sepupu gue Bianca?" tanya Valeria.


"Ngak kok gue ngak kerja sama dengan Bianca" ucap Sari dengan cepat.


"Yakin?" tanya Valeria.


"100% gue yakin" ucap Sari dengan suara tegas.


"So apa maksud loe fitnah gue di depan ayah gue?" tanya Valeria dengan tatapan tajam.


"Itu karena gue iri sama loe apa lagi kedekatan loe sama Rian" ucap Sari dengan emosi.


"Gue" ucap Rian sambil menunjuk dirinya sendiri.


Hahahahaha...........


Bukannya menjawab tapi Valeria malah tertawa kencang mendengar ucapan Sari barusan. Ia sudah tahu ke arah mana semua akar permasalahannya.


"Loe suka kan sama Rian" ucap Valeria to the point.


"Loe apa-apaan sih val" ketus Rian.


"Itu gue" ucap Sari dengan gugup.


"Jawab" bentak Valeria dengan suara tinggi mengagetkan Sari dan Rian.


"Iya gue suka sama Rian dan gue cemburu lihat kedekatan loe sama dia" ucap Sari dengan suara tinggi.


Valeria tersenyum miring mendengar ucapan Sari barusan. Ia tak menyangka pernah menganggap Sari sebagai sahabat baiknya, ternyata ia selama ini berteman dengan pengkhianat.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Loe suka sama dia ya bilang sama orangnya jangan fitnah orang lain di depan ayahnya" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Gue penasaran apa yang terjadi sama loe dan ayah loe hari itu" ucap Sari sambil tersenyum sinis.


Mendengar ucapan Sari seketika emosi Valeria memuncak. Sedari tadi ia berusaha mengontrol emosinya tapi saat mendengar ucapan Sari barusan, ia sudah tak dapat menahannya.


Bugh...........bugh............bugh.............


3 pukulan dengan cepat tepat di wajah dan perut Sari. Saking kuatnya Sari tak dapat menahan tubuhnya hingga jatuh.


"Valeria cukup" teriak Rian dengan mata melotot.


Ia dan Sari tak menyangka jika Valeria akan dengan brutal memukul Sari. Bahkan keduanya tak melihat tangan Valeria yang dengan cepat memberi bogem mentah sebanyak 3 kali.


Valeria seperti kesetanan terus memukul dan menjambak rambut Sari yang sudah tergeletak di lantai. Beruntung Rian dengan cepat menahan Valeria yang berontak ingin lepas.


"Stop Val loe bisa di bawa ke ruang BP" ucap Rian dengan suara tinggi.


Valeria diam tidak berontak lagi, ia tidak ingin jika masalah kali ini sampai ke telinga guru. Melihat Valeria sudah lebih tenang Rian lalu melepasnya.


"Sekali lagi loe fitnah gue ke orang tua gue, gue ngak bakal segan-segan buat hidup loe menderita" ucap Valeria memperingati dengan suara dingin.


"I..ya" ucap Sari menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


"Urus pengagum loe itu" ucap Valeria sambil tersenyum sinis melihat Rian.


"Ckk! Amit-amit gue punya pengagum kayak dia" dengus Rian dengan sinis.


Valeria tertawa sinis dan segera berlalu dari sana. Rian lalu membantu Sari ke UKS karena ia tidak mau masalah ini sampai di dengar oleh guru.


"Jangan berani loe lapor ke guru atau ortu loe kalau ngak loe bakal berhadapan langsung sama gue" ancam Rian dengan suara dingin.


"Loe dengarkan apa yang gue ucapin tadi?" tanya Sari.


"Heeemmm"


"Jadi?" tanya Sari dengan penasaran.


"Gue ngak suka sama cewek tukang fitnah apa lagi ngak setia kayak loe" ucap Rian dengan sinis.


"Maksud loe?" tanya Sari dengan bingung.


"Sahabat loe aja loe khianati apa lagi pacar loe"


Sari terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan Rian. Ia akui ia memang salah tapi ia tidak akan pernah mengkhianati kekasihnya sendiri.


Sampai di UKS Rian segera memberitahu petugas UKS jika Sari tadi terjatuh. Beruntung petugas UKS percaya dengan apa yang di katakan oleh Rian jadi ia tidak perlu repot-repot untuk mencari alasan.


