Love Struggle

Love Struggle
Chapter 50



🌻Bukan orang lain yang menentukan kebahagiaanmu tapi kamu sendiri yang berhak menentukan kebahagiaanmu🌻


.


.


.


.


Setelah membahas semua rencana mereka tante Sisil segera mengantar Bianca pulang. Di sepanjang jalan keduanya diam sibuk dengan pemikiran masing-masing.


Sinta aku janji aku akan membantu anak kamu untuk mendapatkan haknya dan membuatnya bahagia, batin tante Sisil.


Tak berapa lama mobil tante Sisil sudah tiba di mansion Kusumo. Sebelum turun Bianca tak lupa berterima kasih kepada tante Sisil.


"Makasih ya tante udah nganterin Bianca"


"Sama-sama sayang. Ingat pembicaraan kita tadi ya"


"Oke tante"


Tante Sisil lalu melajukan mobilnya pergi setelah melihat Bianca sudah masuk ke dalam mansion. Sepanjang jalan tante Sisil berpikir tentang rencana mereka untuk Valeria.


"Aku harus berhati-hati karena salah sedikit dengan rencana ini maka Bianca yang akan jadi sasaran madam Rosa" gumam tante Sisil dengan emosi.


Mengingat nama madam Rosa seakan membawa ia kembali ke masa lalunya.


Sebenarnya ia tidak ingin berurusan lagi dengan madam Rosa tapi hanya dengan cara ini Bianca bisa mendapat hak menjadi nona muda seorang diri di keluarga Kusumo.


Tak lama hpnya berbunyi tanda panggilan masuk. Melihat siapa yang menelpon tante Sisil buru-buru memakai headsfree di telinganya.


^^^"Halo mas"^^^


"Halo baby kamu sedang dimana?" ucap Arya dengan suara menggoda dari seberang.


^^^"Aku baru aja ngantar Bianca pulang mas"^^^


"Oh apa kalian akan melakukan rencana itu"


^^^"Iya mas itu hanya satu-satunya cara mas"^^^


"Heemmm! Aku akan bantuin kalian baby"


^^^"Terima kasih mas"^^^


"Iya sama-sama sayang"


^^^"Oh ya mas ada apa nelpon"^^^


"Kamu datang ke hotel sanjaya sekarang ya sayang"


^^^"Ngapain mas"^^^


"Aku ingin service full kamu hari ini sayang" ucap Arya dengan suara serak dari seberang.


^^^"Iya mas aku ke sana sekarang"^^^


"Iya sayang aku tunggu"


Arya lalu mematikan panggilannya sepihak tanpa menunggu jawaban dari tante Sisil.


Ting.........


Suamiku


"Hotel sanjaya room 5032 baby"


Tante Sisil hanya membacanya saja tanpa berniat membalasnya dan melajukan mobilnya menuju hotel Sanjaya dengan cepat.


~ Arinta Butik ~


Arinta yang baru selesai meeting tiba-tiba di kejutkan dengan kehadiran suaminya. Budi yang baru saja sampai segera memeluk sang istri dengan erat.


"Tumben mas kesini ngak ngabarin"


"Aku kebetulan baru habis meeting di sekitar sini sekalian aja aku mampir lihat istriku yang cantik ini" ucap Budi dengan senyum manis.


Blush.......


Seketika pipi Arinta merona karena mendapat pujian dari sang suami. Melihat hal tersebut Budi terkekeh karena kebiasaan istrinya itu sejak mereka masih pacaran hingga kini tidak pernah berubah.


"Jangan gombal deh mas ingat umur" ucap Arinta dengan malu-malu.


"Meski umurku sudah kepala 4 tapi aku masih kuat membuat kamu berteriak di bawah aku sayang" bisik Budi sambil mencium telinga Arinta.


