
π»Rasa suka itu hadir karena kamu mempunyai hati tapi disaat bersamaan rasa suka juga bisa berubah menjadi rasa benciπ»
.
.
.
.
Suasana di butik Arinta seketika berubah menjadi mencekam. Pasalnya 3 buah rancangan utama milik Arinta yang akan di peragakan di fashion week pekan depan sama persis dengan produk Sinta Malik yang baru saja di luncurkan.
"Kumpulkan semua tim fashion week dan karyawan kita sekarang di ruang meeting" bentak Arinta dengan emosi.
"Ba..i...k nyon....ya" ucap Ana dengan gugup.
Ana segera keluar dan menyuruh sekertaris Arinta untuk mengumpulkan semua karyawan dan tim fashion week di ruang meeting. Arinta sendiri sangat pusing di dalam ruang kerjanya memikirkan masalah desainnya.
"Bagaimana bisa produk Sinta sama persis dengan punyaku! Bahkan aku tahu kalau baju yang di keluarkan Sinta adalah desain milikku" ucap Arinta dengan bingung.
Meski desain mereka sama tapi Arinta sangat tahu ciri khas desainnya, bahkan itu ada pada produk baju dan dres yang di keluarkan Sinta barusan.
"Sepertinya ada pengkhianat di dalam sini" ucap Arinta dengan emosi.
Tok.......tok.......tok......tok.......
"Masuk" ucap Arinta dengan suara tegas.
"Nyonya semuanya sudah menunggu di ruang meeting" ucap Ana yang masuk ke ruangan Arinta.
"Baiklah kita kesana sekarang" ucap Arinta.
Arinta bangun dan membawa buku sketsanya menuju ruangan meeting. Tiba di ruang meeting Arinta masuk dan mengedarkan pandangannya melihat satu persatu karyawannya.
"Kalian pasti tahu kenapa aku kumpulkan kalian semua disini" ucap Arinta dengan suara tegas dan tatapan tajam.
"Tahu nyonya" ucap semua karyawan butik dengan serentak.
"Bisa kalian jelaskan bagaimana bisa produk baju dari SM butik bisa sama dengan desain kita yang akan diluncurkan pekan depan?" tanya Arinta dengan tatapan tajam.
"Sebelumnya maaf nyonya tapi kami tidak tahu bagaimana bisa desain mereka sama persis dengan punya nyonya" ucap Maya kepala tim fashion week Arinta.
"Bahkan kami sendiri bingung nyonya dengan produk mereka pasalnya produk mereka memiliki ciri khas desain yang sama persis dengan ciri khas nyonya" timpal Suci karyawan pemasaran.
Semua karyawan mengeluarkan semua pendapat mereka dan bersumpah tidak pernah berkhianat kepada Arinta. Arinta sendiri tahu bagaimana karakter karyawannya, karena bukan baru kali ini mereka bekerja sama.
"Aku tahu tidak ada satu pun dari kalian yang berkhianat padaku" ucap Arinta dengan tegas.
Semuanya tersenyum tulus karena sang nyonya sangat mempercayai mereka. Ana tahu jika masalah kali ini bukan dari karyawan mereka atau tim fashion week.
"Nyonya apa anda pernah memperlihatkan desain anda kepada orang lain" ucap Ana dengan hati-hati.
"Aku tidak pernah menunjukkan desainku pada orang luar bahkan keluargaku sendiri" ucap Arinta dengan tegas.
"Berarti ada yang mencuri data kita nyonya" ucap Maya.
"Kita tunggu hasil penyelidikan dari bagian keamanan" ucap Ana dengan suara tegas.
Arinta tersenyum melihat kegesitan asistennya yang bertindak dengan cepat. Sedari tadi ia tidak memikirkan tim keamanan yang ia bentuk untuk menjaga kerahasian data butiknya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Tak lama Andre masuk ke dalam ruang meeting mewakili tim keamanan, untuk menyampaikan hasil laporan investigasi dari timnya tadi.
"Selamat pagi nyonya" ucap Andre dengan sopan.
"Pagi pak Andre. Apa anda sudah menyelesaikan tugas anda?" tanya Arinta.
