Love Struggle

Love Struggle
Chapter 126



🌻Berusahalah karena itu pilihanmu, bersabarlah karena itu pengharapanmu, dan berdoalah selalu karena itu sumber jawabanmu🌻


.


.


.


.


Hari itu juga Valeria dan lainnya bertolak dari Paris menuju California. Di dalam jet aura membunuh sangat terasa dari dalam kamar milik Valeria.


"Pak tua apa yang terjadi?" tanya Yorla yang sedang berbaring duduk di salah satu kursi.


"Gue bukan pak tua banci" dengus Rehan dengan kesal.


"Ckk!! Jangan menolak tua karena memang kenyataannya you itu udah tua" cibir Yolra.


"Loe" tunjuk Rehan dengan wajah merah padam.


"Kenapa! Eke kan ngomong sesuai fakta" jawab Yorla dengan santai.


Tahan Rehan dia itu memang banci sialan yang suka nyari masalah, batin Rehan meredam emosinya.


"Cepat katakan pak tua! Jangan buat eke ngamuk loh!" bentak Yorla.


"Ckk!! Anak buah Dimitri menghancurkan Galaxy Company dan kejadian itu memakan korban 3 karyawan dan 1 penjaga tewas"


"Bangsat an***g Rusia itu eke sumpahin you nyosor ke comberang! Dia ngak kapok-kapok ya nyari masalah ama sister" maki Yorla dengan emosi.


"Gue yakin dia masih dendam soal wajahnya" tebak Rehan.


"Muka kayak valak aja bangga" dengus Yorla.


"Gue yakin saat ini master pasti sedang menahan emosi"


"Tadi aja gue sampai di maki" ucap Yorla menggerutu.


"Ya mungkin nasib loe lagi sial kali" ejek Rehan sambil terkekeh.


"Ckk!! Dasar jomblo tua"


Mata Rehan melotot mendengar ucapan Yorla barusan ingin marah tapi tak bisa karena apa yang bilang Yorla memang kenyataan.


Sedangkan dokter Lauren yang mendengar perdebatan keduanya menahan tawa agar tidak pecah.


~ Kingdom Apartment ~


Setibanya di California Valeria dan lainnya segera bergegas menuju ke Kingdom Apartment. Yorla akan menjalani pengobatan di apartemen di temani langsung dokter Lauren.


"Jaga Yorla" ucap Valeria dengan suara dingin kepada Antonio dan lainnya.


"Baik master" ucap mereka semua dengan serentak.


Valeria segera masuk ke dalam penthouse diikuti Ares. Sedangkan pengawal pribadinya tersebar di sekitar apartemen bergabung bersama anggota Black Shadow yang lainnya.


"Bungkam media agar kejadian ini tidak sampai ke publik"


"Sudah nyonya"


"Berikan video lengkapnya" pinta Valeria sambil merebahkan tubuhnya di sofa.


Ares memberikan iPad kepada Valeria untuk menonton rekaman sebelum kejadian penembakan di Galaxy Company.


Valeria tersenyum smirk melihat siapa yang memimpin pasukan Dimitri kali ini untuk menyerangnya.


"Dasar wanita bodoh mau aja jadi umpan an***g Rusia itu" ejek Valeria.


"Apa yang akan kita lakukan nyonya?" tanya Ares.


"Beri santunan besar kepada pihak keluarga korban dan suruh Tom untuk memberikan langsung kepada keluarga korban"


"Baik nyonya"


"Keluar"


Wush.........wush..........wush..........


Seperti angin tiba-tiba 3 pengawal gelap Valeria muncul dan berdiri tepat di samping Ares yang berhadapan dengan Valeria.


"One dan two selidiki Galaxy Company sekarang. Cari apapun yang berkaitan dengan hal ini"


"Baik master" ucap keduanya serentak dan langsung menghilang.


"Three pantau Dimitri dari dekat"


"Baik master" ucap Eyes Three segera berlalu.


