Love Struggle

Love Struggle
Chapter 103



🌻Masalah bukan tanda untuk kita berhenti berusaha tapi ia adalah sebuah petunjuk🌻


.


.


.


.


Valeria kaget bukan main mendengar ucapan Ares tentang Chloe, ia tak menyangka jika Chloe akan tertembak padahal ia sudah menyuruh anak buahnya menjaganya.


"Bagaimana bisa Ares!" bentak Valeria dengan emosi.


Ares lalu menunjukkan cctv sepanjang jalan saat Chloe keluar dari mansion. Valeria tak menyangka jika Chloe akan mengorbankan dirinya untuk sang suami yang menjadi sasaran musuh.


"Bodoh banget loe Chloe ngak pikir apa kalau loe itu lagi hamil" ucap Valeria dengan emosi.


Ares diam saja saat Valeria mengumpat dan memaki anak buah mereka yang tak becus menjaga Chloe. Tatapan mata Valeria berkilat dengan wajah merah padam seakan ingin membunuh semua anak buahnya.


"Dimana Chloe?" tanya Valeria dengan suara dingin.


"Sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit Wesly nyonya"


"Siapkan mobil sekarang!" bentak Valeria.


"Iya nyonya. Oh nyonya ada berita buruk lagi"


Valeria menatap Ares dengan tatapan membunuh ingin mencabiknya sekarang. Beruntung Ares adalah robot jadi tidak mengetahui situasi saat ini apa lagi merasakan aura yang menguar dari tubuhnya.


"Said it" (katakan) ucap Valeria dengan suara dingin.


"Ada yang menjual desain mobil terbaru kita nyonya"


Hahahahaha..........


Tawa Valeria seketika pecah mendengar ucapan Ares barusan, siapa saja yang mendengar tawa Valeria akan merinding ketakutan. Pasalnya kali ini ia bukan tertawa karena lucu tapi tertawa mengejek musuhnya.


"Identitas"


"Semua data mereka sudah saya kirim ke email nyonya"


"Heemmm! Jadi ada lebih dari satu orang ya" ucap Valeria sambil tersenyum menyeringai.


"Ada 3 orang nyonya"


"Beritahu Alfarezi untuk meeting setengah jam lagi dan bawa 3 pengkhianat itu ke kandang Boy dan Girl"


"Baik nyonya"


"Kamu pimpin meeting kali ini. Batalkan peluncuran kita bulan depan dan suruh tim desain membuat desain baru dalam waktu 3 hari"


"Iya nyonya"


"Suruh Jakson kirim pulang anak haram itu ke keluarga tercintanya" ucap Valeria dengan sinis.


"Baik nyonya dan ada pesan dari Zero ia akan kesini 2 hari lagi nyonya"


"Suruh Yorla jemput dia nanti"


"Baik nyonya"


Valeria berlalu pergi dengan tatapan dingin dan membunuh emosinya tak stabil memikirkan begitu banyak masalah yang terjadi hari ini.


Saat tiba di lobby Bryan dan Yorla menelan saliva dengan susah merasakan aura yang keluar dari tubuh Valeria.


Keduanya saling melirik bertanya apa yang terjadi dengan Valeria. Tak lama pesan masuk dari Ares membuat keduanya tahu apa yang terjadi dengan Valeria saat ini.


Mending gue diam aja jangan banyak tanya hari ini, batin Bryan.


Jangan sampai eke membangunkan singa yang sedang tidur, batin Yorla dengan takut.


Valeria segera masuk ke dalam mobil setelah pintu di bukakan oleh Raksa. Semua pengawal Valeria merinding merasakan aura sang master yang seperti ingin menerkam mangsanya saat ini juga.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Iring-iringan mobil Valeria segera meninggalkan hotel Arthur menuju Wesly Hospital. Sepanjang jalan hanya ada keheningan saja tak ada satu pun yang berbicara, tak berapa lama hp milik Valeria berdering panggilan masuk dari Andre.


