Love Struggle

Love Struggle
Chapter 77



🌻Pelarian terbaik saat kamu tersakiti adalah tidur karena dengan tidur setidaknya kamu bisa melupakan sejenak rasa sakitmu🌻


.


.


.


.


Setibanya Valeria di Dubai ia langsung di sambut asistennya di VA Corp. Dia adalah Alfarezi Bahar seorang pria matang berumur 35 tahun yang sejak dulu adalah asisten sekaligus Direktur di VA Corp.


Alfarezi adalah orang yang di tugaskan oleh Valeria untuk menghendel urusan perusahaannya selama ini.


Ia sendiri sudah memiliki keluarga dan seorang putri berumur 5 tahun. Saat melihat Valeria keluar dari jet pribadi Alfarezi langsung di sambut tatapan datar dan dingin Valeria yang tak pernah berubah.


"Selamat datang presdir" ucap Alfarezi sambil membungkuk di ikuti semua anak buah mereka.


"Heeemmm"


Valeria segera masuk ke mobil tak membalas sapaan Alfarezi. Tahu akan sifat sang nyonya Alfarezi segera memerintah anak buah mereka untuk segera pergi dari sana.


"Loe boleh pergi" ucap Valeria sambil menurunkan kaca mobil dari dalam.


"Baik master"


"Suruh Ares bawa bayi-bayi gue kesini" ucap Valeria sambil tersenyum lebar.


"Uhmmm........apa tidak berbahaya ma...ster?" tanya Raksa dengan gugup.


"Jalankan saja perintah gue ngak usah banyak nanya!" hardik Valeria dengan tatapan membunuh.


"Maaf master"


Valeria tak menanggapi permintaan maaf Raksa dan segera menyuruh Alfarezi untuk berangkat ke perusahaan.


Ia tak ingin membuang waktu untuk mengecek laporan perusahaannya selama ini sekaligus ingin melihat situasi perusahaannya terkini.


~ VA Corp ~


Mobil jenis Rolls Royce Phantom VIII akhinya tiba VA Corp (Valeria Anastasia Corporation).


Alfarezi dengan sigap menyuruh sopir untuk membawa mereka ke tempat parkir khusus Valeria di basement parkir khusus Valeria.


Alfarezi tahu Valeria tidak ingin semua karyawannya tahu siapa presdir mereka yang sebenarnya jadi mereka akan masuk lewat parkiran basement dan naik menggunakan lift khusus Valeria yang mengarah langsung menuju ruangan presdir di lantai 80.


"Kapan meeting bulanan dimulai?" tanya Valeria saat dalam lift.


"20 menit lagi presdir" ucap Alfarezi sambil melihat jam di tangannya.


"Hubungkan zoom meeting ke ruanganku"


"Baik presdir"


"Bawakan laporan keuangan dan kinerja perusahaan 2 tahun terakhir"


"Baik presdir"


"Kamu bisa memulai meeting sekarang"


"Iya presdir! Saya pamit undur diri lebih dulu presdir" ucap Alfarezi sambil menekan tombol lift 78 ruangan untuk meeting.


Alfarezi lalu keluar setelah lift berhenti di lantai 78 sedangkan Valeria sendiri segera naik kembali menuju lantai 80 ruangan khusus untuknya.


Sampai di dalam ruangan kerjanya Valeria segera melihat meeting lewat layar proyektor di depannya. Meeting yang dipimpin oleh Alfarezi sebagai CEO berjalan dengan baik.


Sepanjang meeting berlangsung Valeria mengerutkan keningnya melihat hasil laporan keuangan tahun lalu dengan omzet pendapatan perusahaan tahun ini.


"Sepertinya ada yang ingin bermain di perusahaan gue" ucap Valeria sambil tersenyum penuh arti.


Valeria melihat satu persatu wajah peserta meeting meneliti raut wajah mereka saat meeting berlangsung.


Hahahaha.............


Seketika tawa Valeria pecah saat menangkap raut muka salah satu CEO bagian kantor konstruksi berubah saat membahas pemasukan perusahaan bulan ini.


Nyonya Valeria


"Bawa CEO kantor konstruksi ke ruanganku setelah meeting"


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Alfarezi mengerutkan keningnya membaca pesan Valeria di hpnya. Ia memandang cctv dengan kening berkerut menanyakan maksud Valeria.


