Love Struggle

Love Struggle
Chapter 13



🌻Suatu saat kamu akan mengingatku, entah sebagai orang bodoh yang berhasil kamu tipu atau sebagai orang baik yang kamu sia-siakan🌻


.


.


.


.


Suasana sangat meriah saat kemunculan Arinta di atas panggung. Valeria dan Bagas seketika berdiri dan bertepuk tangan menyambut kehadiran sang ibu.


"Kangmas ibu berhasil" ucap Valeria dengan senyum bahagia.


"Iya dek" ucap Bagas sambil tersenyum hangat.


Budi sendiri melihat sang istri dengan bangga, pasalnya minggu lalu istrinya sempat drop karena desainnya sama dengan saingan Arinta. Tapi hari ini istrinya membuktikan kalau ia berhasil meski harus membuat rancangan baru.


"Desain yang sangat menakjubkan dari nyonya Arinta" ucap Keanu dengan decak kagum.


Prok........prok..........prok.........prok.........


Riuh tepuk tangan hadirin bergema di dalam ballroom tersebut. Mereka sangat setuju dengan ucapan Keanu barusan tentang desain Arinta yang terbaru.


"Bagaimana para hadirin apa kalian semua penasaran dari mana inspirasi dari desainer kita" ucap Keanu.


"Ya" ucap semua hadirin dengan serentak.


"Kalau begitu tak berlama-lama kita berikan waktu kepada nyonya Arinta" ucap Keanu dengan suara lantang menggelegar di dalam ballroom.


"Terima kasih Keanu atas kesempatannya, untuk inspirasi saya tentang desain kali ini yaitu dari keluarga saya sendiri" ucap Arinta dengan suara lembut sambil tersenyum manis.


"Wuuuuuuuu"


Teriakan para hadirin dan decak kagum mereka saat Arinta tersenyum manis di atas panggung. Arinta melihat suami dan anak-anaknya sambil tersenyum hangat.


"Terima kasih untuk suamiku dan kedua anak-anakku karena kalianlah inspirasiku kali ini, dan kepada semua karyawan dan para penggemarku sekalian terima kasih atas dukungan kalian karena tanpa kalian nama Arinta Cahya Kusumo -Winata tidak akan menjadi terkenal seperti saat ini" ucap Arinta sambil membungkuk tanda mengucapkan terima kasih.


Prok.........prok...........prok........prok..........


Riuh tepuk tangan menggema di dalam sana, Arinta lalu turun dari atas panggung dan langsung di sambut pelukan hangat dari sang suami.


"I'm so proud of you my wife" (aku sangat bangga kepadamu istriku) bisik Budi di telinga Arinta.


"Terima kasih suamiku" ucap Arinta dengan tulus.


"Ibu selamat ya atas keberhasilannya" ucap Bagas sambil memberikan bunga dan mencium pipi Arinta.


"Terima kasih anak ibu yang paling genteng" ucap Arinta sambil mencium balik pipi sang anak.


"Ibu selamat ya" ucap Valeria sambil memeluk Arinta.


"Terima kasih sayang"


Semua tamu hadirin memberikan ucapan selamat atas kesuksesan fashion week milik Arinta kali ini. Keluarga besar Arinta dan juga Budi turut mengucapkan selamat.


"Selamat ya nak ibu bangga sama kamu" ucap Putri dengan tulus.


"Terima kasih bu" ucap Arinta.


"Satu kata buat kamu dek.......woooww" puji Aji sambil tersenyum hangat.


"Kangmas bisa aja" ucap Arinta sambil cekikan.


Meski Arinta tak menyukai istri dari kakaknya tapi ia sangat menyayangi sang kakak. Putri lalu mengedarkan pandangannya mencari Bianca dan melihat ia berdiri di backstage.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Putri lalu berjalan menghampiri Bianca sambil membawa sebuah buket bunga. Tiba disana Putri langsung memeluk Bianca dan memberikannya ucapan selamat.


"Nenek bangga sama kamu nak" ucap Putri dengan tulus.


"Terima kasih nek" ucap Bianca sambil tersenyum manis.


Putri lalu mengandeng Bianca menuju ke tempat keluarganya. Saat tiba disana Budi dan Bagas menatap tajam Bianca dengan tatapan tidak suka, berbeda dengan Arinta dan Valeria yang menatap Bianca dengan senyum manis.


"Ca selamat ya gue ngak nyangka desain loe bagus banget" ucap Valeria sambil memeluk Bianca.


"Makasih ya Val" ucap Bianca sambil membalas pelukan Valeria.