"Mas jangan macam-macam deh"


"Satu macam aja sayang"


"Ini di butik mas malu sama karyawan aku"


"Heeemmm"


Budi lalu mengajak Arinta untuk duduk di sofa karena ada hal penting yang ingin ia sampaikan. Arinta yang melihat wajah serius sang suami hanya menurutinya tanpa bertanya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Ada apa mas?"tanya Arinta.


"Lusa ulang tahun ibu aku tidak bisa di sana sampai acaranya selesai sayang"


"Memangnya kenapa mas"


"Hari itu aku harus ketemu sama investor baru dari Australia sayang untuk membahas proyek pertambangan di Papua"


"Memangnya ada investor baru ya mas"


"Iya sayang dan jika berhasil maka perusahaan kita akan semakin maju" ucap Budi dengan semangat.


"Ya udah jam berapa kamu ketemu sama investor mas"


"Jam 19:00 malam sayang"


"Kalau begitu nanti mas pulang lebih dulu aja biar aku sama anak-anak yang ikut acara ulang tahun ibu sampai selesai"


"Iya sayang makasih buat pengertiannya"


"Sama-sama mas" ucap Arinta sambil tersenyum manis.


Setelah berbincang keduanya lalu keluar makan siang bersama di restoran langganan mereka. Tak lupa Ana dan Dion juga turut ikut bersama tuan dan nyonya mereka.


~ Keraton Winata ~


Hari ini adalah hari yang paling di tunggu-tunggu masyarakat di sekitar lingkungan keraton Winata karena hari ini adalah hari ulang tahun kanjeng Ayu Putri Cahya Winata.


Setiap tahun jika salah satu keluarga inti keraton berulang tahun maka akan di bagikan sembako gratis kepada semua masyarakat.


Seperti saat ini pembagian sembako sudah di lakukan sejak pagi. Semua masyarakat dengan antusias datang mengambil sembako gratis tak lupa berdoa untuk kesehatan dan umur panjang dari kanjeng ayu putri.


"Eyang putri kenapa tiap tahun kita harus memberikan sembako gratis setiap ulang tahun salah satu anggota keluarga inti keraton?" tanya Rafa.


"Karena berbagi dan bersedekah itu salah satu wujud kepedulian kita kepada sesama nak"


"Kenapa kita hanya berbagi kepada orang yang tak mampu eyang putri"


"Karena mereka itu lebih membutuhkan uluran tangan kita nak"


"Oh gitu ya eyang"


"Iya nak" ucap Putri sambil tersenyum manis.


Raden Panji Winata yang mendengar percakapan keduanya hanya tersenyum saja. Anaknya itu memang memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi.


Setelah acara pembagian sembako berakhir semua keluarga besar Winata sedang bersiap-siap untuk acara malam nanti. Saat itu mobil keluarga Kusumo baru saja sampai di keraton.


Budi, Arinta, Valeria, dan Bianca turun dari mobil setelah pintu di buka oleh sopir. Keempatnya seketika menjadi pusat perhatian terlebih Valeria.


Hari ini Valeria yang datang memakai salah satu rancangan koleksi Arinta dan menjadi pusat perhatian. Dres batik dengan desain simpel tapi berkelas membuatnya menjadi pusat perhatian.


"Wah Valeria cantik banget" ucap Sandra dengan decak kagum.


"Kalau aja Valeria bukan sepupu gue udah gue jadiin pacar dia" ucap Edo sambil tersenyum.


Plak...........


"Loe apa-apaan sih bocah" ketus Edo dengan kesal sambil melihat Rafa yang memukulnya barusan.


"Hey bocah loe dengar ngak ucapan gue tadi. Gue kan bilang seandainya bocah" ucap Edo ketus.


"Cih!! Dasar playboy cap teri" ucap Rafa dengan sinis.


"Minta di hajar nih bocah" ucap Edo.


"Udah stop kalian berdua malu-maluin aja deh" bentak Sandra.


