Love Struggle

Love Struggle
Chapter 36



🌻Apapun yang kamu lakukan dan rencanakan untuk hidupmu ingatlah akan sang pencipta karena tanpa Dia semua rencanamu akan sia-sia saja🌻


.


.


.


.


Seperti pagi biasanya suasana di meja makan hanya ada keheningan. Sedari dulu Budi selalu membuat peraturan untuk tidak berbicara saat sedang makan.


Bianca yang sedari semalam memikirkan rencananya dan kepulangan Bagas, membuatnya terus melamun sedari tadi. Valeria yang melihat Bianca seperti melamun lalu menyenggolnya.


Seketika Bianca kaget dan melihat ke arah Valeria. Ia tak sadar jika sedari tadi ia hanya mengaduk-aduk sarapannya.


"Kenapa Val?" tanya Bianca dengan gerakan bibir tanpa mengeluarkan suara.


"Loe ngak sarapan" jawab Valeria meniru Bianca sambil menunjuk makanan Bianaca.


Bianca melirik piringnya yang masih utuh dengan makanan. Ia lalu segera sarapan karena tak mau terlambat ke sekolah.


"Bianca apa kamu punya desain terbaru?" tanya Arinta setelah ia selesai sarapan.


"Ada tante" jawab Bianca yang masih mengunyah.


"Ehhheemmm" deham Budi.


Arinta lalu tak bertanya lagi karena tahu maksud sang suami. Valeria sendiri tak perduli dengan apa yang di bicarakan ibunya dan Bianca, ia hanya sibuk untuk menyelesaikan sarapannya.


Setelah sarapan keempatnya lalu segera berangkat ke tujuan masing-masing. Saat akan masuk ke mobil suara Arinta menghentikan langkah Valeria.


"Pulang sekolah nanti mampir ke butik ibu"


"Iya bu"


Arinta tak bersuara lagi dan segera masuk ke dalam mobil Budi. Valeria juga segera masuk ke dalam mobil yang sudah ada Bianca dan pak Udin.


"Kenapa Val?" tanya Bianca.


"Ngak, tadi ibu nyuruh ke butik pulang sekolah nanti" ucap Valeria.


"Oh"


"Mau ikut?" tawar Valeria.


"Boleh deh kebetulan hari ini aku free juga"


"Oke pulang sekolah nanti kita ke butik ibu"


"Heeemmm"


Keduanya tak berbicara lagi hingga tiba di sekolah. Saat sampai di sekolah Valeria segera menuju ke kelasnya, Bianca yang melihat Valeria berjalan melewati Tika mengerutkan keningnya.


Pasalnya Bianca hingga saat ini belum mengetahui persoalan Valeria dan Tika. Dia masih menganggap jika Tika adalah sahabat dekat Valeria.


"Kenap loe" ucap Kelly yang baru saja datang.


"Gue penasaran aja sama Valeria dan Tika. Bukannya mereka itu teman dekat ya tapi kok kayak orang ngak kenal gitu" ucap Bianca dengan bingung.


"Aduh beb loe itu ketinggalan gosip ya" ucap Kelly sambil menepuk keningnya.


"Maksud loe" ucap Bianca sambil melihat Kelly dengan bingung.


"Tika sama Sari itu udah ngak temenan lagi sama Valeria"


"Apa? Loe yang benar aja!" pekik Bianca dengan kaget.


Kelly lalu menceritakan semuanya kenapa Valeria tidak bersahabat lagi dengan Tika dan Sari. Mendengar hal tersebut entah kenapa Bianca merasa sangat senang.


Valeria gue ngak nyangka ternyata loe sekarang ngak punya sahabat baik ya, batin Bianca dengan senang.


Bianca dan Kelly lalu segera masuk ke kelas karena bel masuk sudah berbunyi. Waktu pun berlalu dengan sangat cepat tak terasa sudah bel istirahat.


Rian yang melihat Valeria keluar dari kelas segera mengikutinya. Aldo yang melihat kepergian sahabatnya tidak ambil pusing dan segera beranjak ke kantin.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Sesuai dugaan Rian jika Valeria pasti akan berada di taman belakang. Semenjak kejadian di kelas mereka Valeria sudah tidak pernah lagi ke kantin.


Valeria merasa lebih baik sendiri saja dari pada harus bertemu dengan kedua mantan sahabatnya. Rian yang melihat Valeria sedang memakan sandwich segera menghampirinya.


"Gue boleh gabung ngak?" tanya Rian.


Mendengar ada yang berbicara Valeria langsung mengangkat kepala. Ia hanya mengangguk memberi jawaban jika Rian boleh duduk di sampingnya.


"Nih buat loe" ucap Rian sambil menyodorkan air mineral.