"Bianca selamat ya tante kagum dengan pencapaian kamu kali ini" ucap Arinta dengan tulus.


"Terima kasih tante"


Semua kaluarga besar Arinta memberikan ucapan selamat kepada Bianca. Bahkan Sandra pun juga turut mengucapkan selamat meski ia sangat engan.


Bianca tersenyum penuh arti melihat Sandra yang tidak berani menatap matanya lagi kali ini. Para wartawan lalu mengambil gambar Arinta sekeluarga tak terkecuali dengan Bianca juga.


Nama Bianca dan Arinta menjadi pencarian nomor satu di dunia maya karena berhasil mengguncang dunia fashion dengan rancangan mereka berdua.


Melihat namanya yang sangat terkenal di dunia maya, Bianca tersenyum bahagia di dalam kamar. Meski tadi ia sempat emosi akan keberhasilan Arinta tapi tetap tidak mengurangi rasa bahagianya.


"Ibu lihat kan Bianca dari sana, sekarang Bianca udah jadi terkenal dan ini semua untuk ibu" ucap Bianca dengan tulus.


Tes............


Air matanya jatuh saat melihat foto sang ibu, ia sangat sedih di tinggal sendiri oleh sang ibu dan harus merasakan kehidupan yang sangat berbeda.


"Gue bakal membuat mereka membayar rasa sakit yang gue rasain" ucap Bianca dengan emosi saat mengingat keluarga sang ayah.


~ SMP Kencana ~


Suasana pagi di SMP Kencana saat ini seketika heboh dari biasanya. Saat Bianca dan Valeria baru turun dari mobil seketika riuh suara para siswa-siswi di sana terdengar heboh.


Mereka berteriak memanggil nama Bianca seperti seorang selebriti. Bianca sendiri tersenyum manis membalas ucapan selamat dari murid-murid SMP Kencana.


"Loe kayak selebriti sekarang Ca" ucap Valeria sambil tersenyum manis.


"Hahahaha........loe bisa aja gue ini bukan selebriti kali" ucap Bianca sambil tertawa.


"Wah selamat buat peluncuran desain perdana kamu Bianca" ucap Riri sambil memeluk sahabatnya.


"Makasih ya Ri" ucap Bianca.


"Sama-sama. Hay Valeria" ucap Riri sambil menyapa Valeria.


"Hay" ucap Valeria dengan singkat.


Riri merasa agak tersinggung dengan balasan Valeria tapi ia menahannya. Bianca yang tahu hal tersebut tersenyum penuh arti saat memikirkan sebuah rencana.


"Ca gue duluan ya" ucap Valeria.


Melihat Valeria sudah pergi seketika Riri menghembuskan napasnya dengan kasar. Ia sangat tidak suka dengan tatapan Valeria barusan yang seakan merendahkannya.


"Loe kenapa?" tanya Bianca.


"Gue ngak suka sama saudara loe itu" ucap Riri to the point.


"Maksud loe" ucap Bianca sengaja tak tahu maksud Riri.


"Saudara loe itu beda banget sama loe ya. Sombong banget! Tadi aja sapaan gue aja di balas datar kayak merendahkan gue gitu" ucap Riri dengan kesal.


"Ngak boleh ngomong kayak gitu Valeria sifatnya kayak gitu tapi anaknya baik kok"


"Nah ini nih yang bikin loe ama dia beda banget"


"Ya emang gue bedalah sama dia"


"Gue ngak suka sama saudara loe itu bawaannya pengen gue ulek-ulek thu mukanya"


Bianca hanya tertawa tanpa membalas ucapan Riri barusan. Ia lalu mengandeng tangan Riri untuk segera ke kelas, sampai di kelas Bianca terkejut karena mendapat kejutan dari teman sekelasnya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Makasih ya semua gue suka banget sama kejutannya" ucap Bianca sambil tersenyum manis.


"Selamat ya Bi" ucap Kelly sambil menyodorkan buket bunga.


"Makasih say" ucap Bianca.


"Sama-sama say"


"Oh ya guys sepulang sekolah nanti loe semua gue bakal traktir di Restoran QN" ucap Bianca.


Wah asyik.......makasih ya Bianca


Yuhuuuu..........makasih ya Bianca


Bianca love you


Kamu yang terbaik Bianca


Teriak teman-temannya dengan senang karena mendapat traktiran di restoran nanti. Bianca tersenyum dan memulai menyiapkan diri untuk mengikuti pelajaran.


Selang 2 jam bel berbunyi tanda istirahat berbunyi. Semua siswa-siswi berhamburan keluar untuk ke kantin dan sebagainya, Valeria yang ingin mengembalikan buku di perpus di tahan oleh Rian.