Valeria yakin ada seseorang yang sudah memberikan informasinya kepada Dimitri karena tidak mungkin Dimitri bisa tahu kalau Galaxy Company adalah miliknya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ Markas Harimau ~


Dimitri tertawa senang karena Erika berhasil memporak-poranda perusahaan milik Valeria. sudah 3 hari berlalu dan tepat hari ini kepulangan Erika dan anak buahnya yang lain yang sudah berhasil membalas Valeria.


"Kerja bagus baby" puji Dimitri sambil tersenyum puas.


"Apa pun akan aku lakukan untukmu sayang dan juga almarhum suamiku" ucap Erika dengan sensual.


"Tidak sia-sia informasi dari Steven" ucap Dimitri.


"Apa hanya itu perusahaan ja***g itu" ketus Erika.


"Heemmmm"


Tanpa keduanya sadari ternyata Eyes Three yang berdiri di kegelapan bagian atas plafon mendengar semua pembicaraan mereka.


Ia segera mengirim pesan ke Valeria beserta foto dari Steven yang baru saja Dimitri dan Erika bicarakan.


Master


"Kembali"


^^^"Baik master"^^^


Eyes Three segera bergegas menyelinap keluar dan pergi dari sana sesuai perintah Valeria untuk kembali karena ia sudah mendapat bukti.


~ Kingdom Apartment ~


Brak.................


Valeria memukul meja makan sampai terbelah menjadi dua bagian saat menerima pesan dari Eyes Three. Ares dengan cepat mencari semua informasi mengenai Steven.


"Steven Curl adik Denis Curl anggota kelompok Omega yang bergabung sejak 6 tahun lalu. Terakhir kali Steven muncul saat mengantar Denis yang bertugas di perusahaan Galaxy Company dan sudah hampir sebulan ia bergabung dengan klan Harimau saat pergi ke Rusia nyonya" jelas Ares membaca informasi Steven.


"Panggil Wono dan Denis sekarang" ucap Valeria dengan tatapan membunuh.


"Baik nyonya"


Tak beberapa lama keduanya masuk setelah Ares membuka pintu. Saat masuk keduanya bergidik ngeri merasakan suasana di dalam sana yang sangat dingin dan mengerikan.


"Master" ucap keduanya serentak.


"Ares" ucap Valeria memberi isyarat.


Ares lalu memberikan selembar foto kepada Denis yang membuatnya kaget bukan main dimana orang yang di dalam foto tersebut adalah adiknya yang kabur dari rumah hampir sebulan ini.


"Ada apa dengan Steven Ares?" tanya Denis dengan bingung.


"Adik anda adalah anggota klan mafia Harimau yang berhubungan dengan masalah penembakan di Galaxy Company beberapa hari yang lalu" ucap Ares.


"Apa" ucap Wono dan Denis kaget serentak.


"I hate traitor" (aku benci pengkhianat) ucap Valeria dengan suara dingin.


"Master ijinkan saya untuk menangkap adik saya sendiri dan memberinya hukuman" pinta Denis.


"Heeemmm"


"Wono kamu yang akan menemani Denis jika terbukti ia curang lakukan seperti biasa" ucap Ares.


"Baik tuan" ucap Wono dengan suara tegas.


Dalam Black Shadow jika ada yang berkhianat maka hukumannya yaitu kematian. Karena Black Shadow sangat membenci pengkhianatan.


Keduanya segera berlalu pergi dan bersiap pergi ke Rusia untuk menangkap Steven. Valeria sendiri sudah memikirkan rencana untuk menyerang Dimitri kembali tapi bukan saat ini.


Thomas, batin Valeria mengingat nama yang harus ia bereskan lebih dahulu.


Bukan tanpa alasan Valeria ingin menyingkirkan Thomas karena memang ia tidak ingin Thomas terlibat dalam masalah ini apa lagi menjadi sasaran Dimitri jika ia tahu hubungan mereka.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Valeria berdiri di depan kaca melihat suasana siang di kota California. Ia lalu mengambil hpnya dan melakukan panggilan video kepada Thomas.


"Halo honey" ucap Thomas sambil tersenyum bahagia dari seberang.


^^^"Where are you?"(dimana kamu).^^^


"Di perusahaan lebih tepatnya di ruanganku honey" ucap Thomas sambil mengarahkan kamera belakang ke sekeliling ruang kerjanya.


