Love Struggle

Love Struggle
Chapter 146



🌻Sekecil apapun kamu sesepele apapun peranmu, setidak apapun keberadaanmu dalam hidup orang lain, kamu adalah pemeran utama dalam cerita hidupmu sendiri🌻


.


.


.


.


"Hubby" ucap Chloe dengan wajah pucat.


"Aku sudah disini baby" ucap Xavier dengan suara lembut menenangkan istrinya.


Xavier memilih menenangkan anaknya yang sedang menangis sambil berguling di lantai. Entah apa yang terjadi sebentar baru ia tanya yang penting anak dan istrinya lebih dahulu.


"Da.....ddy.......hiks hiks hiks" ucap Xander sambil menangis.


"Sudah jangan menangis lagi. Daddy sudah disini" ucap Xavier dengan suara lembut mengelus kepala Xander.


Albert, Kevin, dan Thomas yang baru saja masuk tak kalah kaget melihat apa yang terjadi di dalam sana. Albert bergegas mengendong David yang menangis di samping pengasuhnya.


"Daddy disini son jangan menangis lagi" bujuk Albert menenangkan David.


"VALERIA ANASTASIA PARKER" teriak Thomas bergema di dalam mansion.


Valeria tak bergeming meski mendengar suara suaminya. Matanya menatap tajam Mira tak berkedip seakan ingin mencabik-cabik Mira saat ini juga.


"Tuan" ucap Ares membungkuk dengan sopan.


"Turunkan senjatamu honey" ucap Thomas dengan suara dingin.


"Jangan halangi aku honey" ucap Valeria melirik suaminya sekilas.


"Aku bilang turunin Valeria!" bentak Thomas bergema didalam sana.


"M.....ons....ter" ucap Mira dengan terbata-bata.


"Ya gue monster Mira. Loe mau lihat gimana sosok monster yang sebenarnya? Heemmmm" tanya Valeria sambil terkekeh.


"Jangan membuatku emosi honey" ancam Thomas.


"Jangan menggangguku honey" hardik Valeria.


"Kamu membuatku malu Valeria" ucap Thomas dengan suara lantang.


Deg.............


Hati Valeria seperti di hantam oleh hamar mendengar ucapan sang suami yang mengatakan kalau dirinya hanya membuat malu.


"Aku memalukan ya..........hahahahaha" tawa Valeria pecah membuat Thomas menyadari ucapannya.


"Honey" lirih Thomas merasa bersalah.


"Terima kasih sudah mengatakan yang sejujurnya Mr. Parker" ucap Valeria dengan suara dingin.


Duar............


Seperti di sambar petir Thomas menegang mendengar ucapan istrinya. Ingin bicara kepada istrinya tapi entah kenapa ia tak bisa mengeluarkan satu kata pun.


Valeria dan Ares berlalu pergi meninggalkan semuanya yang tak bisa berbuat apa-apa.


Plak...........


Suara tamparan bergema didalam sana membuat semuanya kaget tak menyangka jika Thomas akan di tampar oleh Chloe.


"Kamu keterlaluan Thomas" hardik Chloe dengan suara tinggi.


"Baby tenangkan dirimu" ucap Xavier dengan suara lembut.


"Dan loe Mira. Gue ngak nyangka loe bisa bicara seperti itu sama Valeria" tunjuk Chloe dengan tatapan penuh kekecewaan.


"Loe tahu kalau kita semua disini itu memang ngak punya orang tua bahkan suami loe sendiri juga seorang yatim piatu sejak kecil. Ngak seharusnya loe bicara seperti itu ke Valeria" tambahnya lagi.


Tes.............tes............


Air mata Mira mengalir di kedua pipinya mendengar ucapan Chloe dan ia menyesal sudah mengatakan hal itu ke Valeria.


"Maafin gue.......hiks hiks hiks" ucap Mira sambil menangis.