"Makasih tapi gue ada kok" tolak Valeria dengan halus sambil mengangkat botol minumnya.


"Oh gue kira loe ngak bawa minum" ucap Rian dengan malu.


Valeria hanya diam tidak mengatakan apa-apa. Melihat hal tersebut Rian semakin merasa bersalah karena pernah menyakiti Valeria saat ia menolak perasaannya.


"Maaf"


"Buat apa" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Buat semua perbuatan gue waktu itu, bahkan semua ucapan gue ke loe" ucap Rian dengan tulus.


"Gue udah maafin loe kok ngak usah mikirin hal itu lagi"


"Apa loe ngak sakit hati?" tanya Rian dengan was-was.


"Sakit hati sih iya, tapi menurut gue itu semua pelajaran buat gue biar kedepannya gue bisa lebih baik lagi" ucap Valeria dengan tulus.


"Maaf ya Val"


"It's okay"


Ternyata loe baik banget Valeria meski gue udah berkali-kali buat perlakuan buruk ke loe tapi loe tetap mau maafin gue, batin Rian yang semakin kagum dengan Valeria.


"Ada sesuatu yang pengen gue sampaikan ke loe" ucap Valeria dengan suara tegas.


"Apa"


"Gue ngak pernah permainkan perasaan loe dan selama ini gue hanya anggap loe itu teman gue ngak lebih"


Phew...........


Rian menghembuskan napasnya dengan kasar mendengar ucapan Valeria. Entah kenapa ia masih saja sakit hati jika mengingat penolakan Valeria waktu di taman.


Bukan tanpa alasan Rian sangat sakit hati dan kecewa kepada Valeria, karena selama ini ia menganggap Valeria membalas perasaannya terbukti dari chat mereka.


"Ngak usah omongin lagi hal itu" ucap Rian dengan suara dingin.


"Gue cuman mau beri kejelasan aja" ucap Valeria sambil menatap tajam Rian.


"Gue ngak mau harus ingat hal itu lagi yang bisa buat gue kesal sama loe Val" ucap Rian dengan aura mengintimidasi.


Bukannya takut dengan intimidasi Rian ia malah terlihat santai. Valeria bangun dan pergi meninggalkan Rian tanpa berkata apapun.


"Valeria" ucap Rian dengan suara dingin.


"Jangan menilai seseorang dari sampulnya sebaiknya loe cari tahu kebenarannya sebelum menuduh orang" ucap Valeria dengan suara tak kalah dingin.


Rian kaget mendengar ucapan Valeria barusan, entah kenapa ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Valeria tentang hal waktu itu.


Gue yakin loe lagi sembunyikan sesuatu tentang kejadian itu Val, batin Rian dengan curiga.


Valeria sebenarnya tak ingin membahas hal ini lagi, tapi ia tidak mau membuat permusuhan lagi dengan teman sekelasnya. Sudah cukup ia kehilangan kedua sahabatnya dan tak mau lagi kehilangan teman.


Tanpa keduanya sadari ternyata Sari sedari tadi menguping pembicaraan mereka. Ia mengepal tangannya mendengar pembicaraan mereka mengenai perasaan Rian.


"Gue ngak bakalan biarin loe ambil Rian dari gue Valeria" ucap Sari dengan penuh dendam.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Selama ini ternyata Sari memendam perasaan kepada Rian tapi ia tak berniat mengatakannya. Mendengar pembicaraan Rian dan Valeria barusan membuat ia semakin membenci Valeria.


"Gue bakal buat loe menjauh dari Rian" ucap Sari sambil tersenyum sinis.


~ Arinta Butik ~


Sesuai perkataan Arinta tadi pagi saat ini Valeria dan Bianca sudah berada di butik Arinta. Keduanya saat ini sedang menunggu Arinta di sebelah ruangan Arinta karena Arinta sedang meeting.


"Kamu sudah datang sayang?" tanya Arinta saat tiba di ruang tunggu.


"Baru 10 menit ko bu" ucap Valeria sambil melihat jam di tangannya.


"Ya sudah kita ke ruangan ibu"


"Iya bu"


Arinta, Valeria, dan Bianca lalu masuk ke dalam ruangan Arinta. Sebenarnya Arinta tidak suka akan kehadiran Bianca tapi ia tidak menunjukkannya.


"Ibu nyuruh Valeria kesini buat apa" ucap Valeria to the point.


"Iya tante" ucap Bianca sambil tersenyum manis.


Bianca segera keluar menuju ruangan asisten Arinta dengan perasaan dongkol. Ia merasa jika ini hanya akal-akalan Arinta mengusirnya karena ingin berbicara hal penting dengan Valeria.


