Love Struggle

Love Struggle
Chapter 56



🌻Cerita hari ini adalah hari ini saja jangan bawa cerita hari ke hari esok karena esok mempunyai ceritanya sendiri🌻


.


.


.


.


Setelah menerima laptop dan berkas miliknya dari om Dion, Valeria segera berlalu masuk ke dalam kamar. Dion yang melihat kepergian Valeria terus memikirkan nasib Valeria ke depan.


"Abang harus percaya nona muda pasti bisa menjaga dirinya sendiri dan dia tidak lemah seperti yang kita pikirkan" ucap Ana sambil menepuk pundak Dion.


"Tapi nona muda masih terlalu kecil untuk hidup di luar sana sendirian" ucap Dion sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


"Aku yakin nona muda punya alasannya sendiri kenapa ingin pergi"


"Maksud kamu sayang?" tanya Dion dengan bingung.


"Ngak mudah harus tinggal dekat orang yang kita sayangi bang tapi mereka sudah menorehkan luka di hati kita. Apa lagi keluarga nona muda semuanya berada di sini"


Dion memikirkan ucapan Ana dan membenarkannya. Memang tidak mudah menjadi Valeria apa lagi ia harus berada di sekitar keluarga yang sudah mengusirnya.


Dion dan Ana duduk sambil memikirkan kejadian yang menimpa Valeria. Mereka tak tahu bagaimana bisa di saat bersamaan Valeria mendapat masalah yang bertubi-tubi.


Aku rasa ada seseorang yang sengaja ingin menghancurkan keluarga tuan dan nyonya, batin Dion dengan curiga.


Semoga nona muda bisa menemukan kebahagiannya sendiri di luar sana, batin Ana.


Berbeda dengan Dion dan Ana yang berada di ruang tamu saat ini Valeria sibuk mengetik di layar laptop sederetan huruf-huruf yang tak dimengerti orang awam.


Valeria ingin mencari tahu akar permasalahan yang menimpanya dimulai dari club tempat ia datangi.


Entah kenapa Valeria merasa ini bukan Bianca saja yang terlibat tapi ada beberapa orang yang terlibat dalam masalah ini.


"Gue akan mencari tahu semua yang kalian lakukan ke gue" gumam Valeria dengan tatapan tajam.


Seketika jari-jarinya berhenti di atas laptop ia memikirkan kalau saat ini bukan waktu yang tepat untuk mencari tahu siapa dalang yang terlibat di balik masalahnya.


Saat ini waktunya ia harus memikirkan masa depannya sendiri untuk membalaskan dendamnya. Valeria berpikir untuk pergi jauh dari kota kelahirannya.


Valeria lalu menghapus semua jejaknya yang terekam cctv di manapun setelah kejadian itu. Bahkan ia sudah merubah data dirinya menjadi Valeria Anastasia tanpa embel nama besar Kusumo.


"Welcome to new life Valeria Anastasia" ucap Valeria sambil melihat identitasnya yang baru.


Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat. Pagi ini tiba-tiba apartemen Dion kedatangan seorang tamu yang sangat penting di kota ini.


Dia adalah Kanjeng Ayu Putri atau eyang putri dari Valeria. Dion dan Ana yang melihat siapa yang datang langsung memberi hormat menyambut kedatangan kanjeng Putri.


"Selamat datang di kediaman saya Kanjeng Ayu" ucap Dion sambil membungkuk.


"Terima kasih atas sambutannya Dion" ucap Putri dengan suara lembut.


"Silahkan duduk Kanjeng Ayu" ucap Ana mempersilahkan Putri duduk di sofa.


Ketiganya lalu duduk di sofa sambil berhadapan. Valeria yang akan keluar dari kamar menghentikan langkahnya saat mendengar suara yang sangat ia kenali.


"Eyang putri" gumam Valeria dengan suara pelan.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Maaf Kanjeng Ayu kalau boleh tahu ada perihal apa Kanjeng Ayu datang ke tempat saya?" tanya Dion dengan sopan.


