
π»Nasib tidak bisa di duga, takdir tidak bisa di rubah, tapi doa bisa mengubah segalanyaπ»
.
.
.
.
Bianca kaget bukan main mendapat 4 tamparan di kedua pipinya. Ia menatap Valeria dengan emosi karena sudah menamparnya sampai 4 kali.
"Berengsek loe Val" teriak Bianca dengan emosi.
Tangan Bianca yang akan menampar balik Valeria seketika di cekal oleh Valeria. Bianca berusaha melepaskan tangannya tapi tidak bisa karena tenaga Valeria yang sangat kuat.
Sial kuat banget Valeria, batin Bianca yang meringis sakit.
"Mau coba nampar gue! Heemm" ucap Valeria dengan tatapan membunuh.
"Lepasin tangan gue berengsek" bentak Bianca dengan emosi.
Valeria lalu melepaskan tangan Bianca dengan sangat kuat hingga ia terdorong ke belakang. Bianca tak menyangka jika Valeria akan memiliki kekuatan yang sangat kuat.
"Apa mau loe sialan?" tanya Bianca dengan mata melotot.
"Loe tanya mau gue apa sialan?" tanya balik Valeria dengan marah.
Melihat hal tersebut Bianca menjadi takut dan tak mau melihat kemarahan Valeria saat ini. Entah kenapa aura dalam kamar Bianca seketika terasa sangat mencekam.
"Beraninya loe taruh jamur di makanan gue" bentak Valeria.
"Gue pengen lihat aja bagaimana reaksi alergi loe! Lagian loe mau lapor ke ayah atau ibu buktinya mana" ucap Bianca dengan santai.
Mendengar ucapan Bianca seketika Valeria kembali menjadi emosi dan langsung menjambak rambut Bianca.
"Lepasin gue sialan"
"Loe berani macam-macam sama gue ya? Apa loe lupa sama perkataan gue tentang video loe?" bisik Valeria sambil tersenyum sinis.
Mendengar hal tersebut tubuh Bianca seketika menegang. Ia lupa kalau saat ini Valeria sedang memegang video tentang perbuatannya waktu itu.
Sial gue lupa sama video itu, batin Bianca dengan kesal.
"Ngak ada waktu tambahan lagi buat loe. Jadi loe pilih aja mau gue yang beritahu ibu atau loe ngaku sendiri"
"Kasi gue waktu sampai selesai ujian akhir"
"Ngak ada tambahan waktu lagi buat loe karena loe udah berani meracuni gue waktu itu jadi ngak ada tambahan waktu lagi" ucap Valeria sambil menggelengkan kepalanya.
Mendengar ucapan Valeria seketika Bianca menjadi bingung. Ia tidak tahu harus berbuat apa dan karena kebodohannya sendiri rencana mereka harus berantakan.
Gue ngak bakalan biarin rencana gue sama tante Sisil hancur berantakan, batin Bianca.
Brugh.............
Valeria kaget melihat Bianca yang langsung berlutut di kakinya saat melepas jambakannya. Ia tak menduga Bianca akan melakukan hal tersebut.
"Apa yang loe lakuin?" tanya Valeria dengan bingung.
"Hiks hiks..........gue ngaku gue salah Val.......hiks hiks hiks.......gue minta maaf" ucap Bianca sambil menangis.
"Ngak ada ampun but loe kali ini Ca karena gue udah kecewa banget sama loe"
"Hiks hiks..........gue mohon kasi gue kesempatan sekali lagi dan gue janji setelah habis ujian gue bakal beritahu semuanya ke ibu..........hiks hiks........gue mohon Val" pinta Bianca sambil memohon di kaki Valeria.
Meski sangat kecewa dan emosi kepada Bianca tapi Valeria tidak bisa membohongi hatinya yang tersentuh melihat Bianca seperti ini.
Tuhan aja maha pemaaf masa gue ngak bisa ngasih kesempatan buat Bianca, batin Valeria yang merasa kasihan.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Hiks hiks........gue mohon Val kali ini aja........hiks hiks" ucap Bianca terus menangis.
"Oke gue akan kasih loe satu kesempatan lagi" ucap Valeria sambil menarik napas dalam.
"Yang bener Val?" tanya Binaca dengan antusias.
"Heemmm"
"Makasih Val! Makasih"
"Tapi ingat Ca! Jangan sekali-kali loe coba lakuin hal bodoh kayak waktu itu kalau tidak loe bakal lihat sendiri akibatnya" ucap Valeria sambil berjongkok dan memegang dagu Bianca dengan kuat.
"Iya gue janji Val" ucap Bianca sambil menahan sakit di dagunya.
Valeria segera melepas dagu Bianca dan keluar dari kamar Bianca. Bianca sendiri masih duduk di lantai sambil mengepal tangannya melihat kepergian Valeria.
"Lihat aja Val sebelum gue ngaku ke ibu loe bakal dapat kejutan yang tak terduga dari gue" gumam Bianca sambil tersenyum penuh arti.
Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat. Saat ini Valeria sedang menonton di ruang keluarga setelah makan malam.
