Love Struggle

Love Struggle
Chapter 100



🌻Bermimpilah selagi gratis dan tidak ada yang melarangnya karena saat kamu bangun kamu harus siap menghadapi kenyataan yang tak seindah kamu pikirkan🌻


.


.


.


.


Bau anyir darah menyeruak membuat suasana di dalam ruangan tersebut semakin mencekam. Apa lagi tatapan mata Valeria yang seperti monster kelaparan membuat Arseno dan Leo gemetar ketakutan.


"Ikat mereka berdua" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Baik master" ucap anak buah Valeria.


Arseno dan Leo di tarik paksa dan diikat dengan rantai berbentuk tanda silang. Bryan, Yorla, dan Raksa langsung mengambil tempat duduk untuk menonton kekejaman Valeria.


"Gimana kalau kita bertaruh mereka berdua bakal bertahan berapa lama" ucap Raksa.


"30 minutes" (menit) ucap Bryan dengan suara dingin.


"Gue 1 jam" ucap Raksa.


"Ummm........eke kayaknya 45 menit deh. Eh tapi kan mereka dua orang jadi 90 menit" ucap Yorla sambil berpikir.


"So apa taruhannya kali ini" (jadi) ucap Raksa dengan antusias.


"Villa gue di Swiss" ucap Bryan dengan santai.


"Wow! Bocah jangan tarik kembali kata-kata loe ya" ucap Raksa.


"Heeemmm"


"Loe bencong centil?" tanya Raksa sambil terkekeh.


"Ihhhh........eke sumpahin punya you ngak berdiri lagi" decak Yorla dengan kesal.


"Sialan loe bencong centil! Cepat kasi tahu taruhan loe apa" ucap Raksa dengan kesal.


"Satu set perhiasan rubi merah milik eikeh" ucap Yorla dengan sombong.


"Oke. Punya gue mobil gue ferrari rakitan master tahun lalu"


"What serius loe?" tanya Bryan dan Yorla serentak.


"Hemmmm! Ngak adil dong kalau gue taruhannya ngak setara sama punya loe berdua" ucap Raksa dengan sombong.


"Oke deal ya" ucap Bryan dengan antusias.


"Deal" ucap Raksa dan Yorla serentak.


"50 menit keduanya bisa bertahan" ucap Ares dengan suara dingin.


"Loe mau ikut juga?" tanya Raksa.


"Pistol VA291XXWZ completed" (lengkap) ucap Ares menaruh senjata andalannya di depan ketiganya.


"Jangan tarik kembali kata-kata loe ya Ares" ucap Bryan dengan tatapan tajam.


"Never" (tidak akan pernah)


"Good. Gue bakal menangin taruhan ini" ucap Raksa tak sabar.


Pasalnya ketiganya tahu pistol milik Ares adalah buatan Valeria yang hanya ada dua di dunia, satunya milik Ares dan satunya milik Valeria.


Pistol dengan tenaga tembakannya sangat mematikan dan bisa menembak dari jarak 3 meter dengan peluru sebanyak 20.


Valeria yang mendengar ucapan keempatnya tersenyum smirk, ia lalu mengambil pisau kecilnya dengan ukiran Black Shadow di pegangannya. Jangan lupa mutiara hitam yang mengelilingi pisau itu menambah kesan mewah.


"Time to play" (waktunya bermain) ucap Valeria sambil terkekeh.


Sret...........sret.........sret.........sret...........


Aaarrrggghhhhh.............


Teriakan Leo bergema di dalam sana membuat Arseno yang tepat di sampingnya bergidik ngeri, apa lagi melihat Valeria yang tersenyum bahagia saat mendengar jeritan kesakitan Leo seakan itu adalah suara yang sangat merdu baginya.


Dengan tak berperasaan Valeria mem****g j**i tangan Leo satu per satu membuat Arseno pucat. Darah yang keluar dari tubuh Leo membuat semuanya bergidik ngeri melihat kekejaman seorang Valeria.