"Maaf kalau aku datang bertamu pagi-pagi Dion tapi kedatangan aku kesini menyangkut tentang Valeria" ucap Putri dengan raut wajah sedih.


Ana dan Dion saling melirik mendengar ucapan Putri barusan. Sudah bisa di tebak kemana arah pembicaraan mereka kali ini.


"Dimana Valeria sekarang Dion?" tanya Putri dengan mata berkaca-kaca.


"Maaf Kanjeng Ayu saya tidak tahu dimana keberadaan nona muda sekarang" jawab Dion sambil menggelengkan kepalanya.


"Aku yakin cucuku tidak bersalah karena aku sangat tahu bagaimana sifat cucuku itu. Aku yakin ada seseorang yang menjebaknya........hiks hiks hiks" ucap Putri sambil menangis.


"Maaf Kanjeng Ayu tapi memang saya tidak tahu dimana keberadaan nona muda sekarang" ucap Dion.


"Bukannya kamu yang membawanya pergi dari mansion anakku" ucap Putri dengan tatapan selidik.


"Benar kanjeng Ayu. Tapi saat itu sewaktu nona muda saya bawa ke rumah sakit untuk di obati dan selesai di obati nona muda menghilang begitu saja Kanjeng Ayu" ucap Dion mengarang cerita.


Mendengar ucapan Dion barusan membuat Ana terkejut setelah beberapa detik barulah ia mengerti maksud Dion berbohong karena mereka sudah berjanji merahasiakan keberadaan Valeria.


"Hiks hiks hiks.........bagaimana bisa kamu kehilangan cucuku Dion. Valeria masih terlalu sangat kecil untuk hidup di luar sana sendirian.........hiks hiks hiks" ucap Putri sambil menangis tersedu-sedu.


Ana dan Dion hanya diam saja tidak bisa berbuat apa-apa. Keduanya juga sedih melihat Putri yang menangis seperti itu karena tak menemukan keberadaan Valeria.


"Hiks hiks........kamu dimana Valeria.......hiks hiks.......eyang sangat mencemaskan kamu nak.......hiks hiks" ucap Putri dengan histeris.


Valeria yang mendengar tangisan sang eyang dari dalam kamar juga ikut menangis. Ia tak menyangka jika sang eyang akan lebih mempercayainya dari pada kedua orang taunya.


"Eyang terima kasih sudah percaya kepada Valeria dan mengkhawatirkan Valeria" gumam Valeria sambil menangis.


Ia membekap mulutnya sendiri agar tangisannya tak sampai di luar. Valeria merasa hatinya sangat senang karena ternyata masih ada orang di keluarganya yang mengkhawatirkannya.


Putri yang tak mendapat informasi keberadaan Valeria segera pulang dengan wajah sedih. Sudah tidak ada harapan lagi ia bisa menemukan keberadaan cucunya saat ini.


Ya Tuhan lindungilah cucuku dimana pun ia berada saat ini, batin Putri sambil berdoa dalam hati dengan tulus.


Setelah kepergian Putri dari apartemennya Dion segera pergi ke perusahaan karena sebentar lagi sudah jam masuk kerja.


Tak terasa hari ini adalah hari dimana Valeria akan pergi. Sudah dari subuh ia bangun dan membereskan semua barangnya meski hanya 3 potong baju dan beberapa berkas penting miliknya.


Saat Valeria keluar dari kamar ia langsung di sambut tatapan sedih dari Dion dan Ana. Keduanya lalu memeluk Valeria tak kuasa melihatnya pergi.


"Nona muda apa tidak bisa di pikirkan lagi?" tanya Dion dengan suara serak menahan air mata yang akan tumpah.


"Tidak" ucap Valeria dengan singkat dan tegas.


Dion membuang napasnya dengan kasar mendengar ucapan tegas Valeria barusan. Sudah di pastikan keinginan Valeria saat ini tidak di bisa di ganggu gugat.


