
π»Tak perlu membandingkan dirimu sendiri dengan orang lain karena kamu sendiri yang tahu perjuangan hidupmuπ»
.
.
.
.
Saat ini Raja Luigi sedang di periksa oleh dokter kerajaan setelah pingsan tadi. Selir Leila hanya diam dengan wajah khawatir menunggu dokter selesai memeriksa keadaan suaminya.
"Bagaimana keadaan yang mulia raja dok?" tanya Selir Leila dengan cemas.
"Yang mulia raja mengalami serangan jantung yang mulia selir. Saya anjurkan jangan memberi tahu yang mulia hal-hal yang bisa memicu jantungnya kumat" ucap dokter kerajaan.
"Baik dokter. Anda bisa pergi" usir Selir Leila dengan nada angkuh.
"Kalau begitu saya permisi yang mulia selir" ucap sang dokter dengan sopan.
Selir Leila tak menjawab ucapan dokter dan langsung duduk di samping ranjang suaminya. Ada perasaan takut, khawatir, dan cemas di dalam hatinya.
Bagaimana tidak Selir Leila takut semua kebohongan mereka mencuat di publik apa lagi selama ini mereka membohongi rakyat jika Ratu Camelia adalah ratu yang sombong dan suka berfoya-foya.
Bukan cuma itu saja mereka juga membuat gosip jika selama ini Ratu Camelia selalu membawa laki-laki ke kerajaan untuk memuaskan na**unya karena gelar anaknya di cabut.
Padahal kenyataan selama ini Ratu Camelia di pasung di ruang bawah tanah.
Sial! Siapa yang sudah berani bawa perempuan sialan itu, batin Selir Leila dengan emosi.
"Ma gimana keadaan papa?" tanya Arseno yang baru datang bersama Magdalena.
"Papa kamu terkena serangan jantung"
"Apa!" ucap keduanya dengan kaget.
"Sekarang itu bukan masalah penting. Tapi yang lebih penting siapa yang sudah bawa pergi perempuan tua sialan itu dari ruang bawah tanah" ucap Selir Leila dengan emosi.
"Barusan aku sudah cek CCTV ma dan tidak ada seorang pun yang masuk ke ruang bawah tanah selain pelayan yang tadi" ucap Arseno.
"Apa cctv di sana rusak?" tanya Selir Leila dengan bingung.
"Semua cctv di kerajaan dalam keadaan baik ma tapi ada satu hal yang bikin aku penasaran dari tadi ma" ucap Arseno dengan kening berkerut memikirkan sesuatu.
"Apa itu son?"(nak) tanya Selir Leila dengan cepat.
"Ratu Camelia keluar lewat mana dan tidak muncul di cctv. Bahkan letak cctv langsung menyorot di depan pintu masuk ke ruang bawah tanah sedangkan ruang bawah tanah tidak ada pintu keluar disana"
"Benar juga apa kata kakak ma. Bukannya selama ini akses keluar masuk di istana sangat ketat dan setiap pintu masuk pasti ada cctv ma" timpal Magdalena.
"Benar apa kata kalian! Lalu bagaimana bisa ratu sialan itu keluar?" tanya Selir Leila dengan bingung.
"Apa mungkin ada pelayan atau pengurus kerajaan yang memanipulasi rekaman cctv ma?" tanya Arseno.
"Tidak mungkin. Karena semua pekerja di dalam istana adalah orang mama!" bantah Selir Leila dengan cepat.
"Lalu bagaimana cctv tak merekam saat Ratu Camelia di bawa pergi ma?" tanya Magdalena.
"Apa mungkin Mr. Peterson yang bawa perempuan tua sialan itu" tebak Selir Leila.
"Tidak mungkin ma. Mama kan tahu sendiri Mr. Peterson tidak ada hubungan dengan wanita tua itu ma" ucap Arseno.
"Ares" ucap Selir Leila dan Magdalena dengan serentak.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Kalau ini itu tidak mungkin. Apa kalian tidak lihat sedari tadi tuan Ares bersama dengan kita sampai mereka pergi" ucap Arseno sambil menggelengkan kepalanya.
"Son apa kamu sudah cek cctv di ruangan Mr.Peterson" ucap Leila.
"Sudah ma dan Mr. Peterson tidak keluar dari ruangan itu sampai pengawal bodoh itu ke sana" ucap Arseno dengan jengkel memikirkan pengawal tadi.
"Arseno kamu segera cari investor yang lain dan suruh anak buahmu periksa semua pekerja di istana. Kamu kirim polisi ke bandara, pelabuhan, dan ke seluruh perbatasan untuk berjaga disana" ucap Selir Leila dengan tatapan tajam.
"Baik ma" ucap Arseno dan berlalu pergi dari sana.
Magdalena menemani sang mama menunggu Raja Luigi sampai sadar. Selir Leila sedari tadi duduk dengan tidak tenang karena ia yakin sebentar lagi penasehat dan semua perdana menteri kerajaan akan mengadakan rapat.
Sial kenapa semua bisa terjadi bersamaan sih, batin Selir Leila dengan kesal.
