Love Struggle

Love Struggle
Chapter 67



🌻Selagi masih bernapas nikmatilah hidupmu karena kamu tidak tahu kapan ajal menjemputmu🌻


.


.


.


.


Riki bersama sang ibu dan sang adik sudah selesai mengepak pakaian mereka.


Ketiganya berdiri di depan Valeria dan Bryan dengan malu karena keduanya telah melihat bagaimana kehidupan mereka selama ini.


Tak berselang lama bunyi deru mobil berhenti di depan rumah Riki. Valeria yang tahu siapa yang datang segera beranjak keluar sambil memberi isyarat kepada Bryan untuk mengajak Riki dan keluarganya.


Ternyata yang datang adalah Raksa, Agung, dan Wono. Ketiganya adalah anak buah Valeria yang tadi ia suruh datang ke alamat yang Valeria berikan lewat pesan.


Tak lupa Valeria juga menyuruh Raksa membawa mobil yang cukup untuk kapasitas mereka semua.


"Master" ucap ketiganya dengan serentak.


Bryan dan Riki yang baru keluar dari dalam rumah kaget melihat Raksa di sini.


Riki yang tak mengenali satu pun hanya diam saja tapi berbeda dengan ibu dan adiknya yang sudah gemetaran melihat tampang Raksa yang penuh dengan tato di sekujur tubuhnya.


"Ya Allah apa mereka ini preman" gumam Ibu Salma dengan takut.


"Hay bro loe disini juga" ucap Raksa menyapa Bryan.


"Gue berdiri di sini berarti gue ada disini!" ucap Bryan dengan ketus.


"Dasar bocah sialan!" ucap Raksa dengan kesal.


Bryan hanya terkekeh melihat tampang Raksa yang kesal, melihat kedekatan Raksa dan Bryan membuat Riki dan keluarganya bisa bernapas dengan lega karena mereka tadi berpikir jika Raksa adalah preman suruhan bu Mega.


Valeria tak berkata apa-apa lagi dan segera berjalan menuju ke mobil, Agung yang melihat hal itu segera membuka pintu untuk Valeria masuk.


Raksa dan Bryan yang melihat Valeria sudah di dalam mobil segera menyuruh Riki dan keluarganya untuk masuk mobil.


Beruntung mobil yang mereka bawa cukup untuk mereka semua meski harus berdempetan. Valeria yang sedari dulu tidak pernah berdempetan di dalam mobil membuang napasnya dengan kasar membuat aura di dalam mobil terasa sangat mencekam.


"Ke apartemen Puri Orchid" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Baik master" ucap Raksa yang duduk di samping Agung yang menjadi sopir.


Rani yang mendengar Raksa memanggil Valeria dengan panggilan master segera berbisik dan bertanya kepada bu Salma. Tapi bu Salma menyuruhnya untuk tak bertanya lagi takut membuat Valeria marah.


Entah kenapa bu Salma merasa kalau Valeria bukanlah gadis SMA biasa karena pandangan dan tatapan matanya sangat sulit di tebak. Bahkan sedari tadi bu Salma sangat ketakutan jika berdekatan dengan Valeria.


~ Puri Orchid Apartment ~


Sampai di apartemen puri orchid mereka semua kaget bukan main melihat bangunan mewah di depan mereka. Mereka sangat mengenali bangunan di depan mereka karena ini adalah apartemen paling mewah di kota Jakarta.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Raksa dan lainnya kaget bukan main melihat Valeria yang turun di lobby sambil memberikan kartu aksesnya kepada petugas. Tak lupa ia juga menyuruh Bryan untuk turun sedangkan Raksa menunggunya di basement parkiran di lantai bawah.


"Gila ternyata master tinggal disini ya" ucap Raksa dengan kaget.


"Gue kira master orangnya seperti kita bukan dari kalangan berada" ucap Agung sambil melihat deretan mobil mewah di basement parkiran.


"Maaf nak apa kalian sudah lama mengenal nona yang tadi?" tanya ibu Salma yang sudah sangat penasaran dari tadi.


"Ibu itu teman Riki namanya Valeria Anastasia" ucap Riki.


"Lalu dimana orang tua nak Valeria Riki"


"Valeria anak yatim piatu bu sedangkan Bryan adalah kakak angkat Valeria bu"


"Maksud kakak cowok bule tadi ya?" tanya Rani.


"Iya dek. Namanya ka Bryan Peterson" ucap Riki.


"Apa kamu yakin nak kalau Valeria hanya anak panti asuhan?" tanya ibu Salma yang tak mudah percaya dengan ucapan Riki.


"Iya bu. Soalnya data diri Valeria semuanya tertulis jelas disana bu" ucap Riki dengan yakin.


"Tapi masa iya anak panti asuhan tinggalnya di tempat semewah ini. Ini mahal loh ki!"


Semua di dalam mobil seketika diam mendengar ucapan bu Salma yang benar adanya. Tak heran jika apartemen puri orchid adalah apartemen kelas mewah untuk para pejabat, artis, dan pengusaha kaya.


