Love Struggle

Love Struggle
Chapter 71



🌻Kepercayaan tidak semudah kamu menerimanya, sekali kamu patahkan tidak akan kembali seperti semula, meski kamu sudah meminta maaf berkali-kali🌻


.


.


.


.


Suasana seketika jadi hening saat Valeria masuk ke dalam ruang kepala sekolah. Riki yang tadi mengirim pesan ke Valeria dan menunggu di luar juga ikut masuk ke dalam saat Valeria datang.


Pak Ahmad yang melihat tatapan emosi Valeria seketika menjadi gugup ia sangat takut melihat wajah Valeria yang sedang emosi. Masih jelas di ingatannya saat pertama kali ia bertemu dengan Valeria.


Waktu itu Valeria yang baru tiba di Jakarta harus berhadapan dengan begal yang saat itu sedang melakukan aksi di jalanan sepi.


Awalnya Valeria tak berniat membantu pak Ahmad tapi melihat pak Ahmad dan istrinya yang di pukul memilih untuk menolong keduanya.


Valeria paling benci jika ada laki-laki yang memukul perempuan menurutnya itu adalah hal yang paling biadab apa lagi perempuan itu tidak bersalah.


Pak Ahmad waktu itu di buat kaget saat melihat Valeria memukul para begal dengan brutal. Bahkan ia masih ingat saat Valeria men****ti wajah salah satu begal dengan p***u lipat sampai wajahnya hancur.


"Nak Valeria" ucap pak Ahmad dengan pelan.


"Siapa kamu berani datang marah-marah!" bentak Alif Sanjaya dengan suara tinggi.


"Ckk! Tua bangka!" ucap Valeria dengan kesal.


"Siapa yang kamu panggil tua bangka.....hah!"


"Kenapa anda marah?" tanya Valeria dengan wajah polos.


"Dasar anak kurang ajar berani kamu bilang saya tua bangka!" hardik pak Alif dengan emosi.


"Apa saya menyebut nama anda" ucap Valeria dengan sinis.


"Kamu" tunjuk pak Alif dengan emosi tepat di muka Valeria.


"Singkirkan tangan anda dari wajah adik aku" bentak Bryan dengan geram.


"Saudara yang unik. Sama-sama ngak punya etika" cibir ibu Lili dengan sinis.


"Mohon tenang semuanya. Disini bukan tempat adu mulut jadi saya mohon kerja samanya" ucap pak Ahmad dengan tegas.


"Pak Ahmad anda bisa lihat sendiri kelakuan anak didik anda yang sangat tidak sopan kepada orang yang lebih tua" ucap ibu Lili dengan kesal sambil melihat Valeria dan Bryan dengan tatapan tajam.


"Ibu Lili saya mohon tenang. Biar kita bisa menyelesaikan masalah ini" ucap pak Ahmad.


"Pokoknya saya ngak mau tahu anak itu harus di keluarkan dari sekolah ini karena sudah melakukan tindak kekerasan" bentak pak Alif.


"Tiara bisa kamu jelaskan bagaimana sampai Bryan menampar kamu?" tanya pak Ahmad.


"Uhmmm........itu" ucap Tiara gugup karena bingung harus menjelaskan dari mana.


Melihat Tiara yang gugup dan tak bisa berbicara Riki segera menyela untuk menceritakan semuanya dari awal. Pak Ahmad langsung memberi kesempatan kepada Riki untuk menceritakan asal mula kejadian tadi.


Riki lalu menceritakan dari awal mereka sampai di kelas sampai Bryan menampar Tiara karena ucapannya. Kedua orang tua Tiara yang mendengar cerita Riki seketika emosi karena anaknya lagi-lagi mempermalukan mereka di depan umum.


"Tiara apa betul yang di bilang anak ini" ucap pak Alif dengan emosi.


"M...a...af p...apa" ucap Tiara sambil menunduk dengan takut.


"Sudah jelas di sini siapa yang bersalah pak Alif dan ibu Lili. Jadi saya minta untuk tidak memperpanjang masalah ini lagi dan ada baiknya kita bisa berdamai" ucap pak Ahmad.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Valeria yang tak puas dengan keputusan pak Ahmad menatap Tiara dan orang tuanya dengan tatapan tajam. Ia berpikir jika tidak di beri hukuman kepada Tiara bisa saja suatu saat ia kembali berulah.


"Saya tidak ingin berdamai" ucap Valeria dengan suara dingin.


Semua mata seketika melihat Valeria mendengar ucapannya barusan pak Ahmad sudah berpikir jika Valeria tak akan mudah untuk di ajak berdamai.


"Apa maksud kamu?" tanya ibu Lili dengan ketus.


"Anak anda sudah mempermalukan ibu saudaraku jadi saya tidak bisa menerimanya begitu saja" ucap Valeria dengan tatapan membunuh.


"Val udah biarin aja. Gue juga malas harus perpanjang masalah ini" ucap Bryan.


