Love Struggle

Love Struggle
Chapter 106



🌻Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan🌻


.


.


.


.


"Lepaskan aku" teriak Selir Leila menggelegar.


"Diam kamu wanita murahan!" bentak Loris dengan suara tinggi.


"Awas kamu Loris! Kamu akan menerima balasan ini semua!" hardik Selir Leila dengan suara tinggi.


"Hehehe.......aku tunggu hari itu" ucap Loris sambil terkekeh.


"Lihat saja Loris orang-orangku tidak akan melepaskan kamu setelah ini" ucap Selir Leila dengan tatapan membunuh.


"Oh maksudmu mereka" tunjuk Loris ke beberapa orang yang di tarik anak buahnya.


Brugh............


Mata Selir Leila melotot kaget melihat antek-anteknya yang sudah mati. Tatapan matanya menatap Loris dan Bryan dengan tajam seakan ingin membunuh keduanya saat ini juga.


"Bajingan kalian semua! Aku akan membalas semua perbuatan kalian hari ini" teriak Selir Leila dengan emosi.


Plak..........plak.........


2 Tamparan menggema di sana, Loris menatap Selir Leila dengan senyum smirk saat Bryan menamparnya barusan. Selir Leila kaget bukan main tak menyangka akan di tampar oleh Bryan.


Bibirnya sampai sobek karena tamparan Bryan yang sangat kuat tubuhnya bergetar ketakutan melihat tatapan tajam Bryan yang sangat mengerikan.


"Aku sarankan kamu simpan suaramu itu untuk sebentar perempuan tua!" bentak Bryan dengan suara tinggi.


"A....pa ya...ng ma...u kamu laku...kan" ucap Selir Leila dengan terbata.


Bryan tersenyum menyeringai menatap Selir Leila yang sudah gemetar didepannya. Ia sudah tak sabar menunggu si berengsek itu untuk membalaskan semua rasa sakit yang di alami oleh sang mama selama ini.


"Yang mulia pangeran kami menemukan putri mahkota bersembunyi di kamar pelayan" ucap anak buah Loris sambil menyeret Magdalena.


"Lepaskan aku manusia rendahan! Lepas!" teriak Magdalena.


Brugh..........Arrgghhhh...........


Teriak Magdalena saat di dorong dengan kuat sampai terjatuh di lantai. Ia berteriak kesakitan merasa kedua lututnya yang memar karena bersentuhan dengan lantai aula kerajaan.


Deg.............


Mata Magdalena melotot kaget melihat wajah sang mama yang ada bekas cap 5 jari.


Bahkan bibir mamanya juga robek entah karena apa, ia lalu mengedarkan pandangannya melihat semua orang yang berdiri menatapnya dengan wajah sinis.


"Kamu" tunjuk Magdalena tepat di hadapan Bryan.


"Singkirkan tangan kotormu dari yang mulia pangeran!" bentak Loris dengan emosi.


"Apa!" pekik Magdalena dengan kaget.


"Jangan sentuh putriku bajingan. Jika tidak" teriak Selir Leila.


"Jiak tidak apa perempuan tua" ucap Bryan dengan sinis.


"Kita akan dibunuhnya" ucap Loris sambil terkekeh.


Hahahaha...........


Seketika tawa Loris dan anak buahnya pecah melihat Selir Leila yang tak bisa berkutik. Magdalena memandang Bryan dengan tatapan membunuh karena sudah membunuh saudaranya.


"Kamu tahu? Biasa orang yang menatapku seperti kamu 2 jam kemudian dia mati" ucap Bryan sambil tersenyum menyeringai.


Glek........


Magdalena menelan salivanya dengan susah mendengar perkataan Bryan barusan. Ia tidak ingin mati muda masih ingin menikmati hidupnya saat ini.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Brugh...........


Semua mata memandang ke arah bunyi saat Ares melempar tubuh Raja Luigi seperti sampah. Apa lagi saat ini Raja Luigi hanya memakai boxer saja, Bryan tersenyum sinis melihat jejak keunguan bekas kiss mark bertebaran di dadanya.


"Wah wah wah.......lihat siapa ini" ucap Loris dengan cemooh.