Arinta yang melihat Valeria merasa sangat bersalah karena tak menepati janjinya hari ini.
"Temui Valeria dan bicara dengannya sayang" ucap Budi.
"Aku takut Valeria kembali kecewa sama aku mas" ucap Arinta dengan sedih.
"Kita ngak akan tahu hasilnya kalau belum mencobanya sayang"
"Baiklah mas aku akan berbicara dengan Valeria"
"Hemmmm"
Arinta lalu berjalan menghampiri Valeria yang sedang fokus menonton. Budi sendiri memilih pergi ke ruang kerjanya memberikan waktu kepada istri dan anaknya.
"Valeria" ucap Arinta dengan gugup sambil duduk di seberang.
Valeria menoleh ke samping dan melihat sang ibu dengan tatapan kecewa. Melihat tatapan sang anak entah kenapa hati Arinta serasa di tikam pisau berkali-kali.
"Maafin ibu yang ngak jemput kamu tadi dari rumah sakit nak"
"Iya ngak apa-apa Valeria ngerti kok. Ibu itu sibuk ngak ada waktu" ucap Valeria menyindir.
"Bukan begitu nak! Tadi emang ibu lupa jemput kamu karena mendadak meeting"
"Ibu kan punya hp bisa ngabarin Valeria dan ngak biarin Valeria nunggu selama 2 jam"
"Maafin ibu nak! Ibu ngak sempat kepikiran ke sana"
Valeria seketika menghela napasnya dan membuangnya dengan kasar. Arinta yang melihat hal tersebut hanya menatap sang anak dengan penuh penyesalan.
"Jagan di pikirkan lagi bu aku udah maafin ibu" ucap Valeria sambil melihat Arinta dan tersenyum tipis.
Mendengar hal tersebut Arinta langsung bangkit dari duduknya dan memeluk Valeria dengan erat.
Meski masih marah dan kecewa kepada sang ibu tapi Valeria memilih melupakan semuanya karena bagaimana pun Arinta adalah ibunya.
"Makasih nak terima kasih"
"Iya sama-sama bu" ucap Valeria sambil membalas pelukan Arinta.
"Oh ya sayang 4 hari lagi kan ulang tahun kamu sayang. Apa kau mau di rayain seperti tiap tahun atau gimana?" tanya Arinta.
"Boleh Valeria kasih pendapat bu"
"Boleh kok nak"
"Sebenarnya Valeria ngak mau ulang tahun Valeria di rayain bu"
"Memang kenapa nak?" tanya Arinta dengan bingung.
"Valeria pengen rayain sederhana sama ibu dan ayah saja dan kalau ibu ngak keberatan Valeria juga mau sedekah sama anak yatim bu" ucap Valeria dengan antusias.
"Ibu setuju sama ide kamu sayang" ucap Arinta.
"Terima kasih bu" ucap Valeria dengan senang.
Budi yang akan turun ke bawah karena ingin mengambil hpnya tersenyum manis mendengar ucapan Valeria. Ia tak menyangka ternyata putrinya memiliki hati yang sangat tulus.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Ayah bangga sama kamu nak, batin Budi.
4 Hari kemudian
Hari ini adalah hari ulang tahun nona muda Kusumo yaitu Valeria Anastasia Kusumo. Sesuai keinginan Valeria kalau tidak ada perayaan pesta ulang tahun untuknya.
Sejak pagi tadi tepat pukul 06:00 Arinta, Budi, Bianca, semua pelayan dan penjaga serentak mengucapkan selamat ulang tahun kepada Valeria yang hendak turun ke lantai satu.
Arinta dan Budi maju sambil membawa kue ulang tahun dengan lilin angka 15 di atasnya kepada Valeria.
Tak sampai situ ternyata Bagas sang kakak juga ikut memberinya surprise meski hanya lewat video call saja.
Valeria yang mendapat kejutan hari ini senang bukan main. Apa lagi asisten kedua orang tuanya juga memberikan ucapan selamat serta memberitahunya kalau apa yang Valeria inginkan di hari ulang tahunnya sudah di kabulkan oleh Budi dan Arinta.
"Terima kasih ya om Dion dan mbak Ana" ucap Valeria dengan tulus.
"Sama-sama nona muda" ucap keduanya dengan serentak.
"Sayang sebentar malam kita makan malam bersama jam 7 ya jadi ingat untuk bersiap-siap" ucap Arinta dengan lembut.
"Iya bu" ucap Valeria sambil tersenyum manis.
"Sekali lagi selamat ulang tahun sayang" ucap Arinta.
"Iya bu terima kasih" ucap Valeria.
"Valeria selamat ulang tahun sayang" ucap Budi.
"Terima kasih ayah" ucap Valeria.
"Hadiah kamu sudah ayah taruh di kamar" bisik Budi sambil berlalu pergi.
Valeria yang penasaran segera berlari naik kembali ke kamar. Sampai di dalam ia langsung menutup mulut melihat hadiah ulang tahunnya yaitu boneka beruang besar melebihi tubuhnya.