"Baiklah kalau nona muda maunya begitu tapi saya mohon jaga diri nona muda di luar sana" ucap Dion penuh harap.


"Heemmm" deham Valeria sambil mengangguk kepalanya.


"Nona muda kalau suatu saat nona muda butuh bantuan kami jangan pernah sungkan hubungi mbak dan om Dion ya" ucap Ana dengan mata berkaca-kaca.


"Terima kasih" ucap Valeria dengan tulus meski wajahnya datar dan tak ada ekspresi apapun.


Setelah itu Valeria memeluk Dion dan Ana dan pergi dari sana. Awalnya Dion ingin mengantar Valeria tapi di tolak oleh Valeria ia tak mau Dion dan lainnya tahu kemana ia akan pergi.


Saat pintu apartemen Dion tertutup seketika tangis Ana pecah. Ia sedari tadi menahan tangisnya tapi setelah melihat Valeria pergi ia sudah tak bisa menahannya lagi.


"Hiks hiks..........abang kenapa nona muda harus mendapat cobaan seperti ini" ucap Ana sambil menangis histeris.


"Jangan menangis lagi sayang kamu harus yakin nona muda pasti baik-baik saja di luar sana" ucap Dion dengan sedih.


Dion menatap pintu apartemennya berharap pintu itu terbuka lagi dan menampilkan sosok Valeria. Tapi itu semua angan-angannya karena hal itu tidak akan pernah terjadi.


~ Bandar udara Adi Soemarmo ~


Taksi yang di tumpangi Valeria sudah berhenti tepat di lobby bandar udara internasional Adi Soemarmo. Valeria turun sambil memakai hoodie berwarna hitam menutup kepalanya tak lupa masker dan kaca mata hitam.


Satu ransel kecil di belakangnya untuk menaruh semua barang pribadinya. Ia lalu melangkah masuk ke dalam bandara setelah membayar taksi.


Valeria melihat tiket di tangannya setelah mengambil tiket pesanannya tadi pagi. Perasaan marah, sedih, sakit hati, kecewa, dan dendam dalam hatinya bercampur menjadi satu.


Ia tak bisa mendeskripsikan bagaimana hatinya saat ini. Valeria hanya tahu saat ini ia ingin pergi jauh dan menenangkan diri serta merubah identitasnya.


Tak lama panggilan untuk para penumpang terdengar karena sebentar lagi pesawat akan terbang. Valeria saat ini sudah berada dalam pesawat yang akan membawanya ke tujuannya.


"Selamat tinggal Valeria Anastasia Kusumo serta semua kenangannya di kota ini dan selamat datang Valeria Anastasia" gumam Valeria dengan suara sangat pelan.


Tes...........


Satu tetes air matanya jatuh mengingat semua kenangannya selama 15 tahun sebagai Valeria Anastasia Kusumo.


Kini semuanya berubah karena Valeria seperti lahir kembali dengan nama baru yaitu Valeria Anastasia.


3 Bulan kemudian


Saat ini seorang gadis cantik sedang memandang suasana malam hari dari balkon apartemennya. Sudah 3 bulan berlalu sejak kedatangannya ke kota ini.


Tatapan matanya yang setajam pedang tak ada rasa takut atau apapun dari tatapannya hanya ada tatapan kosong. Ia seperti mayat hidup yang hidup di dunia tanpa ada perasaan apapun dalam dirinya.


Rambut panjangnya yang dulu berwarna hitam kecoklatan sekarang berubah menjadi warna biru aqua. Semua aturan yang dulu di ikutinya karena sang ibu sudah tidak ia pedulikan.


Sekarang hanya ada gadis yatim piatu yang tidak punya keluarga. Semua data diri Valeria sudah ia rubah dimana ia adalah anak panti asuhan yang sejak lahir tidak mengenal siapa ayah dan ibunya.