^^^"Hemmm"^^^


"Master semua berita mengenai tuan muda udah gue hapus"


^^^"Apa yang loe dapat"^^^


"Ternyata tuan muda di jebak oleh putri rekannya"


^^^"B***h" desis Valeria dengan suara dingin.^^^


"Apa gue kirim bukti ini ke tuan muda master"


^^^"Kirim ke Ares"^^^


"Oke master"


Valeria lalu mematikan panggilannya sepihak tak membalas ucapan Andre. Bryan dan Yorla saling melirik bertanya apa yang sebenarnya terjadi.


"Orang yang kepo biasanya umurnya pendek loh" ucap Valeria dengan suara dingin.


Glek...........


Yorla dan Bryan menelan saliva dengan susah mendengar ucapan Valeria barusan.


Keduanya tak menyangka jika Valeria bisa menebak apa yang mereka pikirkan, Valeria menatap keduanya dengan tatapan membunuh sambil menelpon Ares.


"Halo master"


^^^"Отправьте все доказательства кангмаса, которые Андре отправил одному"^^^


^^^(Kirim semua bukti kangmas yang Andre kirim ke One) ucap Valeria dalam bahasa Rusia.^^^


"хорошо мадам" (baik nyonya)


^^^"Скажи одному, чтобы он дал доказательство непосредственно кангмасу" (Suruh One berikan langsung bukti itu ke kangmas)^^^


"хорошо мадам" (baik nyonya)


^^^"cкажи хоть немного поприветствовать двух тетушек и дядю этого внебрачного ребенка Ареса"^^^


^^^(Suruh One untuk memberi sedikit sambutan gue ke om dan tante anak haram itu Ares) ucap Valeria sambil terkekeh.^^^


"я скажу ее мадам" (Saya akan memberitahunya nyonya)


Valeria lalu mematikan panggilannya sepihak tak menggubris ucapan Ares. Ketiganya lalu diam tak berbicara satu kata pun selama di dalam mobil menuju rumah sakit Wesly.


~ Wesly Hospital ~


Sampainya di rumah sakit Wesly ketiganya bergegas menuju ruang operasi karena tahu pasti saat ini Chloe berada di sana. Dari jauh Valeria sudah mendengar suara bentakan dari Xavier mengenai stok darah golongan AB yang kebetulan habis.


"Ambil saja darahku kebetulan golongan darahku AB" ucap Valeria dengan suara dingin.


Bryan dan Yorla kaget mendengar penuturan Valeria mereka sangat tahu kalau Valeria bukan tipe orang yang suka ikut campur urusan orang lain. Xavier dan lainnya langsung melihat ke arah Valeria, Bryan, dan Yorla.


"Who are you?" (siapa kamu) tanya Xavier dengan tatapan membunuh dan dingin.


Valeria sedikit tersentak melihat tatapan Xavier tapi ia sekejap biasa saja. Berbeda dengan Bryan dan Yorla yang sudah gemetar merasakan aura Xavier yang sama seperti Valeria.


"Bos ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya nyawa nyonya lebih penting" ucap Albert.


"Heemmm" deham Xavier.


"Nona silahkan ikut saya" ucap suster tadi.


Selesai mendonorkan darahnya Valeria segera keluar dan duduk di depan ruang operasi menunggu operasi Chloe. Berjam-jam mereka menunggu akhirnya terdengar suara tangisan bayi.


Valeria melihat Xavier dengan tatapan iba setelah mendengar penuturan dokter barusan. Ia tadi sudah berusaha untuk menyelamatkan keduanya tapi ia terlambat mengirim paket tersebut ke Xavier.


Gue yakin loe bisa berjuang melewati ini semua Chloe karena loe itu wanita kuat dan tangguh, batin Valeria.


Tak berselang lama ada beberapa orang yang datang dan berbicara dengan Albert. Valeria hanya diam dan melirik sekilas tapi entah kenapa matanya tergerak untuk melihat orang di depannya.