"Sialan kamu Loris! Aku akan membalas semua ini!" bentak Raja Luigi.


"Aku tunggu Luigi. Tapi sebelum itu mending kamu berdoa saja agar hari ini kamu masih bisa bernapas"


"Berengsek kamu Loris" teriak Raja Luigi.


Bugh..........bugh..........bugh.......bugh.......


Brak..........


Tubuh Raja Luigi terpental menghantam meja sampai patah, karena mendapat tendangan di perutnya yang sangat kuat. Matanya memicing melihat siapa yang berani menendangnya dan seketika ia kaget bukan main.


"Ka....mu" ucap Raja Luigi terbata-bata.


"Lama tidak berjumpa pak tua" ucap Bryan sambil terkekeh.


"Dimana kamu sembunyikan perempuan berengsek itu!" bentak Raja Luigi dengan suara tinggi.


Mata Bryan mengelap mendengar ucapan Raja Luigi yang menghina sang mama. Tak membuang waktu ia langsung melampiaskan semua rasa sakit yang ia dan mamanya alami selama ini.


Bugh......bugh........bugh......krek.......krek.......


"Arrghhhh" teriak Raja Luigi bergema.


Bryan terus memukul Raja Luigi sampai mematahkan kedua tangannya. Bahkan ia terus menghajar Raja Luigi tak memberi waktu Raja Luigi untuk membalas atau mengelak.


"Ini untuk mamaku berengsek"


Bugh.......bugh......sret........sret.........


Bryan memukul dan menusuk Raja Luigi dengan belati yang sering ia bawa. Semua didalam sana hanya menonton saja apa yang dilakukan oleh Bryan, bahkan Selir Leila dan Magdalena mematung melihat Bryan yang memukul suami dan papa mereka.


"Dan ini untuk semua rakyat yang kamu aniaya selama ini berengsek"


Sret.........sret..........sret.........sret.........


Arrghhh.........


Jeritan kesakitan bergema di dalam kerajaan membuat siapa saja yang mendengarnya ketakutan. Bryan mengingat sang mama yang berteriak ketakutan setiap hari.


Air matanya menetes membayangkan sang mama yang kesakitan selama ini.


"Am.....pun aku mo....hon be.....rhen...ti" ucap Raja Luigi dengan napas satu-satu.


"Sakit! Heemm?" tanya Bryan dengan emosi.


"A....mp....n ini san....gat sa....kit" ucap Raja Luigi merasa sangat kesakitan.


"Apa dulu saat mamaku meminta berhenti karena sakit kamu berhenti" teriak Bryan dengan emosi.


Deg...........


Jantung Raja Luigi berdetak dengan cepat mendengar ucapan Bryan, ia mengingat saat ia mencambuk tubuh istrinya sendiri dan tidak memperdulikan teriakan kesakitan Ratu Camelia meminta berhenti.


"Aku akan membalas semua rasa sakit mamaku selama ini bajingan" teriak Bryan lagi.


"To.....long am....puni a...ku"


"Cambuk mereka bertiga sebanyak 50 kali dan sesudah itu siram tubuh mereka dengan air jeruk nipis" ucap Bryan dengan suara tinggi.


"Baik yang mulia pangeran" ucap anak buah Loris.


"Tidak jangan cambuk aku. Tidak!" teriak Magdalena dengan histeris.


"Lepas jangan cambuk aku. Lepas!! Lepaskan aku!" teriak Selir Leila.


Crash.......crash.......crash......crash......


Aarrghhhh........


Bunyi cambuk dan teriakan ketiganya bersahutan di dalam sana, pakaian Selir Leila dan Magdalena sudah terkoyak akibat cambukan. Bahkan bau anyir darah menyeruak di dalam sana saat tubuh ketiganya di siram air jeruk.


"Yang mulia pangeran apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Loris.


"Sebarkan berita kematian ketiganya di publik" ucap Bryan.


"Baik yang mulia pangeran. Lalu bagaimana dengan para pelayan yang selama ini mengabdi kepada meraka"


"Pecat mereka semua dan beri tanda di dahi mereka sebagai pemberontak dan usir mereka keluar dari wilayah kerajaan Wizpet" ucap Bryan dengan tatapan membunuh.