"Sudah nyonya"
"Hemmmm"
"Menurut hasil penyelidikan tim kami, semua data desain kita dan juga data fashion week kita tidak ada yang membobol nyonya, bahkan semua cctv di butik tidak ada yang mencurigakan. Di pastikan kebocoran data desain kali ini bukan dari dalam butik atau karyawan kita nyonya" papar Andre sambil menunjukan hasil penyelidikan timnya.
Arinta mengangguk-angguk kepalanya tanda mengerti. Jika bukan dari orang dalam berarti ada musuh dari luar tapi bagaimana bisa ia mengambil desainku.
"Nyonya apa kita akan membatalkan acara fashion kali ini?" tanya Maya.
"Tidak" ucap Arinta dengan suara tegas.
Semua karyawan diam tidak ada yang mengeluarkan satu kata pun. Mereka menunggu penjelasan sang nyonya karena saat ini hanya Arinta yang bisa mengatasi masalah kali ini.
"Acara fashion tetap berjalan sesuai jadwalnya dan 3 desain utama kita hapus dan buat rancangan terbaru" ucap Arinta.
"Tapi nyonya ini kan desain milik anda" ucap Ana.
"Apa kalian pikir masyarakat tidak akan bisa menilai di luar sana" ucap Arinta sambil tersenyum penuh arti.
Semuanya diam dan memikirkan ucapan Arinta, tak lama senyum puas muncul di bibir mereka setelah mengetahui maksud dari Arinta.
"Apa yang harus kami lakukan nyonya?" tanya Ana.
"Aku mohon kerja sama semuanya untuk mensukseskan acara ini. Buat tim marketing sebarkan informasi secara besar-besaran untuk fashion kali ini"
"Baik nyonya" ucap Luna kepala tim marketing.
"Maya kamu atur timmu agar membuat acara kali ini sempurna, bakar semua desain dan hasil produksi 3 baju utama yang lama dan ganti dengan yang baru"
"Baik nyonya" ucap Maya.
"Tim produksi segera siapkan supplay bahan-bahan berkualitas untuk desain kita yang baru"
"Siap nyonya" ucap Keysa ketua tim produksi.
"Untuk keamanan periksa setiap orang yang masuk ke bagian office tak terkecuali"
"Apa termasuk keluarga nyonya juga" ucap Andre.
"Semuanya tanpa memandang status" ucap Arinta penuh penekanan.
"Baik nyonya" ucap Andre dengan tegas.
"Meeting selesai silahkan kerjakan semua perintahku" ucap Arinta sambil berdiri.
Ana bersama sekertaris Arinta bangun dan segera berlalu keluar.
Sepanjang jalan Arinta terus memikirkan bagaimana rancangannya bisa dicuri, tak mau berpikir terlalu Arinta segera mengambil buku sketsanya untuk membuat rancangan yang lain.
~ Hotel Arjuna ~
Saat ini di ballroom hotel Arjuna sedang terjadi ketegangan, pasalnya saat ini Valeria sedang melawan tim dari Jakarta untuk lomba cerdas cermat tingkat nasional.
Kedua nilai masing-masing tim saat ini seimbang. Para penonton, guru, panitia, dan tim juri sedang menanti soal terakhir yang akan menjadi penentu lomba kali ini.
Tak lama soal muncul di layar monitor untuk pertanyaan terakhir. Dimana soalnya berbunyi Berapa luas daratan di Indonesia? Valeria dengan cepat menekan bel lebih dulu di depannya untuk menjawab soal tersebut.
"Ya silahkan nona Valeria apa jawaban anda dari soal di depan" ucap sang mc.
"1.919.440 km persegi" ucap Valeria dengan suara lantang tanpa ada keraguan.
"Jawabannya benar! Selamat kepada nona Valeria Anastasia Kusumo perwakilan dari SMP Kencana Solo yang memenangkan lomba kali ini" ucap sang mc dengan suara lantang menggelegar di dalam ballroom hotel.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Prok.......prok......prok.......prok........
Riuh tepuk tangan dan ucapan selamat menggema di dalam sana. Valeria bangun dan berjabat tangan dengan rekan tim lawannya, tak lupa ia juga mengucapkan selamat atas kemenangan lawannya di peringkat dua.
