Love Struggle

Love Struggle
Chapter 192



🌻Jangan keluhkan dengan siapa kamu kecewa, dia akan lebih sulit menemukan seperti dirimu yang setia🌻


.


.


.


.


Thomas menatap Valeria dengan tatapan tajam mendengar ucapan istrinya yang mengatakan akan berangkat ke markas utama Black Shadow besok.


Tidak! Ini terlalu cepat aku belum siap istriku pergi besok, batin Thomas sambil menggelengkan kepalanya.


"Kenapa honey?" tanya Valeria dengan bingung melihat suaminya menggelengkan kepalanya seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Aku tidak setuju kamu berangkat besok honey" jawab Thomas dengan suara tegas.


"Lalu suamiku ini maunya kapan aku pergi?" tanya Valeria dengan suara lembut sambil mengelus kepala Thomas dengan lembut.


"Kapan saja honey yang penting tidak besok atau lusa" ucap Thomas dengan cepat.


"Memangnya kenapa honey?" tanya Valeria lagi.


"Aku masih kangen sama kamu honey. Aku belum bisa lepas kamu pergi besok atau lusa karena aku butuh energi sebelum kamu pergi honey" ucap Thomas sambil tersenyum penuh arti.


Melihat senyuman suaminya Valeria sudah bisa menebak ke arah mana pikiran suaminya itu. Mau tak mau dia mengikuti keinginan suami posesifnya itu karena ia pergi tidak tahu akan sampai kapan.


"Baiklah minggu depan baru akau berangkat honey" ucap Valeria.


"Iya honey"


Entah siapa yang memulainya dahulu bibir keduanya saling bertemu. Malam ini Thomas menyalurkan hasratnya hingga ia puas tak membiarkan istrinya lepas dari kunkungannya.


1 Minggu kemudian


Thomas memeluk istrinya didalam kamar tak menyangka akan tiba hari ini juga istrinya akan pergi ke markas utama Black Shadow untuk melatih putra mereka mengendalikan jiwa psycopath dalam dirinya.


"Aku bakal kangen sama kamu honey" ucap Thomas dengan sedih.


"Aku juga honey. Nanti kita saling komunikasi ya honey dan ingat jaga kesehatan kamu dan putri kita selama kau tidak ada" ucap Valeria dengan suara lembut.


"Kamu juga honey" balas Thomas semakin mempererat pelukannya.


Keduanya lalu bergegas turun ke lantai 1 dimana kedua anak mereka sudah menunggu disana. Sampai disana Thomas memeluk putranya dengan erat merasa sedih harus berpisah.


"Daddy bakal kangen sama kamu son" ucap Thomas dengan tulus.


"Heeemmm" deham Mikhail dengan suara dingin.


"Ckk!!" decak Thomas dengan kesal melihat respon anaknya.


"Mommy au pergi?" tanya Natasha dengan mata polos.


"Iya baby. Mommy harus pergi sama kakak jadi baby harus patuh sama daddy ya selama mommy pergi" ucap Valeria dengan suara lembut sambil mengendong putrinya.


"Huuawaa...............ikut" tangis Natasha pecah ingin ikut Valeria dan Mikhail pergi.


"Jangan nangis ya baby nanti mommy pulang bawa hadiah buat baby" bujuk Valeria.


"Benelan?" tanya Natasha dengan cepat.


"Iya baby"


"Anji" ucap Natasha sambil mengangkat jari kelingkingnya.


"Janji baby" ucap Valeria juga ikut mengangkat jari kelingkingnya.


Natasha tertawa senang mendengar akan diberi hadiah saat mommynya pulang. Thomas lalu mengendong putrinya dan mengantar istri dan putra mereka menuju landasan pribadi di samping kastil.


Cup..................


Thomas mencium bibir istrinya sebelum Valeria masuk ke dalam jet pribadi miliknya. Tatapan mata Thomas menatap putra dan istrinya dengan berkaca-kaca melihat jet pribadi istrinya sudah lepas landas.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Daddy angan nangis ya anti mommy bawa hadiah uat daddy" ucap Natasha sambil mengelap air mata Thomas yang jatuh.


