Love Struggle

Love Struggle
Chapter 153



🌻Tidak ada masalah yang tak bersolusi di dunia ini🌻


.


.


.


.


Thomas mencium kening dan bibir istrinya sebelum ia tidur, dengan pelan Thomas memindahkan kepala istrinya ke dadanya dan memeluknya dengan erat.


Tak butuh lama ia juga ikut tertidur pulas sambil memeluk tubuh Valeria. Tepat pukul 03:00 dini hari Valeria terlihat gelisah dalam tidurnya.


Tubuhnya bergetar hebat sampai keringat dingin membuat Thomas terusik merasa badannya lengket.


"Ja....ngan. Loe nga....k boleh ambil anak g...ue" teriak Valeria dengan kencang membuat Thomas seketika sadar sepenuhnya.


"Honey! Hey wake up honey. Honey wake up! Wake up" (sayang! Bangun sayang. Sayang bangun! Bangun) ucap Thomas dengan panik sambil mengguncang tubuh istrinya.


"Jan.....gan........hiks hiks hiks......jangan" lirih Valeria dengan mata terpejam sambil menangis.


"Honey wake up" teriak Thomas menggelegar.


Hosh...........hosh........ hosh..............


Mata Valeria terbuka dengan napas ngos-ngosan seperti dikejar orang. Thomas mengelap keringat istrinya dan memeluknya dengan erat.


"Itu cuman mimpi buruk honey" bisik Thomas sambil mengelus punggung istrinya.


Hiks.........hiks..........hiks............


Valeria menangis dalam pelukan suaminya mengingat mimpinya barusan yang sangat menyeramkan. Ia sebenarnya tidak takut tapi mimpi tadi seperti nyata dimana ada makhluk besar bermata merah menarik anaknya dari dalam perut.


Dia takut ada sesuatu yang berbahaya akan terjadi kepada janin dalam perutnya yang baru berusia 4 minggu. Entah makhluk apa itu tapi sepertinya Valeria pernah lihat mata merah itu tapi dimana.


Gue akan lindungi anak gue dari apapun, batin Valeria merasa akan ada sesuatu yang bakal terjadi di kemudian hari saat anaknya sudah lahir.


"Jangan menangis honey aku ada disini" ucap Thomas.


"Honey"


"Heemmm! Kenapa honey? Apa kamu butuh sesuatu honey?" tanya Thomas dengan suara lembut.


"Air"


Thomas melepas pelukannya dan mengambil air yang berada di atas meja untuk istrinya. Setelah minum Valeria dengan manja memeluk tubuh Thomas seperti koala.


"Tumben kamu manja banget honey"


"Jadi kamu tidak mau!" ketus Valeria.


"No honey. Aku senang kamu manja kayak gini" ucap Thomas sambil mencium kening istrinya.


Thomas mengajak istrinya kembali beristirahat dengan Valeria yang tidur di atas tubuh suaminya. Entah kenapa ia merasa posisi ini sangat nyaman dan membuatnya bisa tertidur dengan lelap.


Paginya Valeria lebih dulu bangun kebetulan hari ini weekend jadi suaminya tidak ke kantor. Valeria ingat jika semalam ia belum memberikan kejutan untuk suaminya jadi ia putuskan untuk memberi kejutan hari ini saja.


Cup.............


"Morning husband" bisik Valeria setelah mencium bibir suaminya.


"Morning too wife" balas Thomas dengan mata terpejam.


"Kamu tidur lagi honey. Aku tahu kamu masih ngantuk"


"Heemmm"


Valeria turun dari ranjang lalu menanggalkan gaun tidur hingga tubuhnya polos dan berlalu masuk ke kamar mandi.


Hoekk.........hoek........hoekk........


Valeria muntah karena perutnya tiba-tiba seperti diaduk di dalam kamar mandi. Beruntung Valeria menghidupkan shower jadi Thomas tak mendengar suara muntahan.


Setelah agak enakan Valeria bergegas membersihkan tubuhnya. Saat keluar dari kamar mandi Valeria bergegas masuk ke walk in closet memilih pakaian yang akan ia pakai tak lupa menaruh kotak hitam di deretan laci perhiasannya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Selamat pagi nyonya" ucap Ares di dekat meja makan.


"Loe udah tahu kondisi gue kan Ares?" tanya Valeria.


"Selamat nyonya" ucap Ares dengan suara dingin.