Karena satu unit apartemen disini harganya sangat fantastik bahkan banyak orang kaya yang belum tentu bisa membeli satu unit apartemen disini. Apa lagi Valeria yang notabenenya adalah anak panti asuhan.


"Hey bocah siapa nama loe?" tanya Raksa.


"Muhamad Riski bang panggilannya Riki" ucap Riki dengan gugup.


"Apa loe teman sekelas master?" tanya Raksa dengan selidik.


"Master siapa bang?" tanya Riki dengan bingung.


"Valeria Anastasia adalah master kita sekaligus bos kita" ucap Agung dengan suara dingin.


Glek............


Riki dan ibu Salma seketika menelan saliva dengan susah mendengar ucapan Agung barusan. Entah kenapa mereka sangat takut mendengar panggilan lain Valeria bahkan otak mereka sudah traveling memikirkan jati diri Valeria yang sebenarnya.


"Bang kalian bukan sindikat narkoba atau penjual organ tubuh manusia kan?" tanya Riki dengan wajah pucat.


Hahahahahaha....... ...


Mendengar hal tersebut seketika ketiganya tertawa, mereka tak menyangka akan mendapat pertanyaan yang menurut mereka sangat jujur dari anak sekolah.


"Tenang aja bocah kita ini bukan kayak yang loe pikirkan tapi sepertinya pekerjaan kita mendekati kedua hal itu" ucap Wono sengaja menakuti Riki dan lainnya.


Terbukti wajah ketiganya semakin pucat mendengar ucapan Wono. Mereka rasanya tak ingin mengikuti Valeria lagi meski di beri tumpangan gratis atau uang yang banyak.


"Bu Rani takut........hiks hiks hiks" ucap Rani sambil terisak.


"Sialan loe Wono bikin anak orang menangis!" bentak Raksa melihat Rani yang sudah menangis ketakutan.


"Aduh dek jangan nangis ya. Kakak cuman bercanda aja kok" ucap Wono dengan panik.


"Bu.........hiks hiks hiks" ucap Rani yang terus menangis.


Akhirnya mereka memilih diam tak berbicara lagi takut membuat Rani kembali menangis. Tak berselang lama Bryan muncul sambil membawa koper pakaiannya di ikuti oleh Valeria yang hanya membawa handbag miliknya.


"Kalian kenapa diam" ucap Bryan setelah masuk ke dalam mobil.


Bahkan ia kaget melihat wajah Riki yang pucat pasi dan Rani yang masih menangis sesegukan.


Raksa melihat Bryan dan hanya tertawa sambil memamerkan giginya menjawab ucapan Bryan barusan.


"Bryan kita ngak di jual kan?" tanya Riki.


"Maksud loe?" tanya Bryan kembali dengan wajah bingung.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Bugh.........


1 Pukulan kuat mendarat di kepala Raksa dari Bryan melihat hal tersebut seketika emosi Raksa memuncak karena tak terima di pukul oleh Bryan. Baru saja ia ingin membalasnya Valeria langsung menginterupsi keduanya.


"Jika ingin berkelahi selesaikan di tempat biasa!" bentak Valeria dengan suara tinggi.


Ia tadi masih menerima telpon dari asistennya sehingga belum masuk ke dalam mobil.


Raksa dan Bryan hanya saling pandang dengan tatapan permusuhan karena mau tak mau mereka lebih memilih mengikuti ucapan Valeria dari pada mendapat hukuman dari Valeria.


"Agung awasi mereka berdua" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Baik master"


Valeria lalu menyuruh Agung untuk mengikutinya dari belakang saat Valeria masuk ke mobil yang akan ia bawa semua mata memandangnya dengan kaget tak menyangka jika mobil yang Valeria bawa adalah mobil sport jenis lamborghini Adventendor warna hitam.


"Gila mobil Valeria mobil sport mewah" ucap Riki dengan kaget.


"Harga mobil segitu bisa gue pakai ampe 7 turunan thu" timpal Wono dengan decak kagum.


Bryan, Raksa, dan Agung terus berpikir siapa sebenarnya Valeria.


Bahkan baru hari ini mereka melihat mobil Valeria yang sudah di pastikan mobil itu bukan harga seperti mobil biasa melainkan mobil itu hanya bisa di beli oleh orang kaya saja atau sultan.


~ Mansion Valeria ~


Selang 30 menit akhirnya Valeria dan lainnya tiba di sebuah mansion yang sangat mewah jauh dari perkotaan. Bryan dan lainnya sampai ternganga di dalam mobil saat tiba di gerbang mansion.


Saat sampai di pintu pagar tiba-tiba pintunya terbuka secara otomatis sehingga mobil Valeria dan Raksa langsung masuk ke dalam. Tak lama kedua mobil itu berhenti tepat di depan mansion.


"Val ini istana siapa?" tanya Bryan dengan polos.


Hahahahahaha............


Seketika tawa Raksa dan Agung pecah mendengar ucapan Bryan barusan.


Memang Bryan sedari kecil hanya melihat istana yang seperti mansion Valeria tapi tak pernah tahu jika ada mansion yang bisa setara mewah dengan istana.