"Iya baby" ucap Thomas sambil mencium putrinya dengan lembut.


Pak Dev dan para pelayan yang melihat keduanya juga ikut tersenyum merasakan kebahagian dari keduanya. Meski pak Dev tahu jika saat ini keduanya pasti sedih melepas kepergian sang nyonya dan tuan muda.


"Pak Dev bawakan semua daftar nama pelayan dan pengawal ke ruang kerja istriku" ucap Thomas dengan suara dingin berjalan menuju golf car.


"Baik tuan" ucap pak Dev dengan sopan.


Mulai hari itu Thomas mengurus semua urusan kastil dan juga perusahaan. Bahkan putrinya juga selalu ia ajak kemana pun ia pergi meski itu ke perusahaan atau meeting.


~ Shadow Island ~


Setelah balasan jam akhirnya jet pribadi Valeria landing di landasan khusus di markas utama Black Shadow.


Semua anak buah Black Shadow sudah berjejer rapi disana untuk menyambut kedatangan sang master dan tuan muda mereka.


"Selamat datang master dan tuan muda" ucap mereka semua dengan serentak.


Mikhail yang baru kali ini melihat markas utama sang mommy berdecak kagum melihat markas yang di bangun mommynya menyerupai kastil mereka di Dubai.


Apa lagi saat melihat semua anak buah sang mommy menunduk dengan hormat menyambut kedatangan mereka berdua.


"Bawa barang gue dan anak gue ke kamar kami" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Baik master" balas Juan dengan suara tak kalah dingin.


Valeria memegang tangan anaknya berlalu menuju ke markas utama untuk beristirahat dan besok barulah mereka mulai latihan untuk mengontrol dan mengendalikan iblis psycopath dalam tubuh Mikhail.


1 Tahun kemudian


Sudah satu tahun berlalu dengan sangat cepat dan tak terasa Valeria dan Mikhail telah menyelesaikan latihan mereka di markas utama Black Shadow hanya untuk mengendalikan iblis dalam tubuh Mikhail.


"Jam berapa kita pergi mommy?" tanya Mikhail dengan suara dingin menghampiri sang mommy yang berdiri di depan kaca.


"Apa kamu merindukan daddy dan adikmu?" tanya balik Valeria.


"Heemmm"


Valeria berdiri menatap putranya dengan bangga karena perjuangan mereka selama 1 tahun akhirnya berhasil. Ia bisa mengontrol dan mengendalikan iblis dalam tubuhnya untuk ke depannya.


Sudah begitu banyak perubahan dari putranya karena selama 1 tahun latihan yang diberikan Valeria adalah latihan yang sangat keras melebihi latihan militer meski anaknya baru berumur 5 tahun.


Meski baru berumur 6 tahun tapi aura dari tubuh Mikhail bukan aura sembarangan apa lagi auranya semakin kuat dan mengintimidasi meski hanya lewat tatapan dingin dan tajam mata coklat itu.


"Ayo kita berikan kejutan buat daddy kamu dihari ulang tahunnya" ajak Valeria sambil tersenyum bahagia.


"Oke mom" balas Mikhail dengan singkat.


Keduanya bergegas pergi ke landasan jet untuk kembali ke kastil yang sudah mereka tinggalkan selama 1 tahun.


Mikhail menatap markas Black Shadow dari kaca jendela mengingat latihan yang ia jalani selama selama disini.


Aku akan kembali lagi kesini untuk membangun markas mommy lebih mewah lagi, batin Mikhail bertekad.


~ Kastil Valeria ~


Sampainya di kastil Valeria dan Mikhail bergegas turun dari jet yang sudah di sambut oleh pak Dev dan pelayan disana.


Kedatangan mereka kali ini tidak diketahui oleh Thomas dan Natasha yang saat ini sedang berada di perusahaan menghadiri meeting bulanan setiap 2 bulan sekali.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Kamu istirahat dulu son nanti mommy bangunkan jika sudah waktunya" ucap Valeria dengan suara lembut.