Valeria tak menyangka ia akan mendapat boneka seperti ini yang sudah dari dulu ia inginkan. Tak sampai situ ternyata ada sebuah kotak berukuran kecil di dekat boneka beruang tersebut.
Selamat ulang tahun yang ke-15 matahari ayah
~ Ayah ~
Valeria langsung membuka kotak tersebut dan sangat kaget melihat kalung berlian berbentuk matahari dengan mutiara kecil-kecil di sekitar matahari.
"Wah cantik banget" gumam Valeria dengan decak kagum.
Valeria langsung memakainya dan tak lupa memotret dirinya yang sudah selesai memakai kalung pemberian sang ayah.
Ayah
^^^"Terima kasih untuk kadonya ayah, Valeria sangat sukaππβ€"^^^
"Sama-sama nakβ€"
^^^"πβ€"^^^
Melihat balasan sang ayah Valeria sangat senang. Ia lalu bergegas turun ke bawah karena Bianca sudah menunggunya di dalam mobil untuk berangkat ke sekolah.
Di dalam mobil Budi ia tersenyum membaca pesan sang anak berisi foto saat ia memakai kalung pemberiannya. Budi bersyukur karena Valeria sudah tidak dingin lagi seperti beberapa waktu lalu.
"Apa restorannya sudah kamu pesan?" tanya Budi.
"Sudah tuan dan saya sudah memesan meja untuk 3 orang"
"Jangan lupa untuk dekorasi ulang tahun putriku"
"Baik tuan"
~ SMP Kencana ~
Tak lama mobil yang di tumpangi Valeria dan Bianca sudah sampai di sekolah mereka. Seperti biasa Bianca turun lebih dulu tanpa mengucapkan terima kasih kepada pak Udin.
"Makasih ya pak Udin hati-hati di jalan ya pak" ucap Valeria.
"Sama-sama non dan selamat ulang tahun nona muda" ucap pak Udin sambil melihat ke belakang dan tersenyum tulus.
"Terima kasih banyak ya pak Udin"
"Iya sama-sama non"
Valeria lalu segera turun dan berjalan masuk ke dalam sekolah. Saat tiba di lobby ia berpapasan dengan Sari dan Tika yang baru saja datang.
...γ γ γ γ π π π π γ γ γ...
Ketiganya saling bertatapan tapi tidak menyapa. Valeria yang tak suka dengan pengkhianat memilih untuk tak berteman lagi dengan mereka.
"Cih! Sombong banget thu anak" ucap Sari dengan kesal.
"Sok cantik dia" timpal Tika.
"Gue pengen banget thu permalukan dia di depan umum jadi dia ngak bisa pamer lagi" ucap Sari dengan emosi.
"Sama gue juga"
Keduanya lalu segera berjalan menuju kelas mereka. Rian yang baru sampai bersama Aldi dan mendengar ucapan keduanya merasa sangat kesal.
"Dasar perempuan. Ngak mau lihat orang lain lebih cantik dari mereka" ucap Aldi dengan kesal.
"Hemmm"
Di dalam kelas Valeria ia yang baru datang langsung di beri ucapan selamat oleh teman sekelasnya.
Ia merasa sangat senang karena mendapat ucapan dari teman-temannya bahkan semua sepupunya tak lupa memberi ucapan selamat.
Tepat pukul 13:00 akhirnya bel pulang berbunyi untuk semua murid SMP Kencana. Valeria yang baru saja keluar hingga di depan halaman sekolah kaget sekaligus malu mendapat kejutan dari Rendi Wijaya.
"Happy birthday princess" ucap Rendi sambil memamerkan giginya dan memegang kue dan balon di kedua tangannya.
"Ya ampun ka Rendi malu-maluin aja sih" ucap Valeria dengan kesal.
Seketika senyum Rendi langsung pudar mendapat tatapan kesal Valeria. Ia tahu kalau Valeria tidak suka dengan hal-hal yang membuat drinya menjadi pusat perhatian.
"Tega banget loe Val udah cape-cape gue nyiapin surprise buat loe tapi loenya malah marah sama gue" ucap Rendi dengan kesal.
"Yang minta di bikin surprise emang siapa ka? Lagian gue juga ngak suka kalau harus jadi pusat perhatian" sarkas Valeria ketus.
"Iya iya sorry deh mending buruan nih loe tiup lilinnya sebelum thu lilin mati deh"
"Hemmmm"
Keduanya yang menjadi pusat perhatian oleh semua murid SMP Kencana tapi tidak memperdulikannya. Tika yang sangat suka dengan Rendi melihat mereka dengan tatapan penuh kebencian.
"Awas loe Val gue bakal buat perhitungan sama loe" ucap Tika dengan emosi.
Bianca yang berdiri di belakang Tika seketika tersenyum mendapat sebuh ide.
Cocok nih buat gue jadiin kaki tangan gue buat rencana nanti, batin Bianca sambil tersenyum penuh arti.
βββββ
To be continue...............
Hy guys jangan lupa beri dukungan kalian lewat vote, like, rating, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€