
π»Miliki harapan tapi jangan pernah berharap. Nantikan tapi jangan pernah menungguπ»
.
.
.
.
Selama di Dubai Valeria terus memantau pemindahan anggota inti Black Shadow ke markas utama mereka di Shadow Island. Valeria sudah membangun markas utama di pulau pribadinya dengan fasilitas yang sangat canggih.
Bahkan wilayahnya tidak bisa terdeteksi satelit dan juga wilayah perairan pulau Shadow sudah dibeli putus oleh Valeria. Entah bagaimana caranya dia mendapat teritori wilayah tersebut hanya Valeria dan Ares saja yang tahu.
"Nyonya alarm bahaya Yorla menyala" ucap Ares saat alarm peringatan Yorla muncul.
Valeria langsung mengutak-atik laptop khusus data anggota Black Shadow untuk melihat keberadaan Yorla, dengan cepat Valeria melihat keberadaan Yorla dan kondisinya lewat aplikasi yang ia ciptakan.
"Berengsek!" maki Valeria dengan wajah merah padam.
Wajahnya mengelap melihat detak jantung Yorla yang lemah di layar laptop. Ternyata GPS Yorla terhubung dengan sistem pendeteksi jantung yang Valeria ciptakan.
"Cari tahu apa yang terjadi dengan Yorla!" bentak Valeria dengan suara tinggi.
"Baik nyonya"
Ares berdiri sambil menampilkan layar pencarian di depan Valeria yang terhubung langsung dengan satelit dan drive miliknya.
"Putar rekaman saat Yorla keluar dari apartemen"
Mata Valeria melihat dengan teliti rekaman cctv Yorla saat baru keluar dari apartemen sampai ke butiknya.
"AF-162-FD" ucap Valeria menangkap pergerakan aneh dari mobil yang berada tak jauh dari mobil Yorla.
"Gunakan FRT" ucapnya lagi.
FRT (Face Reconigtion Technology) atau sistem pengenalan wajah
Ares melakukan semua yang disuruh Valeria dengan cepat tak lama bibir Valeria tersenyum smirk melihat data yang berhasil di dapat oleh Ares.
"Dimitri" desis Valeria dengan aura membunuh.
"Sergio Rayes! Salah satu anak buah kepercayaan Dimitri Sergeyer, umur 37 tahun sudah menikah dengan Erika sesama anggota klan Harimau dan sekaligus menjadi selingkuhan Dimitri dan memiliki sepasang anak kembar. Keduanya merupakan anak buah kepercayaan Dimitri dan sudah seminggu ia memantau pergerakan Yorla nyonya" ucap Ares menjelaskan identitas Sergio.
"Where is him?" (dimana dia) tanya Valeria dengan suara dingin.
"Dalam perjalanan menuju pelabuhan nyonya bersama 3 orang anak buahnya"
"Kill them all and send them heads to that as***le" (bunuh mereka semua dan kirim kepala mereka ke berengsek itu)
"Baik nyonya"
Ares segera memberi perintah kepada anggota inti Black Shadow yang berada di Paris. Valeria sudah tak sabar ingin melihat reaksi Dimitri ketika melihat hadiah yang ia kirim.
Valeria lalu mengambil hpnya dan menelpon Bryan pada dering ketiga barulah panggilannya dijawab.
"Halo Val"
^^^"Gue cuma mau beritahu jangan pernah loe keluar dari kerajaan"^^^
"Loh kenapa Val?" tanya Bryan dengan bingung.
^^^"Barusan Yorla ditembak"^^^
"Apa! Gimana keadaan ubur-ubur itu dan siapa yang menembaknya Val" pekik Bryan dengan kaget.
^^^"Saat ini dia di rumah sakit tapi kondisinya masih kritis"^^^
"Siapa dalangnya Val"
^^^"Dimitri Sergeyer"^^^
"F**k" maki Bryan mendengar nama orang yang paling ia benci.
^^^"Dimitri tahu Yorla dekat sama gue dan gue ngak mau loe juga seperti banci itu"^^^
"Kenapa waktu itu loe ngak bunuh dia sih Val"
^^^"Dia kabur"^^^
"Sampai kapan gue ngak boleh keluar?" tanya Bryan dengan cepat.