Valeria yang berada di ruangannya tersenyum penuh arti melihat wajah penasaran Alfarezi.


Tak mendapat balasan lagi dari Valeria ia tak mau berpikir lagi karena percuma saja bertanya kalau jawabannya ia tidak akan pernah dapat.


Selang 40 menit meeting akhirnya berjalan dengan baik. Sesuai keinginan Valeria, Alfarezi bersama CEO kantor konstruksi pergi ke lantai 80 menuju ruangan Valeria.


Sampai disana Abdul Korman yang menjabat sebagai CEO kantor konstruksi VA berdecak kagum melihat interior ruangan di depannya.


"Wow sangat menakjubkan" ucap Abdul terkagum-kagum.


Melihat hal itu Alfarezi berdeham untuk memperingatkan Abdul untuk menjaga sikap. Abdul akhirnya sadar dan segera merubah sikapnya karena ia tahu jika ruangan ini adalah ruangan milik presdir utama VA Corp.


Tok...........tok...........tok............


Pintu ruangan Valeria seketika terbuka dengan otomatis karena ruangan Valeria yang kedap suara tidak akan bisa orang lain mendengar ucapannya dari dalam saat menyuruh masuk.


Saat masuk kedalam Abdul kembali menganga melihat interior ruangan Valeria yang lebih menawan.


Dinding yang di hiasi cat berwarna kuning keemasan bercampur abu-abu menampilkan kesan mewah sekaligus elegan.


Belum lagi tata ruangannya yang menunjukkan pemiliknya seorang yang sangat suka desain interior dan rapi.


Saat masih terpesona Abdul seketika merinding merasakan aura yang sangat mengintimidasi dari arah depan seperti seseorang sedang mengawasinya.


"Presdir CEO Abdul sudah berada di sini" ucap Alfarezi sambil membungkuk hormat.


"Hemmmm" deham Valeria dengan suara dingin.


Glek..........


Abdul menelan salivanya dengan susah saat mendengar suara Valeria yang sangat mengintimidasi seperti ada pisau di setiap ucapannya.


Valeria lalu berbalik menghadap Alfarezi dan Abdul sambil memakai topeng untuk menutup wajahnya.


Alfarezi dan Abdul bingung dengan ucapan Valeria barusan pasalnya mereka tidak mengerti maksud Valeria tentang orang yang bermain di belakangnya.


Mata Abdul seketika ingin keluar keluar dari tempatnya saat mengetahui maksud Valeria. Melihat wajah paniknya Abdul membuat Alfarezi bisa menebak jika ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Abdul.


Valeria melihat keduanya dengan tatapan bagai monster yang ingin mencabik mereka.


Brugh..............


"Ampun presdir!! Saya mohon ampun presdir!" pinta Abdul sambil berlutut.


"One year you stole my money" (satu tahun kamu mencuri uangku) bentak Valeria dengan suara tinggi.


"Apa!" ucap Alfarezi dengan kaget.


"Saya mohon ampuni presdir! Saya khilaf waktu itu"


Hahahaha............


Tawa Valeria seketika pecah mendengar ucapan Abdul barusan bukannya merasa lucu tetapi Alfarezi bergidik ngeri mendengar tawa Valeria yang seperti meremehkan Abdul.


"Waktu itu kamu bilang!! Kamu pikir bisa membohongiku seperti Direktur di kantor pusat VA Corp" hardik Valeria dengan suara tinggi.


"Saya mohon presdir tolong maafkan perbuatan saya. Saya mohon" pinta Abdul dengan memohon.


"Aku paling benci yang namanya pengkhianat dan penipu" ucap Valeria dengan suara dingin sambil menatap Abdul.


Abdul tak berkata apa-apa lagi dan hanya bisa pasrah menerima hukuman yang akan di berikan oleh Valeria. Seketika Alfarezi dan Abdul kaget bukan main melihat gerakan Valeria yang dengan cepat sudah berada di depan Abdul.


Sret............Sret............


Arghhhh.......


Jerit Abdul dengan kencang merasakan sakit saat kedua lengannya yang di tebas Valeria dengan tak berperasaan. Darah segar seketika memenuhi ruangan Valeria, melihat hal tersebut Alfarezi hanya berdiri mematung tak menduga akan kejadian barusan.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Ap...a yang ka...mu laku...kan" teriak Abdul dengan terbata-bata.