Edo dan Rafa saling melempar tatapan tak suka satu sama lain. Keduanya memang selalu tidak akur jika bertemu tapi ada kalanya keduanya menjadi akur dan kompak.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Arinta dan Budi menghadap ayah dan ibu" ucap Arinta dan Budi dengan serentak sambil memberi hormat ala keraton.


"Iya nak bangunlah" ucap Arya.


"Selamat ulang tahun ibu dan semoga ibu selalu panjang umur" ucap Budi.


Arinta, Valeria, dan Bianca juga mengikuti apa yang di lakukan Budi memberi ucapan selamat kepada Putri.


Setelah itu Putri menyuruh mereka untuk bersiap-siap karena tepat pukul jam 19:00 akan di adakan pesta ulang tahun untuknya.


"Val sumpah loe cantik banget" ucap Edo memuji.


"Cantiknya ngalahin bidadari ngak ka" ucap Valeria.


"Pokoknya loe itu lebih dari bidadari malahan bidadari kalah jauh deh" puji Edo berapi-api.


Hahahahahaha.............


Tawa semuanya seketika pecah mendengar ucapan Edo. Mereka semua tak menyangka Edo akan berbicara seperti itu.


"Ckk! Kakak kayak udah pernah lihat bidadari aja" ucap Rafa dengan ketus.


"Diam deh loe bocah" ucap Edo dengan kesal.


"Val gue baru kali ini lihat dres loe yang ini sumpah loe cantik banget" ucap Sandra.


"Thanks ya San" ucap Valeria.


"Kenapa loe ngak seragam sama Valeria?" tanya Edo sambil menunjuk Bianca.


"Kita memang hari ini ngak make baju seragam ka" ucap Bianca sambil tersenyum manis.


"Tapi tante Arinta seragam sama Valeria meski warnanya beda tapi sama-sama batik" ucap Rafa dengan polos.


"Ngapain dia seragam emang dia keluarga inti apa" ketus Sandra dengan sinis.


Mendengar ucapan mereka Bianca menahan setengah mati rasa emosinya. Valeria yang melihat Bianca seperti sedang menahan emosinya hanya diam saja.


Ia ingin melihat bagaimana Bianca bisa mengatasi masalah ini karena untuk anggota keluarga Kusumo di didik untuk bisa mengatasi masalah sekecil apapun.


"Ya gue ngak pengen aja make batik makanya gue pakai dres rancangan gue sendiri" ucap Bianca.


"Dimana-mana itu kalau keluarga harus kompak tapi ini loe aja ngak kompak sebagai keluarga" ucap Sandra dengan sinis.


Bianca melihat Sandra dengan tatapan tajam seakan berbicara untuk tak ikut campur urusannya. Edo yang melihat mulai ada ketegangan di antara adik-adiknya langsung bertindak.


"Udah deh ngak usah di perpanjang lagi hal pakaian. Ingat bentar lagi acara eyang putri akan segera di mulai" ucap Edo dengan suara tegas.


"Iya kak" ucap mereka semua serentak.


Budi yang mempunyai janji dengan investor malam ini segera pamit kepada Arya dan Putri karena tak bisa mengikuti acara malam ini hingga selesai.


"Nanti aku pulang bareng anak-anak ya mas" ucap Arinta.


"Ngak sayang nanti aku jemput kalau udah selesai" ucap Budi.


"Memangnya kenapa mas?" tanya Arinta dengan bingung.


"Aku ingin jatahku malam ini sayang di tempat romantis" bisik Budi.


"Mas" ucap Arinta yang wajahnya sudah merah padam karena malu.


"Aku pergi dulu sayang" ucap Budi sambil mencium kening Arinta.


"Hati-hati mas"


"Heeemmmm"


Putri dan Arya sangat senang melihat keharmonisan rumah tangga putri bungsu mereka. Meski waktu itu Budi melakukan kesalahan tapi akhirnya ia bisa menunjukkan penyesalannya.