"Valeria ibu bangga sama kamu" ucap bu Wulan yang mendampingi Valeria.
"Terima kasih bu ini berkat doa dan dukungan dari ibu juga" ucap Valeria sambil tersenyum manis.
"Kepada para pemenang silahkan berdiri di atas podium" ucap sang mc.
Valeria maju dan berdiri di atas podium di bagian paling tengah. Semua juri dan tamu kehormatan dari dinas pendidikan dan pemerintahan bertepuk tangan memberikan pujian kepada 3 pemenang di depan.
"Kepada bapak gubernur Solo, bapak ketua dinas PPO pusat dan menteri pendidikan kami persilahkan untuk memberikan piagam kepada 3 pemenang lomba cerdas cermat tingkat nasional" ucap mc dengan sopan.
Ke tiga orang tersebut bangun dan memberikan piagam serta bunga dan hadiah lainnya kepada 3 pemenang. Valeria tersenyum bahagia saat ia mendapat piagam yang di berikan langsung oleh menteri pendidikan.
"Selamat nak Valeria sukses selalu ke depan dan raih cita-citamu setinggi langit" ucap bapak menteri pendidikan dengan tulus.
"Terima kasih pak" ucap Valeria sambil tersenyum bahagia.
"Silahkan lihat ke kamera untuk mengabadikan momen kali ini" ucap sang mc memberi pengarahan.
Valeria memegang piagam bersama bapak menteri saat berfoto bersama. Saat itu juga nama Valeria seketika menjadi terkenal karena menjadi pemenang termuda lomba cerdas cermat tingkat nasional.
Valeria tak kuasa menahan kebahagiannya yang ingin segera memberitahukan kepada keluarganya.
Saat hendak pulang Valeria tak sengaja melihat sang ayah bersama asisten ayahnya baru saja keluar dari restoran di hotel Arjuna.
"Ayah" panggil Valeria dengan suara agak keras.
Budi yang mendengar suara sang anak berbalik melihat ke belakang. Saat itu juga Valeria berlari dengan cepat menuju sang ayah.
"Valeria jangan lari nak kamu bisa jatuh" ucap Budi memperingati sang anak.
Valeria tidak perduli karena saat ini ia sangat bahagia, ia langsung memeluk sang ayah dengan erat sambil tertawa bahagia.
"Kamu lomba di sini Valeria?" tanya Budi.
"Selamat sayang ayah bangga sama kamu" ucap Budi dengan tulus.
"Tuan Kusumo" ucap ibu Wulan yang baru datang.
"Ibu Wulan terima kasih sudah mendampingi anak saya" ucap Budi dengan suara berwibawa.
"Sama-sama tuan, itu sudah menjadi tugas dan kewajiban saya sebagai guru Valeria" ucap ibu Wulan dengan sopan.
"Kalau begitu apa Valeria sudah bisa pulang bu"
"Iya bisa tuan Kusumo"
"Kami pamit ibu Wulan" ucap Budi.
"Bu Valeria pulang dulu ya, ibu pulangnya hati-hati ya bu" ucap Valeria.
"Iya nak kamu juga ya" ucap ibu Wulan.
"Iya bu permisi" ucap Valeria dengan sopan.
Valeria lalu pergi sambil mengandeng tangan sang ayah di ikuti oleh Dion. Valeria meminta Budi untuk mengantar ia ke butik sang ibu, Budi yang juga berencana ingin ke tempat sang istri segera menyuruh Dion menuju butik Arinta.
~ Arinta Butik ~
Selang 30 menit mobil Budi sudah sampai di depan butik Arinta, Dion segera turun membukakan pintu untuk Budi dan Valeria.
"Terima kasih om Dion" ucap Valeria.
Dion kaget saat Valeria memanggil dirinya dengan sebutan om, Budi yang melihat tampang terkejut sang asisten hanya terkekeh saja.
Apa gue udah terlalu tua ya jadi di panggil om, batin Dion dengan kesal.
Valeria sendiri sudah berjalan lebih dulu masuk ke dalam butik sang ibu diikuti oleh Budi dan Dion yang setia mendampingi sang tuan.
Sampai di lantai 3 Valeria mengerinyitkan kening melihat petugas keamanan yang berdiri di depan pintu masuk menuju office butik.
