
Keluarga Salsa mengadakan pesta pernikahan di salah satu daerah di makassar, Salsa dan keluarga berangkat mengendarai mobil, perjalan ke sana membutuhkan waktu kurang lebih 1 - 2 jam. di dalam mobil hanya ada 4 orang, aku, mama Tita, papa Hans dan adikku Tio. selama perjalanan hening disertai suara kendaran, sesekali berbincang'', Hingga sampai di tempat tujuan.
Mereka pun disambut hangat oleh sanak keluarga di desa. sembari bersalaman dengan pengantin, kala itu salsa kelihatan mengenakan baju dress Merah selutut, dengan rambut panjang yang tergerai indah, dengan make up natural. kelihatan begitu sangat cantik nan indah di pandang, sekumpulan tamu undangan menoleh dan memuji kecantikannya.
Sembari menikmati makanan, Salsa melirik sekumpulan cowok yang duduk di sudut ruangan sembari memandanginya sambil sesekali beberapa cowok di sana menatapnya tanpa berkedip.
"Salsa Kan?" Salsa dikagetkan oleh seorang perempuan seusianya, ternyata dia adalah Lisna, teman masa kecil Salsa. mereka temanan sejak SD, cuma keluarga lisna juga ad hubunga keluarga dengan keluarga Salsa, dan lisna menetap di sana untuk melanjutkan swkolahnya. "Iya ini aku Lis, Masa lo lupa sama aku". jawabnya sambil sesekali mengunya makanannya.
"gila, pangling gue, udah 4 Tahun gak ketemu, lu beda banget sa". Tanya nya lagi
"Apaan sih loh, biasaja kali, elunya aj yg berlebihan. jawabnya lg dengan nada yg sedikit malu di puji.
"seriusan Sa loh tuh Cantik banget". Tanya lahi yg masih mengagumi teman masa kecilnya.
Belom keluar jawaban dari mulut Salsa, salah satu lakilaki, dari sekumpulan cowok di sana memanggil Lisna, sontak Lisna permisi sebentar dan meninggalkan salsa yang masih menikmati makanannya. Mama Tita dan papa Hans sibuk berbincang dengan sanak saudara sedangkan adikku Tio entah kemana.
Tak lama kemudian Lisna menghampiriku lagi dan duduk di sampingku, sembari memperhatikan tamu undangan yang lalu lalang dihadapannya.
"Sa boleh minta nomormu ngga?" Lisna memulai percakapan
"Buat apa lis?" Jawabnya
''Buat beli kacang, ya buat bisa hubungi kamu lah, bagaimana sih, jawabnya kesel dengar jawaban Salsa
Salsa tertawa melihat muka lisna yang mai kesel, "apan sih Lis gitu aja marah, kan cuma bercanda, cuma becanda lis" dengan mengulangi kalimat yang terakhir.
"Sa ayo plg udah sore nih" sambil menepuk pelan bahu anaknya. "Sore tante, apa Tante masih Ingat saya" celetuk lisna sambil mencium punggung tangan mama Tita.
" owalahh Lisna, tante ingatlah, masa tante lupa", jawabnya sembari mengusapnkepala Lisna.
"oiya lis, tante dah mau balik nih, kapan" main ke rumah yah. "
"iya tante , insya Allah" sambil.melebarkan senyumnya kepana semua keluarga Salsa. sedangkan papa hans dan tio sdh berjalan menuju mobil yang dikendarainya.
" Lis gue pamit yah, salam sama mama.mu, maaf ngga sempat ketemu" sambil melemparka senyumnya kepada lisna. dan meninggalkan lisna sendiri di tempat duduk tersebut.
***
Lisna menghampiri lelaki yang memanggilnya, yang di kelilingi teman temannya, dia adalah Eras, iya Pacar Lisna.
"Ada apa kak?" tanya Lisna ingin tau.
"Salsa itu Temanmu?" tanya nya lagi. ''iya, emang kenapa kalo temanku, Naksir lo?" jawabnya sedikit kesel.
" Ya enggak lah sayang, masa aku suka sama dia, trus kamu mau di kemanain" jawabnya santai. dan membisikkian sesuatu, kala itu suasana masih sangat ramai, dengan lantunan musik khas di pengantin
"saya punya ide, si Temmy ini kan keluarga ama si Salsa bahkan sepupuan, tapi koh saling malu maluin gitu. Gimana kalo kamu minta no Telfon salsa dan saya akan Missed call pake Handphone Temmy. Gimana setuju ngga, siapa tau, mereka bisa saling akrab, dan kita bisa jalan bareng. biar si Temmy ad yg Temennin. Tanya eras, Lisna yang sejak tadi dibisikin sambil sesekali menatap ke Arah Temmy dan Rifky, Sambil tersenyum kecil.
Eras yg masih sibuk berbincang dengan Lisna, sampai lupa dengan teman temannya yang bernama Rifky dan Temmy. Rifky dan Temmy masih sibuk dengan handphone dan sesekali masih melirik wajah Cantik salsa.