Sret............


1 Tarikan kuat dari Valeria yang meng****i k***t wajah Leo membuatnya seketika merenggang nyawa di tempat. Bryan dan Yorla bergidik ngeri melihat kekejaman Valeria yang selama ini jarang mereka lihat.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Ckk! Dia sudah mati padahal aku belum puas" ucap Valeria dengan kesal.


Arseno melotot kaget mendengar ucapan Valeria barusan tak lama wajah cantik itu tersenyum menyeringai melihat Arseno yang sudah pucat melihat kekejaman Valeria.


"T....o.....lo.....ng lep.....as.....kan aku. Ak...u moh....on" ucap Arseno dengan terbata-bata.


"Tapi aku tidak mau lepasin kamu gimana dong?" tanya Valeria dengan wajah polos.


"A....ku akan be....rikan berap...a pu...n yang ka...mu m...au" pinta Arseno.


Hahahahaha...............


Tawa Valeria seketika pecah mendengar ucapan Arseno yang menawarkannya uang. Apa dia kelihatan orang yang tak berpunya yang menginginkan uang.


Padahal hartanya 10 kali lipat lebih banyak dibandingkan kekayaan kerajaan Wizpet.


"Apa mukaku ini seperti orang kesusahan?" tanya Valeria dengan wajah datar.


"Aku mo....hon ampuni ak.. u, tol....ong biar...kan a...ku per....gi" pinta Arseno dengan memohon.


"Apa kamu pernah berpikir untuk melepas aku dan dua anak buahku waktu itu!" bentak Valeria.


"Please aku akan mengabulkan apapun keinginanmu"


"Apapun" ucap Valeria sambil tersenyum smirk.


"Ya apapun yang kamu mau aku akan berikan" jawab Arseno dengan tegas.


"Heemmm! Kalau begitu berikan aku nyawamu" ucap Valeria dengan tatapan membunuh.


Glek..............


Arseno menelan salivanya dengan susah mendengar keinginan Valeria, ia menyesal sudah berkata akan memberikan apapun yang Valeria mau. Tanpa berpikir jika Valeria menginginkan kematiannya.


Crash.........crash..........sret............sret........


Aarrrghhhh..........


Kedua lengan Arseno di tebas Valeria dengan tak berperasaan sedikit pun. Teriakan Arseno yang merasakan sakit luar biasa tidak mengurungkan niatnya menghabisi Arseno.


Hari itu anak buah Valeria bergidik ngeri melihat kekejaman Valeria memberi balasan kepada mereka yang sudah membuatnya terluka. Bahkan Yorla sampai muntah melihat Valeria yang mengobrak-abrik isi perut Arseno.


Arseno hari itu mati dengan mata melotot dan jangan lupa isi pe***nya yang di keluarkan Valeria. Valeria tersenyum bahagia melihat hasil karyanya saat ini, sedangkan Bryan dan Raksa bergidik ngeri melihat kekejaman Valeria kali ini.


"Gila master semakin bertambah kejam" ucap Raksa.


"Heemmmm" deham Bryan.


"50 menit pas dan saya menang" ucap Ares membuat ketiganya kaget.


Sedari tadi mereka tak melihat jam, berapa lama Valeria menghabisi kedua orang itu. Ketiganya menatap Ares dengan kesal karena ia yang memenangkan taruhan kali ini.


"Saya tunggu taruhan anda semua sampai jam 8 malam nanti" ucap Ares dengan suara dingin.


"Ck! Ternyata loe cepat juga ya minta jatah loe!" cibir Raksa.


"Ya ya ya entar gue kasi sebelum jam 8 malam" ucap Raksa dengan kesal.


"Baik saya tunggu"


Ares berlalu pergi membuat ketiganya menatapnya dengan kesal. Pasalnya mereka sangat tergiur dengan taruhan Ares kali ini.


