
π»Bertambah usia di saat kita berulang tahun bukan berarti kita semakin tua tapi kita mempunyai kesempatan untuk merubah diri kita menjadi pribadi yang lebih baikπ»
.
.
.
.
"Nyonya apa anda ingin sesuatu?" tanya pak Dev saat Valeria keluar dari lift di lantai 1.
"Pergi" usir Valeria dengan suara dingin.
"Baik nyonya" pak Dev dan beberapa pelayan segera pergi dari hadapan Valeria.
"Nyonya besok adalah hari ulang tahun tuan" ucap Ares yang muncul dari halaman belakang.
Langkah kaki Valeria terhenti mendengar ucapan Ares beruntung Valeria membuat pengingat otomatis di Ares tentang hal-hal penting setiap tahun.
"Pak Dev" teriak Valeria bergema.
"Iya nyonya" ucap pak Dev yang berdiri tak jauh dari tempat Valeria berdiri.
"Panggil Raksa dan lainnya sekarang juga. Suruh koki buatkan kue ulang tahun dalam waktu 30 menit" ucap Valeria memberi perintah.
"Baik nyonya" ucap pak Dev yang langsung mengambil HT (Halkie Talkie) di dalam saku celananya.
Bagas yang mendengar teriakan Valeria barusan segera keluar dari kamar ingin mencari tahu apa yang terjadi.
"Dek kamu kenapa teriak?" tanya Bagas dengan wajah bantal.
"Bukan urusan kangmas" ketus Valeria dengan sinis.
Phew.............
Bagas diam saja tak mengucapkan satu katapun ke adiknya karena semenjak hamil sifat adiknya berubah drastis mungkin pembawaan bayi dalam kandungannya.
"Master" ucap Rehan yang datang bersama istrinya dokter Lauren dengan napas ngos-ngosan karena berlari.
"Suruh anak buah loe siapin kembang api sekarang" ucap Valeria sambil menatap Rehan.
"Buat apa master?" tanya Rehan.
"Ngak usah banyak nanya kerjain aja yang gue suruh!" hardik Valeria dengan suara tinggi.
"Maaf master"
"Loe suruh pelayan semua siapin hp mereka dan hidupkan senter kedap-kedip di dalam hutan saat aba-aba dari Ares" tunjuk Valeria ke arah dokter Lauren.
"Baik nyonya"
"Besok ultah suami gue jadi gue mau buat kejutan buat suami gue malam ini tepat jam 12 nanti" ucap Valeria dengan senyum tipis sudah tak sabar.
Akhirnya terjawab juga apa yang sedari tadi di pikirkan oleh Rehan dan lainnya. Dengan cepat mereka semua bergegas pergi melakukan perintah Valeria karena waktunya tinggal 1 jam lagi.
"Dek aku bantuin apa?" tanya Bagas menunjuk dirinya.
"Cukup kangmas diam dan lihat aja" ketus Valeria sambil berlalu pergi.
Apa gue ada salah sama Valeria? Kenapa dia marah-marah terus sama gue, batin Bagas dengan bingung.
Bagas bergegas kembali ke kamarnya dan membangunkan istrinya untuk melihat kejutan yang dibuat Valeria untuk suaminya.
Sedangkan Budi dan Arinta yang berada di dalam kamar mereka keduanya tak tahu apa yang terjadi di luar karena kamar yang mereka tempati itu kedap suara.
Valeria pergi ke dalam hutan di temani Ares menaiki golf car yang disediakan disana. Beruntung ada kendaraan itu jadi Valeria tak akan capek menuju rumah danau di tengah hutan yang jauh dari kastil.
"Sial. Gue lupa bawa jaket tadi" dengus Valeria dengan kesal saat merasakan hembusan angin di dalam hutan.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Thomas yang tertidur di kursi depan rumah danau mengerjab mata saat merasakan cahaya lampu menyorotnya.
Ia mengedipkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya membuat silau. Tak lama lampu itu mati dan muncullah sosok wanita yang sangat ia cintai bersama Ares di belakangnya.