^^^"Tunggu kabar dari gue"^^^
"Oke Val. Gue harap loe juga selalu waspada disitu"
^^^"Heemmm"^^^
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Valeria segera mematikan panggilannya sepihak, jari tangannya kembali bermain di atas keyboard entah apa yang dilakukannya hanya dia saja yang tahu.
"Tutup semua akses Black Shadow"
"Sudah nyonya"
"Hancurkan semua rekaman cctv gue di mansion Kusumo"
"Baik nyonya"
Keduanya sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Tak lama Valeria tersenyum smirk melihat virus yang ia kirim ke komputer pribadi Dimitri sudah masuk.
"Ares siapkan jet gue! Malam nanti kita berangkat ke Paris"
"Baik nyonya"
~ Bandar Udara Charles de Gaulle Paris ~
Selama 7 jam akhirnya jet pribadi Valeria landing di bandar udara Charles de Gaulle Paris, Perancis. Saat keluar dari jet ia sudah di sambut oleh anggota Black Shadow yang berada di paris.
"Selamat datang master" ucap anggota Black Shadow dengan serentak.
"Heemmm"
"Nyonya kita kemana?" tanya Ares.
"Yorla" 1 kata yang Valeria ucapkan membuat Ares sudah mengetahui tujuan mereka.
"Ke rumah sakit Yorla dirawat" ucap Ares kepada Rehan.
"Oke" balas Rehan dengan singkat.
Iring-iringan mobil Valeria akhirnya melaju meninggalkan bandara menuju rumah sakit tempat Yorla di rawat.
~ Beaujon Hospital ~
Mobil Valeria dan pengawalnya akhirnya tiba di salah satu rumah sakit ternama di Paris yaitu Beaujon Hospital. Saat turun dari mobil mewahnya suster dan penjaga yang bertugas malam itu menatap mereka dengan decak kagum.
Valeria keluar sambil memakai hoodie, topi, dan masker yang menutup wajahnya. Ia tidak ingin wajahnya terlihat saat ini apa lagi ia yakin pasti anak buah Dimitri sedang mencari lokasi Yorla.
"Selamat datang master" ucap Antonio pengawal pribadi Yorla.
"Bagaimana?" tanya Valeria dengan suara dingin.
"Tuan Yorla sudah melewati kritisnya nyonya tinggal menunggunya sadar master"
"Apa ada yang berbahaya?" tanya Valeria dengan cemas.
"Tidak ada master! Luka tembak tuan Yorla juga tidak mengenai organ vital yang berbahaya"
"Berapa tembakan"
"Heemmmm"
Valeria lalu masuk ke dalam ruang rawat Yorla dimana ada banyak alat yang ditempel di tubuhnya. Meski tatapannya datar dan dingin tapi dalam hatinya ia sangat mencemaskan Yorla saudara angkatnya.
Gue yakin loe itu kuat Yorla, batin Valeria.
~ Moscow, Rusia ~
Seorang pria dengan luka memanjang di wajah kirinya sedang melihat anak buahnya dari balik kaca ruangannya meredakan emosinya saat komputer pribadinya di serang virus dan semua data pentingnya hilang.
"Semua akan baik-baik saja Dimitri" ucap seorang wanita sambil memeluknya dari belakang.
"Apa kamu tidak merindukan suamimu Erika........heemm?" tanya Dimitri.
Hehehehehe............
Kekehan kecil keluar dari mulut Erika menjawab ucapan Dimitri. Ya wanita yang sedang memeluk Dimitri adalah Erika istri Sergio anak buah kepercayaan Dimitri.
Ternyata di belakang Sergio keduanya menjalin affair selama 3 tahun. Tanpa Sergio tahu ternyata Dimitri adalah orang yang mengambil keperawanan Erika.
"Buat apa aku memikirkan Sergio jika di depanku lebih menawan......hehehehe" ucap Erika sambil terkekeh.
"Heemmmm"
Tok.......tok............tok..............
"Ckk!! Menganggu saja" ketus Erika dengan cemberut.
"Buka sana baby. Cup" ucap Dimitri sambil
mencium bibir Erika singkat.
Ceklek..............
Erika membuka pintu dan menatap Barnabas tangan kanan Dimitri dengan wajah dingin. Keduanya kembali menemui Dimitri yang masih berdiri di depan kaca.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Katakan" ucap Dimitri dengan suara dingin.
"Kita kehilangan kontak dengan Sergio dan 3 anak buahnya tuan" ucap Barnabas.
"Bagaimana bisa?" tanya Erika dengan kaget.