Valeria lalu menerima handuk yang di berikan oleh Ares dan mengelap wajah serta tangannya yang berlumuran darah.


"Kirim mayat mereka ke si berengsek itu dan Robert Nidas" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Baik nyonya" ucap Ares.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ Mansion Xavier ~


Pagi ini Valeria, Bryan, dan Yorla sudah berada di mansion milik Xavier. Kedatangan mereka membuat Chloe kaget karena tak menyangka jika Valeria akan berkunjung ke mansion suaminya.


"Brother **mansion**nya bagus ya" ucap Yorla di dalam mobil Bryan.


"Lebih bagus kastil mansion Valeria" ucap Bryan dengan suara dingin.


"Iya sih. Mansion punya sister mah itu bukan mansion tapi kastil" ucap Yorla dengan cepat.


Valeria turun dari mobilnya jenis bugatti warna hitam sedangkan Bryan ugatti warna biru.


Sebelum datang Valeria sudah memberitahu keduanya untuk tak berbicara dengan bahasa Indonesia, meski bingung mereka tetap melakukan seperti yang Valeria katakan.


"Valeria" ucap Chloe dengan senyum manis di depan pintu mansion.


"Kulkas berjalan lagi" gumam Kevin dengan suara pelan di depan pintu mansion.


Tatapan matanya melihat Valeria yang datang ditemani dua orang yang tak ia kenal. Kevin menatap Bryan dengan tatapan tajam sepertinya pernah melihatnya dimana tapi ia lupa.


"Chloe maaf aku datang tanpa pemberitahuan" ucap Valeria dengan wajah datar.


"It's okay aku senang kamu datang berkunjung. Bagaimana keadaanmu" ucap Chloe dengan senang.


"Seperti yang kamu lihat aku sudah sembuh" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Syukurlah"


Mereka lalu masuk ke dalam saat pak Max menyuruh mereka untuk berbicara di dalam saja, mengingat Chloe yang tidak bisa terlalu lama berdiri. Kevin yang masih penasaran dengan Bryan lalu mengalihkan pandangannya ke arah Yorla.


"**** dia bencong" ucap Kevin dengan suara pelan.


Kevin bergidik ngeri saat Yorla mengedipkan matanya dengan centil ketika mereka berdua bertatapan. Bryan yang tepat berada di samping Yorla menatapnya dengan tajam untuk tak membuat masalah selama disini.


"Oh kenalin ini kakak aku Bryan dan adik aku Yorla" ucap Valeria sambil menunjuk keduanya.


"Hay aku Yorla salam kenal ya" ucap Yorla dengan suara gemulai.


"Aku Bryan" ucap Bryan dengan wajah datar dan dingin.


"Kalian saudara tapi kok muka kalian beda" ucap Chloe dengan bingung.


"Kita saudara angkat" ucap Valeria dengan singkat.


"Oh pantesan" ucap Chloe sambil tertawa.


Mereka lalu bercerita dengan bebas tapi lebih banyak didominasi oleh Yorla dan Kevin. Sedangkan Valeria dan Bryan yang memiliki sifat datar dan dingin sesekali hanya menjawab jika ada yang bertanya pada mereka.


Pak Max yang berdiri di belakang Chloe tak lupa mengambil video mereka dan di kirimkan ke Xavier. Kevin yang pembawaannya mudah bergaul merasa senang berbicara santai dengan ketiganya.


"Oh ya Chloe jika suatu saat kamu membutuhkan bantuanku jangan sungkan untuk hubungi aku" ucap Valeria.


"Tenang aja pasti aku hubungi kok"


"Jadi bentar lagi kamu lahiran ya?" tanya Yorla dengan kepo.


"Ya tinggal 2 bulan lagi"


"Pengennya cowok atau cewek anaknya"


"Apa saja yang penting bayinya sehat"


"Yeah kamu benar" ucap Yorla dengan suara gemulai sambil membenarkan rambut capeknya.