"Valeria" ucap Rian dengan suara dingin.


"Hemm.........kenapa?" tanya Valeria dengan cuek.


"Siang pulang bareng yuk" ajak Rian dengan penuh harap.


Valeria melihat Rian dengan kening berkerut pasalnya Rian tahu kalau ia biasa pulang bersama dengan Bianca. Rian yang menunggu jawaban Valeria merasa gugup.


"Loe lagi ngak sakit kan?" tanya Valeria.


Hahh..........


Rian kaget dengan respon Valeria yang di luar dugaannya. Karena ia bertanya ingin pulang bareng tapi jawaban Valeria membuatnya blank seketika.


"Loe kan tahu gue pulang di jemput dan otomatis sama sepupu gue. Lah kalau gue sama loe nanti gimana sama sepupu gue"


"Uhmmm.......itu" ucap Rian tidak tahu harus berkata apa.


"Hay" ucap Bianca menyapa Rian.


"Hemmmm"


Dingin banget ni orang apa dia ngak lihat ada gue di sini, batin Bianca dengan kesal.


"Loe temannya Valeria ya" ucap Bianca.


"Ya"


"Kenalin gue sepupu Valeria" ucap Bianca sambil menyodorkan tangannya.


"Gue tahu" ucap Rian dengan suara dingin.


Bianca lalu menarik tangannya saat tidak mendapat respon dari Rian. Bianca menahan emosinya agar tidak meledak di depan Rian.


Baru saja Rian beranjak pergi seketika ia menghentikan langkahnya mendengar ucapan Bianca.


"Loe suka kan sama Valeria"


Rian berbalik menatap Bianca dengan tatapan tajam dan dingin tak suka orang lain mencampuri urusannya. Bianca seketika terpesona dengan tatapan Rian yang menurutnya sangat tampan.


"Ganteng banget" gumam Bianca dengan suara sangat pelan.


"Bukan urusan loe" ucap Rian dengan suara dingin.


"Gue bisa bantuin loe dekat sama Valeria itu pun kalau loe mau" ucap Bianca sambil tersenyum manis di samping Rian.


Bianca lalu menepuk pundak Rian dengan pelan sambil beranjak pergi dari sana. Rian menatap Bianca dengan kening berkerut karena ucapan Bianca yang menawarinya bantuan untuk mendekati Valeria.


Kayaknya boleh juga gue minta dia dekatin gue sama Valeria, batin Rian tersenyum senang.


"Bro ngapain loe disini" ucap Aldo sahabatnya.


"Ngak ngapa-ngapain" ucap Rian dengan suara dingin.


"Kantin yuk" ajak Aldo.


"Hemmmm"


Keduanya lalu menuju ke kantin sebelum bel masuk, sampai di kantin Bianca sempat bertatap mata dengan Rian sambil tersenyum manis.


Rian menatapnya dengan tatapan datar dan dingin tidak memperdulikan sama sekali. Tak lama Valeria masuk bersama Tika dan Sari, keduanya adalah sahabat Valeria yang paling dekat.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Val gabung sama Rian aja ya" ucap Sari.


"Terserah loe aja" ucap Valeria cuek.


Ketiganya lalu menuju ke tempat Rian dan Aldo untuk makan disana. Rian yang melihat kedatangan Valeria tersenyum tipis saat mata keduanya bertemu.


Waktu berlalu dengan sangat cepat tak terasa bel pulang sudah berbunyi. Bianca yang akan mentraktir teman sekelasnya segera bersiap pergi ke restoran.


"Val" panggil Bianca saat melihat Valeria baru keluar dari kelas.


"Kenapa Ca?" tanya Valeria sambil tersenyum manis.


"Gue mau traktir teman sekelas gue di Restoran QN, loe mau gabung ngak" jawab Bianca mangajaknya.


"Uhmmm........gue ngak bisa Ca soalnya gue mau langsung ke tempat les"


"Terus loe pulangnya gimana soalnya arah kita beda?" tanya Bianca.


"Udah loe pake aja mobil nanti gue nebeng sama teman sekelas gue" jawab Valeria.


"Oke deh Val. Kalau gitu gue pergi duluan ya" ucap Bianca sambil berlalu.


"Hati-hati Ca"


Bianca lalu pergi meninggalkan Valeria di depan kelasnya. Saat tiba di depan lobby sekolah Bianca yang melihat Rian segera menghampirinya.


"Rian" panggil Bianca.


