
π»Sekuat apapun hidupmu tambahkan rasa syukur, perkuat dengan kesabaran dan kurangi keluhanπ»
.
.
.
.
Valeria terus mencabik tidak memperdulikan badannya yang sudah penuh dengan darah. Mata merahnya berkilat memandang tubuh di depannya dengan tatapan lapar seperti monster kelaparan.
"Nyonya mereka sudah selesai" ucap Ares melihat tak ada lagi anak buah Kim Jeong yang masih hidup.
Valeria berdiri lalu menutup matanya menetralkan emosi dalam dirinya. Ia membuang napas dengan kasar melihat potongan tubuh di depannya yang tak bisa dikenali.
Keduanya berjalan keluar meninggalkan markas Kim Jeong yang sudah porak-poranda dengan mayat berserakan. Anak buah Valeria merinding melihat penampilan Valeria yang seperti hantu berdarah.
Bahkan mereka semua bergidik ngeri saat Valeria mendekat karena aura yang keluar dari tubuh Valeria seperti iblis berdarah dingin.
Anak buah Valeria tak lupa mengambil gambar Valeria dan di bagikan ke seluruh anak buah Black Shadow.
The Queen of Blood itulah nama julukan Valeria yang saat ini. Jakson dan Zero yang mendapat pesan berisi foto Valeria kaget bukan main apa lagi penampilan Valeria saat ini sangat mendukung dengan julukannya itu.
"Bagaimana?" tanya Valeria dengan suara dingin.
"Semuanya anak buah Kim Jeong sudah mati master dan dari pihak kita tidak ada yang mati hanya beberapa saja yang luka" ucap Jerry komando pasukan kali ini.
"Kirim 1 jasad ke berengsek itu jangan lupa berikan sedikit sentuhan seni untuk kado itu biar lebih menarik" ucap Valeria sambil tersenyum smirk.
"Baik master" ucap Jerry yang paham maksud Valeria.
"Kalian nikmati kemenangan kalian di markas nanti dengan yang lain"
"Baik master terima kasih" ucap anak buah Valeria serentak.
Duar............duar.............
Bunyi ledakan besar sebanyak 2 kali menggema di markas Kim Jeong, Valeria melihat ke belakang dan tersenyum menyeringai melihat markas itu sudah rata dengan tanah.
Jangan pernah main-main dengan seorang Valeria Anastasia, batin Valeria dengan tatapan tajam.
~ Kingdom Apartment ~
Yorla dan Bryan bergidik ngeri melihat foto Valeria dari anak buah Black Shadow di Korea. Kepergian Valeria ke Korea membuat Rehan yang berada di Indonesia kaget bukan main.
Bukan cuma Rehan saja tapi Bryan dan Yorla pun kaget karena mereka bingung ada masalah apa antara Valeria dan Kim Jeong sampai ia menghancurkan markas mereka hingga menjadi debu.
"Brother apa ini benar sister?" tanya Yolra dengan takut.
"Heemmmm"
"Kenapa sister ke Korea berdua saja dengan Ares brother? Bukannya kita ngak ada masalah dengan mafia asal Korea?" tanya Yorla dengan suara gemulai.
Bryan memikirkan ucapan Yorla yang ada benarnya juga karena setahunya mereka tidak pernah menyingung Kim Jeong.
Bahkan ia berpikir kenapa Valeria ke sana hanya dengan Ares saja bukannya Valeria biasanya pergi harus di temani Raksa dan lainnya.
"Ah! Eke tahu siapa Kim Jeong" pekik Yorla dengan suara tinggi sampai Bryan kaget.
"Ubur-ubur gagal sekali lagi loe bikin gue kaget, gue bakal cincang k****l loe saat ini juga!" bentak Bryan dengan ketus.
"Ck! Bisanya cuma ngancam eke!" ketus Yorla dengan tatapan tajam.
"Mau gue buktikan" ucap Bryan tersenyum smirk.
"Ihhh.......jangan ganggu eke" ucap Yorla dengan kesal.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Yorla tahu ucapan Bryan sama seperti Valeria tidak main-main jadi ia memilih diam dari pada membuat Bryan kesal. Meski dalam hatinya ia terus mengumpat dan memaki Bryan.
"Hey ubur-ubur gagal siapa Kim Jeong?" tanya Bryan.
"Dasar manusia kulkas jelek" cibir Yorla.