Melihat Bianca sudah pergi Arinta lalu mengutarakan maksudnya. Valeria sebenarnya sudah menebak jika sang ibu menyuruh Bianca keluar karena tidak enak dengannya.


Ternyata Arinta meminta Valeria untuk menjadi modelnya di pagelaran busana miliknya di Jakarta. Arinta tak mau Bianca merasa sedih jika ia meminta kesediaan Valeria di depan Bianca.


"Kenapa Bianca ngak di ajak juga bu?" tanya Valeria.


"Kamu itu anak ibu jadi sudah seharusnya kamu yang tampil bukan dia"


"Tapi Bianca cantik bu dan Valeria lihat dia punya potensi juga untuk jadi model"


"Pokoknya ibu ngak mau Bianca jadi model, lagian dia bukan siapa-siapanya ibu kok"


"Bu jangan ngomong kayak gitu deh. Biar bagaimanapun Bianca itu saudara aku bu anak dari ayah juga" ucap Valeria penuh penekanan.


"Loh emang kenyataan jadi tetap ibu ngak mau dia jadi model di pagelaran busana ibu nanti" ucap Arinta dengan tegas.


"Terserah ibu aja tapi jangan pernah ngomongin Bianca kayak gitu lagi" ucap Valeria dengan suara tegas.


Ceklek.......


Pintu ruangan Arinta di buka dan masuklah Bianca. Seketika Valeria dan Arinta mematung melihat kedatangan Bianca barusan.


"Tante sama Valeria kenapa kaget gitu?" tanya Bianca memasang wajah bingung.


Apa Bianca dengar pembicaraan gue sama ibu ya, batin Valeria penasaran.


Semoga dia ngak dengar pembicaraan aku dan Valeria barusan, batin Arinta penuh harap.


Keduanya diam dengan pemikiran masing-masing. Bianca masih tersenyum sambil menampilkan wajah polosnya melihat keduanya, tanpa keduanya tahu kalau Bianca sudah mendengar semua pembicaraan mereka.


Nikmati aja kebersamaan kalian karena sebentar lagi gue bakal hancurkan keluarga kalian, batin Bianca dengan dendam.


Bianca memasang wajah polosnya seakan tidak ada yang terjadi.


Hal itu membuat Valeria dan sang ibu bisa bernapas dengan lega karena mereka berpikir Bianca tidak mendengar percakapan mereka barusan.


Arinta lalu menyuruh Bianca untuk memberikan desain terbarunya yang ingin ia luncurkan. Meski hanya anak tirinya tapi Arinta tak segan-segan membantu Bianca untuk meraih mimpinya.


1 Minggu kemudian


Tak terasa sudah seminggu berlalu setelah Valeria di suruh Arinta jadi model untuk baju terbarunya. Selama seminggu juga Bianca sibuk mempersiapkan rancangannya untuk di luncurkan bersama rancangan Arinta.


Karena kesibukannya ia sejenak lupa dengan rencananya dengan tante Sisil. Setelah mendengar ucapan Arinta waktu itu keesokkan harinya Bianca lalu bertemu dengan tante Sisil.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Keduanya sepakat untuk melakukan rencana om Arya untuk menghancurkan keluarga Kusumo. Bahkan Bianca sudah tidak perduli dengan resikonya yang ia pikirkan hanyalah rencana ini harus berhasil.


~ Queen Resto ~


Saat ini Budi sedang meeting bersama dengan kliennya. Dan kebetulan klien Budi kali ini adalah ayahnya Sari yang menjabat sebagai CEO Sata Entertaiment.


Budi yang melakukan meeting bersama dengan Agung Sata membahas kerja sama mereka untuk melakukan launching produk istrinya di Jakarta pekan depan.


"Jadi seluruh kegiatan launching kali ini memakai model dari agensi kami" ucap Agung.


"Ya betul untuk kontrak kerja samanya akan di kirimkan oleh asisten istri saya tuan Sata"


"Aku tunggu tuan Kusumo dan sampaikan terima kasih saya kepada istri anda karena sudah memilih model dari agensi kami"


"Akan saya sampaikan tuan Sata" ucap Budi dengan wibawa.


Tak lama pintu ruangan mereka di ketuk dan masuklah pelayan membawa makanan yang sudah di pesan. Saat pelayan menaruh makanan tiba-tiba ada seorang gadis remaja memasuki ruangan tersebut.


"Papa" panggil gadis tersebut yang tak lain adalah Sari.


"Sari kamu sudah sampai nak" ucap Agung dengan lembut.


"Iya pa"


"Oh ya kenalkan ini tamu papa tuan Budi Kusumo" ucap Agung menunjuk Budi.


"Selamat siang om. Saya Sari Sata putri papa Agung Sata" ucap Sari dengan sopan.


"Selamat siang juga nak" ucap Budi.


