Love Struggle

Love Struggle
Chapter 14



🌻Orang yang bahagia adalah orang yang selalu bersyukur dalam segala hal🌻


.


.


.


.


Keesokan harinya Bagas yang hari ini tidak ke sekolah karena ada minggu tenang sebelum ujian, memilih menghabiskan waktu di mansion.


Tepat pukul 14:00 bunyi deru mobil jemputan Valeria dan Bianca berhenti di depan pintu mansion. Bagas yang tahu itu adalah Valeria memilih menunggunya di ruang keluarga.


Valeria dan Bianca lalu masuk ke dalam mansion sambil bercerita tentang kegiatan mereka. Saat sampai di ruang keluarga Valeria lalu berlari dengan cepat menuju Bagas.


"Jangan lari dong dek nanti kamu jatuh gimana" ucap Bagas dengan sangat lembut.


"Kangmas ngak ke sekolah hari ini ya?" tanya Valeria saat sudah sampai dan memeluk Bagas.


"Kan kangmas lagi minggu tenang dek" ucap Bagas sambil mengelus kepala Valeria dengan lembut.


Bianca yang melihat keduanya memutar matanya dengan malas, Bagas sempat melihat hal tersebut tapi ia diam ingin melihat reaksi Bianca lagi.


Kayaknya beneran deh dugaan gue, batin Bagas penuh curiga.


"Kangmas, Valeria gue ke kamar dulu ya" ucap Bianca dengan suara lembut.


Ia menahan emosinya yang melihat keduanya seakan tidak menganggap dirinya. Belum juga Valeria dan Bagas membalas ucapan Bianca, ia sudah lebih dulu berjalan masuk ke kamarnya.


"Dek entar ke kamar kangmas ya"


"Buat apa kangmas?" tanya Valeria dengan penasaran.


"Ntar aja nanti kangmas kasi tahu" ucap Bagas sambil beranjak pergi.


Valeria yang tahu sifat sang kakak tidak bertanya lagi, ia akan menunggu sampai di beritahu oleh Bagas. Valeria lalu segera naik ke lantai dua untuk berganti pakaian seragam.


"Fuihh..............capeknya" ucap Valeria sambil menghempaskan badannya ke ranjang.


Ting....


Hp Valeria berbunyi tanda ada pesan masuk. Ia mengambil hpnya dan mengecek siapa yang mengirim pesan barusan.


Tike my friend


"Hay Val. Entar loe ikut ngak ke acara si Yasmin"


Valeria mengingat jika hari ini ia di undang ke acara ulang tahun teman sekelasnya yaitu Yasmin.


Gue ikut ngak ya soalnya gue belum ijin sama ibu lagi, batin Valeria.


Tika my friend


^^^"Gue gak tahu soalnya gue belum minta ijin ke ortu gue"^^^


"Ye elah Val ikut dong lagian loe juga jarang datang ke acara anak-anak"


^^^"Iya tunggu gue minta ijin sama ibu gue kalau di kasi ya gue ikutlah say"^^^


"Pokoknya gue ngak mau tahu, loe harus datang ya sayπŸ˜‰πŸ˜‰"


^^^"Ya elah pemaksaan ini namanya. Gue usahain ya say, ngak janji gueπŸ˜†πŸ˜†"^^^


"Hadeh ngak yakin gue entar loe datang😧"


^^^"πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…Itu loe tahu jawabannya"^^^


"Ihh......loe ma gitu, udah minta ijin sama nyokap loe habis itu beritahu gue ya cantikπŸ˜‰πŸ˜"


^^^"IyaiyaπŸ‘Œ"^^^


Valeria lalu menelpon Arinta untuk meminta ijin. Pada dering pertama panggilannya tidak diangkat sampai panggilan ketiga juga belum diangkat.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Karena panggilannya tidak diangkat Valeria memutuskan untuk membersihkan diri. Baru saja ia keluar dari kamar mandi menuju walk in closet hpnya berbunyi dengan keras.


"Ibu" ucap Valeria saat melihat id pemanggil di hpnya.


^^^"Halo ibu"^^^


"Halo sayang, maaf tadi ibu lagi ada klien makanya ngak ngangkat panggilan kamu"


^^^"Oh iya ngak apa-apa kok bu"^^^


"Kenapa tadi kamu nelpon Valeria?" tanya Arinta dari seberang.


