
π»Selesaikanlah apa yang sudah kamu mulai dan berusahalah sekuat yang kamu bisaπ»
.
.
.
.
"Sister.....! Valeria....!" teriak Bryan dan Yorla serentak menggema ikut panik.
Wajah Thomas pucat seperti mayat hidup melihat kejadian barusan. Ia langsung mendekap tubuh istrinya dengan erat.
"Honey kamu bertahan ya" ucap Thomas dengan cemas.
"Anak....ku" lirih Valeria dengan suara lemah.
"SIAPKAN RUANG BERSALIN SEKARANG!" bentak Thomas menggelegar.
Thomas mengangkat tubuh istrinya yang mengeluarkan darah dari kedua pahanya membawa menuju ruang bersalin yang sudah disiapkan jauh hari.
Ares sudah memberitahu dokter Lauren dan dokter Vivian bersiap disana tak lupa menyuruh mereka menyiapkan kantong darah untuk Valeria.
"Hone....y selam....atkan ana....k kita" ucap Valeria dengan terbata-bata.
"Kamu bertahan ya honey. Ingat kamu harus selamat bersama anak kita" ucap Thomas dengan cemas sebelum kesadaran Valeria hilang.
Brak...................
Ares membuka pintu ruang bersalin mengagetkan kedua dokter yang sudah stand by di dalamnya. Thomas menaruh Valeria di atas brankar sambil menggenggam tangan istrinya dengan erat.
"Siapkan kantong darah buat nyonya" ucap dokter Vivian.
"Dok tekanan darah nyonya lemah" ucap dokter Lauren.
"Tuan nyonya mengalami pendarahan akibat benturan tadi dan kita harus segera melakukan operasi cesar agar menyelamatkan bayi dalam kandungan nyonya" ucap dokter Vivian saat melihat darah Valeria yang keluar tak berhenti.
"Lakukan yang terbaik dok. Selamatkan anak dan istriku"
"Baik tuan kami akan berusaha semaksimal kami"
Cup..........
Sebelum keluar Thomas mencium kening dan bibir Valeria. Meski saat ini ia sangat rapuh mencemaskan keduanya tapi ia harus tetap kuat.
Gerrrrrrr.................
Boy dan Girl mengeram di depan pintu ruang bersalin saat Thomas keluar. Kedua hewan itu seakan tahu jika saat ini tuan mereka sedang berjuang di dalam sana.
"Thomas bagaimana keadaan Valeria?" tanya Bryan dengan cemas.
"Istriku pendarahan.........hiks hiks hiks" tangis Thomas pecah tak bisa dibendung lagi.
"Sister......hiks hiks hiks" Yorla menangis histeris mendengar ucapan Thomas.
Sedangkan Bryan ia seperti orang yang tak punya gairah hidup lagi mendengar ucapan Thomas mengenai kondisi Valeria.
"Bagaimana dengan anak kalian?" tanya Bryan setelah mengontrol diri.
"Nyonya sedang operasi cesar di dalam" ucap Ares dengan suara dingin.
Yorla semakin menangis mendengar ucapan Ares sedangkan Bryan terduduk lemah di kursi tunggu. Thomas sendiri mengusap wajahnya dengan kasar sambil menangis dalam diam.
Ya tuhan selamatkanlah anak dan istriku yang sedang berjuang di dalam sana, doa Thomas dalam hati.
Waktu seakan berlalu dengan lama membuat Thomas, Bryan, dan Yorla semakin gusar menunggu operasi Valeria yang belum ada tanda-tanda akan selesai.
Auuummmm...............aaaummmmm........
Kedua hewan peliharaan Valeria mengaum mengagetkan ketiganya. Bahkan bukan hanya mereka saja pak Dev yang berada di sana juga kaget melihat kedua hewan peliharaan Valeria.
Sedangkan di markas Valeria anak buahnya dikagetkan dengan tingkah aneh 12 peliharaan Valeria yang seperti tak tenang mengibaskan ekor mereka di dalam rawa.
~ *Markas utama Black Shado**w* ~
Juan dan seluruh anggota Black Shadow bergidik ngeri melihat langit yang perlahan-lahan menghitam padahal baru saja panas terik.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Hujan deras disertai angin kencang tiba-tiba saja menguyur pulau Shadow padahal cuaca hari ini baik-baik saja sejak pagi dan tiba-tiba berubah drastis.