Dia seperti terlahir baru dengan penampilan baru, sifat baru, dan nama baru yaitu Valeria Anastasia. Ya gadis cantik itu adalah Valeria.


Sejak 3 bulan yang lalu Valeria datang ke ibu kota Indonesia tepatnya Jakarta untuk memulai hidup baru di kota ini.


Ia memilih kota Jakarta sebagai tujuannya karena ia yakin mantan keluarganya tidak akan pernah tahu jika ia berada di kota ini.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Bukan tanpa alasan Valeria memilih Jakarta sebagai tujuannya karena ia bisa menebak kalau semua keluarganya tidak akan tahu jika ia berada di sini.


Bagaimana seorang gadis remaja yang tidak punya uang sepeser pun bisa hidup di kota metropolitan.


Tanpa mereka tahu kalau Valeria adalah anak yang paling kaya saat ini. Sejak ia menekuni hobinya membuat program dan menjadi hacker profesional ia sudah mengumpulkan pundi-pundi uang hasil jerih payahnya sendiri.


Bahkan sekarang Valeria sudah mempunyai perusahaan sendiri yang baru ia bangun di Dubai dengan nama VA Corp. Entah bagaimana caranya Valeria bisa mengakuisisi perusahaan di Dubai yang mengalami colaps.


Ia membeli perusahaan itu dan menganti nama perusahaan itu dengan singkatan namanya. Semua urusan pekerjaan ia berikan kepada orang kepercayaannya di sana.


Ia mengurus perusahaannya lewat belakang layar dan mengontrol semuanya.


Belum pernah ada yang tahu siapa pemilik perusahaan yang baru bukan hanya itu saja Valeria juga seorang hacker misterius yang terkenal di dunia pemrograman.


"Sepertinya aku harus membentuk kelompok sendiri untuk mengontrol semua pekerjaanku" gumam Valeria dengan suara dingin.


Meski tubuhnya berada di tempat tapi otaknya sedang berpikir semua tujuan yang harus ia lakukan. Valeria yang saat ini masih duduk di bangku sekolah juga tidak mau orang lain tahu identitas aslinya.


~ Bandar Udara Adi Soemarmo ~


Suasana siang hari ini sangat terik di kota Solo. Tiba-tiba langkah kaki seorang pemuda tampan dengan postur tubuh tegak keluar dari jet pribadi milik sang ayah.


Kaca mata hitam bertengger di hidung mancungnya menambah kadar ketampanannya semakin tinggi. Ia berjalan dengan langkah tegap menuruni tangga menuju mobil yang sudah terparkir di bawa.


"Selamat datang kembali tuan muda" ucap para pengawal serentak.


Pemuda itu hanya diam menatap mereka semua tanpa membalas sapaan mereka. Ia lalu masuk ke dalam mobil setelah pengawal membuka pintu.


"Kita ke mansion" ucap Bagas dengan suara dingin dan datar.


"Baik tuan muda" ucap pak Udin.


Ya pemuda tampan itu adalah Bagas Panji Kusumo kakak kandung dari Valeria yang sangat menyayanginya. Setelah 3 bulan akhirnya Bagas pulang ke tanah air setelah menyelesaikan kuliahnya di Oxford.


Kedatangannya kali ini tidak di ketahui oleh keluarganya karena ia ingin membuat kejutan untuk mereka semua. Tanpa Bagas tahu kalau bukan mereka yang akan mendapat kejutan tapi dia.


"Kangmas sudah kangen sekali sama kamu dek" gumam Bagas dengan suara sangat pelan.


Meski sangat pelan tapi pak Udin yang sedang menyetir dengan jelas mendengar apa yang ia katakan.


Pak Udin menelan salivanya dengan susah karena ia sangat yakin sebentar lagi akan ada kekacauan besar di mansion Kusumo.


❄❄❄❄❄


To be continue...............


Hay guys jangan lupa beri dukungan kalian lewat vote, like, rating, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