"Om papanya Valeria kan?" tanya Sari.


"Kamu kenal sama anak om?" tanya Budi.


"Kita teman sekelas om" ucap Sari sambil tersenyum manis.


"Wah suatu kebetulan ya tuan Kusumo" ucap Agung sambil tertawa.


"Iya tuan Sata saya tak menyangka putri anda ternyata teman sekelas putri saya" ucap Budi.


"Iya tuan Kusumo" ucap Agung dengan senang.


Kayaknya ini waktu yang tepat buat gue hancurkan Valeria lewat ayahnya, batin Sari tersenyum penuh arti.


"Maaf sebelumnya om apa aku bisa bertanya sesuatu?" tanya Sari.


"Silahkan apa yang mau nak Sari tanyakan" ucap Budi.


"Om kenapa ngizinin Valeria pacaran?" tanya Sari.


Budi seketika kaget mendengar ucapan Sari barusan, pasalnya selama ini ia sudah melarang anak-anaknya untuk tidak pacaran sebelum menyelesaikan study mereka.


"Apa maksud nak Sari?" tanya Budi dengan suara dingin.


"Maaf tuan Budi jika putri saya sudah lancang" ucap Agung yang merasa Budi saat ini sedang menahan emosi.


"Biarkan putri anda menjawab pertanyaan saya tuan Sata" ucap Budi dengan suara tegas.


"Sari ayo jawab pertanyaan tuan Kusumo" ucap Agung sambil menatap tajam anaknya.


"Itu setahu aku Valeria sudah punya pacar di sekolah om, lagian kata Valeria om dan tante udah ngizinin Valeria buat pacaran" ucap Sari dengan berbohong.


Budi seketika menjadi sangat emosi hingga wajahnya berubah menjadi merah padam. Melihat tuannya sudah hampir lepas kontrol Dion segera mengakhiri meeting.


Sari tersenyum penuh arti melihat Budi yang sudah pergi dengan wajah emosi. Ia sangat yakin jika sepulang nanti Valeria akan di marahi oleh ayahnya.


~ Mansion Kusumo ~


Budi yang sudah sangat emosi segera menyuruh Dion untuk ke mansion. Ia sangat emosi mendengar putrinya yang sudah melanggar aturannya.


Sampai di mansion ternyata Arinta sudah pulang dan saat ini sedang duduk di ruang keluarga. Saat melihat kedatangan suaminya dengan wajah emosi Arinta tahu ada yang tidak beres.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Dimana Valeria?" tanya Budi dengan suara dingin.


"Kamu kenapa mas?" tanya Arinta dengan bingung.


"Dimana anak kurang ajar itu" bentak Budi dengan suara tinggi.


"Tenang dulu mas memangnya apa yang terjadi" ucap Arinta mencoba menenangkan suaminya.


Tak menjawab ucapan istrinya Budi segera mencari Valeria. Setelah mengetahui Valeria saat ini berada di taman belakang Budi segera ke sana.


Plak...........plak...............


Tanpa basa-basi Budi langsung saja menampar Valeria dua kali dengan kuat. Karena tak siap akan di tampar Valeria seketika terjatuh di tanah akibat tamparan Budi yang sangat kuat.


"A....y..ah" ucap Valeria dengan terbata-bata.


"Dasar anak kurang ajar! Kerjaannya cuma bisa bikin malu saja" bentak Budi dengan suara tinggi.


"Mas kamu apa-apaan sih. Datang langsung nampar Valeria segala" ucap Arinta dengan emosi.


"Kamu tahu karena anak kurang ajar ini aku sampai malu di depan rekan kerjaku hari ini" hardik Budi dengan suara menggelegar.


"Maksud ayah apa?" tanya Valeria.


"Apa maksud kamu mas?" tanya Arinta dengan bingung.


"Anak ini sudah berani melanggar aturan aku untuk tidak boleh pacaran sebelum menyelesaikan study mereka. Tapi ini apa Valeria sudah berani pacaran" bentak Budi.


"Ngak ayah Valeria ngak langgar satu pun aturan ayah" ucap Valeria membela diri.


"Bisa-bisanya kamu pacaran saat ini dan berbohong sama teman kamu kalau ayah dan ibu mengijinkan kamu untuk pacaran" ucap Budi dengan wajah penuh amarah.


Tubuh Valeria menegang mendengar ucapan sang ayah barusan. Pasalnya ia saat ini tidak berpacaran dengan siapa pun apa lagi berbohong kalau sedang menjalani sebuah hubungan.


"Siapa yang udah nuduh gue ya" gumam Valeria dengan bingung.


❄❄❄❄❄


To be continue..........


Jangan lupa beri dukungan kalian lewat vote, like, komen, dan rating yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❤