Tatapan mata keduanya saling bertatapan seperti ada magnet yang membuat tatapan mata mereka tidak bisa terlepas. Valeria memutuskan pandangannya terlebih dahulu karena jantungnya berdetak dengan cepat saat melihat mata coklat dingin itu.


"Kenapa jantung gue" gumam Valeria.


"Ada apa dengan jantung aku" gumam Thomas.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Tak lama lampu tanda operasi mati menandakan operasi Chloe sudah berhasil. Kevin keluar dengan wajah lelah seakan memberitahu jika keadaan Chloe tidak baik-baik saja.


Valeria mendengar dengan saksama ucapan Kevin tentang kondisi Chloe yang kritis. Ia diam tidak bisa berbuat apa-apa akhirnya Chloe dipindahkan ke ruangan ICU.


"Mike ambil paket di sekertaris utama dan bawa kesini" ucap Albert setelah mendapat telpon dari sekertaris utama.


"Baik bos" ucap Mike.


"Sepertinya itu paket yang aku kirim" ucap Valeria dengan suara dingin setelah mendengar ucapan Albert tadi.


"Apa kamu yang berinisial VA?" tanya Albert.


"Heemmm"


"Apa yang kamu kirim?" tanya Thomas dengan cepat.


"Bom" ucap Valeria dengan santai.


"Apa" ucap Thomas dan Albert dengan kaget.


"Maksud kakak eke itu bom yang sudah di jinakkan oleh anak buah kami" ucap Yorla dengan suara gemulai.


"Apa maksudmu" ucap Albert dengan suara dingin.


"Ihhh.....ganteng-ganteng kok kayak kulkas samping eke sih" gumam Yorla dengan suara pelan.


"Yorla" desis Beyan dengan tatapan membunuh.


"Hehehe....sorry brother cuma bercanda kok" (maaf kakak) ucap Yorla cengesan.


"Anak buah Juan Nidas memasang bom di mobil bos kalian kebetulan anak buah kami mengetahuinya dan segera menjinakkannya sebelum meledak. Aku yakin Mrs. Wesly keluar sendiri dari mansion setelah mendapat pesan foto berisi bom di mobil bos kalian" papar Bryan menjelaskan.


"Wait dari mana kamu tahu nyonya keluar dari mansion sendiri" ucap Albert dengan tatapan tajam penuh selidik.


"Sebenarnya aku menaruh anak buahku mengawasi pergerakan anak buah Juan Nidas saat menonton rekaman cctv di apartemennya" ucap Valeria.


"Jangan bilang kamu hacker itu" ucap Thomas dengan kaget.


Valeria mengangguk kepalanya menjawab ucapan Thomas, mendengar hal tersebut Thomas segera menarik tangan Valeria untuk berbicara empat mata.


Melihat tangan saudaranya di tarik Bryan segera menghadang keduanya, Valeria memberi isyarat kalau ia bisa mengatasi hal ini. Bryan mengangguk kepala tanda menyetujui isyarat dari Valeria.


Thomas membawa Valeria menuju balkon samping di lorong ruang operasi. Valeria melihat tangannya yang di genggam Thomas sedari tadi, entah kenapa ia merasa nyaman dan hangat tidak seperti biasa yang tak suka kalau tubuhnya di sentuh orang.


"What do you want" (apa yang kamu inginkan) ucap Valeria dengan suara dingin.


"Apa alasan kamu membiarkan aku masuk begitu saja?" tanya Thomas dengan suara dingin.


Valeria mengangkat alisnya sebelah mendengar pertanyaan Thomas sedetik kemudian ia terkekeh setelah mengerti apa maksud ucapan Thomas.


"Kamu bisa menebaknya" ucap Valeria dengan santai.


"Who are you?"(siapa kamu) tanya Thomas dengan penasaran.