Roooaarr......roarr........rooaarr.........
Crash........crash.........crash..............crash.............
Peliharaan Valeria yang berjumlah 10 tiba-tiba mengamuk di dalam kandang mereka membuat penjaga kandang segera memberitahu Juan.
"Sejak kapan mereka mengamuk seperti ini?" tanya Juan dengan bingung melihat tingkah hewan peliharaan Valeria dari cctv.
"Sejak 10 menit yang lalu bos" ucap Andre.
"Kenapa mereka bisa seperti ini" gumam Juan dengan bingung.
Ting.............
Daddy
"Nyonya sedang berjuang di dalam ruang operasi karena pendarahan"
Juan melotot membaca pesan yang dikirim papanya barusan. Dengan cepat ia menyuruh Andre untuk mengecek cctv di kastil apa yang terjadi.
"Beritahu semua anak buah kita untuk mendoakan keselamatan master" titah Juan.
"Baik bos"
Andre segera mengirim pesan ke seluruh anggota Black Shadow yang tersebar di belahan dunia mengenai kondisi Valeria saat ini. Ia berharap mereka dengan tulus berdoa agar master mereka bisa selamat.
Ya Tuhan lindungilah master dan buah hati mereka, batin Juan.
Tuhan tolong selamatkan master dan anaknya, batin Andre sambil menangis melihat rekaman kejadian di kastil tadi.
~ Kastil Valeria ~
Thomas tak memperdulikan auman Boy dan Girl dan sibuk mondar-mandir didepan pintu ruang bersalin menunggu operasi istrinya.
Duar................duar...........
Oeekk..........oeekk..........oeeekk.......oeekk........
Bunyi petir menyambar di langit mengagetkan semua orang di kastil karena cuaca saat ini sedang panas terik tidak ada tanda-tanda akan turunnya hujan tapi tiba-tiba ada petir.
Thomas dan lainnya kaget mendengar suara petir barusan tapi mereka lebih kaget mendengar suara tangisan dari dalam ruang bersalin.
"Anakku.......hiks hiks hiks" ucap Thomas dengan berlinang air mata.
Pintu ruang bersalin terbuka dan keluarlah dokter Lauren setelah beberapa saat membuat Thomas segera bertanya mengenai kondisi istrinya.
"Bagaimana istriku?" tanya Thomas yang lebih mengkhawatirkan istrinya.
"Operasi nyonya berhasil tuan. Selamat anak tuan seorang putra beratnya normal dan sehat tuan" ucap dokter Lauren sambil tersenyum manis.
Thomas menyerobot masuk ke dalam ruang bersalin tak menyahut ucapan dokter Lauren. Sedangkan Yorla memeluk Bryan karena senang mendengar operasi saudara mereka berhasil.
Hiks.........hiks.........hiks..........hiks..........
Thomas mencium seluruh wajah istrinya sambil menangis karena operasinya berhasil. Air matanya terus mengalir tak bisa membendung rasa bahagia, cemas, takut, dan panik dalam dirinya.
"Selamat tuan bayi anda laki-laki, normal dan sehat" ucap dokter Vivian sambil menyerahkan bayi mungil itu setelah dibersihkan.
"Selamat datang di dunia anakku" ucap Thomas dengan haru.
Dokter Vivian lalu membantu Thomas menidurkan bayi mereka di dada Valeria untuk memberi asi pertama. Valeria yang masih belum sadar dan di bawah pengaruh obat bius tak tahu apa yang terjadi sekarang.
Valeria lalu di pindahkan ke ruang perawatan bersama bayinya. Thomas melarang tidak boleh ada yang menjenguk bayinya sebelum istrinya siuman dan hal itu membuat Bryan dan Yorla berdecak kesal di depan pintu rawat.
Apa lagi di depan pintu dijaga oleh kedua hewan peliharaan Valeria bersama Ares.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Ares menutup semua informasi mengenai kelahiran pewaris VA Corp di dunia maya. Bahkan cctv di kastil juga sudah ia blokir sehingga Andre dan lainnya yang berada di markas utama belum mengetahui kelahiran anak Thomas dan Valeria.
Detik berganti jam dan tak terasa hari sudah berlalu dan saat ini Thomas yang terbangun lebih dulu melihat jam sudah pukul 06:00 pagi.
"Good morning my wife" ucap Thomas sambil mengecup kening dan bibir Valeria dengan lembut.
