Love Struggle

Love Struggle
Chapter 189



🌻Kalau kita baik sama orang besok-besok juga orang akan baik sama kita🌻


.


.


.


.


Pagi ini Valeria memulai latihan untuk memperkuat otot-otot kakinya yang tak pernah di pakai selama 6 bulan.


Thomas bersama kedua anaknya turut menemani Valeria untuk berlatih di ruang latihan setelah melakukan beberapa pemeriksaan.


Hampir 2 jam Valeria berlatih memperkuat otot-otot kakinya dengan bantuan instruktur perempuan yang disiapkan dokter Lauren sedari kemarin malam.


"Apa sangat sakit honey?" tanya Thomas sambil mengelap keringat sang istri.


"Sangat sakit honey" jawab Valeria sambil menyandarkan kepalanya di dada sang suami.


"Mommy" panggil Mikhail dengan suara cadelnya.


"Thank's my lion" ucap Valeria sambil menerima sebotol air yang dibawa Mikhail.


"Good job son" (kerja bagus nak) puji Thomas sambil menatap putranya.


"Heeemmm"


Thomas memutar malas matanya melihat kelakuan sang anak yang sangat dingin meski dengan mereka keluarganya sendiri.


Setelah agak lama di ruang latihan Thomas mengendong Valeria menuju ke kamar mereka untuk membersihkan diri dari keringat.


"Sister" ucap Yorla sambil mengendong Natasha ke dalam kamar Valeria.


"Bawa sini biar aku beri asi Nata"


Valeria lalu menerima Natasha dari Yorla dan menyusuinya tapi sebelum itu ia menyuruh Yorla untuk keluar sebelum suami posesifnya itu keluar dari kamar mandi.


"Putri mommy haus ya" ucap Valeria sambil mengelus pipi Natasha yang sedang menyusu dengan lahap.


Ia tersenyum melihat rona merah di kedua pipi putrinya apa lagi saat melihat putrinya yang sangat lahap meminum asi.


Hatinya terasa hangat melihat bayi yang ia lahirkan 5 bulan lalu tumbuh dengan sehat. Valeria meneliti wajah putrinya yang sama sepertinya bahkan kulitnya juga mengikuti kulit orang Asia yang putih pucat.


"Rambut dan mata kamu persis seperti daddy baby" ucap Valeria sambil tersenyum manis.


Natasha seketika tertawa sambil menatap Valeria saat mendengar ucapannya. Mendengar kata daddy seperti kata yang sangat ia sukai mungkin karena sejak lahir Thomas lebih banyak menjaganya.


"Kamu suka sama daddy ya"


Natasha tertawa memamerkan gusinya yang merah belum ada gigi. Hal itu membuat Valeria semakin menggoda putrinya hingga ia tertawa lepas di dalam kamar.


Thomas yang baru keluar dari kamar mandi tersenyum manis melihat pemandangan di depannya.


Terima kasih Tuhan sudah mengabulkan doaku selama ini, batin Thomas merasa sangat bersyukur.


"DAADDDYYYY" teriak Mikhail menggema dari depan pintu sambil mengedornya.


"Setan kecil itu" dengus Thomas dengan wajah kesal.


"Honey" panggil Valeria yang mendengar teriakan putra mereka di depan pintu.


"Bocah setan itu selalu saja membuatku pusing honey" keluh Thomas dengan cemberut.


"Bocah setan itu anak kita honey. Sifatnya mungkin sama seperti kamu waktu kecil" cibir Valeria sambil tersenyum mengejek.


"Ckk!!" decak Thomas dengan kesal karena apa yang dibilang istrinya memang benar.


Saat masih kecil sifatnya memang seperti anaknya sangat nakal dan pemarah. Tapi tidak separah anaknya sekarang yang membuatnya darah tinggi setiap hari.


"Mikhail ini bukan hutan son" tegas Thomas sambil membuka pintu kamar.


"Ckk!!" dengus Mikhail dengan sinis sambil berlari masuk.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Thomas memijit keningnya yang tiba-tiba sakit melihat sifat anaknya yang tak ada sopan santun sama sekali.