"Who am i??? I think it doesn't important for you Mr.Thomas Parker" (siapa saya???? saya pikir itu tidak penting untuk anda tuan Thomas Parker) ucap Valeria sambil tersenyum smirk.


Thomas kaget bukan main mendengar ucapan Valeria yang mengetahui namanya. Ia semakin yakin jika pemikirannya selama ini mengenai Valeria tidak salah.


"Menarik juga nona Valeria Anastasia atau presdir VA Corp" ucap Thomas menyeringai.


Valeria tersenyum smirk mendengar ucapan Thomas yang sudah mengetahui siapa sebenarnya dia. Melihat senyum Valeria entah kenapa membuat Thomas semakin penasaran dengan Valeria.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Kemampuan anda sangat luar biasa Mr. Parker tapi saya anjurkan sebaiknya anda jangan terlalu mengorek informasi pribadi saya sebelum saya menghancurkan keamanan perusahaan bosmu" bisik Valeria dengan suara dingin.


"Apa ini ancaman atau peringatan nona Anastasia" ucap Thomas menarik pinggang Valeria masuk ke dalam dekapannya.


Deg............deg...........


Jantung Valeria berdetak dengan cepat merasa hangat dan nyaman dalam dekapan Thomas. Begitu pula dengan Thomas yang merasa sangat berdebar saat memeluk pinggang ramping Valeria.


Karena terlalu nyaman Valeria sampai lupa sehingga memeluk Thomas dengan erat, tubuh Thomas menegang merasakan pelukan Valeria di tubuhnya. Keduanya saling berpelukan mencari kenyamanan meski tak ada status di antara mereka.


Biar sejenak gue lepas semua beban pikiran gue sebentar, batin Valeria.


S**t aroma tubuhnya sangat menggoda, batin Thomas yang mencium harum tubuh Valeria.


"You are mine" (kau milikku) bisik Thomas dengan suara berat.


"Heemmm" deham Valeria sambil mengangguk kepalanya.


Ia tak sadar mengangguk ucapan Thomas barusan tak lama pelukan keduanya terlepas saat hp keduanya sama-sama berbunyi.


"Eheemm" deham Thomas menetralkan degup jantungnya yang berdebar kencang.


Wajah Valeria merah padam merasa sangat malu sudah tak sadar memeluk Thomas orang yang baru pertama kali ia temui. Valeria segera beranjak pergi saat melihat pesan dari Andre tentang Bagas.


"Mr. Kendrick kami pamit pulang semoga Chloe bisa melewati masa kritisnya" pamit Valeria di depan ruang ICU.


"Terima kasih nona Anastasia untuk bantuannya" ucap Albert dengan suara dingin.


"Heemm"


Valeria segera beranjak pergi bersama Bryan dan Yorla, saat hendak berbelok tatapan mata Valeria dan Thomas saling menatap ada perasaan tak ingin pergi dari keduanya tapi ego mereka masih tinggi.


"Bryan 2 jam lagi loe berangkat ke Italia bareng Ares" ucap Valeria saat sudah berada di dalam mobil.


"Hah! Bukannya besok perginya Val?" tanya Bryan dengan kaget.


"Situasi disana semakin kacau. Loe harus bertindak cepat sebelum kedua orang itu melarikan diri"


"Ckk!! Jangan harap mereka bisa lari dari gue" pekik Bryan dengan emosi.


"Bereskan semua masalah keluarga loe jika ingin hidup loe sama nyokap loe aman"


"Heemmm"


"Yorla lusa loe jemput Zero di bandara"


"Yang benar sister" ucap Yorla dengan mata melotot.


"Heemmm"


"Ah! Akhirnya eke bisa ketemu oppa korea yang gantengnya aduhai" pekik Yorla dengan histeris.


Bryan menatap Yorla dengan tatapan ngeri mendengar ucapan Yorla barusan. Bulu kuduknya meremang membayangkan Yorla yang akan menempel seperti cicak dengan Zero.


❄❄❄❄❄


To be continue............