"Tangan ini yang sudah mencuri uangku jadi seharusnya dihancurkan" ucap Valeria dengan santai.


"Berengsek kamu! Kalau berani tunjukkan wajah asli sialanmu itu"


"Sepertinya mulutmu butuh dijahit"


Abdul kaget mendengar ucapan Valeria yang ingin menjahit mulutnya. Ia yakin jika satu kata keluar dari mulutnya bisa di pastikan apa yang Valeria ucapkan akan menjadi kenyataan.


"Ini peringatan buat kamu Alfarezi" ucap Valeria sambil menatap Alfarezi dengan tatapan tajam.


"Maafkan keteledoran saya presdir"


"Kali ini aku maafkan karena kamu sudah lama bekerja denganku tapi tidak untuk kedua kali"


"Baik presdir terima kasih"


"Urus brengsek itu"


"Baik presdir"


"Oh satu lagi keluarkan rancangan terbaru kita yang aku kirim kemarin dengan nama perancangnya Yorla"


"Baik presdir. Malam nanti produk terbaru kita akan launching"


"Heeemmmm"


Valeria lalu berlalu pergi meninggalkan Alfarezi di dalam ruangannya. Setelah kepergiannya Alfarezi melihat Abdul yang jatuh pingsang karena darah yang keluar sangat banyak dengan tatapan kasihan bercampur kesal.


"Seharusnya anda jangan memancing kemarahan presdir" ucap Alfarezi sambil membuang napasnya dengan kasar.


1 Minggu kemudian


Saat ini Valeria sedang berada di kastil bersama Ares dan kedua hewan peliharaannya. Kedua jenis macan kumbang hewan peliharaan Valeria bernama Boy dan Girl sesuai jenis kelamin mereka.


Keduanya tidur di kaki Valeria sambil bermanja-manja seakan Valeria adalah induknya. Para pelayan yang melihat hal tersebut bergidik ngeri melihat kedekatan Valeria dan kedua hewan peliharaannya yang sangat buas.


"Ares apa ada kabar terbaru?" tanya Valeria sambil mengelus kedua kepala hewan kesayangannya.


"Sesuai prediksi nyonya. Produk terbaru kita saat ini sangat mengguncang dunia fashion apa lagi di Indonesia"


"Hehehehe...........apa kedua orang itu juga terpancing"


"Benar nyonya! Saat ini anak haram itu sedang pusing karena tak bisa membuat satu desain baju terbaru untuk butik nyonya besar"


"Apa ada informasi yang lebih menarik"


Ares tak menjawab malah memberikan iPad kepada Valeria seketika matanya memerah melihat video ulang tahun perusahaan Budi, dimana Bianca berdiri dengan anggun sambil memeluk kedua lengan orang tua Valeria.


"Keluarga yang harmonis" gumam Valeria dengan tatapan dingin.


"Kangmas" ucap Valeria dengan wajah sedih.


Entah kenapa Valeria merasa kakaknya seperti tidak ada gairah untuk hidup lagi. Ia sangat merindukan kakaknya yang selama ini terus mencari keberadaannya bersama Rendi, Edo, dan Dion asisten sang ayah.


"Apa eyang putri juga hadir disana?" tanya Valeria.


"Nyonya sepu selama ini tidak pernah menghadiri pertemuan atau acara yang di adakan oleh nyonya dan tuan besar"


"Bagaimana kesehatannya"


"Kesehatan nyonya sepu semakin hari bertambah buruk karena terus memikirkan keberadaan nyonya"


Valeria menghela napasnya dengan dalam merasa sangat bersalah karena dirinya kesehatan sang eyang menurun.


Dia berpikir sudah waktunya memberi sedikit informasi kepada Bagas mengenai kejadian waktu itu.


"Kirim bajingan itu ke kangmas tapi buat dia tidak bisa membuka mulut sebelum waktunya"


"Baik nyonya"


"Jangan lupa kirim hadiah ku untuk anak haram itu" ucap Valeria sambil tersenyum penuh arti.


❄❄❄❄❄


To be continue..........


Hay guys jangan lupa beri dukungan kalian lewat vote, like, rating, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