Chloe tertawa melihat kelakuan Yorla apa lagi suaranya yang aduhai. Karena sejatinya dia adalah laki-laki jadian atau melo alias bencong.


~ Kerajaan Wizpet ~


Raja Luigi, Selir Leila, dan putri Magdalena sedang menikmati jamuan makan malam di ruang jamuan makan istana. Ketiganya menyantap hidangan dengan elegan sama seperti bangsawan umumnya tanpa ada suara.


Selesai makan malam mereka yang akan keluar langsung di interupsi oleh asisten Raja Luigi. Asistennya datang sambil membawa paket yang cukup besar dimana ada paket dari putra mahkota Arseno untuk Raja Luigi.


"Mama ka Arseno ngirim hadiah apa untuk papa?" tanya putri Magdalena.


"Mama tidak tahu sayang. Ayok kita ikut papa kamu ke ruangan istirahat" ajak Selir Leila.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Keduanya bergegas mengikuti Raja Luigi dan asistennya dari belakang. Sampai di ruang istirahat ketiganya duduk dengan angkuh di sofa menunggu pengawal membuka paket yang dikirimkan oleh Arseno.


Aarrrrghhhh............


Teriak Selir Leila dan putri Magdalena dengan kencang melihat isi paket tersebut. Selir Leila yang melihat kepala anaknya sudah terlepas dari tubuhnya dengan mata melotot seketika pingsan.


"Mama........hiks hiks hiks" teriak putri Magdalena sambil menangis.


"Siapa yang mengirimkan tubuh anakku kesini" bentak Raja Luigi dengan suara tinggi.


"Maaf t...uan tapi paketnya berasal dari alamat yang mulia putra mahkota" ucap asisten Raja Luigi dengan gugup.


"Yang mulia ada surat di dalam sini" ucap pengawal yang tadi membuka kotak tersebut.


Untuk Raja Luigi Berengsek


Bagaimana dengan hadiah yang aku kirim apa kamu menyukainya dan masih ingin membunuhku dengan menyewa mafia gagak hitam. Semoga anakmu bisa tenang di sana


^^^Bryan Peterson^^^


Arrggghhhh...........


"Akan ku bunuh kamu anak sialan" teriak Raja Luigi sambil meremas surat yang ia pegang.


"Anakku.......hiks hiks hiks hiks......anakku" ucap Raja Luigi sambil menangis histeris.


Apa lagi saat melihat tubuh anaknya yang sudah hancur, asisten dan pengawal yang melihat isi paket tersebut tak menyangka jika putra mahkota kerajaan Wizpet akan mengalami kejadian seperti ini di akhir hidupnya.


"Kakak........hiks hiks hiks.....jangan tinggalin aku dan mama ka.........hiks hiks" teriak putri Magdalena dengan histeris.


Hari itu Raja Luigi mengumumkan kematian putra mahkota di seluruh kerajaan Wizpet dan dunia. Tapi penasehat kerajaan yang datang untuk melihat jenazah putra mahkota di larang keras oleh para pengawal sesuai perintah Raja Luigi.


"Apa kamu yakin dengan informasi yang kamu bawa" ucap penasehat kerajaan.


"Saya yakin tuan dan ini fotonya" ucap salah satu pengawal kerajaan.


Penasehat kerajaan lalu tersenyum smirk melihat foto yang di bawa oleh mata-matanya dalam istana.


Ia akan membuat berita eksklusif setelah pemakaman putra mahkota dan membuat konspirasi di tengah rakyat untuk menurunkan Raja Luigi dari takhta.


"Posisi putra mahkota hanya bisa bi duduki oleh darah keturunan Ratu Camelia Peterson" ucap penasehat kerajaan yang tak lain adalah sahabat Ratu Camelia sejak kecil.


❄❄❄❄❄


To be continue............