"Tutup mulut loe ngak usah ikut campur!" bentak Valeria dengan suara tinggi.


Semuanya kaget bukan main mendengar bentakan Valeria aura di dalam ruangan tersebut seketika berubah menjadi sangat mencekam.


Bahkan bulu kuduk mereka sampai berdiri merasakan aura Valeria yang sangat menakutkan.


"Pak Ahmad saya ingin anda berlaku adil kepada semua murid disini tanpa memandang status sosial mereka" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Baik"


"Buat loe Tiara jangan loe kira gue bakal diam aja lihat loe bully saudara gue"


"Iya gue minta maaf" ucap Tiara dengan takut.


"Minta maaf sama Bryan bukan gue"


"Iya! Bryan gue minta maaf" ucap Tiara dengan cepat meski dalam hati ia sedang mengumpat kesal.


"Oke" ucap Bryan dengan santai.


"Oh anda berdua tolong didik anak anda biar tidak seenaknya menghina orang lain. Kalau anda tidak bisa mendidik anak anda dengan senang hati saya bisa mendidiknya" ucap Valeria sambil tersenyum smirk.


Glek............


Pak Alif dan ibu Lili menelan saliva mereka dengan susah mendapat tatapan intimidasi Valeria. Mereka berdua tidak bisa membantah ucapan Valeria dan hanya mengangguk kepala sebagai jawaban.


Melihat hal tersebut Valeria segera pergi dari sana meninggalkan mereka semua. Pak Ahmad lalu memberi Tiara hukuman membersihkan toilet sekolah seluruhnya selama sebulan.


Tiara memaki nama Bryan dan Valeria di dalam hati dengan kesal. Ia berjanji akan balas perbuatan keduanya karena sudah membuat ia di marahi oleh orang tuanya dan malu di depan kepala sekolah.


Saat sedang berjalan kembali ke kelas Valeria lalu menghadang Tiara mata keduanya saling bertatapan. Valeria lalu berbisik di telinga Tiara yang membuatnya seketika menegang.


"Singkirkan rencana licik di otak kecil loe itu sebelum gue belah kepala loe dan hancurkan otak loe itu" bisik Valeria dengan suara dingin.


Tiara kaget bukan main karena Valeria tahu apa yang ia pikirkan dari tadi. Valeria melihat Tiara dengan tatapan datar seketika ia terjatuh di lantai karena kedua kakinya lemas mendengar bisikan Valeria.


"Apa dia itu iblis" gumam Tiara bergidik ngeri.


2 Tahun kemudian


Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dan sudah 2 tahun berlalu. Selama 2 tahun terakhir Valeria dan Bryan menjalani hidup mereka dengan susah payah.


Bagaimana tidak Bryan dan lainnya kaget bukan main setelah mengetahui identitas Valeria.


Mereka tak menyangka jika Valeria adalah pemilik sekaligus presdir perusahaan VA corp di Dubai yang bergerak di sistem keamanan, otomotif, dan perhotelan.


Awalnya itu adalah perusahaan kecil tapi 2 tahun terakhir perusahaan VA corp sudah berhasil masuk di urutan ke-20 perusahaan terbaik di dunia.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Bukan hanya perusahaannya yang berkembang pesat tapi kelompok yang di bentuk oleh Valeria juga sudah berkembang pesat.


Kelompok Black Shadow sudah menjadi kelompok mafia yang terkenal sebagai kelompok bayangan penyedia informasi dengan informasi yang akurat.


Black Shadow sendiri di bentuk oleh Valeria untuk layanan penyedia informasi apa saja yang di butuhkan dengan harga fantastik.


Bukan tanpa alasan karena informasi yang di berikan oleh Black Shadow adalah informasi yang sangat susah untuk di dapatkan.


~ SMA Negeri 50 Jakarta Barat ~


Tepat hari ini adalah hari pengumuman kelulusan tingkat SMA se-Indonesia, suasana di SMA Negeri 50 Jakarta Barat sangat ramai karena sebentar lagi pengumuman kelulusan tahun ini akan di umumkan secara online.


Saat ini Valeria, Bryan, dan Riki sedang berada di rooftop sekolah. Ketiganya memilih untuk duduk di sana karena itu adalah tempat yang sering mereka datangi selama bersekolah.


"Ngak terasa bentar lagi kita bukan anak SMA lagi ya" ucap Riki.


"Hemmmm" deham Bryan sambil memainkan game PUBG.


"Loe berdua rencana bakal lanjut atau ngak?" tanya Riki.


"Gue terserah Valeria" ucap Bryan.


"Kita semua akan kuliah" ucap Valeria dengan wajah dingin.


"Maksud master?" tanya Riki.


"Sebentar loe bakal tahu juga" ucap Valeria sambil berdiri melihat suasana sekolah di bawah.


