Love Struggle

Love Struggle
Chapter 91



🌻Menjadi orang kuat itu memang susah, karena saat kamu kuat tidak ada satu orang pun yang akan bertanya kepadamu apa kamu baik-baik saja meski saat ini kamu sedang hancur🌻


.


.


.


.


Seketika dunia maya dihebohkan dengan video Bianca di club, namanya menjadi trending topik di dunia maya didalam negeri bahkan luar negeri.


Bukan itu saja karirnya sebagai perancang terkenal di Indonesia dan perempuan yang dinobatkan menjadi malaikat tak bersayap seketika hancur.


Arinta yang saat ini berada di butik membulatkan matanya melihat berita tentang Bianca. Ia tak menyangka jika Bianca akan melakukan hal seperti itu bahkan sampai mencoreng nama baik Kusumo.


"Hani dimana Bianca?" tanya Arinta dengan wajah merah padam karena emosi.


"Nona Bianca sedang berada di Jakarta dari minggu lalu nyonya"


"Telpon dia suruh dia pulang sekarang dan klarifikasi semuanya!" bentak Arinta dengan suara tinggi.


"Baik nyonya" ucap Hani dengan takut karena melihat amarah Arinta sudah tak terkontrol.


Arinta yang emosi saat melihat nama Kusumo di bawa-bawa dalam gosip tersebut semakin menjadi emosi. Arinta lalu membanting semua barang yang ada dalam ruang kerja miliknya.


Prang............prang...........prang...........


Bunyi benda pecah bersahutan di dalam sana, Hani yang melihat sang nyonya semakin emosi hanya diam saja pasalnya ia tak mau mendapat amukan Arinta saat sedang emosi.


"Arrghhh............awas kamu Bianca dasar anak tidak tahu di untung" teriak Arinta dengan emosi.


~ Kusumo Group ~


Brak.............


"Apa kamu bilang!" hardik Budi dengan emosi sambil mengebrak meja.


"Beritanya sudah menyebar dengan cepat tuan. Bahkan saat ini nama nona Bianca menjadi pencarian nomor satu di dunia maya" ucap Dion sambil menunjukkan berita mengenai Bianca.


Arghhhh.............Prang..............


Teriak Budi sambil membanting iPad yang berada di depannya, ia sangat marah mengetahui kelakuan Bianca selama ini apa lagi nama Kusumo sudah tercoreng karena masalah ini.


Budi dan Arinta yang sangat menjunjung tinggi nama baik tak menyangka di tempa gosip yang dengan cepat merusak citra mereka. Sama seperti istrinya Budi melampiaskan amarahnya ke semua benda yang berada di dalam ruang kerjanya.


"Dasar anak pe****r sialan" teriak Budi dengan emosi.


"Tuan tenangkan diri anda" ucap Dion.


"Suruh anak pe****r itu pulang sekarang!" bentak Budi dengan suara tinggi.


"Baik tuan" ucap Dion sambil mengambil hpnya menelpon Bianca.


Berulang kali Dion menelpon Bianca tapi nomornya tak aktif, Dion mencoba menelpon asisten Bianca tapi sama saja nomornya tidak aktif.


"Maaf tuan nomor nona Bianca dan asistennya tidak aktif" ucap Dion dengan gugup.


"Suruh orang kita cari perempuan ja***g itu sampai dapat dan seret dia ke hadapanku!" teriak Budi dengan emosi.


"Baik tuan" ucap Dion dan langsung memberi perintah kepada anak buah mereka untuk mencari Bianca.


Tak jauh berbeda dengan di ruangan Budi saat ini di ruangan Bagas juga tak kalah menegangkan. Pasalnya sedari tadi Bagas terus memarahi anak buahnya yang belum juga mendapat jejak keberadaan adiknya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Gue ngak mau tahu! Bagaimana pun caranya cari keberadaan adik gue sampai dapat!" bentak Bagas dengan suara tinggi.


"B....a...ik b...os" ucap 8 orang anak buah Bagas dengan gugup.


"Pergi cari data adik gue sampai dapat! Kalau tidak nyawa kalian taruhannya" hardik Bagas dangan tatapan membunuh.


"Iya bos" ucap mereka semua dengan serentak.


Kedelapan orang itu segera pergi dari ruangan Bagas meninggalkan Bagas yang melampiaskan emosinya didalam sana. Ahmad yang berdiri tak jauh dari tuannya hanya diam saja, ia akan membiarkan Bagas melampiaskan emosinya.


"Dek kamu dimana?" teriak Bagas dengan frustasi.


Brak............


Pintu ruangan Bagas di buka dengan kuat dari luar mengagetkan Ahmad. Saat Ahmad melihat ke arah pintu ternyata di sana ada Rendi yang berdiri dengan kaget melihat kekacauan di ruangan Bagas.


"Bro apa barusan ada angin tornado disini" ucap Rendi dengan bingung.