"Kenapa kamu belum berpakaian son?" tanya Thomas setelah mengontrol emosinya.


"Aku tunggu daddy" ucap Mikhail dengan santai.


"Oh my God Mikhail. Kan bisa sama uncle Yorla karena daddy masih mengurus mommy"


"Aku tidak mau diurus sama orang jelek daddy" ketus Mikhail.


Thomas tercengang mendengar jawaban sang anak yang sangat tidak masuk akal untuk anak umur 3 tahun.


Ngidam apa istriku waktu hamil bocah setan ini, batin Thomas berdecak kesal.


"Mommy daddy bilang mommy ngidam apa waktu hamil bocah setan" adu Mikhail ke Valeria.


Deg.................


Jantung Thomas berdetak dengan cepat melihat wajah istrinya yang menghitam menatapnya seakan ingin menelannya hidup-hidup.


"Kalau dia bocah setan berarti aku mommy setan dong" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Bukan begitu maksud aku honey? Aku tadi itu hanya bercanda saja" ucap Thomas dengan cepat tak ingin membuat istrinya marah.


Bisa panjang ceritanya jika istrinya marah saat ini karena ulah putra nakalnya itu. Thomas mendelik tajam ke arah putranya malah di balas dengan senyum mengejek seakan berkata rasain.


"Son ayok daddy bantu kamu berpakaian" ajak Thomas tak ingin membuat istrinya kembali emosi.


"Gendong daddy" ucap Mikhail sambil mengangkat kedua tangannya.


"Ugghh.........kamu semakin berat son" goda Thomas yang tahu anaknya tak suka dibilang seperti itu.


"Karena aku itu sehat daddy. Otak daddy itu memang bodoh" ketus Mikhail.


Thomas menutup mata menahan emosinya karena ucapan putranya yang terkenal lidah tajam. Valeria hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan keduanya.


Selesai berpakaian Thomas mengajak keluarga kecilnya menuju taman kaca milik sang istri. Para pelayan yang melihat tersenyum bahagia melihat keharmonisan mereka.


"MIKHAIL ZENO PARKER" teriak Thomas bergema di dalam taman kaca saat mereka sampai.


Valeria tak bisa berkata apa-apa melihat pemandangan didepannya yang membuat lidahnya keluh untuk berbicara.


Mikhail yang mendengar teriakan sang daddy barusan tak memperdulikannya sama sekali dan melanjutkan minum susu sambil tiduran di perut Boy.


Para pelayan yang bertugas menjaga Mikhail hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat kelakuan tuan muda mereka yang selalu saja bikin satu kastil geger setiap hari.


"Brother in law bisa tidak jangan keras-keras teriaknya" ketus Yorla yang terganggu karena teriakan Thomas barusan.


"Dimana bocah setan itu!" bentak Thomas dengan emosi.


"Omo omo!!! Apa disini baru saja habis badai?" tanya Yorla dengan histeris melihat bunga di taman kaca yang hancur seperti diterpa badai semalam.


"Tuan muda berada di taman belakang tuan" ucap pak Dev.


"Kenapa kalian tidak becus? Kemarin aku sudah memperingati kalian untuk menjaga bocah setan itu tapi kenapa kalian tidak becus! Hah" bentak Thomas menggelegar.


"Maafkan kami tuan" ucap pak Dev sambil membungkuk meminta maaf.


"Berengsek! Hukum semua pelayan yang bertugas menjaga putraku kemarin" hardik Thomas dengan suara tinggi.


"Baik tuan" ucap pak Dev.


Thomas berlalu pergi mencari putranya sedangkan Valeria hanya diam saja menatap mereka. Aura dingin seketika terasa di dalam sana membuat pak Dev, Yorla, dan pelayan lainnya bergetar ketakutan.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Oeek...........oeek...............oeek...........


Tangis Natasha pecah saat berada di stroller saat merasakan aura Valeria. Mendengar tangisan putrinya Valeria menutup mata mengontrol emosinya.


"Bawa Nata kesini"


"Oke sister"


Yorla mengendong Natasha lalu memberikannya ke Valeria. Pak Dev lalu menyuruh pelayan untuk berbalik saat melihat Valeria ingin menyusui Natasha.