Riki tak bertanya lagi karena ia sudah sangat hafal dengan sifat Valeria. Tak lama pengumuman tentang kelulusan terdengar pak Ahmad menyampaikan hasil kelulusan kali ini 100% semuanya lulus.


Riuh para siswa-siswi kelas XII terdengar di dalam sekolah, semuanya sangat senang karena perjuangan mereka selama 3 tahun akhirnya membuahkan hasil yang terbaik.


"Kita ke markas sekarang" ucap Valeria setelah mendengar pengumuman kelulusan.


"Bentar gue hubungi Kendi" ucap Bryan sambil mengirim pesan ke Kendi sopir khusus Valeria untuk menjemput mereka bertiga.


"Master" ucap Riki dengan gugup.


"Ada apa?" tanya Valeria.


"Apa sebentar kita bisa rayain kelulusan di mansion"


"Terserah. Beritahu pak Dev untuk mempersiapkan semuanya"


"Terima kasih master"


"Heeemmmm"


~ Markas Valeria ~


Sampainya di markas Valeria dan lainnya langsung di sambut Raksa dan anak buahnya yang lain. Valeria mengedarkan pandangannya melihat anak buahnya yang semakin bertambah dari hari ke hari.


"Berapa jumlah anggota kita sekarang?" tanya Valeria dengan tatapan datar dan dingin.


"Saat ini anggota kita sudah 3.250 orang master"


"Semuanya sudah menjalani pelatihan"


"Ada 250 pemula yang akan berangkat bulan depan untuk pelatihan master"


"Heemmmm! Beritahu Juan untuk melatih mereka dengan ketat"


"Baik master"


"Apa semuanya sudah hadir?" tanya Valeria.


"Sudah master"


Semua anggota Valeria yang sedang berlatih langsung menghentikan latihan mereka saat Valeria lewat.


Banyak anggotanya yang terpikat akan kecantikan Valeria tapi mereka tak tahu di balik kecantikannya itu ada wajah seorang iblis licik.


Sampai di ruang rapat sudah ada 4 orang ketua tim yaitu tim Alpa, tim Delta, tim Omega, dan tim Beta. Raksa yang melihat anggotanya sudah hadir segera memulai rapat.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Bagaimana perkembangan masing-masing kelompok?" tanya Valeria dengan suara dingin.


"Tim Alpa berjalan dengan baik master. Saat ini tim Alpa sudah menyebar ke seluruh pelosok mengumpulkan informasi klien kita" ucap Agung sebagai kepala tim Alpa.


"Tim Delta juga berjalan dengan baik master. Saat ini semua latihan pertahanan dan penyerangan sudah 100% berjalan lancar master. Tim Delta sendiri terbagi menjadi tim sniper, penjinak bom, rakit bom, dan semua senjata api sudah dikuasi mereka master" ucap Andre sebagai kepala tim Delta.


"Tim Omega saat ini berjalan dengan baik master. Semua anggota tim Omega sudah mendapat posisi mereka masing-masing untuk mengawasi master dan lainnya dan kemampuan mereka tidak di ragukan lagi" ucap Wono sebagai kepala tim Omega.


"Tim Beta saat ini juga berjalan dengan baik master. Semua tata administrasi klien, tim kesehatan, dan hacker bayangan sudah berjalan dengan sempurna master" ucap Rehan sebagai kepala tim Beta.


"Heemmmm! Apa ada keluhan lain?" tanya Valeria dengan suara dingin.


"Maaf master tapi dua hari yang lalu ada kesalahpahaman dari anggota kita" ucap Agung.


"Katakan"


"Anggota kita kebanyakan tidak bisa mengenali semua anggota kita lewat nama saja dan hal itu membuat mereka tidak saling mempercayai saat bertugas"


"Bryan loe punya ide untuk masalah ini?" tanya Valeria.


"Gimana kalau kita buat tato untuk kelompok kita" jawab Bryan.


"Sepertinya ide Bryan boleh juga master dengan begitu kita bisa tahu siapa saja anggota kita meski tak tahu namanya" ucap Raksa.


"Baiklah gue yang bakal buat lambang kelompok kita"


"Baik master" ucap mereka semua dengan serentak.


"Oh ya ada satu hal penting yang gue mau sampaikan ke kalian semua" ucap Valeria dengan tatapan mengintimidasi.


Semuanya diam menunggu apa yang akan di sampaikan oleh Valeria entah kenapa mereka merasa seperti Valeria akan pergi dalam waktu yang cukup lama.


"Ada satu orang yang akan bergabung dengan kalian selama gue pergi"


"Maksud master?" tanya Raksa engan cepat.


"Gue, Brayn, dan Riki akan kuliah di London dan setelah itu gue akan menetap lama di Dubai jadi ada seseorang yang akan mengontrol kalian selama gue pergi"


"Apa" ucap mereka semua dengan kaget.


❄❄❄❄❄


To be continue.........


Hay guys jangan lupa tinggalkan jejak kalian lewat vote, like, rating, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