"Heemmm" deham Mikhail sambil berlalu pergi diikuti pelayan yang membawa barangnya.


"Jam 6 sore nyonya"


Valeria melihat jam ditangannya sudah pukul 15:00 tepat berarti masih ada 3 jam lagi sebelum suaminya pulang.


"Apa semuanya sudah siap?" tanya Valeria dengan aura dingin.


"Sudah nyonya. Semua yang nyonya perintahkan sudah disiapkan"


"Bagus. Ingat nanti tepat suamiku pulang semuanya harus sudah berada di taman belakang" perintah Valeria.


"Baik nyonya" ucap pak Dev dengan sopan.


Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dan saat ini Valeria dan seluruh pelayan dan pengawal sudah menunggu Thomas di taman belakang.


"Kenapa nomornya tidak aktif sih" dengus Thomas dengan kesal dari kemarin nomor istrinya tak aktif.


"Daddy napa?" tanya Natasha dengan mulut belepotan karena makan coklat.


"Hah! Baby kamu itu sudah menganti pakaianmu tiga kali hari ini. Jika mommy kamu tahu kamu belepotan seperti ini pasti mommy marah" ucap Thomas sambil menggerutu.


"Nata kangen mommy dan kakak daddy" ucap Natasha dengan mata berkaca-kaca.


"Daddy juga baby" lirih Thomas sambil membersihkan mulut dan tangan putrinya sebelum turun dari mobil.


Thomas lalu mengendong Natasha keluar dan masuk ke dalam kastil. Sampai didalam kastil ia mengerutkan keningnya melihat kastil dalam keadaan gelap dan tak ada pelayan satu pun.


"Daddy aku takut" ucap Natasha dengan suara bergetar karena gelap.


"Tenang baby. Ada daddy disini oke" bujuk Thomas.


Huawaaa..............


"Pak Dev" panggil Thomas menggelegar didalam kastil.


"Pak Dev kenapa lampunya padam" teriak Thomas lagi.


Thomas mengernyitkan keningnya dengan bingung karena tak mendengar suara pak Dev. Natasha sendiri semakin menangis karena suasana kastil yang sangat gelap.


"Tooloooongggg" teriak salah satu pelayan dengan lantang.


Deg.............


Jantung Thomas berdetak dengan cepat mendengar suara tersebut dengan cepat ia berlalu menuju asal suara ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Ia panik berpikir hal-hal yang buruk karena tiba-tiba saja pelayan dan penjaga hilang entah kemana. Ia berpikir mungkin saja ada musuh yang menyerang kastil saat ini.


Klak.............


Mata Thomas melotot kaget saat sampai di taman belakang dimana lampu tiba-tiba saja menyala apa lagi melihat orang yang sangat ia rindukan sedang berdiri didepannya sambil memegang kue.


"SELAMAT ULANG TAHUN" ucap semuanya dengan serentak dengan ledakan kembang api di langit.


Woooww..............


Natasha berdecak kagum melihat kembang api di langit yang sangat indah sampai bertepuk tangan. Valeria berjalan mendekat suaminya yang entah kapan sudah menangis.


"Hiks hiks hiks..........honey" ucap Thomas sambil menangis.


"Selamat ulang tahun suamiku" ucap Valeria dengan suara lembut sambil tersenyum manis.


Pak Dev lalu mengambil Natasha dari gendongan Thomas yang sedang menatap kembang api di langit dengan antusias.


"Hon........ey" ucap Thomas dengan sesegukan.


"Make a wish sebelum tiup lilin honey" (buat permohonan) ucap Valeria.


Terima kasih Tuhan untuk keluarga yang Engkau berikan kepadaku saat ini. Satu pintaku biarlah kebahagian ini selalu ada dalam keluargaku.


Thomas membuka matanya dan langsung meniup lilin di kue yang sedang dipegang istrinya.