~ Mansion Valeria ~
Saat ini Valeria sedang berada di ruang kerjanya bersama Ares. Sedari tadi Ares membaca informasi mengenai Kim Jeong dan markasnya yang berada di Seoul, Korea Selatan.
"Hubungi Jakson" ucap Valeria dengan suara dingin dan tatapan membunuh.
Ares segera mengambil hpnya dan menghubungi Jakson orang kepercayaan Valeria yang mengurus perusahaan di Korea Selatan.
Tanpa semua anak buahnya tahu ternyata Valeria memiliki perusahaan agensi terbesar di Korea Selatan bernama AS entertainment (Ant Shadow).
"Halo" ucap Jakson dengan suara serak dari seberang.
Valeria melirik jam di depannya tepat jam 17:00 sore yang berarti di Seoul sudah jam 24:00 malam. Karena waktu di Seoul lebih cepat 7 jam dengan di Roma.
^^^"Bagaimana perusahaan" ucap Valeria to the point.^^^
"Master" ucap Jakson dengan kaget dari seberang.
^^^"Hemmmm"^^^
"Maafkan saya master karena tidak mengenali siapa yang menelpon"
^^^"Heeemmm! Aku mau kamu awasi seseorang di sana"^^^
"Siapa master?" tanya Jakson.
^^^"Kim Jeong"^^^
"Hah! Pria berengsek itu master" teriak Jakson dari seberang.
^^^"Telingaku tidak tuli sialan"^^^
"Ma...af master saya hanya kaget" ucap Jakson dengan terbata.
^^^"Heeemmm"^^^
"Master apa orang itu menganggu master?" tanya Jakson dengan penasaran.
^^^"Kamu cukup awasi semua kegiatannya kalau perlu kirim mata-mata kita dan jangan sampai ketahuan" ucap Valeria tak menanggapi pertanyaan Jakson.^^^
"Baik master"
^^^"Oh satu lagi! Beritahu bocah berisik itu kalau berhati-hati dengan teman lamanya itu"^^^
"Baik master akan saya beritahu"
Valeria segera menutup panggilannya dengan sepihak tak mau menjawab ucapan Jakson.
Sedangkan Jakson yang di seberang sana memikirkan bocah yang di bilang Valeria dan mengernyit bingung dengan ucapan Valeria.
"Berisik apaan? Malahan anak itu dinginnya seperti es batu dan suka membuatku kerepotan" gumam Jakson dengan kesal memikirkan bocah yang di bilang Valeria yang membuat darahnya tinggi setiap saat.
Tepat pukul 20:00 akhirnya rombongan Valeria meninggalkan Italia, mereka dengan cepat segera pergi dari sana saat mendengar jika Raja Luigi sedang mencari Ratu Camelia yang di bawa pergi dari kerajaan.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Kondisi mama anda sangat lemah tuan. Apa lagi tubuhnya kekurangan nutrisi sehingga membuat beberapa organ tubuhnya lemah dan sepertinya otot kaki mama anda terlalu lama tidak digerakkan jadi saat ini mama anda mengalami kelumpuhan tuan"
"Apa" ucap Bryan dengan kaget.
Tubuhnya seketika lemas beruntung Raksa menahannya sehingga ia tidak jatuh.
Yorla yang melihat saudara angkatnya sedang bersedih mendekat ke arahnya dan menepuk pundak Bryan mengatakan semua akan baik-baik saja.
"Hiks hiks........mama gue lumpuh.....hiks hiks" ucap Bryan sambil menangis histeris.
"Sabar brother. Nyokap you pasti bisa jalan lagi kok, lagian nyokap you bukan lumpuh seumur hidup kok" ucap Yorla.
"Yang benar" ucap Bryan dengan cepat.
"Kan tadi you dengar sendiri kata dokter kalau otot kaki nyokap loe lemah karena lama tak di gerakkan makanya lumpuh"
"Oh"
"Dasar manusia bodoh" cibir Yorla dengan sinis.
Bugh..........
Bryan lalu memukul kepala Yorla karena tak terima dikatai bodoh, Raksa yang melihat keduanya mulai beradu mulut hanya diam saja. Padahal baru saja keduanya berbaikan tapi sekarang sudah mulai ribut kembali.
"Loe berdua cocok deh jadi pasangan" ucap Raksa.
"No fu**ing way" ucap keduanya dengan serentak.
"Wah serentak banget jawabnya. Fix deh loe berdua cocok jadi pasangan" ucap Rehan sambil terkekeh.
"Gue masih normal dan ngak doyan ubur-ubur gagal kayak dia" ucap Bryan dengan ketus.
"Ckk! You pikir eke juga doyan sama you hah! Asal you tahu aja ye meski di dunia ini ngak ada laki-laki lagi hanya tersisa kulkas berjalan kayak you ngak bakalan eke mau" ucap Yorla dengan kesal.
"Heh! Ubur-ubur gagal! Loe pikir gue doyan apa sama lobang belakang kayak loe" cibir Bryan dengan tatapan tajam.