"Cabut semuanya dan tanam dengan yang baru" ucap Valeria setelah beberapa saat.


"Baik nyonya" ucap pak Dev.


"Kunci pintu taman setelah dibersihkan dan jangan biarkan putraku masuk ke sini lagi" titah Valeria dengan suara dingin.


"Iya nyonya"


Valeria lalu menatap Yorla dan memberinya isyarat untuk mendorong kursi roda yang sedang ia duduki ke arah taman belakang.


Sampai disana ia melihat Thomas yang sedang berkacak pinggang di depan putra mereka sambil memarahinya.


"Honey" panggil Valeria membuat keduanya menatap ke arahnya.


Valeria menatap putranya yang menatapnya dengan tatapan berkaca-kaca entah apa yang dikatakan suaminya barusan.


"Pergi tinggalkan aku dan putraku" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Tapi honey" bantah Thomas tak setuju.


Valeria menatap suaminya dengan tajam untuk tidak protes dengan apa yang ia katakan barusan. Melihat hal itu Thomas membuang napasnya dengan kasar lalu mengambil Natasha di gendong Valeria dan berlalu pergi.


Melihat semuanya sudah pergi tinggal mereka berdua saja Valeria menjulurkan tangannya ke arah putranya sambil tersenyum manis.


Huawaaa.................


Tangis Mikhail pecah saat tubuhnya di angkat Valeria lalu di dudukkan ke pangkuannya. Valeria mengelus kepala putranya dengan lembut membiarkan putranya menangis dalam pelukannya.


"Lebih baik?" tanya Valeria setelah beberapa saat.


"Heemmm" deham Mikhail sambil menganggukkan kepalanya.


"Katakan apa yang membuatmu mencabut semua kelopak bunga mommy?" tanya Valeria dengan suara lembut.


"Aku tidak suka saja melihatnya mommy. Menurutku itu indah jika dicabut bunganya" jawab Mikhail dengan antusias.


"Son apa kamu mendengar suara bisikan?" tanya Valeria dengan kening berkerut.


"No mommy. Aku hanya bisa mendengar suara bisikan saat melihat mereka" jawab Mikhail dengan cepat.


Apa perasaan gue aja ya, batin Valeria.


"Mommy bahasa apa yang mommy pakai?" tanya Mikhail dengan penasaran.


"Kamu membaca pikiran mommy lagi?" tanya balik Valeria.


"Heemmm" deham Mikhail sambil mengangguk kepalanya.


"Itu bahasa Indonesia son. Itu bahasa yang mommy pakai saat berada di tanah kelahiran mommy"


"Aku tidak menyukainya mommy"


"Kenapa?"


"Bahasanya aneh dan juga susah" jawab Mikhail dengan wajah tak suka.


"Iya son"


Valeria dan Mikhail lalu menghabiskan waktu bersama di taman belakang, lebih banyak Valeria memberi nasihat kepada putranya dengan lembut karena ia yakin jika dengan kekerasan putranya itu tidak akan pernah mau dengar.


3 Bulan kemudian


Sudah 3 bulan berlalu dan selama itu Valeria sudah bisa berjalan kembali dengan normal. Ia baru saja menghadiri rapat sebelum tutup tahun di perusahaannya 2 hari lagi.


Thomas sudah lebih dulu naik ke ruang kerjanya karena ingin meeting bersama Xavier dan Albert. Sedangkan Valeria memberikan Natasha ke pengasuh untuk ditidurkan di kamarnya.


"Dimana Mikhail?" tanya Valeria.


"Tuan muda berada di danau buatan nyonya" jawab pak Dev.


Valeria bergegas naik golf car menuju ke arah danau buatan di tengah hutan buatan yang tak jauh dari kastil.


Sampainya disana ia melihat putranya yang bermain di sekitar rumah danau dengan para pengawal dan pelayan yang menjaganya dari kejauhan.


Deg.............


Mata Valeria hampir ingin keluar dari tempatnya melihat apa yang dilakukan putranya hingga tak menyadari kehadirannya.


❄❄❄❄❄


To be continue.............