"Gue kecewa banget sama loe Mira"


Chloe lalu mengajak suami dan anaknya pulang. Sedangkan Albert menyuruh pengasuh David membawanya ke kamar karena ia akan mengurus semua ini.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Di dalam ruang kerja Albert saat ini Albert, Thomas, Kevin, dan salah satu pengawal di mansion Albert yang bisa bahasa Indonesia sedang menonton cctv di ruang makan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


"Berengsek!" bentak Thomas setelah mengetahui kejadian yang sebenarnya.


Dengan cepat ia berlalu keluar ingin menemui istrinya dan meminta maaf. Sedangkan Albert dan Kevin tak menyangka jika Mira akan berbicara seperti itu.


"Dude jujur aku sangat kecewa dengan ucapan istrimu" ucap Kevin.


"Aku tahu"


"Jangan sampai main kekerasaan dude" ucap Kevin sambil menepuk pundak Albert sebelum pergi.


"Heemm"


~ Kingdom Apartment ~


Prang..........prang.........prang..........prang........


Bunyi benda pecah bergema di dalam penthouse tidak perduli barang yang di hancurkannya itu bernilai ratusan jutaan.


"Berengsek loe Thomas" teriak Valeria bergema.


Aarrrghhhh...........prang...........


Ares hanya berdiri menatap Valeria yang berteriak sambil menghancurkan benda di dalam penthouse. Saat ini ia sangat emosi memikirkan ucapan suaminya tadi.


Ting.......tong........ting......tong......


Brak...........brak........brak........


Ares menatap layar lockscreen di pintu melihat siapa yang datang. Ternyata itu adalah Thomas yang ingin menemui Valeria.


"Usir dia dari penthouse!" bentak Valeria dengan tatapan membunuh.


"Baik nyonya"


Ares segera mengirim pesan ke anak buahnya untuk mengusir Thomas dari depan penthouse sesuai perintah Valeria.


"Maaf tuan tapi ini perintah dari master" ucap Rehan dengan suara dingin.


Ia lalu memberi isyarat kepada anak buahnya untuk membawa Thomas pergi dari sana tak perduli dengan teriakan Thomas yang memakinya.


"Nyonya ada yang menyerang Bryan di kerajaan" ucap Ares melihat informasi yang dikirim pengawal Bryan.


"Siapkan jet kita pergi ke sana" ucap Valeria dengan tatapan membunuh.


"Baik nyonya"


Valeria dan Ares segera berlalu menuju rooftop dan naik ke helikopter tak perduli dengan Thomas yang saat ini sedang mengamuk di lobby.


2 Minggu kemudian


Sudah 2 minggu sejak kejadian di mansion Albert dan selama itu Thomas seperti kesetanan memarahi setiap orang yang berbicara dengannya karena frustasi tak menemukan keberadaan istrinya.


~ Mansion Xavier ~


Saat ini Thomas sedang menatap keluarga kecil Xavier mendampingi Xander menyanyikan lagu ulang tahun karena hari ini ulang tahun Xander yang ketiga.


Pandangannya kosong menatap ke depan seakan tidak tertarik dengan apa yang ada di depannya karena pikirannya hanya di penuhi dengan sang istri.


"Masih belum ketemu juga" ucap Kevin di samping Albert.


"Heemmm" deham Albert dengan suara dingin.


Mira meremas tangan suaminya merasa sangat bersalah karena ini semua terjadi karena dia. Albert menatap istrinya sambil mencium kepala sang istri dengan lembut.


"Kamu dimana honey" gumam Thomas dengan gusar.


"Yuhuuuuu..........dimana tuan muda Wesly yang gantengnya mengalahkan semua makhluk di bumi" pekik Yorla dengan suara cemprengnya.


"Yorla" ucap Thomas dengan mata berbinar.


Yorla yang baru saja datang menatap Mira dengan tatapan sinis dan saat melihat Thomas ia malah berdecak kesal.


"Yorla dimana istriku?" tanya Thomas to the point.


"You siapa sih sok kenal aja" hardik Yorla dengan suara gemulai.