Bagas hanya melihat Rendi dengan ekor matanya tak ambil pusing karena saat ini ia sangat kepikiran dengan keberadaan Valeria. Apa lagi cctv di restoran hilang begitu saja seperti ada yang sengaja menghapusnya.


"Tuan loe kenapa?" tanya Rendi sambil melihat Ahmad.


"Tuan sangat stres karena lagi-lagi kehilangan jejak nona muda tuan Rendi. Pasalnya tadi tuan sempat mengejar mobil yang dinaiki nona muda" ucap Ahmad.


"Apa mobilnya Ferrari warna merah?" tanya Rendi dengan cepat.


"Dari mana loe tahu mobil yang Valeria naik" ucap Bagas dengan cepat.


"Tadi gue sempat ketemu sama Valeria tapi" ucap Rendi yang langsung di potong Bagas.


"Dimana loe ketemu adik gue? Beritahu gue sekarang dimana Rendi?" teriak Bagas seperti orang kesurupan.


"Calm down dude calm down. Dengar omongan gue jangan langsung dipotong" (tenang kawan tenang) ucap Rendi sambil menepuk pundak Bagas.


"Katakan!" ucap Bagas dengan tatapan tajam.


"Tadi gue sama Maya makan siang di cafe, pas mau pulang gue ngak sengaja lihat cewek yang mirip Valeria. Akhirnya gue teriak manggil dia tapi dia kabur dan gue ngak sempat kejar dia soalnya dia keburu masuk mobil dan pergi" ucap Rendi menjelaskan.


"Cafe mana?" tanya Bagas dengan cepat.


"King cafe"


"Ahmad minta cctv di cafe itu dan sekitarnya. Cari plat mobil itu" ucap Bagas dengan suara tinggi.


"Baik tuan" ucap Ahmad segera pergi mengerjakan tugasnya.


Bagas berharap cctv di cafe itu ada supaya mereka bisa melacak keberadaan Valeria. Pasalnya ia takut pencarian mereka gagal lagi seperti sebelumnya.


"Tenang aja bro. Gue yakin kali ini kita ngak akan gagal lagi"


"Heemmm! Gue berharap seperti itu karena gue udah rindu banget sama adik gue" ucap Bagas dengan tatapan sedih.


"Heeemm! Gue yakin pasti kita akan ketemu Valeria secepatnya"


"Heeemmmm"


Rendi lalu mengajak Bagas duduk di sofa menunggu hasil dari Ahmad dan anak buah Bagas. Sebelum itu Ahmad sudah menyuruh office boy untuk membersihkan ruangan Bagas yang seperti kapal pecah.


"Ckk! Ternyata dia membuktikan kalau di dalam dirinya mengalir darah seorang ja***g!" ketus Bagas dengan sinis.


"Nama keluarga loe tercoreng bro"


"Gue ngak perduli! Biarin aja kedua manusia berengsek itu rasain" ucap Bagas dengan tatapan tajam.


"Manusia berengsek itu ortu loe bro. Ingat itu!"


"I don't care with them" (aku tidak perduli dengan mereka)


"Gila!!!!! Saham perusahaan bokap loe turun drastis karena berita anak haram itu" ucap Rendi dengan kaget.


"Gue ngak sabar lihat kemurkaan mereka" ucap Bagas sambil tersenyum sinis.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Rendi hanya mengangguk kepalanya mendengar ucapan sang sahabat, pasalnya mereka berdua sama saja tidak perduli dengan keluarga mereka sendiri. Entah itu ayah atau ibu keduanya sama-sama sudah tak menganggap mereka lagi.


~ Villa Arya Ginanjar ~


Sebuah villa bergaya klasik moderen yang terletak di Bandung jauh dari perkotaan menjadi sangat sempurna untuk berlibur.


Saat ini Bianca bersama asistennya sedang berada di salah satu villa pribadi milik om Arya.


Sebenarnya keduanya datang kesini untuk berlibur setelah mendapat ijin dari om Arya tapi bukan hanya itu saja alasan Bianca kesini.


Pasalnya ia sedang mengincar cerutu yang diinginkan Andre untuk menukar informasi dengan keberadaan Valeria.


Bianca tahu jika di villa ini ada ruang bawah tanah yang di gunakan om Arya untuk menyimpan harta pentingnya. Bianca masih ingat saat ia mengajak om Arya untuk adu minum alkohol untuk mencari tahu dimana keberadaan harta penting milik om Arya.


Karena sudah dalam keadaan mabuk om Arya tak sengaja memberitahu letak keberadaan harta pentingnya itu.


Bianca yang mendengar hal tersebut sangat senang dan meminta untuk berlibur di villa pribadi om Arya dengan alasan ingin mencari inspirasi untuk desainnya.


Dasar bodoh mau aja ditipu, batin Bianca sambil tersenyum penuh arti.


"Nona kapan kita kembali?" tanya Keysa asisten Bianca.


"Besok" ucap Bianca dengan acuh.


