Love Struggle

Love Struggle
Chapter 190



🌻Bukan kapal yang membawa kita kemana tapi kitalah yang mengayuh kapal itu harus kemana🌻


.


.


.


.


Valeria kaget bukan main melihat apa yang sedang anaknya lakukan. Tubuhnya hampir saja jatuh beruntung ia memegang pohon di sampingnya sehingga ia tidak terjatuh.


"Mikhail" lirih Valeria dengan suara bergetar.


Mendengar namanya disebut seketika Mikhail berbalik ke belakang dan tersenyum melihat sang mommy.


Valeria tak menyangka jika putranya juga memiliki jiwa psycopath sepertinya. Masih berumur tiga tahun saja Mikhail sudah menunjukkan tanda-tanda seorang psycopath.


Mikhail menatap sang mommy sambil tersenyum manis tapi Valeria tahu senyuman itu adalah senyum iblis yang haus darah dan sudah melakukan keinginannya untuk membunuh.


Bagaimana tidak saat ini tangan dan baju putranya berlumuran darah karena membunuh kelinci yang entah dari mana dengan sadis. Bagian pe***nya dikeluarkan, kedua kakinya terlepas dari tubuhnya, dan matanya dico***el.


"Dari mana kamu dapat pisau kater itu son?" tanya Valeria dengan tatapan tajam.


"Di sana mommy" tunjuk Mikhail ke arah samping danau.


"Sini sama mommy" ucap Valeria dengan suara lembut.


Mikhail membuang pisau kater di tanah dan berlalu menghampiri Valeria. Dengan sekali hentakan tubuh anaknya sudah berada dalam gendongannya.


"Ayok kita bersihkan pekerjaanmu son"


"Suruh pelayan saja mommy" ucap Mikhail dengan nada bossy.


"Kamu yang melakukannya jadi kamu harus membereskannya son. Ada beberapa hal yang harus kamu lakukan sendiri tanpa bantuan pelayan contohnya seperti ini" nasehat Valeria dengan suara lembut memberi pengertian kepada putranya.


Mikhail terdiam memikirkan ucapan sang mommy dan tak lama ia mengangguk kepalanya mengerti ucapan Valeria barusan.


Valeria melepas baju putranya yang berlumuran darah dan membungkus kelinci yang sudah tak bernyawa dengan baju putranya lalu membakarnya di tong sampah.


Setelah itu ia lalu mengajak putranya untuk membersihkan diri di rumah danau sebelum kembali ke kastil. Bukan tanpa alasan tapi Valeria tidak ingin orang lain tahu apa yang putranya miliki dalam tubuhnya.


Sepertinya gue harus lebih memantau putra gue mulai sekarang, batin Valeria sambil menatap Mikhail yang sedang minum.


"Sejak kapan kamu mendengar bisikan itu son?" tanya Valeria dengan suara lembut.


Mikhail diam sambil menatap mata sang mommy dengan tajam. Valeria menatap putranya langsung ke matanya seolah berkata tidak apa-apa untuk jujur.


"Apa aku aneh mommy?" tanya balik Mikhail setelah terdiam agak lama.


"Mau mendengarkan sebuah cerita son" tawar Valeria.


"Heeemm"


Valeria menuntun putranya keluar ke teras depan rumah danau untuk bersantai di kursi ayunan sambil menikmati semilir angin disana yang sangat menyejukkan di sore hari.


"Mommy sama seperti kamu son. Sejak mommy berumur 15 tahun dan tinggal di Jakarta mommy mulai mendengar suara bisik-bisik KILL THEM di telinga mommy. Awalnya mommy sangat takut tapi semakin lama suara bisikan itu terdengar seperti suara perintah yang mencoba mengambil alih hidup mommy" papar Valeria menceritakan kisah hidupnya.


Mikhail dengan tenang menatap sang mommy mendengar cerita mommynya yang sama seperti apa yang ia rasakan saat ini.


"Lalu?" tanya Mikhail dengan penasaran.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Valeria tersenyum manis melihat putranya yang menatapnya dengan penasaran ingin mendengarkan lebih lanjut tentang ceritanya.