"Yorla" desis Thomas dengan tatapan tajam.


"Minggir eke mau temui yang berulang tahun" ketus Yorla dengan gaya centil.


Yorla berlalu mendekati Xander dan memberikannya hadiah kiriman dari Valeria.


"Uhhh.......rahim eke bergetar lihat siganteng" pekik Yorla dengan histeris.


Xavier menatap Yorla dengan tatapan dingin seakan ingin membunuhnya membuat Yorla tak berani mengganggunya. Sedangkan Chloe mengulum senyum geli melihat wajah takut Yorla.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Oh my God! Ada pangeran eke disini" pekik Yorla dengan histeris melihat Kevin.


"Jangan dekat-dekat aku banci sialan" hardik Kevin.


"Uhhhh.......eke makin cinta aja sama you pangeran eke"


"Ckk!! Aku bukan pangeran kamu!" bentak Kevin dengan emosi.


"You kalau marah makin tampan aja pangeran" colek Yorla di dagu Kevin membuat Kevin melotot kesal.


"Yorla katakan dimana istriku!" bentak Thomas dengan suara tinggi.


"Heh! You ingat juga ya sama istri you" ketus Yorla.


"Dimana Valeria Yorla" lirih Thomas dengan putus asa.


"You tahu karena you 2 minggu ini sister hampir berubah menjadi monster. You masih ingatkan apa yang terjadi di Solo" sentak Yorla dengan emosi.


Deg.................


Jantung Thomas berdetak dengan cepat mengingat kejadian di Solo waktu itu dan ia tahu bagaimana Valeria saat itu.


Thomas seketika tersenyum mengingat sesuatu yang pernah dikatakan istrinya jika ingin mencari keberadaannya. Dengan langkah cepat Thomas berlari pergi meninggalkan mereka semua yang menatapnya keheranan.


Sampainya di apartemen Thomas langsung berkutat dengan laptopnya ingin memecahkan kode di salah satu laptop pribadi sang istri karena jika berhasil maka ia bisa mencari tahu keberadaan istrinya.


~ Kerajaan Wizpet ~


Saat ini Valeria sedang bersama Bryan, Ratu Camelia, Ares, Rehan, dan dokter Lauren sedang mengobrol di taman samping di dalam istana.


Ting..........


Valeria tersenyum smirk melihat pemberitahuan di hpnya kalau data laptop pribadinya baru saja dibajak. Ia tahu siapa yang membajak data di salah satu laptopnya.


Kamu akhirnya bisa membuka salah satu kode laptopku honey, batin Valeria sambil tersenyum smirk.


"Nyonya ada telpon dari tuan muda" ucap Ares.


Valeria mengambil hp dari tangan Ares lalu pergi menuju kamar yang ia tempati selama di istana Wizpet di temani Ares.


^^^"Halo"^^^


"Dek" ucap Bagas dengan suara bergetar dari seberang.


^^^"Ada apa kangmas"^^^


"Eyang dek.......hiks hiks hiks"


^^^"Eyang kenapa kangmas?" tanya Valeria dengan cepat.^^^


"Kondisi eyang semakin kritis dek.......hiks hiks hiks"


Prang.............


Tubuh Valeria seketika lemah mendengar ucapan Bagas barusan beruntung Ares menahan tubuhnya yang hampir jatuh. Pikirannya blank tidak bisa memikirkan apa-apa tak perduli dengan hpnya yang sudah hancur di bagian layar.


"E.....ya.....ng" lirih Valeria dengan suara terbata-bata.


"Saya akan menyiapkan jet sekarang nyonya" ucap Ares.


Valeria tak menjawab, pandangannya kosong menatap ke depan memikirkan eyang putri. Ares segera mengendong Valeria keluar setelah memberitahu pilot untuk bersiap tak lupa juga menyuruh Rehan dan lainnya bersiap.


Eyang Valeria mohon jangan tinggalin Valeria, batin Valeria saat berada di dalam jet.


❄❄❄❄❄


To be continue..............