"Baik yang mulia pangeran"


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Hari itu semua pelayan dan penjaga kerajaan di pecat dan di usir dari kerajaan Wizpet. Bahkan hari itu juga dunia maya kembali di gemparkan dengan berita kematian Raja Luigi sekeluarga akibat kecelakaan mobil.


Bryan tersenyum smirk melihat berita yang beredar beberapa detik yang lalu. Ia lalu berjalan menghampiri ketiganya yang saat ini sedang di pasung di dalam ruang bawah tanah sama seperti sang mama waktu itu.


"Bagaimana apa kalian suka tinggal disini" ucap Bryan sambil tersenyum smirk.


"Berengsek kamu. Aku akan membalas semua ini anak rendahan!" bentak Magdalena.


Plak.......plak........plak........plak.......


4 tamparan di kedua pipi Magdalena membuat kepalanya seketika pening. Bryan lalu mengelap tangannya yang terkena darah Magdalena saat menampar barusan.


"Salahkan kedua orang tuamu yang sudah menyiksa mamaku selama ini"


"Bajingan kamu. Lepaskan anakku jangan sentuh dia" teriak Selir Leila.


"Selamat menikmati rumah kalian yang baru" ucap Bryan sambil terkekeh.


Bryan keluar meninggalkan Selir Leila dan Magdalena yang berteriak histeris. Ia tersenyum akhirnya bisa membalas semua yang mamanya alami selama ini.


Mama semua penderitaan mama selama ini akhirnya terbalas, batin Bryan sambil mengelap air matanya yang menetes.


Hari itu Bryan harus turun tangan langsung menyelesaikan semua kekacauan di kerajaan. Ia di bantu Loris membuat sistem pemerintah kerajaan yang baru serta menata ulang susunan menteri kerajaan.


~ Mansion Kusumo ~


Arinta dan Budi menatap Bianca dengan tatapan membunuh. Ketiganya duduk di ruang keluarga saling melihat tak ada satu pun yang berbicara, Budi sudah tidak memperdulikan Bianca lagi karena sangat emosi dengan kelakuannya waktu itu.


"Kamu urus dia sebelum aku membunuhnya" ucap Budi dengan emosi.


"Mas tenangkan diri kamu, jangan emosi" ucap Arinta.


Budi berlalu pergi tak membalas ucapan sang istri, mata Arinta langsung tertuju kepada Bianca yang duduk di depannya sambil menunduk. Ia membuang napasnya dengan kasar melihat tubuh Bianca yang penuh dengan luka.


"Masuk ke kamarmu sekarang dan jangan pernah keluar dari mansion" ucap Arinta dengan suara tegas.


"Baik bu"


"Satu lagi sebaiknya jangan pernah kamu bikin malu lagi nama Kusumo di luar sana"


"Iya bu"


Arinta segera pergi meninggalkan Bianca di ruang keluarga sendiri, pelayan dan bi Susi yang melihat kepulangan Bianca merasa tidak senang. Mereka berharap sebaiknya Bianca tidak lagi kembali ke mansion Kusumo.


Bianca mengepal tangannya saat mendengar bisik-bisik pelayan yang menghinanya. Ia berbalik ingin memarahi pelayan tapi ia urungkan niatnya saat melihat Bagas yang baru pulang.


"Menjauh dari hadapan gue pe****r" desis Bagas dengan suara dingin.


Bianca mundur dan menunduk tak berani melihat Bagas. Hatinya sangat sakit mendapat cibiran dari pelayan dan juga Bagas, padahal mereka satu darah tapi ia di perlakukan seperti sampah selama ini.


"Kalau gue pe****r bagaimana dengan loe yang memperkosa anak orang" gumam Bianca dengan sinis.


Tanpa ia sadari jika masalah Bagas sudah selesai karena terbukti Bagas tidak bersalah malahan dijebak. Bagas yang sudah di dalam kamar memandang ke luar memikirkan orang yang beberapa hari lalu memberikan ia sebuah flash.


Siapa dia dan kenapa dia ngasih gue semua bukti tentang gue yang ngak bersalah malam itu, batin Bagas dengan penasaran.


❄❄❄❄❄


To be continue.............