
🌻Jika ingin dihargai seseorang maka belajarlah untuk menghargai orang lebih dulu🌻
.
.
.
.
"Selama dua hari kamu tidak boleh menonton tv dan bermain game" ucap Valeria dengan suara tegas.
"No. Aku tidak mau" teriak Mikhail sambil melempar botol susu ke tanah.
"Tidak ada bantahan" tegas Valeria.
"No mommy! Aku ingin main game" ucap Mikhail sambil memberontak dalam gendongan Thomas.
"Oh my God! Mikhail tenang dulu" ucap Thomas.
"Ares" panggil Valeria.
"No Ares don't coming. Go away! Go away Ares!" (Jangan datang Ares. Pergi! Pergi Ares) teriak Mikhail dengan suara cadelnya.
Ares tak memperdulikan ucapan Mikhail karena tuannya adalah Valeria dan semua perintah dari Valeria adalah mutlak untuknya.
"Iya nyonya" ucap Ares dengan suara dingin.
"Matikan daya ke semua televisi di kastil dan kunci semua iPad, laptop, dan hp milik Mikhail dan jangan biarkan dia bermain game atau menonton selama 2 hari full" titah Valeria tak ingin dibantah.
"Baik nyonya"
"No mommy don't do that" (tidak mama jangan lakukan itu) teriak Mikhail yang berhasil turun dari gendongan Thomas.
Mikhail melempar Ares dengan barang apa saja melampiaskan emosinya kepada sang mommy karena ia tidak bisa memukul Valeria.
Huaaawaaa....................
Tangis Mikhail bergema di taman kaca milik Valeria membuat Thomas mengurut keningnya yang sakit melihat anaknya berguling di atas rumput sambil menangis.
"Son" panggil Valeria dengan suara lembut.
"Mommy jahat.......hiks hiks hiks" teriak Mikhail sambil menangis histeris.
"Wake up son! Kalau tidak mommy tambah lagi hukumannya" (bangun nak) ucap Valeria.
Meski sedang menangis Mikhail bangun dan berjalan menghampiri sang mommy. Valeria memegang erat tangan sang anak dan menuntunnya menuju kursi panjang di taman.
"Kamu tahu kenapa mommy menghukummu?" tanya Valeria dengan suara lembut sambil mengelap air matanya.
"Heeemmm" deham Mikhail sambil menunjuk ke arah bunga kesayangan sang mommy.
"Jika kamu bersalah maka mommy akan menghukummu son. Kamu ingat jika kamu berbuat salah berarti kamu harus mempertanggung jawab perbuatan kamu" nasihat Valeria dengan bijak.
"Tapi aku ingin main game mommy" ucap Mikhail dengan memelas.
"Selesaikan hukumanmu baru kamu bisa main game my lion" ucap Valeria sambil memeluk tubuh putranya.
Mikhail membalas pelukan sang mommy sambil duduk di atas pangkuannya. Perut Valeria yang sudah mulai besar membuatnya menatap dengan heran.
"Mommy kapan adikku lahir?" tanya Mikhail dengan wajah polos.
"2 bulan lagi son" jawab Thomas yang ikut bergabung bersama keduanya.
"Lama" bibirnya mengerucut sambil mengangkat jari tangannya menghitung sampai 2.
"Sabar son bentar lagi kamu akan bertemu adikmu" ucap Thomas sambil mengusap kepala sang anak dengan lembut.
"Heemmm"
Putraku memang pintar seperti istriku, batin Thomas.
"Aku memang pintar daddy karena terlahir dari perut mommy yang pintar" ucap Mikhail membuat Thomas dan Valeria kaget.
"Honey" ucap Thomas menatap istrinya dengan tatapan bingung.
"Apa barusan kamu memikirkan sesuatu honey?" tanya Valeria dengan selidik.
"Iya honey. Aku berpikir jika putraku pintar seperti kamu" jawab Thomas dengan jujur.
...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...
Valeria menatap putranya yang sedang makan anggur hijau yang baru saja dibawakan oleh pak Dev dengan lahap.
"Mikhail" panggil Valeria dengan lembut.
"Heemmm" deham Mikhail sambil menatap Valeria.