"Heemmm! Siapkan artikel tentang kehamilan karena gue yakin suami gue bakal nyuruh loe cari artikel tentang kehamilan"


"Baik nyonya"


Valeria lalu sarapan dengan makanan sehat khusus ibu hamil yang sudah disiapkan oleh Ares. Tak lupa ia juga minum susu ibu hamil dan vitamin yang di berikan dokter Vivian kemarin.


Selesai sarapan keduanya masuk ke dalam ruang kerja Valeria dan memeriksa email laporan yang masuk seperti biasanya.


"Bagaimana markas"


"Markas dalam keadaan baik nyonya dan saat ini jumlah permintaan klien semakin banyak nyonya"


"Beritahu Juan untuk mengontrol semua urusan markas dengan teliti dan pantau juga anak buah kita di lapangan"


"Baik nyonya"


"Apa ada informasi terbaru dari mereka?" tanya Valeria dengan suara dingin.


"Kemarin mereka mengadakan perjamuan makan malam dengan keluarga Magenta untuk membahas perjodohan tuan Bagas nyonya" papar Ares sambil menyodorkan iPad ke Valeria.


Alis Valeria terangkat sebelah mendengar ucapan Ares tentang perjodohan Bagas. Ia tak menyangka jika kangmasnya akan menerima perjodohan yang dilakukan oleh mantan orang tuanya.


"Apa kangmas di paksa?" tanya Valeria dengan suara dingin.


"Tidak nyonya. Kedua orang itu memberikan keputusan kepada tuan Bagas tentang perjodohan itu nyonya"


"Hehehehe.........jadi kangmas setuju ya" ucap Valeria sambil terkekeh.


"Iya nyonya"


Valeria lalu membaca informasi tentang perempuan yang dijodohkan dengan Bagas. Ia mengangguk kepalanya setidaknya orang yang di pilih kangmas untuk jadi istrinya tidak gila harta dan munafik seperti kakak tirinya.


"Pilihan yang bagus" ucap Valeria sambil tersenyum smirk.


"Jadi 2 minggu lagi pernikahan kangmas?" tanya Valeria.


"Iya nyonya. Dan kemarin tuan Bagas menelpon nyonya sepertinya ingin memberitahu tentang hal tersebut"


Valeria lalu mengambil hpnya dan melihat riwayat panggilan ada 3 panggilan tak terjawab dari Bagas. Dia lalu menelpon balik Bagas untuk bertanya tentang pernikahannya.


"Halo" ucap Bagas dengan suara serak karena masih tidur.


^^^"Kangmas terima perjodohan itu" ucap Valeria to the point.^^^


^^^"Kangmas yakin akan menikahi dia?" tanya Valeria lagi.^^^


"Kangmas yakin dek"


^^^"Oke kalau itu keputusan kangmas"^^^


"Dek apa kamu bisa hadir di pernikahan kangmas nanti" pinta Bagas dengan memohon dari seberang.


^^^"Gue ngak bisa janji kangmas. Lihat aja nanti"^^^


"Please dek. Kangmas ingin di acara pernikahan kangmas keluarga kita lengkap dek" bujuk Bagas.


^^^"Lihat aja kangmas dan jangan paksa gue kangmas" bentak Valeria dengan suara tinggi.^^^


"Maaf dek kangmas ngak bakal maksa kamu lagi"


^^^"Heemmm"^^^


"Bagaimana keadaan kamu dan Thomas disana dek?" tanya Bagas mengalihkan pembicaraan.


^^^"Baik"^^^


"Baguslah kangmas senang dengarnya"


^^^"Oh ya kangmas hati-hati sama ibu mertua kangmas dan putrinya. Gue ingatin agar kangmas jaga calon istri kangmas mulai sekarang" ucap Valeria memperingati Bagas.^^^


"Memangnya kenapa dek?" tanya Bagas dengan bingung.


^^^"Mereka berdua ngak suka kalau perempuan itu yang jadi istrinya kangmas"^^^


"Kangmas akan jaga calon istri kangmas dari mereka dek. Makasih ya udah ingatin kangmas"


^^^"Heemmm"^^^


Valeria mematikan panggilannya sepihak karena sudah tak ada lagi yang ingin ia bicarakan.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Brak.............


"Honey" ucap Thomas setelah membuka pintu ruang kerja Valeria dengan kuat.