"Cari Sergio sampai dapat!" bentak Dimitri dengan emosi.
"Baik tuan! Tuan di luar ada paket yang dikirim oleh tuan Sergio sebelum mereka hilang kontak" lapor tangan kanan Dimitri yang bernama Barnabas.
"Sejak kapan Sergio mengirim paket?" tanya Erika dengan kening mengerut.
"Bawa paket itu kemari" perintah Dimitri.
"Baik tuan"
Barnabas segera berlalu menyuruh anak buahnya untuk membawa paket yang dikirim Sergio ke ruang kerja Dimitri.
Saat melihat paket berukuran besar Dimitri merasa ada yang tidak beras. Perlahan-lahan Barnabas membuka paket tersebut dan seketika mata ketiganya terbelak melihat isi paket tersebut.
Aaarrghhhhh............
Teriak Erika dengan syok melihat isi paket tersebut yang tak lain adalah kepala Sergio dan 3 anak buahnya yang masih berdarah-darah.
"Berengsek kamu Queen" teriak Dimitri dengan emosi.
"Sergio.......hiks hiks hiks hiks" teriak Erika sambil menangis.
"Panggil dia" ucap Dimitri dengan suara melengking.
"Baik tuan"
Barnabas segera memanggil seseorang yang baru bergabung dengan mereka 2 minggu. Tak berselang lama laki-laki itu datang bersama Barnabas menemui Dimitri yang sedang emosi.
"Tuan dia sudah disini" ucap Barnabas.
"Katakan dimana kantor gadis sialan itu!" bentak Dimitri dengan wajah merah padam.
"Di California tuan. Saya hanya tahu perusahaan itu baru berpindah tangan ke Queen saat mengantar kakak saya ke sana" ucap pria itu yang bernama Steven.
"Apa kakakmu anggota Black Shadow?" tanya Dimitri dengan cepat.
"Iya tuan"
"Apa nama perusahaannya?" tanya Dimitri sambil tersenyum menyeringai.
"Galaxy Company tuan" ucap Steven.
Hahahahaha............
Tawa Dimitri seketika pecah mendengar nama perusahaan tersebut. Ia tak menduga perusahaan yang hampir colaps itu dan sekarang menjadi perusahaan berlian nomor satu di dunia ternyata milik Valeria.
"Barnabas kamu tahu apa yang harus kamu lakukan" tatap Dimitri sambil tersenyum penuh arti
"Tahu tuan"
"Good"
Barnabas segera berlalu pergi tak lupa menyuruh anak buahnya membawa kepala Sergio dan 3 anak buahnya untuk di makamkan.
"Ikutlah bersama Barnabas untuk membalas kematian suamimu baby" bisik Dimitri.
"Ya kamu benar aku harus membalas kematian suamiku" ucap Erika dengan tatapan penuh kebencian.
Cup.............
Dimitri mencium bibir Erika dengan rakus tak perduli jika ia sedang berduka. Tanpa Erika sadari ternyata Dimitri tersenyum smirk dalam ciuman mereka.
Semoga kamu menyusul suamimu disana bi**h, batin Dimitri menyeringai.
~ Beaujon Hospital ~
Sudah 2 hari Valeria menemani Yorla setelah kemarin ia sudah sadar. Saat ini Valeria baru saja selesai mandi dan tiba-tiba Ares masuk tanpa mengetuk pintu.
"Ares" desis Valeria dengan tatapan tajam.
"Maafkan saya nyonya tapi ada hal penting yang harus saya beritahu" ucap Ares sambil menunduk.
"Heemmm"
Valeria yang masih memakai bathrobe segera duduk di sofa. Ares dengan cepat memberikan iPad kepada Valeria.
"Sialan loe Dimitri" teriak Valeria dengan emosi.
Karena teriakan Valeria seketika Yorla terbangun dari tidurnya dan menatap Valeria yang sedang emosi. Ia melihat Ares bertanya apa yang terjadi tapi hanya dibalas tatapan datar Ares seperti biasa.
"Siapkan jet kita pergi ke California sekarang" ucap Valeria dengan wajah mengelap.
"Baik nyonya"
"Urus kepindahan Yorla juga"
"Biar eke disini aja sister"
"Diam loe an***g!" bentak Valeria dengan tatapan membunuh.
"O.....ke s....is....ter" cicit Yorla dengan takut.
βββββ
To be continue..............