Prok..........prok............prok..............


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Riuh tepuk tangan bergema di taman belakang membuat suasana semakin meriah. Thomas dengan cepat menarik istrinya ke dalam pelukannya setelah kue ulang tahun sudah berpindah ke tangan dokter Lauren.


"Terima kasih honey. Terima kasih" ucap Thomas dengan tulus sambil mencium seluruh wajah istrinya.


"Sama-sama honey. Maaf aku belum menyiapkan kado untukmu honey" balas Valeria dengan lembut.


"Aku tidak butuh kado honey karena kamu dan kedua anak kita adalah kado yang paling terindah dalam hidupku"


"Iya honey"


Cup.................Duar..........duar..............


Thomas mencium bibir Valeria bersamaan dengan ledakan kembang api di langit membuat semua pasang mata tertuju ke arah langit tak mau menganggu sepasang suami istri yang sedang melepas rindu.


Sedangkan Mikhail yang sedari tadi ingin mengucap selamat ulang tahun ke daddynya melupakan semua itu karena kaget melihat adiknya.


"Apa dia benar adikku sweety?" tanya Mikhail dengan wajah kaget.


"Iya benar tuan muda" jawab dokter Lauren.


"Ckk! Ini tidak bisa dibiarkan pasti selama ini daddy memanjakannya dengan coklat dan es krim" decak Mikhail menatap Thomas dengan kesal.


Dokter Lauren dan Rehan mengulum senyum geli menahan tawa karena apa yang dikatakan oleh Mikhail barusan memang benar seperti itu.


"Mommmyyyy" teriak Mikhail menggelegar membuat semua mata tertuju kepadanya.


"Ckk!! Setan kecil itu selalu saja menganggu" dengus Thomas dengan kesal.


"Dia putra kita honey" ucap Valeria memperingati suaminya.


"Heemmmm"


"Mommy lihat adikku sudah berubah jadi hulk cilik" ucap Mikhail dengan wajah tak suka.


"Hulk cilik?" lirih Valeria dengan bingung.


Sedari tadi memang dia tidak terlalu memperhatikan putrinya karena sibuk dengan suaminya. Matanya langsung tertuju ke arah tangan Mikhail yang menunjuk Natasha di gendongan pak Dev.


"NATASHA OLIVER PARKER" pekik Valeria dengan suara lantang.


Ia kaget bukan main melihat putri kecilnya yang dulu sangat mengemaskan sekarang berubah total. Badannya 3 kali lipat lebih besar dari sebelumnya dan ia tebak bobot tubuh putrinya pasti mencapai 30 KG.


"Honey bisa kamu jelaskan ini semua?" tanya Valeria dengan tatapan tajam.


"Hehehehe...........aku terlalu memanjakannya dengan coklat dan makanan manis setiap hari honey" ucap Thomas sambil terkekeh.


"Aku tidak mau tahu pokoknya sweety harus kembali kurus lagi" pekik Mikhail dengan suara tinggi.


"Itu sulit son" ucap Thomas sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Valeria memijit keningnya yang seketika sakit tak tahu harus berkata apa melihat perubahan badan putrinya itu.


Meski begitu ia sangat bahagia karena sudah berkumpul kembali bersama dengan suami dan putrinya dan mulai detik lini keluarga mereka tidak akan dipisahkan lagi.


...THE END...


...❄ ❄ ❄ ❄ ❄...


Hay para readersku semua!!!


Terima kasih karena selama ini kalian sudah membaca karya author dan selalu memberi komentar dan dukungan buat author dan author mau bilang untuk karya LOVE STRUGGLE hanya sampai disini ya readersku semua😍😍😍


Untuk ekstra partnya author minta komentar dari kalian apa harus ada atau tidak yaπŸ˜‰


Kelanjutan cerita anak-anak Valeria & Thomas lanjut di HEARTLESS 2 ya & jangan lupa mampir ya guys😘


...Love you allβ€β€β€πŸ˜πŸ’πŸ’...