Sejak kemarin Valeria masih belum bangun juga dan hal itu membuat Thomas memarahi dokter Lauren dan dokter Vivian yang mengatakan kondisi istrinya baik-baik saja tapi kenapa belum sadar juga.
"Morning my son" ucap Thomas dengan suara lembut sambil mencium kening anaknya.
Beruntung bayi itu tak terbangun dan hanya menggeliat saja membuat Thomas terkekeh.
Eugghhh...........
"Honey" ucap Thomas saat mendengar lenguhan sang istri.
Perlahan-lahan mata hitam itu terbuka dan setelah mengerjab beberapa kali akhirnya mata itu terbuka sempurna dan langsung di sambut wajah tampan suaminya.
"A....ir" lirih Valeria dengan suara pelan merasa tenggorokannya kering.
Thomas menekan tombol darurat di kepala ranjang Valeria memanggil dokter dan membantu istrinya untuk minum.
"Apa ada yang sakit honey?" tanya Thomas dengan cemas.
Valeria mengingat kejadian kemarin sebelum ia pingsan. Sesaat matanya membulat merasa ada yang bedah dengan tubuhnya.
"Anakku" dengan panik Valeria meraba perutnya.
Aaarrgghhh.............
"Jangan bergerak dulu honey lukamu belum kering" ucap Thomas menahan istrinya yang ingin bangun.
"Anak kita baik-baik saja honey dan dia seorang laki-laki honey" tambahnya lagi melihat wajah sang istri yang sudah panik.
"Laki-laki?" tanya Valeria dengan cepat.
"Heemmm"
Thomas menunjuk ke arah samping di mana disana ada ranjang kecil khusus anak mereka yang sedang tertidur pulas.
Tes.............tes............
Air mata Valeria jatuh tak kuasa menahan rasa bahagia melihat buah hatinya yang selama ini mereka nantikan.
Thomas memeluk istrinya sambil mencium kepala istrinya dengan lembut ikut merasakan kebahagian sang istri.
Tok........tok........tok..........
Thomas melepas pelukannya dan berlalu menuju pintu saat mendengar ketukan. Ia yakin itu adalah dokter Lauren dan dokter Vivian.
"Selamat pagi tuan, nyonya" ucap keduanya dengan serentak.
"Periksa istriku" titah Thomas.
Dokter Lauren dan dokter Vivian bergantian memeriksa Valeria yang baru saja siuman.
"Nyonya baik-baik saja tinggal menunggu pemulihan saja dan untuk luka operasinya usahakan jangan terkena air selama 1 minggu ya nyonya" ucap dokter Lauren.
"Heemmm" deham Thomas.
"Mohon nyonya perbanyak makanan yang memperlancar asi biar asi nyonya lebih lancar dan untuk 1 bulan nyonya jangan makan dulu yang terlalu berminyak, pedas, dan keras" ucap dokter Vivian.
"Sampaikan semua itu ke Ares nanti" ucap Thomas.
"Baik tuan"
"Bagaimana dengan anakku?" tanya Valeria.
"Tuan muda kondisinya baik-baik saja nyonya" jawab dokter Lauren.
Setelah membantu Valeria mengendong bayinya dan memberikan asi, dokter Lauren dan dokter Vivian segera pamit meninggalkan ketiganya.
"Kamu sudah memberi anak kita nama honey?" tanya Valeria.
"Belum honey. Aku tunggu kamu sadar baru aku kasi nama sekalian mengumumkan kelahiran anak kita"
"Siapa namanya honey?" tanya Valeria dengan penasaran.
"Mikhail Zeno Parker" ucap Thomas dengan tegas.
"Baby Mikhail" panggil Valeria dengan penuh kelembutan.
Mikhail tersenyum dan tak lama matanya terbuka membuat Thomas dan Valeria yang melihatnya mematung.
Deg..............
Jantung Valeria dan Thomas berdetak dengan cepat melihat warna mata sang anak yang berwarna merah persis seperti punya Valeria dan selang 15 menit warna matanya berganti menjadi coklat seperti punya Thomas.
Jangan bilang anak gue seperti gue, batin Valeria dengan kaget.
"Honey! Tadi itu seperti mata kamu saat jadi psycopath kan?" tanya Thomas dengan tak percaya.
"Apa aku salah memberikannya nama honey?" tanya Thomas lagi dengan tampang bodoh.
βββββ
To be continue...................