"Mommy melawannya tak ingin dikendalikan oleh monster dalam tubuh mommy yang terus bersuara. Awalnya memang susah tapi dengan keinginan yang kuat akhirnya mommy bisa mengontrol dan mengendalikannya"


"Bagaimana caranya mommy"


"Tanamkan kata ini dalam otakmu son. Ini tubuh dan ragaku dan aku yang berhak atas diriku bukan kamu. Kamu itu hanya ilusi saja dan bukan pemilik atas tubuh dan ragaku" ucap Valeria dengan suara tegas.


"Just that" (hanya itu) ucap Mikhail dengan kening berkerut.


"Itu tidak mudah son karena yang bisa mengendalikan dia dalam tubuhmu hanya kamu sendiri saja. Terima dia dan jadikan dia sebagai bagian dari hidupmu tapi kontrol emosi dan jiwamu agar tidak dikendalikan"


"Aku akan mencobanya mommy"


"Itu baru anak mommy. Jangan pernah menyembunyikan hal seperti itu lagi dari mommy dan jangan berpikir kalau kamu itu aneh son" ucap Valeria dengan bijak.


"Thank's mommy" ucap Mikhail sambil memeluk erat Valeria.


Keduanya berpelukan dengan erat dan bercerita tentang asal mula Mikhail mendengar bisikan itu dan sejak kapan ia bisa mendengar bisikan tersebut.


Beruntung putranya baru mulai mendengar bisikan-bisikan tersebut sekitar 3 bulan yang lalu dan belum sampai fatal.


"Jadi kalian disini tidak mengajak daddy" ucap Thomas mengagetkan keduanya.


"Daddy" ucap Mikhail sambil menjulurkan tangannya minta digendong.


"Kamu semakin berat son" ucap Thomas menggoda putranya.


"Ckk!!" decak Mikhail dengan ketus.


Thomas terkekeh melihat wajah kesal putranya yang menurutnya sangat mengemaskan. Ia hanya menggoda putranya saja tadi karena memang Mikhail tidak berat sama sekali hanya postur tubuhnya yang seperti anak umur 5 tahun.


2 Tahun kemudian


"Kakakkkkk" teriak Natasha melengking di taman samping membuat seisi kastil menutup telinganya.


"Kenapa lagi bocah setan itu" dengus Thomas yang sedang bermanja dengan istrinya di lantai 3.


"Kamu seperti tidak mengetahui sifat putramu itu honey" ucap Valeria yang duduk di pangkuan suaminya.


Setiap hari Thomas selalu pusing dengan kelakuan putranya yang semakin hari semakin menjadi membuat adiknya menangis atau kesal.


Urusan anak-anak Thomas yang menghendelnya karena ia bekerja dari rumah sedangkan istrinya seperti biasa ke perusahaan tapi hanya beberapa jam saja.


Jika Valeria yang menjaga anaknya maka kedua anaknya akan berubah menjadi patuh, tapi jika suaminya maka Thomas akan naik darah mengurus kedua anaknya yang mempunyai sifat berbeda.


"Jangan terlalu stres honey. Aku tidak mau kamu sakit" ucap Valeria sambil mengelus rahang suaminya dengan lembut.


"I want you honey" (aku menginginkanmu sayang) ucap Thomas dengan suara serak berkabut gairah.


"Aku masih capek honey"


"Kamu cukup nikmati saja honey biar aku yang bekerja" ucap Thomas yang sudah terbakar gairah.


Valeria membiarkan suaminya menuntaskan hasratnya karena memang sudah seminggu Thomas tak mendapat jatahnya akibat Mikhail yang selalu menganggu mereka.


Keduanya menghabiskan waktu hari ini hanya di lantai 3 membiarkan pak Dev dan pelayan mengurus Mikhail dan Natasha di bawah sana.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Prang.............prang.........prang............aarrghh.......


Pak Dev memijit keningnya yang sakit melihat pemandangan didepannya yang sukses membuat dia kehilangan kata-kata.