^^^"Heemmm"^^^


"Ada apa honey? Apa kamu kangen denganku?" tanya Thomas menggoda.


^^^"Aku butuh bantuanmu"^^^


"Maksudnya"


^^^"Jika kamu tidak sibuk temui aku besok di penthouse"^^^


"Kenapa tidak sekarang saja"


^^^"Aku sibuk! Waktuku hanya besok saja sebelum aku berangkat kembali ke Dubai" bohong Valeria.^^^


"Baiklah besok pagi aku ke sana honey"


^^^"Heemmm! Aku tunggu"^^^


Valeria segera mematikan panggilannya tak menunggu jawaban dari Thomas, entah kenapa hatinya terasa sakit memikirkan rencana yang akan ia sampaikan ke Thomas.


Tak terasa waktu berlalu sangat cepat dan sudah pagi. Di depan lobby Kingdom apartment Thomas keluar dari mobil sportnya sambil melirik jam di tangannya yang menunjukkan pukul 07:15.


Ting.............


Bunyi lift yang membawa Thomas menuju lantai 75 akhirnya sampai di penthouse Valeria.


Thomas lalu masuk ke dalam penthouse Valeria karena sudah memiliki akses masuk ke sana. Saat di dalam penthouse ia mengedarkan pandangan mencari keberadaan Valeria.


"Honey where are you" (sayang kamu dimana) panggil Thomas dengan suara agak keras.


Tak mendapati balasan Valeria ia lalu menuju kamar Valeria. Saat pintu dibuka Thomas tersenyum hangat melihat kekasihnya yang masih tidur.


Perlahan-lahan Thomas duduk di samping ranjang dan mengelus wajah Valeria dengan lembut. Valeria yang peka akan sentuhan lalu membuka matanya dan langsung disambut oleh mata coklat yang menatapnya penuh cinta.


Deg.......deg........deg........


Kenapa jantung gue berdetak dengan cepat, batin Valeria.


"Good morning honey" ucap Thomas sambil tersenyum manis.


Valeria berhasil menetralkan degup jantungnya karena tak ingin Thomas mendengarnya. Ia tak sadar jika saat ini ia hanya memakai gaun tidur bertali satu dan sangat tipis.


Glek............


Thomas menelan salivanya dengan susah melihat pemandangan didepannya yang membuat hasratnya terbangun.


"Aku tunggu kamu diluar honey" ucap Thomas segera berlalu keluar.


"Heemmmm"


Valeria tahu jika Thomas sedang menahan hasratnya, melihat Thomas sudah pergi Valeria yang bangun seketika jatuh dilantai karena lemas. Ternyata bukan cuma Thomas saja yang malu tapi ia juga.


"Sial malu banget gue" gumam Valeria dengan wajah merah padam karena malu.


Dengan cepat Valeria bergegas masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri. Setelah 30 menit ia keluar dan bersiap untuk menemui Thomas di bawah.


"Aku kamu sudah sarapan?" tanya Valeria sambil turun dari lantai dua.


"Belum honey"


"Heemmm"


Valeria berlalu menuju ke dapur dan membuat kopi untuk keduanya di mesin kopi. Selang 5 menit pintu penthouse terbuka dan masuklah pelayan membawa sarapan untuk keduanya yang sudah diperiksa oleh Ares.


"Aku pikir kamu akan membuat sarapan sendiri" ucap Thomas.


"Ada pelayan buat apa aku harus repot" ucap Valeria dengan suara dingin.


Phew..........


Thomas membuang napasnya dengan kasar mendengar penuturan kekasihnya itu. Keduanya lalu sarapan dalam diam tak ada yang berbicara.


Selesai sarapan keduanya duduk di sofa depan ruang TV sambil menatap dengan tajam.


"Jadi apa maksudmu dengan bantuan yang kemarin kamu katakan" ucap Thomas to the point.


"Ayo kita menikah" ucap Valeria dengan suara dingin dan wajah datar.


"APA" pekik Thomas dengan kaget.


❄❄❄❄❄


To be continue..............