"Ah.........syukurlah"


"Emang kenapa?" tanya Bianca dengan penasaran.


"Ehhh! Itu nona soalnya disini ngak ada jaringan jadi saya bete nona"


"Oh"


Bianca lalu bergegas ke kamarnya untuk tidur padahal sebenarnya ia sedang menunggu Keysa tidur agar dia bisa menjalankan rencananya.


Tepat tengah malam Bianca mengendap keluar dari kamar lalu berjalan ke gudang belakang dimana disana ada pintu menuju ke ruang bawah tanah.


Sampai di gudang ia segera mencari patung singa sesuai perkataan om Arya untuk membuka pintu ruang bawah tanah. Setelah dapat ia segera menekan patung singa itu dan terbukalah pintu di depan Bianca yang langsung mengarah ke bawah.


Bianca masuk sambil menghidupkan lampu di samping tembok. Ia menuruni anak tangga sampai di bawah ada pintu besi dan kunci yang di gantung di samping dengan cepat Bianca membuka pintu tersebut dan masuk ke dalam.


"Wow gila banyak banget emas batang" ucap Bianca dengan kaget.


Bianca segera mencari box cerutu yang terdapat nama Cayman, setelah mendapat ia segera mengambilnya tak lupa mengambil 5 batangan emas dan satu set kalung berlian.


"Terima kasih ya om Arya" ucap Bianca sambil tertawa senang.


Keesokan harinya Bianca dan Keysa segera kembali ke kota dan langsung menuju ke bandara. Keduanya tak sempat melihat hp selama di perjalanan dan tak mengetahui jika saat ini nama Bianca sudah terkenal di dunia maya.


~ Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo ~


Saat baru turun dari pesawat Bianca dan Keysa langsung di sambut oleh anak buah Budi. Bianca di seret paksa masuk ke dalam mobil membuat Keysa hanya berdiri mematung tak tahu harus berbuat apa.


"Lepasin gue sialan! Kalian ngak tahu gue siapa! Hah!" bentak Bianca dengan emosi.


"Nona sebaiknya anda jangan melawan ini perintah tuan Budi" ucap salah satu anak buah Budi.


"Apa maksud loe? Kenapa ayah nyuruh kalian seret gue?" teriak Bianca.


"Jangan buat kami pakai kekerasaan nona. Sebaiknya anda diam dan ikut saja!" bentak anak buah Budi tadi.


"Kurang ajar loe bangsat!! Jangan pegang gue dengan tangan kotor loe itu!" hardik Bianca dengan emosi.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Anak buah Budi tak menanggapi ucapan Bianca yang menghina mereka malahan mereka dengan kasar menyeret Bianca ke mobil. Bahkan mendorong tubuh Bianca dengan kasar masuk ke dalam mobil.


"Sialan loe semua an***g loe semua! Liat aja gue bakal lapor kelakuan kalian ke ayah nanti!" maki Bianca dengan emosi tak terima di perlakukan seperti binatang.


"Ck! tutup mulut anda nona jangan sampai saya robek mulut anda!" bentak orang tadi dengan emosi.


"Dasar manusia rendahan! Liat aja gue bakal balas loe semua!"


Mereka tak menanggapi ucapan Bianca dan segera melajukan mobil ke mansion Kusumo. Saat mobil Bianca sudah pergi Keysa yang memegang koper Bianca segera membawanya pulang ke apartemennya.


Tanpa Keysa sadari ternyata Andre mengikutinya dari belakang, ia yang memasang perekam suara di kalung Bianca waktu itu sudah mengetahui jika Bianca sudah berhasil mengambil cerutu yang Valeria maksud.


Sampai di apartemen Keysa segera masuk ke dalam apartemen dan bergegas membersihkan diri. Saat membersihkan diri Keysa tak tahu jika Andre sudah masuk ke apartemennya dan mengambil cerutu milik Arya Ginanjar dari dalam koper Bianca.


Setelah mengambilnya Andre segera pergi dari apartemen Keysa tak lupa menelpon Valeria.


"Halo"


^^^"Halo master paket cerutu sudah ditangan gue"^^^


"Good! Berikan cerutu itu ke pak Dev"


^^^"Siap master"^^^


"Cek saldo loe nanti"


^^^"Baik master dan terima kasih"^^^


Panggilan langsung di matikan sepihak oleh Valeria, Andre lalu mengecek saldo m-bankingnya dan kaget ternyata Valeria mengirimkannya uang dengan jumlah yang sangat besar.


"Wow akhirnya gue bisa beli mobil incaran gue" pekik Andre dengan senang.


Andre segera melajukan mobil ke area bandara karena ia akan segera pulang ke Jakarta. Sedangkan Bianca yang sedang berada di dalan mobil tak tahu jika hari ini penderitaannya akan segera dimulai.


❄❄❄❄❄


To be continue............


Hay guys jangan lupa beri dukungan kalian yang sebanyak-banyaknya buat author ya biar author lebih semangat lagi nulisnya 😘❀