Bagaimana tidak Mikhail berlari didalam kastil sambil menakuti adiknya dengan belalang yang ia temukan di taman samping tadi.


Huawaaa.....................


Tangis Natasha pecah saat Mikhail sudah mendekatinya. Natasha memeluk kaki pak Dev merasa sangat ketakutan melihat kakaknya yang tersenyum menyeringai menakutinya dengan belalang.


"Ayo sini sweety. Ini hadiah buat kamu" ucap Mikhail sambil terkekeh.


"Mommy daddy! Huawaaa...........blother ahat...........hiks hiks hiks" ucap Natasha dengan suara cadelnya sambil menangis histeris.


Grep............


Pak Dev mengendong Natasha yang sudah gemetaran memeluk kakinya dibawah sana. Mikhail terkekeh melihat wajah adiknya yang sudah ketakutan karena ulahnya.


"HENTIKAN MIKHAIL" hardik Thomas yang baru saja keluar dari lift setelah menuntaskan hasratnya bersama istrinya.


"Ckk!! Pengganggu" ketus Mikhail dengan sinis.


Thomas melotot mendengar ucapan putranya yang tak memperdulikan ucapannya. Dengan sekali hentakan tubuh Mikhail sudah berada di gendongan sang daddy.


"Put me down daddy! Put me down!!" (turunkan aku papa! Turunkan aku!!) teriak Mikhail menggelegar.


"No son. Kamu harus dihukum kali ini" ucap Thomas dengan suara tinggi.


"Daddy menyebalkan" hardik Mikhail dengan emosi.


"Kalau daddy menyebalkan kamu lebih menyebalkan son" ucap Thomas sambil terkekeh.


"Ckk!!" dengus Mikhail kesal sambil memberontak di gendongan Thomas.


Thomas tak memperdulikan teriakan putranya yang minta diturunkan. Ia terus berjalan mengendong Mikhail ke arah landasan pribadi di samping kastil.


"Daddy where we going?" (papa kita akan kemana) tanya Mikhail tak berontak lagi.


"Menepati janji daddy kemarin"


"Daddy tidak bercandakan" selidik Mikhail dengan tatapan tajam.


"No. Daddy akan menepati janji daddy hari ini" ucap Thomas dengan suara tegas.


"Yeay!!! Ayok kita segera berangkat daddy" pekik Mikhail dengan antusias.


"Heemmm"


Thomas membawa Mikhail ke pusat perbelanjaan paling terkenal di Dubai untuk menepati janjinya kemarin kepada sang putra.


Thomas memilih membawa helikopter sendiri karena ia ingin menikmati boy's day bersama putranya sekaligus ingin membicarakan kelakuan anaknya antara ayah dan anak.


Valeria yang melihat suami dan putranya sudah pergi dengan helikopter memandang keduanya dengan tatapan penuh cinta.


Ia bergegas keluar dari kamar untuk menghabiskan hari ini bersama dengan putrinya. Natasha yang melihat kedatangan Valeria segera berpindah dari gendongan pak Dev ke Valeria.


"Mommy" ucap Natasha dengan mata berkaca-kaca.


"Kenapa baby?" tanya Valeria sambil mencium putrinya di kening.


"Kakak" adu Natasha dengan bibir mengerucut.


"Jangan marah sama kakak dia hanya bercanda saja baby. Daddy sudah memarahi kakakmu baby" ucap Valeria dengan suara lembut.


"Benelan?" tanya Natasha dengan wajah polos.


"Heemmm"


Valeria membawa Natasha menuju taman kaca ingin menghabiskan waktu disana. Saat masuk ke dalam taman kaca seketika matanya melotot tajam melihat pemandangan didepannya.


"MIKHAIL ZENO PARKER" teriak Valeria menggelegar dengan tatapan berkilat tajam.


Huawaaa....................


Tangis Natasha seketika pecah mendengar teriakan sang mommy yang sangat menakutkan. Napas Valeria satu-satu menahan emosinya yang lagi-lagi melihat bunga kesayangannya hancur di tangan putra nakalnya itu.


❄❄❄❄❄


To be continue...................