Thomas Parker adalah suamiku, batin Valeria.
Kening Mikhail mengerut menatap sang mommy seperti sedang memikirkan sesuatu di otak kecilnya itu.
"Apa kamu dengar yang mommy katakan?" tanya Valeria dengan tatapan tajam.
"Iya mommy"
"Katakan"
"Thomas Parker adalah suamiku" ucap Mikhail membuat Valeria tercengang.
Ternyata kemampuan putraku menurun dariku pantas saja aku tidak bisa membaca pikiran orang lagi, batin Valeria.
"Kemampuan apa mommy?" tanya Mikhail membuat Thomas semakin bingung.
"Honey apa maksudnya ini?" tanya Thomas dengan cepat.
"Son jangan pernah katakan apa yang kamu dengar saat menatap orang dan saat mulut mereka tak bergerak" ucap Valeria memperingati anaknya.
"Memang kenapa mommy?" tanya Mikhail dengan wajah polos.
"Ada banyak orang jahat di sekitar keluarga kita dan mommy tidak mau kamu menjadi incaran mereka jika tahu kamu punya kemampuan membaca pikiran orang lain" tegas Valeria.
"Jadi itu kemampuan aku mommy" tunjuk Mikhail ke dirinya sendiri.
"Yes son. Karena kamu itu terlahir spesial. Dan satu lagi jangan pernah beritahu hal ini ke siapa pun dan cukup hanya mommy dan daddy yang tahu"
"Oke mommy"
Thomas akhirnya tahu apa maksud pembicaraan keduanya. Ia tak menyangka jika putra mereka akan mewarisi kemampuan sang istri sejak dini.
Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dan hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu Thomas, karena akan mendapat kunjungan dari Xavier sekeluarga bersama Albert dan Kevin juga bersama keluarga mereka.
"Daddy sangat payah" teriak Mikhail dengan kesal karena Thomas lagi-lagi mati saat bermain game online bersamanya.
"Ya seharusnya daddy belajar jangan malas" ketus Mikhail.
"Bocah setan" kesal Thomas menatap putranya yang semakin hari membuatnya sakit kepala.
Mikhail melempar stik di lantai dan membuang semua bantal sofa berhamburan di lantai membuat Thomas mengusap wajahnya dengan kasar.
"Stop Mikhail! Nanti mommy marah jika kamu membuat berantakan" ucap Thomas memperingati sang anak.
Seperti angin lalu Mikhail tak memperdulikan ucapan daddynya dan kembali membuat ruang bermain di lantai dua seperti kapal pecah.
Thomas mengejar langkah kaki kecil putranya yang sudah berlarian keluar dari ruang bermain menuju lift dan sebelum sampai lift ia sudah mengangkat tubuh anaknya.
Sedangkan di depan kastil pak Dev menyambut kedatangan rombongan Xavier yang baru saja tiba membuat mereka semua melongo melihat kediaman Valeria yang ternyata adalah kastil yang sangat mewah.
"Selamat datang tuan-tuan, nyonya-nyonya, dan tuan muda sekalian" ucap pak Dev dengan sopan.
"Wow apa ini istana" ucap Victor melongo.
"Kamu memalukan Victor" ejek Vincent menatap kembarannya.
"Dimana Thomas dan Valeria" ucap Xavier mewakili.
Pak Dev langsung membawa mereka masuk kedalam kastil sesuai perintah Valeria dan Thomas jika mereka sudah tiba segera bawa mereka ke dalam.
"Welcome bos" ucap Thomas yang berdiri bersama Valeria menyambut kedatangan mereka di ruang tengah kastil.
Tadi sampai di lantai satu Valeria memberitahu jika Xavier dan lainnya sudah sampai di depan kastil. Thomas lalu memeluk Xavier, Albert, dan Kevin bergantian.
"Jadi ini ketiga tuan muda Wesly?" tanya Thomas dengan senyum manis.
"Benar Thomas" jawab Chloe.
"Semoga kalian betah disini ya" ucap Thomas.
"Iya uncle" ucap ketiganya dengan serentak.
...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...
"Dan ini dua tuan muda Kendrick" tebak Thomas menatap kedua putra Albert dan Mira.