"Kenapa ngak masuk sayang?" tanya Budi dari belakang.
"Ayah kenapa ada penjaga di depan pintu" ucap Valeria sambil menunjuk dua orang petugas keamanan.
Budi juga bingung melihat kedua orang tersebut pasalnya baru kali ini ia melihat mereka berjaga di depan pintu. Ketiganya lalu berjalan menuju kantor Arinta dan langsung di tahan oleh tim keamanan.
"Maaf tuan tapi kami akan memeriksa tuan dan nona sebelum masuk" ucap Doni tim keamanan.
"Saya suaminya Arinta apa juga harus di periksa" ucap Budi dengan suara dingin.
"Semua ini atas perintah nyonya Arinta tuan mohon kerja samanya"
"Baiklah" ucap Budi.
Ia memilih di periksa agar tidak terjadi keributan, setelah di periksa dan mendapat ijin masuk ketiganya segera masuk ke dalam.
Sampai di depan ruangan Arinta keduanya lalu masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu. Arinta yang sedang mendesain segera mengangkat kepalanya saat mendengar pintu terbuka.
"Ibu" ucap Valeria sambil berlari menuju Arinta.
"Mas kamu" ucap Arinta dengan kening berkerut.
"Tadi aku ketemu sama Valeria di hotel Arjuna dan pulang sama-sama dengannya ke sini" ucap Budi menuju sang istri yang sedang di peluk Valeria.
"Bagaimana lomba kamu sayang?" tanya Arinta.
"Valeria dapat juara satu bu" ucap Valeria sambil tersenyum bahagia.
"Wah selamat sayang ibu bangga sama kamu nak" ucap Arinta.
"Terima kasih bu" ucap Valeria.
"Sayang kenapa ada pemeriksaan keamanan di depan kantor kerja kamu?" tanya Budi.
"Oh itu aku yang suruh mas soalnya data desain utama aku untuk acara fashion week minggu depan di curi mas" ucap Arinta sambil mengandeng keduanya menuju sofa.
"Maksudnya?" tanya Budi dengan bingung.
Arinta lalu menceritakan kejadian beberapa jam lalu tentang desainnya yang sama persis dengan saingan desainernya. Budi dan Valeria terkejut saat mendengar cerita Arinta.
"Jadi ibu harus membuat desain baru ya" ucap Valeria.
"Iya sayang biar bagaimana pun acara minggu depan tidak boleh gagal karena masalah ini" ucap Arinta.
"Apa aku suruh orangku untuk menyelidikinya sayang" ucap Budi.
"Ngak usah mas tim keamanan aku sudah menyelidiki masalah ini" ucap Arinta.
"Jika kamu ingin bantuan katakan saja sayang aku siap membantumu" ucap Budi dengan tulus.
"Iya mas"
"Ibu apa ini rancangan terbaru ibu" ucap Valeria sambil menunjuk desain sang ibu yang belum jadi.
"Iya nak itu masih belum jadi"
"Kenapa ibu ngak hilangin aja lengannya, serta buat perpotongan di bagian paha kiri bu, jadi kesannya simpel tapi berkelas bu" ucap Valeria.
"Benar juga ide kamu sayang" ucap Arinta dengan cepat.
"Mending ibu buat aja desain kali ini temanya pesta bu, jadi satu dres dan satu jas formal yang serasi dengan dres utama bu"
"Hemmm.........akan ibu pikirkan sayang makasih buat masukannya" ucap Arinta dengan tulus.
Budi hanya memperhatikan kedua orang di depannya dengan diam. Pasalnya ia sendiri juga tidak paham dengan namanya desain dan fashion, karena semua fashion pakaiannya di siapkan langsung oleh sang istri.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Hari itu Valeria memberikan ide-ide masukannya kepada Arinta mengenai rancangannya. Budi dengan setia menyuapi keduanya karena keduanya sangat sibuk sampai melupakan makan siang.
1 Minggu kemudian
Tak terasa sudah 1 minggu berlalu dari kejadian itu. Saat ini semua persiapan acara fashion week sedang di persiapkan karena tinggal beberapa jam lagi acaranya akan di mulai.