Semoga rumah tangga anak-anak ku semakin rukun dan harmonis sampai maut memisahkan mereka, batin Putri penuh harap.


Tepat pukul 19:00 acara ulang tahun Putri sudah di mulai. Semua tamu undangan yang datang adalah tamu kehormatan di kota Solo dan keraton.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Ting.......


Bianca mengambil hpnya yang berbunyi tanda ada pesan masuk. Seketika ia tersenyum licik membaca pesan tersebut yang berasal dari tante Sisil.


Tante Sisil


"Semuanya sudah siap sayang, saatnya giliran kamu"


Bianca mengedarkan pandangannya melihat Valeria yang tertawa bersama sepupu dan tamu undangan. Ia lalu mengedarkan pandangannya melihat Arinta yang juga sedang tertawa bercengkrama dengan tamu.


Tertawalah sepuas mungkin karena gue yakin besok kalian ngak akan bisa tertawa lagi, batin Bianca sambil tersenyum penuh arti.


Bianca lalu berjalan menghampiri Arinta yang sedang berbicara dengan kliennya yang juga diundang malam ini. Sampai di sana ia tersenyum manis sambil membungkuk tanda memberi hormat.


"Maaf ya jeng Risya saya tinggal dulu" ucap Arinta.


"Iya jeng silahkan" ucap Risya Maulana.


"Ada apa Bianca?" tanya Arinta.


"Bu aku pulang duluan bisa ngak bu?" tanya Bianca dengan suara pelan.


"Memangnya kenapa Bianca apa ada masalah?" tanya balik Arinta dengan bingung.


"Maaf bu. Bianca barusan datang bulan dan Bianca lupa bawa pembalut bu"


"Apa? Ya sudah kamu pulang sekarang minta pak Ujang jemput" ucap Arinta dengan cepat.


"Aku pulang naik taksi aja bu lama nanti kalau nunggu pak Ujang"


"Yakin mau naik taksi?" tanya Arinta.


"Iya bu lagian ini baru jam 19:30 belum terlalu malam amat bu" ucap Bianca meyakinkan Arinta.


"Baiklah kamu pamit gih sama eyang kakung dan eyang putri dulu"


"Iya bu"


Bianca lalu segera pergi pamit ke eyang putri dan juga eyang kakung. Setelah itu ia pun pergi meninggalkan keraton Winata, Valeria yang sempat melihat Bianca berjalan keluar tidak memperdulikannya.


Sampai di luar keraton ternyata tante Sisil sudah menunggunya di persimpangan jalan. Bianca segera naik ke mobil tante Sisil sambil melihat ke belakang takut ada yang mengikutinya.


"Kamu udah siap sayang?" tanya tante Sisil.


"Siap tante" ucap Bianca dengan suara tegas.


"Good kita langsung ke sana sekarang"


Tante Sisil langsung melajukan mobilnya dengan cepat. Sedangkan di keraton Winata semua acara demi acara berjalan dengan lancar.


Selesai Valeria langsung pamit kepada eyang kakung dan eyang putri tak lupa semua sepupunya dan juga sang ibu. Valeria akan pulang sendiri karena ibunya di jemput sama ayahnya.


Saat di atas mobil tiba-tiba hpnya berbunyi tanda pesan masuk dari Bianca. Ia membuka pesan tersebut dan seketika kaget melihat pesan tersebut.


Bianca


"Datang ke alamat ini sekarang kalau masih mau nyawa saudara kamu selamat!!! Tapi ingat kamu harus datang sendiri jangan berani lapor ke polisi atau bawa orang lain"


Valeria menutup mulutnya membaca pesan tersebut, ia lalu berpikir bagaimana untuk mengelabui pak Udin terlebih dulu sebelum menuju ke alamat Bianca.


❄❄❄❄❄


To be continue...............


Hay guys jangan lupa beri dukungan kalian lewat vote, like, rating, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