"Honey" ucap Thomas dengan senang.
Valeria duduk di pangkuan suaminya sambil memeluk tubuhnya dengan erat menenangkan perasaan kacau didalam hati dan pikirannya.
"Ada apa! Hemm?" tanya Thomas sambil mengelus kepala istrinya dengan lembut.
"Dingin honey" adu Valeria yang memang sedang kedinginan.
"Ares kenapa kamu tidak memberikan jaket ke istriku sebelum datang!" bentak Thomas menatap Ares dengan tajam.
"Maaf tuan" ucap Ares dengan wajah datar.
"Ckk!" decak Thomas dengan kesal.
Thomas memakaikan jaket miliknya ke Valeria agar lebih hangat. Valeria lalu mengambil hp suaminya dan menyalakannya melihat sudah jam berapa dan sisa 5 menit lagi jam 12 tepat.
"Honey aku pengen ke sana" tunjuk Valeria kearah jembatan kayu mengarah ke danau.
"Disana dingin honey. Besok saja ya" bujuk Thomas.
"Aku maunya sekarang honey" ketus Valeria dengan tatapan kesal.
"Baiklah" ucap Thomas mengiyakan saja tak ingin membuat istrinya kesal.
Keduanya berjalan menuju jembatan kayu dimana Thomas berjalan lebih dulu karena disuruh Valeria. Tepat pukul 00:00 Valeria menyuruh suaminya menengok ke samping dan kaget melihat cahaya yang sangat indah dari dalam hutan.
"Itu apa honey" tunjuk Thomas yang baru melihat ada cahaya seperti lampu kedap-kedip di hutan sana.
"Indah ya honey" ucap Valeria.
"Sangat indah" jawab Thomas dengan cepat.
"Honey" panggil Valeria dengan suara lembut.
"Selamat ulang tahun suamiku" ucap Valeria dengan senyum manis.
"Selamat ulang tahun tuan" ucap pak Dev, Ares, dan para pelayan yang entah kapan sudah berada di sana.
Duar.............duar..........duar..........duar.......
Bunyi ledakan kembang api di langit membuat langit malam ini sangat indah apa lagi tulisan HAPPY BIRTHDAY SUAMIKU saat kembang api meledak di langit barusan.
"Honey.........hiks hiks hiks" ucap Thomas tak kuasa menahan air matanya mendapat kejutan dari istrinya.
"Tiup lilin dulu honey tapi jangan lupa buat permohonan honey"
Tuhan terima kasih atas kebahagian yang aku rasakan saat ini semoga kebahagian ini jangan berlalu dari hidupku dan keluargaku.
Amin
Setelah membuat permohonan Thomas segera meniup lilin dan langsung memeluk istrinya dengan erat. Beruntung kue ulang tahun tadi sudah di ambil oleh Ares saat melihat gelagat tuannya.
"Terima kasih buat kejutannya honey. Terima kasih" ucap Thomas dengan bahagia.
"Sama-sama suamiku"
"Selamat ulang tahun adik ipar" ucap Bagas yang baru saja datang bersama Camelia.
"Terima kasih"
"Selamat ulang tahun Thomas" ucap Camelia dengan gugup.
"Terima kasih"
Setelah kejutan tadi semuanya bergegas kembali ke kastil meninggalkan Thomas, Valeria, dan Ares di rumah danau.
Malam ini Valeria ingin beristirahat di rumah danau bersama suaminya. Kebahagian Thomas malam ini tak akan pernah ia lupakan apa lagi setelah keduanya melakukan hubungan intim di dalam rumah danau dengan panas.
"I love you my wife" ucap Thomas setelah ambruk di samping tubuh Valeria.
"I love you too my husband" ucap Valeria dengan senyum manis.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Thomas memeluk tubuh istrinya dengan erat sambil mengelus perut buncit sang istri. Ia sudah tak sabar menanti kelahiran anak pertama mereka yang sudah ditungu-tunggu.
"Ada yang menganggu pikiranmu honey?" tanya Thomas seakan tahu istrinya sedari tadi seperti gelisah memikirkan sesuatu.