Valeria menggelengkan kepalanya melihat penampilan suaminya yang hanya memakai boxer saja. Beruntung hanya ada mereka bertiga saja jadi tidak apa-apa.


"Ares bawa sarapanku kesini" ucap Thomas dengan sinis menatap Ares.


"Baik tuan"


"Kenapa tidak pakai baju honey?" tanya Valeria dengan tatapan tajam.


"Aku malas honey lagian hanya ada kita saja meski aku tidak suka dengan Ares honey" dengus Thomas dengan wajah kesal.


"Dia tangan kanan aku honey dan kamu harus mengerti posisinya"


"Tapi dia laki-laki honey" ketus Thomas.


"Jangan cemburu dengan Ares karena kamu berbeda dengan dia honey"


"Cih" decih Thomas dengan kesal.


Thomas mengangkat tubuh istrinya ke pangkuannya sambil memeluk Valeria dengan erat. Valeria dengan lembut mengelus tangan suaminya yang berada di pinggangnya.


"Honey tolong kamu ambil kalung aku di lemari perhiasanku ya"


"Suruh Ares saja honey"


"Aku maunya kamu yang ambil honey" ucap Valeria dengan suara tegas.


"Heemmm! Tunggu aku ambil honey" ucap Thomas tak membantah lagi.


Valeria tersenyum melihat suaminya yang sudah berlalu keluar menuju kamar mereka. Ia sudah tak sabar ingin melihat reaksi suaminya itu.


"Ckk! Kenapa bukan Ares saja yang ambil dan harus aku" sungut Thomas dengan wajah cemberut menuju kamar mereka.


Sampainya dalam kamar Thomas segera masuk ke walk in closet dan membuka lemari khusus perhiasan milik istrinya.


"Kotak apa ini dan kenapa ada namaku disini" ucap Thomas saat melihat kotak berwarna hitam di lemari perhiasan Valeria dengan tulisan To My Husband.


Karena penasaran Thomas membuka kotak itu dan keningnya berkerut melihat foto hitam putih yang tak ia mengerti dengan tespek bergaris dua biru serta ada selembar surat kecil di dalamnya.


Hay daddy


...Tunggu aku 8 bulan lagi ya daddy karena saat ini aku baru berumur 4 minggu di perut mommy. Aku sangat menyayangi daddy dan mommy....


^^^Your lovely child^^^


Duar...............


Tubuh Thomas bagai disambar petir membaca tulisan dalam surat tersebut. Air matanya seketika menetes setelah memahami apa maksud istrinya menyuruh ia kesini.


Dengan langkah cepat Thomas berlari ke luar menuju ruang kerja Valeria. Sampai di dalama sana Valeria berdiri sambil tersenyum manis melihat kedatangan suaminya.


Grep..............


"Terima kasih honey........hiks hiks hiks........Ini hadiah dan kejutan yang paling terindah dalam hidupku honey" ucap Thomas dengan bahagia sambil memeluk tubuh istrinya.


"Apa kamu suka kejutannya honey?" tanya Valeria.


"Sangat honey. Aku sangat menyukainya"


Thomas memeluk istrinya dengan senang tak bisa mengungkapkan kebahagiannya saat ini. Berkali-kali Thomas mencium bibir Valeria bahkan perut istrinya juga tak luput dari bibirnya.


"Sejak kapan kamu tahu honey?" tanya Thomas sambil mengelus perut istrinya.


"Kemarin setelah pulang dari rumah sakit honey"


"Apa sudah ada dokter yang periksa honey"


"Heemmm! Dokter Vivian sahabat dokter Lauren spesialis kandungan honey"


"Jadi dia sudah berumur 4 minggu di perut kamu honey dan kita tidak mengetahuinya"


"Iya honey"


Thomas yang akan sarapan seketika lupa karena berita tentang kehamilannya itu. Sesuai dugaan Valeria tadi suaminya langsung menyuruh Ares memberikan materi mengenai ibu hamil dan seputar kehamilan.


Semua anak buah Black Shadow bersukacita mendengar kabar tentang kehamilan Valeria. Yorla dan Bryan yang mendengar kabar tersebut hari itu juga berangkat ke California.


Sedangkan Clara yang mengetahui berita kehamilan Valeria dari postingan akun instagram Thomas mengamuk di dalam apartemen tak terima hal tersebut.


❄❄❄❄❄


To be continue................