"Eke juga mana mau sama you, mending eke sama Ares saja dari pada sama you"
"He loe pikir Ares doyan manusia ubur-ubur kayak loe? Yang ada loe bakal di buang ke jurang sama Ares" ejek Bryan.
"Maaf tuan-tuan tapi sebaiknya jangan berisik karena pasien butuh istirahat" ucap dokter Lauren menengahi keduanya.
"Ckkk!" decak Yorla dan Bryan bersamaan.
Keduanya lalu keluar dari kamar dan pergi ke bagian depan duduk bersama dengan Ares. Ares hanya duduk melihat keduanya dengan tatapan datar dan dingin.
Yorla yang duduk berhadapan dengan Ares seketika merinding takut melihat mata merah Ares.
Dengan cepat ia berganti tempat duduk dan duduk di sebelah Bryan, melihat hal tersebut Bryan hanya diam saja karena ia tak mau berdebat lagi dengan Yorla.
~ Bandar Udara Internasional Los Angeles ~
Setelah 13 jam akhirnya jet pribadi Valeria mendarat di bandar udara internasional Los Angeles (LAX) di Amerika Serikat. Valeria dan lainnya segera naik ke limousine menuju penthouse di Kingdom apartment.
Valeria memilih membawa mama Bryan untuk berobat di Los Angeles kerena sesuai perkataan dokter Lauren jika mental mama Bryan terganggu akibat siksaan yang diberikan oleh Raja Luigi dan selirnya.
Hal ini belum di beritahu kepada Bryan karena takut Bryan akan mengamuk saat masih di Italia.
Sebelum ke penthouse Valeria menyuruh Bryan dan Rehan untuk membawa Ratu Camelia ke Wesly hospital untuk di periksa.
"Raksa bawa dokter Lauren ke salah satu apartemen di lantai apartemen kalian" ucap Valeria dengan suara dingin.
"Baik master"
Setelah itu Valeria, Yorla, dan Ares segera masuk ke limousine yang sudah terparkir dari tadi. Limousine itu lalu meninggalkan landasan pribadi Valeria di ikuti 5 mobil pengawal.
~ Kingdom Apartment ~
Sampai di Kingdom apartemen Valeria lalu masuk ke dalam setelah mobil berhenti di depan lobby. Para pekerja yang sudah mengenal Valeria menunduk memberi hormat saat mereka lewat.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Yang mereka tahu jika Valeria adalah wanita wakil direktur VA Corp sedangkan Yorla adalah saudara wakil direktur atau Bryan.
Hanya beberapa petinggi perusahaan dan orang kepercayaannya saja yang tahu siapa Valeria sebenarnya.
Sampai di penthouse Valeria segera membersihkan diri dan akan melanjutkan pekerjaannya. Tidak ada istirahat sedikit pun untuknya karena setiap hari ia akan tidur selama 2 jam saja.
Tak terasa waktu berlalu dengan cepat dan sesuai prediksi mereka saat ini Bryan mengamuk setelah memeriksa keadaan sang mama. Bryan menggila di rumah sakit ingin menghancurkan keluarga Alfonso saat ini juga.
"Nyonya" ucap Ares masuk ke ruang kerja Valeria.
"Ada apa?" tanya Valeria dengan suara dingin.
"Raja Luigi sudah mengetahui kalau Bryan yang membawa Ratu Camelia pergi"
"Apa jati diri Bryan terbongkar"
"Iya nyonya"
"Bagaimana bisa"
"Drive detonator GPS Camelia ditemukan di ruang bawah tanah nyonya"
Brak..........
"Berengsek!" hardik Valeria sambil mengebrak meja.
Valeria sangat emosi ternyata Bryan tidak menghancurkan drive detonator GPS mamanya. Padahal ia sudah menyuruh Bryan menghancurkan detonator itu sampai hancur.
"Suruh Andre blokir semua informasi gue dan lainnya jangan biarkan mereka dapat informasi keberadaan kita!" bentak Valeria dengan emosi.
"Baik nyonya"
"Setelah pemeriksaan ibu Bryan, bawa dia ke sini dan rawat di apartemen Bryan"
"Baik nyonya"
"Jangan lupa beri pelajaran ke Bryan karana tak becus" ucap Valeria dengan suara dingin.
"Nyonya masih ada satu informasi lagi"
"Apa"
"Anak haram itu menyewa Black Shadow untuk mencari keberadaan nyonya"
"Siapa yang terima permintaannya?" tanya Valeria dengan tatapan membunuh dan wajahnya sangat menakutkan.
"Anak buah Andre nyonya"
"Suruh Andre terima tawarannya tapi dengan bayaran yang bakal gue beritahu" ucap Valeria sambil tersenyum penuh arti.
"Baik nyonya"
Ares segera keluar dari ruang kerja Valeria dan melaksanakan semua yang Valeria perintahkan. Setelah Ares keluar Valeria tertawa seperti iblis memikirkan rencana yang akan ia buat untuk Bianca.
βββββ
To be continue..........
Hay guys jangan lupa beri dukungan kalian yang sebanyak-banyaknya ya buat authorπβ€