"Udah cepat beritahu gue siapa Kim Jeong jangan pancing emosi gue"
"Sister pernah nyuruh eke buat awasi desainer asal Indonesia dan waktu itu eke liat b***h itu lagi mantap-mantap sama Kim Jeong brother"
"Siapa?" tanya Bryan dengan singkat.
"Bianca Anggraini. Iihh..........dia itu sombong banget pengen eke ulek thu wajahnya di cobek bikin eke naik darah aja kalau ingat dia!" ucap Yorla dengan emosi.
"Biasanya dari benci jadi cinta"
"Ihhh..........amit-amit deh! Eke itu suka sama batang bukan goa brother" ucap Yorla dengan histeris.
"Heemmmm"
Bryan memikirkan nama Bianca karena baru kali ini ia mendengarnya bahkan beberapa kali Bryan pernah mendapati Valeria dan Ares berbicara sesuatu yang sangat rahasia entah apa itu.
Kalau gue tanya siapa Bianca ke Ares pasti dia ngak bakal ngasih tahu, batin Bryan.
"Brother" pekik Yorla dengan kencang.
"Minta cincang beneran ya loe ubur-ubur gagal" teriak Bryan dengan kesal.
"Ckk! Makanya jangan melamun itu di panggil sama dokter jelek itu" ucap Yorla dengan sinis.
Hah..............
Dokter Lauren yang berdiri di depan keduanya tercengang mendengar ucapan Yorla yang amat pedas. Ia menatap Yorla dengan kesal ingin memukul kepala Yorla tapi tak berani.
"Kenapa syirik sama kecantikan eke" ucap Yorla sambil mendelik tajam.
"Uhmmm...........tidak tuan" ucap dokter Lauren menahan kesal.
"Eeyyyy!!!! Mata you buta ya ngak lihat eke yang udah cantik bagai bidadari masih di panggil tuan" pekik Yorla dengan emosi.
"Diam loe ubur-ubur gagal! Berisik banget jadi orang!" bentak Bryan.
"Ckk!" cibir Yorla sambil memanyunkan bibirnya.
"Ada apa?" tanya Bryan dengan suara datar.
"Ini mengenai kesehatan Ratu Camelia tuan"
"Ada apa dengan mama?" tanya Bryan dengan wajah panik.
"Kata dokter Riel kesehatan mental Ratu Camelia sudah mulai berangsur pulih tuan tapi ada baiknya jika Ratu Camelia dibawa keluar untuk melihat dunia luar. Jangan terus di dalam ruangan agar ratu tidak teringat terus saat masih di kerajaan Wizpet tuan" papar dokter Lauren menjelaskan dengan tenang.
"Baik tuan"
Dokter Lauren lalu pergi kembali ke kamar Ratu Camelia meninggalkan Yorla dan Bryan disana. Keduanya lalu bergegas masuk ke ruang kerja Bryan untuk mengerjakan semua laporan perusahaan VA Corp.
"Brother saham perusahaan cabang di London menurun drastis" ucap Yorla.
"Suruh ka Jeni untuk tetap meyakinkan investor agar tidak menarik saham mereka" ucap Bryan dengan suara dingin.
"Terlambat brother mereka sudah menarik saham mereka"
"Kalau begitu biarkan saja! Lagian ini salah satu strategi si berengsek itu untuk membuat kita muncul"
"Tapi bagaimana dengan karyawan disana? Bagaimana mereka digaji kalau dana perusahaan sudah menipis?"
"Beritahu ka Jeni kalau pekerja akan tetap di gaji seperti biasa. Bukannya VA Corp selama ini berdiri tanpa ada investor dan pemegang saham terbesar hanya sister saja" ucap Bryan sambil tersenyum penuh arti.
"Hehehehe...........eke lupa brother" ucap Yorla sambil terkekeh.
Bryan melanjutkan pekerjaannya dan selesai ia akan mengirimkan semua berkas ke Ares. Tak lama ia tersenyum penuh arti melihat email dari Andre tentang apa yang ia suruh.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Klan mafia gagak hitam milik Robert Nidas" gumam Bryan sambil tersenyum smirk.
~ Solo, Indonesia ~
Kim Jeong berteriak kesetanan mendapat laporan dari mansion tentang paket yang ia terima beruntung istri dan anaknya belum mengetahui paket tersebut hanya kepala pelayan dan pelayan saja yang tahu.