"Apa aku berdosa menorehkan luka yang sama kepada keduanya honey?" tanya Valeria dengan tatapan sendu.
"Bagaimana dengan hatimu honey?" tanya balik Thomas yang tahu siapa yang dimaksud istrinya.
Valeria menggelengkan kepalanya menjawab jika ia tidak tahu apa yang hatinya inginkan. Karena memang hatinya terasa hampa tidak ada rasa puas setelah menorehkan luka yang sama ke kedua mantan orang tuanya.
"Kamu tahu honey.."
"Aku tidak tahu" jawab Valeria dengan cepat.
"Aku belum selesai honey" kesal Thomas.
"Heemmm! Lanjutkan honey" ucap Valeria dengan santai.
"Dulu waktu aku remaja aku sangat mengutuk kedua orang tuaku yang menelantarkan aku bahkan aku bersumpah akan membunuh mereka jika aku bertemu dengan mereka" papar Thomas menerawang kembali ingatannya.
"Tapi saat aku beranjak dewasa akhirnya aku menemukan keberadaan mereka. Aku pikir dengan menemukan mereka aku akan puas dan senang membalas rasa sakit di hati aku tapi ternyata aku salah honey" Thomas menjeda ucapannya sambil membuang napasnya dengan kasar.
"Lalu?" tanya Valeria semakin penasaran.
"Aku menyesal sudah mengutuk dan memaki mereka selama itu tanpa tahu kalau mereka sudah meninggal sejak aku berumur 1 tahun dan karena hal itu aku harus hidup sendiri di jalanan sampai aku bertemu dengan bos"
Valeria menghapus air mata suaminya yang jatuh saat menceritakan masa lalunya yang sangat menyakitkan.
"Sebelum kamu terlambat menyesal seperti aku ada baiknya kamu berpikir kembali honey"
"Aku tahu honey"
"Memaafkan bukan berarti kamu kalah honey. Tapi kamu membuktikan kalau kamu lebih baik dari mereka" nasehat Thomas sambil menatap istrinya dengan tatapan penuh cinta.
Hiks.............hiks.............hiks.........
Valeria menangis dalam pelukan suaminya mengingat semua yang sudah ia lakukan kepada kedua orang tuanya selama ini. Ia juga mengingat ucapan eyang putri yang mengatakan hal yang sama seperti suaminya.
Keesokan harinya perusahan VA Corp banyak sekali mendapat kiriman hadiah ulang tahun untuk Thomas dari rekan kerja mereka yang tersebar di seluruh dunia.
Ares menyuruh pak Dev memindai semua kado sebelum di bawah masuk ke dalam kastil. Sedangkan Thomas sendiri tidak ingin merayakannya karena ia hanya ingin merayakan bersama istrinya saja.
~ Bandar Udara Internasional Dubai (DXB) ~
Setelah balasan jam akhirnya pesawat yang di tumpangi Jeslyn dan Vanesa tiba di bandara DXB di Dubai.
Keduanya lalu bergegas menuju hotel yang sudah Jeslyn pesan untuk keduanya. Saat berada di dalam taksi Jeslyn dan Vanesa saling berbicara dengan bahasa Meksiko untuk pertemuan mereka besok.
"Apa yang nona rencanakan" tulis Jeslyn di layar hpnya.
Vanesa melirik Jeslyn dengan alis terangkat sebelah tak mengerti apa yang dimaksud oleh Jeslyn. Saat ia ingin berbicara ia langsung dipotong oleh Jeslyn dengan gerakan isyarat untuk diam.
Ada alat pelacak dan rekaman di dalam tas yang nona pakai. Hp milik nona juga sudah disadap.
Mata Vanesa seakan ingin keluar dari tempatnya membaca tulisan Jeslyn. Dengan cepat ia juga menulis di hpnya lalu menunjukkan ke Jeslyn.
Siapa?
Nyonya yang melakukannya semalam nona saat nona tidur
Duar.............
βββββ
To be continue...........