Bianca yang juga mendapat kesempatan untuk mempertunjukkan desainnya tak kalah antusias. Tapi bukan itu saja tujuannya karena ia kali ini ingin melihat nama Arinta hancur karena mengeluarkan produk yang sama dengan saingannya.
Tanpa Bianca sadari ternyata Arinta dan timnya sudah mengganti semua desain mereka. Bahkan saat ini mereka masih menyembunyikan desain utama mereka sebelum di pertunjukkan.
"Selamat malam para hadirin sekalian" ucap Keanu Angelo sebagai mc kali ini.
Keanu Angelo adalah salah satu host terpopuler di Indonesia, dia di undang langsung oleh Arinta untuk menjadi host untuk acara malam ini. Penampilannya yang memukau di atas panggung mengundang decak kagum para hadirin.
"Untuk malam ini ada dua orang desainer yang akan memperagakan busana desain mereka yaitu Arinta Cahya Kusumo - Winata dan anak asuhnya Bianca Angraini" ucap Keanu dengan heboh.
Prok.........prok........prok........
Riuh tepuk tangan membahana dalam aula ballroom hotel Kingdom. Semua tamu sudah tidak sabar lagi ingin melihat desain terbaru dari perancang terkenal yaitu Arinta Cahya Kusumo - Winata.
"Tanpa membuang waktu lagi mari kita sambut para model-model kita" teriak Keanu dengan suara kencang.
Alunan lagu semangat bergema diikuti langkah para model dengan busana-busana milik Arinta yang akan di luncurkan. Selang 20 menit model yang memakai rancangan Bianca segera keluar.
Semua orang berdecak kagum melihat rancangan anak asuh Arinta. Desain Bianca kali ini dres simpel dengan tali di bagian leher dan punggung yang terbuka, panjang gaunnya hingga mata kaki dengan bagian gown di hiasi batu kerlap-kerlip.
"Kita sambut Bianca Angraini" ucap Keanu.
Bianca berjalan sambil melambaikan tangannya menyusul model yang memakai rancangannya. Valeria dan keluarganya bertepuk tangan saat melihat Bianca yang berjalan keluar sambil tersenyum manis.
Bagas dan Budi yang melihat Bianca di atas panggung hanya menampilkan wajah datar dan dingin. Keduanya seakan engan untuk melihat dan memuji Bianca.
Bianca yang melihat tatapan sang ayah mendadak menjadi sedih, ia sangat sakit hati karena sang ayah seakan tidak perduli dengan apa yang ia capai saat ini.
"Pastinya semua tamu hadirin disini sudah tidak sabar kan untuk acara puncaknya" ucap Keanu.
Arinta
Arinta, Arinta aku cinta semua desainmu
Teriakan para pengemar Arinta mengema di dalam ballroom tempat acara. Semuanya sudah tidak sabar untuk melihat rancangan terbaru sang idola kali ini.
"Kita sambut model-model utama kita bersama perancang kita yaitu nyonya Arinta Cahya Kusumo - Winata" ucap Keanu.
Sreeet...
Tirai seketika terbuka dan ke tiga model papan atas saat ini segera keluar dengan baju desain Arinta. Riuh teriakan para hadirin menggema saat melihat desain baju utama Arinta dengan 3 model papan atas.
"Woowww........desain yang spektakuler" ucap para hadirin dengan decak kagum.
Arinta mengeluarkan satu set couple baju pesta berwarna cream yang elegan dan berkelas, dan satu dress musim gugur yang simpel dan elegan.
Ketiga model berjalan di atas catwalk dengan langkah profesional mengikuti alur musik, tiba di depan ketiganya berputar mempertunjukan bagian baju belakang yang mereka pakai.
Arinta lalu keluar paling terakhir sambil melambaikan tangannya kepada semua hadirin. Bianca yang melihat dari backstage mengepalkan tangannya dengan emosi.
Lagi-lagi usahanya untuk menjatuhkan Arinta lewat karirnya gagal. Ia menatap tajam Arinta di atas panggung dengan tatapan tajam dan penuh dendam.
"Sial" ucap Bianca dengan emosi.
βββββ
To be continue.............
Jangan lupa beri dukungan kalian lewat vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€