Sari meneteskan air mata saat melihat Rian sudah berlalu. Apa lagi saat ia mendengar bisikan Rian barusan yang mengatakan kalau sampai dunia kiamat ia tidak akan pernah menerima perasaan Sari.


~ Mansion Kusumo ~


Sesuai kesepakatan mereka tadi kalau mereka akan mengerjakan tugas biologi di mansion Valeria. Sedari tadi Wati terus berdecak kagum melihat mansion Valeria dari depan hingga ke dalam.


"Sumpah mansion loe kayak istana Val" ucap Wati berdecak kagum.


"Loe kampungan banget sih jadi orang" ucap Aldo dengan ketus.


"Biarin! Lagian gue baru pertama kali lihat mansion sebagus ini" ucap Wati.


"Serius loe?" tanya Aldo dengan kaget.


"Iya emang loe udah pernah lihat mansion kayak gini" tanya Wati dengan polos.


"Pernahlah Wati, orang Aldo tinggalnya juga di mansion" ucap Valeria sambil terkekeh.


"Apa? Beneran ya?" tanya Wati dengan kaget.


"Tanya aja sama orangnya" ucap Valeria sambil berlalu menuju ke belakang.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Sepeninggal Valeria Wati segera memberondong Aldo dengan banyak pertanyaan. Saking banyaknya Aldo hanya menjawab iya dan tidak saja.


"Aduh Val jadi ngerepotin" ucap Wati sambil terkekeh.


"Ngak kok lagian kan tamu itu harus di layani" ucap Valeria sambil tersenyum manis.


Mereka berempat lalu mulai mengerjakan tugas biologi di taman samping biar lebih adem. Sepanjang mereka mengerjakan tugas Rian selalu melirik Valeria.


Valeria tahu pasti Rian ingin bertanya mengenai masalah tadi di sekolah. Ia tidak perduli dengan lirikan Rian dan tetep berkonsentrasi pada tugas mereka.


"Fokus bro" bisik Aldo di telinga Rian.


"Heemmm"


Aldo hanya menggelengkan kepala melihat tingkah sang sahabat. Ia tahu jika Rian mempunyai perasaan lebih kepada Valeria tapi saat ini mereka sedang mengerjakan tugas.


"Loe berdua kenapa bisik-bisik?" tanya Wati.


"Ada deh rahasia cowok" ucap Aldo sambil terkekeh.


Wati tak bertanya lagi karena ia tahu pasti Aldo tak akan memberitahu yang sebenarnya. Keempatnya lalu kembali mengerjakan tugas dengan serius.


Tak terasa waktu sudah berlalu dengan cepat, Valeria bersama tiga temannya juga sudah menyelesaikan tugas mereka. Ketiganya saat ini sudah pamit pulang ke rumah masing-masing.


Tak lama sebuah mobil mewah masuk ke dalam mansion saat Valeria akan berbalik. Mobil itu segera parkir di depan pintu mansion lalu turunlah Putri bersama Arya.


"Eyang kakung, eyang putri" ucap Valeria sambil mencium tangan Putri dan Arya.


"Kamu apa kabar nak" ucap Putri sambil memeluk Valeria.


"Baik eyang. Ayok kita masuk" ajak Valeria mempersilahkan nenek dan kakeknya masuk.


"Selamat datang Raden dan Kanjeng Ayu" sapa bi Susi dan para pelayan serentak.


"Kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian" ucap Putri dengan suara lembut.


"Baik Kanjeng Ayu" ucap mereka semua serentak.


"Bi tolong bawakan minun ke ruang keluarga ya" ucap Valeria.


"Iya non" ucap bi Susi.


Ketiganya lalu berlalu menuju ke ruang keluarga untuk mengobrol di sana. Sampai di sana tak lama bi Susi datang membawa minuman serta cemilan untuk tamunya.


"Kamu baik-baik saja kan nak?" tanya Putri to the point.


"Maksud eyang?" tanya Valeria.


"Ibumu sudah menceritakan semuanya nak" ucap Putri menjawab pertanyaan Valeria.


"Valeria baik-baik aja kok eyang" ucap Valeria.


"Apa ayah kamu memukulmu?" tanya Arya.