^^^"Itu bu Valeria mau minta ijin bu"^^^


"Mau kemana"


^^^"Tadi teman sekelas Valeria ngundang Valeria ke acara ultahnya dia entar malam bu"^^^


"Memangnya teman kamu siapa nak"


^^^"Yasmin Wijaya bu"^^^


"Acaranya jam berapa?" tanya Arinta lagi.


^^^"Jam 6 sore bu"^^^


"Yaudah ibu ijinin tapi kamu pulangnya jangan sampai larut ya sayang"


^^^"Siap bu. Makasih ya bu" ucap Valeria dengan senang.^^^


"Minta kangmas buat nganter jemput kamu ya nak"


^^^"Iya bu"^^^


"Ya sudah ibu tutup dulu, love you"


^^^"Love you too mom"^^^


Valeria sangat senang karena Arinta mengijinkannya pergi malam ini. Valeria lalu berlari keluar dari kamar menuju kamar Bagas.


Brak........


Bagas yang berada di dalam kamar seketika kaget saat pintu kamarnya di buka dengan keras. Baru saja ia akan memarahi siapa yang masuk tapi ia urungkan karena yang masuk adalah adik kesayangannya.


"Kangmas" panggil Valeria dengan suara kencang.


"Aduh dek kuping kangmas belum budek ngak usah teriak-teriak kayak di hutan deh" ucap Bagas dengan kesal.


"Hehehe.......maaf kangmas abis Valeria lagi senang sih" ucap Valeria sambil memamerkan giginya.


"Tumben! Memangnya adek kangmas yang cantik ini senang kenapa sih"


"Aku di ijinin ibu ke pesta ultah teman aku kangmas"


"Hemmmm! Jadi?"


"Ibu nyuruh kangmas buat nganter jemput Valeria entar"


"Apa kangmas ngak mau" ucap Bagas dengan kaget.


"Loh kenapa?" tanya Valeria dengan bingung.


"Kangmas ada urusan minta pak Udin yang anterin kamu aja dek"


"Ngak mau kangmas. Aku maunya di antar sama kangmas, lagian ini kan perintah ibu kangmas"


"Ngak ah kangmas ngak mau" tolak Bagas kekuh.


"Pokoknya kangmas harus anterin Valeria kalau ngak Valeria laporin sama ayah"


Mendengar nama sang ayah disebut Bagas langsung mau mengantar Valeria. Bagas sangat takut pada sang ayah karena Budi adalah orang yang keras dan tegas.


Valeria tersenyum manis setelah Bagas mau mengantar ia pergi ke acara ultah Yasmin. Valeria lalu kembali ke kamarnya tak lupa mengabari Tika kalau ia juga akan datang.


Tak terasa waktu berlalu dengan cepat dan saat ini Bagas sedang menunggu Valeria dia ruang keluarga. Tak lama Bianca muncul dan langsung duduk di sofa berseberangan dengan Bagas.


Bagas yang tahu kehadiran Bianca tidak memperdulikannya dan tetap melanjutkan kegiatannya. Tak lama Valeria turun dari tangga atas memakai dress pendek berwarna kuning yang serasi dengan warna kulitnya yang putih bersih.


"Dek kamu cantik banget" puji Bagas sambil berdiri menghampiri Valeria.


"Ah! Kangmas bisa aja" ucap Valeria yang tersipu malu.


"Beneran kok dek kayaknya nanti kecantikan kamu ngalahin yang ultah dek"


"Ihhhh.........kangmas ngak boleh ngomong kayak gitu dong" ucap Valeria sambil menatap tajam Bagas.


"Iya iya kalau gitu yuk berangkat dek entar telat lagi"


"Iya kangmas"


Keduanya lalu berjalan sambil bergandengan tangan. Sampai di depan Bianca tak lupa Valeria menyapanya dan pamit pergi.


Bianca yang melihat keduanya sangat dekat merasa sangat iri. Ia sedari dulu ingin punya kakak atau adik untuk diajak bercanda, tapi sampai saat ini itu semua tidak akan pernah terjadi.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Di dalam mobil Bagas yang mengingat kedekatan Valeria dan Bianca segera mengutarakan maksudnya. Ia akan menasehati Valeria agar tidak terlalu dekat dengan Bianca.


"Dek ada yang pengen kangmas omongin" ucap Bagas dengan suara tegas.


"Omong aja kangmas" ucap Valeria sambil menatap Bagas.