"Sialan kalian Black Shadow" teriak Kim Jeong dengan emosi.
Kim Jeong melampiaskan semua kekesalannya ke asisten dan anak buahnya. Ia yang ingin memberi pelajaran kepada Bianca j****gnya itu malah mendapat kabar tentang 3 markasnya yang hancur di bom oleh Black Shadow.
"Suruh anak buah kita yang berada di Jepang segera kesini!" bentak Kim Jeong dengan berapi-api.
"Tapi tuan? Kita tidak mengetahui dimana posisi markas besar Black Shadow" ucap Woo Bin tangan kanannya sekaligus asistennya.
"Bukannya kamu tahu dimana markas mereka" ucap Kim Jeong dengan emosi.
"Iya tuan tapi itu bukan markas besar mereka"
"Aku tidak perduli yang penting hancurkan markas mereka jangan biarkan satu orang pun lolos" teriak Kim Jeong.
"Baik tuan"
"Kamu sudah mendapat informasi tentang ja***gku itu?" tanya Kim Jeong dengan tatapan tajam.
"Sudah tuan. Nona Bianca berada di mansion selama beberapa hari karena tubuhnya penuh dengan luka cambukan dari ayahnya"
"Ckk! Menyusahkan saja padahal aku ingin memberinya pelajaran" decak Kim Jeong dengan kesal.
"Anda bisa menunggu sampai nona Bianca sembuh tuan. Barulah anda memberinya pelajaran"
"Ide kamu bagus juga"
"Iya tuan"
"Bawakan ja***g buatku"
"Baik tuan"
Kim Jeong melampiaskan semua h***tnya kepada pe***ur sewaannya itu. Dengan kasar ia menghentakkan tubuhnya membayangkan jika perempuan dibawahnya adalah Bianca.
Karena emosi ia tidak memperdulikan tangisan dan teriakan perempuan di bawahnya.
"Tunggu hukumanmu ja***g kecilku" teriak Kim Jeong dengan emosi.
~ Mansion Valeria ~
Pak Dev saat ini sedang berada di ruang kerja milik Valeria sesuai perintah Valeria. Saat ini ia sedang menunggu anaknya Juan orang kepercayaan Valeria untuk mengurus semua misi yang sangat berbahaya dan penting.
"Ayah" ucap Juan saat masuk ke dalam ruang kerja Valeria.
"Kamu sudah datang nak. Bagaimana kabarmu?" tanya pak Dev sambil tersenyum.
"Aku baik-baik saja yah. Bagaimana keadaan ayah selama disini?" tanya balik Juan.
"Ayah juga baik-baik saja"
"Baguslah"
"Apa kamu mengunjungi adikmu nak?" tanya pak Dev.
"Untuk bulan ini belum yah karena perusahaan yang adik pegang saat ini sedang di pantau musuh dari Bryan"
"Apa mereka masih mencari keberadaan tuan Bryan dan Ratu Camelia?" tanya pak Dev.
"Iya ayah. Makanya master menyuruh Bryan dan lainnya yang pergi ke Italia tidak berkeliaran"
"Heemmm"
"Ayah dimana paket itu?" tanya Juan.
"Ini ambillah" ucap pak Dev sambil menyerahkan kotak cerutu ke anaknya.
"Terima kasih ayah sudah menjaganya dengan baik"
"Sama-sama nak. Tapi apakah cerutu ini sangat penting sampai harus ayah jaga dengan ketat"
"Iya ayah. Cerutu isi adalah kunci untuk membuka brankas rahasia di pulau Cayman"
"Jangan bilang itu" ucap pak Dev yang teringat sesuatu.
"Sesuai yang ayah pikirkan. Uang gelap beberapa petinggi militer dunia dan data kejahatan mereka"
"Ini hal yang sangat berbahaya nak" ucap pak Dev dengan khawatir.
"Ayah tenang saja. Semua sudah di atur oleh master bahkan ia memilih ayah yang menjaganya karena ada maksud tertentu"
"Untuk mengelabui musuh" tebak pak Dev.
"Benar sekali tebakan ayah" ucap Julian sambil tersenyum.
Pak Dev diam tak berkata apa-apa ia yakin Valeria sudah mengatur semuanya agar mereka tetap terlindungi. Bahkan ia hanya berharap agar kedua anaknya baik-baik saja dan tentunya keselamatan Valeria yang paling penting.
βββββ
To be continue................