"Iya eyang kakung" ucap Valeria.


"Kapan sih ayahmu itu bisa berubah tidak tempramental lagi" ucap Putri dengan kesal.


"Valeria yang salah eyang jadi pantas buat dihukum" ucap Valeria membela Budi.


"Jadi kamu beneran sudah punya pacar" ucap Putri.


"Ngak kok eyang, itu hanya fitnah saja" ucap Valeria dengan suara tegas.


"Kalau kamu tidak pacaran kenapa ayahmu memukul kamu seperti itu" ucap Arya dengan tatapan tajam.


"Ayah waktu itu sangat emosi eyang jadi ngak kontrol emosinya" ucap Valeria.


"Belain saja terus ayahmu, kamu dan ibumu sama saja" ucap Arya dengan ketus.


"Mas" ucap Putri memegang tangan suaminya agar tidak berbicara kasar di depan Valeria.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Apa kamu sudah mencari tahu siapa yang memfitnah kamu sayang?" tanya Putri.


"Belum eyang lagian masalahnya udah selesai juga" ucap Valeria berbohong.


"Tapi kamu harus mencaritahu sayang biar bisa membuktikan ke ayah kamu kalau kamu ngak salah"


"Iya eyang nanti Valeria akan cari tahu"


"Baiklah sayang"


Ketiganya lalu mengobrol dan bercerita banyak hal. Tak lama Putri ingat jika minggu depan ia akan mengadakan acara sosialisasi.


"Oh ya sayang apa kamu minggu depan sibuk?" tanya Putri.


"Minggu depan Valeria akan mulai ujian percobaan pertama eyang" ucap Valeria.


"Oh eyang kirain kamu ngak sibuk soalnya eyang mau ngajakin kamu ikut sosialisasi"


"Maaf ya eyang Valeria ngak bisa ikut"


"Ngak apa-apa kok sayang"


"Ya sudah eyang pulang dulu ya kamu hati-hati ya di mansion" ucap Arya.


"Iya eyang" ucap Valeria.


"Kamu nginep aja di keraton biar ngak sendiri" ucap Putri.


"Valeria di mansion aja eyang" tolak Valeria dengan halus.


"Ya sudah baiklah" ucap Putri tak mau memaksa.


Keduanya lalu pamit pulang ke keraton Winata. Valeria lalu bergegas masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri karena sudah sangat lengket.


~ Mansion Sata ~


Di mansion keluarga Sata lebihnya tepatnya mansion Sari, saat ini tubuhnya sedang di periksa oleh dokter langganan mereka.


"Dok kenapa dengan anak saya?" tanya Agung.


Sedari sore tadi Sari terus mengeluh sakit di tubuhnya. Ia tidak bisa berkata jujur dengan kejadian tadi di sekolah karena ia masih ingat ancaman Valeria dan Rian.


"Sepertinya nona Sari di pukul seseorang di perutnya tuan" ucap dokter Anis.


"Apa dok di pukul?" tanya Agung dengan kaget.


"Iya tuan karena ada memar di bagian perutnya yang di pukul dengan kuat" ucap dokter Anis.


"Kapan sembuhnya dok" ucap Agung.


"2-4 hari bakal hilang sakitnya tuan"


"Baiklah dok terima kasih"


"Iya sama-sama tuan. Kalau begitu saya pamit dulu"


"Baik dok"


Agung menyuruh pelayan untuk mengantar dokter Anis ke depan. Tak lama ibunya Sari masuk dengan wajah panik karena ia baru pulang dari arisan.


"Apa yang terjadi dengan anak kita pa?" tanya Arum dengan wajah panik.


"Sari di pukul orang di perutnya"


"Siapa yang memukul anak kita pa"


"Nanti kita tanya ke Sari saat ia sadar ma"


"Iya pa"


Keduanya lalu keluar dari kamar sang anak, tak berselang lama mata Sari terbuka saat mendengar pintu kamarnya di tutup. Ternyata sedari tadi Sari sudah sadar dan mendengar ucapan kedua orang tuannya.


"Gue bakal balas loe Valeria" ucap Sari penuh dendam.


❄❄❄❄❄


To be continue.............


Jangan lupa beri dukungan kalian lewat vote, like, komen, dan rating yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