"Halo uncle" ucap David dan Leon serentak.
"Semoga kalian betah disini ya jagoan" ucap Thomas sambil mengelus kepala keduanya.
"Hay dude apa kamu tidak ingin melihat anakku?" tanya Kevin sambil menaik turun alisnya.
"Siapa nama putri kecilmu Kevin?" tanya Thomas sambil menatap wajah cantik bayi Kevin dan Rahel.
"Liliana Alesha Walst" jawab Kevin.
"Wah nama yang cantik seperti orangnya" ucap Thomas.
"Dimana anakmu dude?" tanya Albert yang penasaran dengan wajah anak Thomas yang tak pernah di publikasi.
Prang..........prang..........prang........
Mereka semua kaget mendengar benda pecah yang bersahutan dari arah samping. Sedangkan Valeria dan Thomas yang tahu siapa penyebab bunyi tersebut hanya bisa menahan emosi.
"Anakku sangat aktif dan saking aktifnya kepalaku ingin pecah rasanya" keluh Thomas sambil membuang napasnya dengan kasar.
"Apa dia sangat nakal dude?" tanya Kevin dengan penasaran.
"Lebih dari yang kamu bayangkan" ucap Thomas dengan raut wajah tak jelas.
Prang.............prang............
"Hentikan Mikhail Zeno Parker" hardik Thomas yang melihat apa yang anaknya perbuat.
"Daddy marahin aku?" tanya Mikhail dengan mata melotot tajam.
"Ya karena kamu membuat kekacauan son" tegas Thomas.
"Salahkan mereka karena melarang aku ke arah taman" hardik Mikhail tak mau kalah.
"Ayo sini daddy kenalin sama saudara daddy" ajak Thomas dengan suara lembut.
"Who?" (siapa) tanya Mikhail penasaran.
"Ikut saja daddy"
Thomas mengendong putranya menuju ruang keluarga membuat semua pasang mata disana menatap keduanya saat baru muncul.
"Dia duplikat kamu dude" ucap Kevin.
"Ya tapi tidak sifatnya" keluh Thomas.
"Son kenalkan diri kamu" ucap Valeria.
"Aku Mikhail" ucap Mikhail dengan suara dingin.
"Aku Victor yang paling tampan dari semua" ucap Victor dengan cepat.
Mikhail menatap Victor sambil menatap ke empat anak kecil lainnya dengan tajam. Tak berselang lama bibirnya tersenyum smirk menatap Victor yang menatapnya dengan wajah polos.
"Kamu lebih jelek dari mereka" ejek Mikhail.
Huaaawaa...............
Tangis Victor pecah menggelegar membuat Valeria dan Thomas menepuk kening mereka tak habis pikir dengan sifat anak mereka.
Kevin dan Albert melongo melihat cara bicara Mikhail yang sangat lancar seperti anak usia 5 tahun padahal ia besok baru berusia 3 tahun.
"Sifat anak kalian sepertinya dominan Valeria" ucap Kevin.
"Ya kamu benar" ucap Valeria membenarkan ucapan Kevin.
~ Audiotorium MZ ~
Riuh tepuk tangan bergema saat menyambut kedatangan Thomas sekeluarga di dalam auditorium MZ milik Thomas yang dibangun khusus untuk pesta perayaan ulang tahun Mikhail.
Malam ini Valeria memakai gaun buatan Yorla berwarna coklat seperti warna mata Mikhail dan Thomas yang sangat indah dengan setelan jas keduanya yang berwarna coklat gelap.
"Happy birthday tuan muda Mikhail" seru semua tamu undangan serentak saat ketiganya naik ke atas panggung.
Para tamu undangan lalu bersama-sama menyanyikan lagu ulang tahun sebelum Mikhail meniup lilin. Hari itu untuk pertama kali wajah Mikhail di ekspos di depan publik sebagai pewaris tunggal kerajaan bisnis VA Corp.
Aku akan membalas kematian ketua dan saudara-saudaraku Queen, batin seorang pria yang berdiri di sudut ruangan dengan tatapan penuh dendam.
❄❄❄❄❄
To be continue.................