Rian yang mendengar namanya di panggil segera berbalik. Ia melihat Bianca dengan tatapan bingung pasalnya ia tidak ada keperluan apa-apa dengan Bianca.


"Loe udah mau balik ya" ucap Bianca dengan cepat.


"Hemmmm"


"Bagus deh, kalau gitu gue minta tolong antar Valeria ke tempat les bisa ngak"


Rian menatap Bianca dengan bingung pasalnya ia tidak mengerti ucapan Bianca. Melihat hal tersebut Bianca lalu memberitahu maksud ucapannya.


"Jadi gimana?" tanya Bianca.


"Oke gue antar Valeria"


"Makasih ya Rian nanti gue kabarin Valeria"


"Hemmmm"


Bianca lalu mengambil hpnya dan mengirim pesan kepada Valeria agar pulang bareng Rian. Valeria yang melihat pesan Bianca mengernyitkan keningnya dengan bingung.


Sister Bianca


"Val gue udah beritahu Rian teman sekelas loe buat anterin loe ke tempat les, jadi loe pergi bareng dia ya"


Valeria menarik napasnya dengan kasar karena harus pergi bersama dengan Rian, apalagi tadi ia sempat tak mau menerima ajakan Rian untuk pulang bareng.


Sampai di lobby sekolah Rian yang menunggu Valeria segera menghampiri Valeria.


"Valeria" ucap Rian sambil tersenyum tipis.


"Ya Rian"


"Bianca udah kabari loe kan"


"Hmmm........maaf ya ngeropotin loe" ucap Valeria.


"Not problem bukannya tadi kan gue ngajak loe pulang bareng"


"Oh iya ya.......hehehehe" ucap Valeria sambil terkekeh.


Rian seketika terpesona saat melihat tawa Valeria yang menurutnya sangat cantik. Rian yang gugup segera berdeham agar tidak ketahuan oleh Valeria.


Keduanya lalu pergi dengan mobil jemputan Rian yang sudah tiba. Di dalam mobil hanya ada keheningan saja sampai di tempat les Valeria.


"Makasih ya Rian" ucap Valeria dengan tulus.


"Sama-sama Val"


"Gue masuk dulu ya, loe balik hati-hati ya"


"Heemmm"


Valeria lalu masuk ke tempat les meninggalkan Rian yang masih menatap Valeria sampai tidak kelihatan baru ia pergi.


~ Mansion Kusumo ~


Bianca pulang lebih dulu dari Valeria hari ini. Tiba di mansion Bianca masuk dan langsung di sambut tatapan tajam Arinta.


"Dari mana kamu?" tanya Arinta dengan suara tegas.


"Maaf tante tadi aku makan-makan dengan teman sekelas di QN Resto" ucap Bianca sambil menunduk.


"Dimana Valeria"


"Aku ngak tahu tante soalnya tadi aku pulang Valeria udah ngak ada tante"


Bianca tersenyum tipis saat mengatakan perihal mengenai Valeria. Ia berencana ingin mengadu domba Valeria dan sang ibu agar mereka bertengkar.


"Ya sudah kamu masuk sana" ucap Arinta.


"Baik tante"


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Arinta lalu menelpon Valeria tapi tidak di angkat sama sekali, berkali-kali ia menelpon sang anak tapi tetap panggilannya tidak di angkat.


Sejam berlalu tiba-tiba Valeria pulang bersama dengan Bagas. Ternyata sepulang tadi Valeria menelpon sang kakak agar menjemputnya.


"Aku pulang" ucap Valeria dengan senyum manis.


"Dari mana kamu?" tanya Arinta sambil menatap tajam Valeria.


"Aku buru pulang dari tempat les bu" ucap Valeria.


"Beneran kamu dari tempat les?" tanya Arinta penuh selidik.


"Beneran bu kan hari ini jadwal les aku bu, tadi aku pulang di jemput sama kangmas bu" ucap Valeria sambil menunjuk Bagas yang baru masuk.


"Ya udah sana ganti pakaian dulu" ucap Arinta.


"Baik bu" ucap Valeria.


Bianca yang melihat Valeria tidak di marahi seketika menjadi sangat kesal. Karena lagi-lagi ia gagal membuat keduanya bertengkar.


"Sial" ucap Bianca dengan emosi.


Bagas yang hendak ke lantai dua sempat mendengar ucapan Bianca. Ia melihat Bianca dengan tatapan dingin sambil memikirkan ucapan Bianca.


Sepertinya ada yang disembunyikan anak haram itu, batin Bagas penuh curiga.


❄❄❄❄❄


To be continue.............


Jangan lupa beri dukungan kalian lewat vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