"Kamu jangan terlalu dekat sama Bianca ya"


"Kangmas ngerasa kayak dia itu anaknya ngak baik dek"


"Kangmas jangan ngomong kayak gitu deh, biar bagaimana pun Bianca itu saudara kita meski beda ibu"


"Tapi dek" ucap Bagas yang langsung di potong Valeria.


"Kangmas sampai kapanpun Valeria ngak akan pernah jauhi Bianca, kasihan dia kangmas" ucap Valeria dengan memohon.


"Terserah kamu aja dek tapi kalau suatu saat sifat anak itu berubah kamu harus jauhi dia ya" ucap Bagas dengan suara tegas.


"Oke kangmas"


Tak lama mobil Bagas berhenti di sebuah rumah mewah di kompleks perumahaan elit. Valeria lalu keluar tak lupa mengucapkan terima kasih.


Melihat adiknya sudah masuk ke dalam Bagas segera melajukan mobilnya pergi ke tempat nongkrong. Di dalam tempat pesta Valeria segera menghampiri Yasmin pemilik acara.


"Yasmin selamat ulang tahun ya" ucap Valeria sambil cipika-cipiki.


"Terima kasih ya Valeria udah datang ke ultah gue"


"Sama-sama nih ada hadiah buat loe, moga suka ya" ucap Valeria dengan senyum manis.


"Thanks again ya Valeria"


"Heemmm! Gue gabung sama anak-anak dulu ya"


"Nikmati acaranya ya Val"


"Oke"


Valeria segera beranjak mencari Tika karena ia sangat risih di tatap oleh banyak orang. Valeria yang melihat Tika sedang mengobrol bersama dengan teman sekelasnya segera menghampirinya.


"Tika"


"Val akhirnya loe nyampe juga" ucap Tika dengan senang.


"Hemmmm"


"Hay Val loe datang juga ya" ucap Aldo.


"Iya" ucap Valeria dengan singkat.


Mereka lalu bercerita banyak hal tapi tidak dengan Valeria yang hanya menimpali saja. Valeria melihat sudah jam 20:00 ia segera pamit pulang, Rian yang melihat Valeria sudah pulang bergegas menghampirinya.


"Loe udah mau balik?" tanya Rian.


"Iya nih, soalnya gue ngak diijinin pulang larut"


"Oh, pulang sama siapa?" tanya Rian.


"Sama kangmas gue tapi dari tadi nomornya ngak aktif ni" ucap Valeria dengan gusar.


"Mau gue anterin?" tawar Rian.


"Emang jemputan loe udah datang?" tanya Valeria dengan polos.


Rian hanya terkekeh dan menarik tangan Valeria keluar, Valeria yang merasa risih di tarik segera menarik tangannya sampai lepas.


"Sorry gue ngak sengaja" ucap Rian.


"Hemmm! Not problem"


"Ayo gue anterin" ajak Rian.


"Pake apa?" tanya Valeria.


"Pake mobil gue"


"Hahh! Loe bisa bawa mobil? Emang loe punya SIM ya? Orang tua loe ijinin loe bawa mobil sendiri bukannya loe masih di bawah umur ya?" tanya Valeria beruntun.


Rian yang baru pertama kali mendengar Valeria bicara panjang lebar, tersenyum sambil memamerkan giginya. Valeria bingung melihat Rian karena ditanya bukannya dijawab malah tersenyum.


"Kenapa loe senyum-senyum gitu" ucap Valeria dengan penasaran.


"Ngak apa-apa kok cuma baru kali ini gue dengar loe ngomong panjang banget"


Eeh................


Rian kembali menarik tangan Valeria menuju mobilnya, Valeria yang masih mencerna ucapan Rian tak tahu jika mereka saat ini sudah berada di dalam mobil.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Saat mobil dihidupkan Valeria akhirnya sadar dari pemikirannya. Ia terlihat bingung melihat sekitarnya karena saat ini mereka sudah berada di dalam mobil.


"Kok gue udah di dalam mobil?" tanya Valeria dengan bingung.


"Loe masih sehatkan Valeria?" tanya balik Rian.


"Apa maksud lo?" tanya Valeria sambil menatap tajam Rian.


"Ya karena loe dari tadi kayak orang bingung gitu"


"Gue masih sehat walafiat kok ngak stres thu"


"Hemmm"


"Btw loe betulkan bisa nyetir?" tanya Valeria dengan penasaran.