"Hey bocah jangan malu-maluin deh" ucap Agung sambil terkekeh.


"Ini itu namanya mansion bukan istana bocah" ucap Raksa sambil menggelengkan kepalanya melihat kepolosan Bryan.


Bryan seketika diam tak berbicara satu kata pun karena merasa sangat malu. Beruntung wajahnya datar sehingga tidak kelihatan jika saat ini ia sangat malu sudah bertanya hal yang tidak-tidak.


"Selamat datang nyonya" ucap pak Dev sebagai kepala pelayan di mansion.


Bryan dan lainnya seketika melihat ke sumber suara disana seorang pria paruh baya berumur 40 tahun berdiri dengan sopan sambil membungkuk di depan Valeria. Dia adalah kepala pelayan di mansion ini yang baru saja tiba di mansion Valeria 3 jam yang lalu.


"Apa semuanya sudah hadir?" tanya Valeria dengan suara dingin.


"Sudah nyonya kami semua sudah disini sejak 3 jam yang lalu" ucap pak Dev dengan sopan.


"Suruh mereka semua berkumpul di ruang tengah"


"Baik nyonya"


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Valeria lalu memberi isyarat kepada Bryan dan lainnya untuk mengikutinya masuk ke dalam.


Meski mereka masih sangat penasaran dimana mereka berada saat ini tapi mereka hanya diam dan mengikuti Valeria yang sudah lebih dulu masuk ke dalam di ikuti pak Dev.


Saat masuk ke dalam mansion semuanya berdecak kagum melihat interior mansion yang sangat mewah berwarna silver gading tak lupa benda-benda di dalam mansion yang bernilai fantastik.


Gila mewah banget nih mansion, batin Raksa.


Baru kali ini gue lihat mansion yang sangat mewah, batin Riki.


Valeria sebenarnya loe ini siapa kenapa loe bisa punya ini semua, batin Bryan dengan penasaran.


Ya Allah ini mewah sekali seperti berada di dalam istana, batin bu Salma.


Anjir!! Master kok bisa punya mansion semewah ini sih, batin Wono melongo melihat isi dalam mansion.


Sampainya diruang tengah Valeria lalu duduk di kursi yang sudah di siapkan oleh pak Dev. Sedangkan yang lainnya berdiri bersama dengan pelayan yang baru saja datang berjumlah 40 orang.


"Ini mansion gue dan mulai saat ini kalian tinggal disini" ucap Valeria dengan suara tinggi.


"Kami juga master?" tanya Raksa sambil menunjuk dirinya, Agung, dan Wono.


"No" ucap Valeria dengan singkat.


"Maaf Val sebenarnya kenapa loe suruh gue sama keluarga gue ikut loe?" tanya Riki.


"Loe sama keluarga loe mulai detik ini tinggal di sini. Oh satu lagi ibu loe bisa jadi pelayan di sini bagaimana?" tanya Valeria


"Bu" ucap Riki sambil melihat bu Salma meminta jawaban.


"Ibu mau nak Valeria. Itu lebih baik ibu bekerja disini dan terima kasih sudah memberi tempat tinggal untuk kami" ucap bu Salma dengan senang.


"Hemmmm"


"Nyonya bagaimana dengan pelayan yang datang bersama saya?" tanya pak Dev.


"Apa mereka sudah lulus pelatihan disana?" tanya Valeria balik.


"Sudah nyonya mereka semua adalah kandidat yang telah berhasil menyelesaikan pelatihan mereka"


"Hemmmm! Atur pembagian kerja mereka dan juga atur bagian satpam dan keamanan"


"Baik nyonya"


"Bersihkan paviliun belakang untuk tempat tinggal pelayan dan jangan lupa semua peraturan yang gue kasi pak Dev" ucap Valeria dengan tatapan tajam.


"Baik nyonya"


Setelah itu Valeria menyuruh Raksa, Wono, dan Agung untuk kembali ke markas dan malam mereka akan mengadakan pertemuan. Tak hanya itu saja Valeria juga menyuruh Bryan untuk ke kamarnya di lantai dua.


Selesai Valeria segera naik ke lift menuju lantai 3 dimana itu adalah lantai khusus untuknya. Pak Dev langsung membagikan tugas kepada para pelayan dan menunjukkan kamar mereka masing-masing.


Tak lupa pak Dev memberitahu peraturan yang tidak boleh di langgar di mansion beserta apa saja yang tidak di sukai oleh Valeria.


Riki dan keluarganya mendapat tempat terpisah di paviliun kiri bersebelahan dengan paviliun khusus pelayan.


Bukan tanpa alasan mereka terpisah karena menurut pak Dev mereka adalah tamu Valeria yang sudah seharusnya tinggal terpisah dalam satu keluarga. Setelah mendapat penjelasan dari pak Dev semuanya segera berlalu menuju kamar mereka masing-masing.


Semoga mereka semua tak berkhianat, batin Valeria sambil melihat para pelayan dari lantai 3.


❄❄❄❄❄


To be continue................


Hay guys jangan lupa beri dukungan kalian lewat vote, like, rating, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