"Tenang aja. Loe bakal selamat ampe mansion loe nanti, bahkan ngak akan kekurangan apapun"


"Hemmmm"


Keduanya lalu pergi dari tempat pesta, saat itu Riri yang juga diundang ke pesta Yasmin segera mengirim pesan ke Bianca. Entah kenapa ia merasa harus mengirim pesan ke Bianca tentang kedekatan Valeria dan Rian.


~ Keraton Winata ~


Budi dan Arinta saat ini sedang berada di keraton Winata kediaman kedua orang tua Arinta. Putri yang melihat kedatangan putri bungsunya segera bangun menyapa keduanya.


"Akhirnya kalian berdua nyampe juga" ucap Putri.


"Iya bu. Apa semuanya sudah hadir bu?" tanya Arinta.


"Sudah nak ayok kita ke ruang keluarga" ajak Putri dengan lembut.


"Bu maaf ya kita terlambat datangnya soalnya tadi aku masih meeting di perusahaan" ucap Budi dengan sopan.


"Ngak apa-apa kok ibu ngerti nak" ucap Putri sambil tersenyum manis.


"Iya bu" ucap Budi.


Ketiganya lalu masuk bersama menuju ruang keluarga. Sampai disana Arinta dan Budi segera menyapa ayah dan sanak saudaranya.


"Kamu makin cantik aja Arinta" ucap tante Iren adik dari Arya.


"Terima kasih tante, tante juga makin tambah cantik" ucap Arinta.


"Hahahahaha........kamu bisa aja, udah tua gini masih di bilang cantik" ucap tante Iren dengan malu-malu.


"Beneran kok tan aku ngomongnya sesuai kenyataan" ucap Arinta.


"Yang benar" ucap Iren dengan antusias.


"Iya tante" ucap Arinta.


"Mungkin karena efek perawatan tante selama ini ya.............hahahaha" ucap tante Iren sambil tertawa.


"Mungkin juga tante"


Keduanya terus mengobrol seakan hanya mereka berdua saja disana. Wina yang melihat kedekatan Arinta dan tante mereka merasa sangat kesal.


Eeehhhmmm........


Deham Arya menyadarkan keduanya, Arinta tersenyum kikuk melihat semua pandangan mata tertuju padanya. Budi hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sang istri.


"Kalian pasti sudah tahu kan kenapa aku panggil kalian semua kesini" ucap Arya dengan suara tegas.


"Iya yah, kangmas" ucap mereka semua dengan serentak.


"Lusa adalah hari penting buat keluarga kita, jadi aku minta semuanya mengambil bagian" ucap Arya.


"Maaf ayah tapi lusa Bagas akan mengikuti ujian akhir nasional hari pertama jadi anakku tidak bisa hadir" ucap Budi.


Arinta tersenyum hangat melihat sang suami yang peka karena mengetahui jadwal anak mereka. Budi sendiri hanya menampilkan wajah datar di hadapan semuanya.


"Tapi kata ayah barusan bukannya kita semua harus hadir ya" ucap Wina dengan sinis.


"Anak aku kan harus belajar mbak. Lagian ini UAN bukan ujian biasa jadi otomatis tidak bisa hadir" ucap Arinta dengan tatapan tajam.


"Mau ujian kek atau apa tetap harus ikut ambil bagian dong" ucap Wina kekeh dengan pendapatnya.


"Kalau begitu keluarga aku semuanya tidak ikut kegiatan ini, karena aku lebih pentingkan urusan anak aku dari pada yang lain" potong Budi dengan suara tegas.


Budi segera berdiri sambil merapikan jas mahalnya, Arinta yang melihat suaminya berdiri juga ikut berdiri karena ia tahu sang suami saat ini sangat emosi.


Semuanya kaget tak menyangka jika Budi akan berkata seperti itu dan segera pergi. Arinta lalu pamit kepada kedua orang tuanya mengikuti sang suami.


Plak.......


Bunyi tamparan bergema di dalam ruang keluarga, Wina tak menyangka jika mertuanya yaitu Arya akan menamparnya di depan umum. Bahkan suaminya saat ini menatapnya dengan tajam seakan ingin membunuhnya.


Kenapa semuanya pada ngeliatin aku kayak gitu ya, batin Wina penuh tanda tanya.


❄❄❄❄❄


To be continue............


Jangan lupa beri dukungan kalian lewat vote, like, komen, dan rating yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