Love Struggle

Love Struggle
Chapter 184



🌻Setiap proses itu akan indah jika dilengkapi dengan doa🌻


.


.


.


.


Setelah mendiamkan putri Thomas ia segera berlalu keluar ingin pulang karena sudah sangat mengantuk.


"Kenapa pipi kamu?" tanya Kevin saat berpapasan dengan Yorla di lobby.


"Eke di pukul brother in law barusan" sungut Yorla dengan wajah cemberut.


Hahahaha.............


Tawa Kevin seketika pecah mendengar ucapan Yorla barusan. Ia bisa membayangkan bagaimana emosi Thomas saat memukul Yorla tadi dan Kevin yakin pasti Yorla sudah membuat saudaranya itu kesal.


"Bisa diam tidak sih dokter mesum" ketus Yorla dengan kesal.


"Gimana ceritanya Thomas bisa mukul kamu?" tanya Kevin dengan penasaran.


"Jadi tadi thu eke nanya siapa yang jadi baby sitter princess dan brother in law tiba-tiba aja bilang eke yang bakal jadi baby sitter. Ya eke kagetlah jadi eke itu teriak dan sialnya princess kebangun dan menangis karena suara eke" papar Yorla dengan wajah cemberut.


Hahahahaha...............


Tawa Kevin kembali pecah setelah mendengar penjelasan Yorla. Melihat hal itu Yorla semakin kesal dan saking kesalnya ia memukul Kevin dengan tasnya.


Bugh.........bugh..........bugh.............


"You memang keterlaluan dokter sialan" ketus Yorla dengan kesal.


"Hahahaha...........sumpah aku tidak bisa nahan tawa aku" tawa Kevin sambil memegang perutnya.


"You mau kembali ke apartemen kan?" tanya Yorla.


"Heemmm" deham Kevin setelah mengontrol tawanya.


"Anterin eke pulang ya. Kepala eke masih pusing karena pukulan brother in law tadi"


"No no no. Kamu pulang saja sendiri aku lagi capek pengen istirahat" ketus Kevin menolak dengan cepat.


"Ya udah eke ikut you ke apartemen you aja. Kita bisa tidur bareng disana" pekik Yorla dengan senang.


"Tidak" tolak Kevin dengan suara tinggi.


"Kalau tidak mau ya udah cepat antar eke pulang"


"Phew! Baiklah" pasrah Kevin pada akhirnya.


Kevin memilih mengantar pulang Yorla dari pada ia tidur di apartemennya. Ia tahu jika Yorla adalah seorang gay dan hal itu membuatnya tidak akan pernah mau tidur satu apartemen bersamanya.


Bisa hilang keperkasaan aku karena manusia jadi-jadian ini kalau sampai dia tidur di apartemen aku, batin Kevin bergidik ngeri.


~ Kingdom Apartment ~


Sampainya di apartemen Kingdom Kevin segera melajukan mobilnya pergi setelah Yorla turun. Saat hendak masuk ke dalam apartemen ia berpapasan dengan Bryan yang baru saja pulang.


"Brother dari mana?" tanya Yorla dengan cepat.


"Ketemu penasehat kerajaan di hotel XCX"


"Oh"


"Loe ngak bawa mobil?" tanya Bryan saat melihat mobil Yorla tidak ada.


"Eke tadi di antar pulang sama si tampan Kevin brother" pekik Yorla dengan histeris.


"Tumben dia mau antar loe" ucap Bryan dengan selidik.


"Hehehehe........eke ancam dia kalau ngak antar eke nanti eke tidur di apartemennya" ucap Yorla sambil terkekeh.


"Ckk!! Loe emang ubur-ubur gagal" ketus Bryan dengan sinis.


"Brother" rajuk Yorla dengan bibir mengerucut.


"Siapin barang loe besok kita ke Italia"


"Loh kenapa cepat banget brother? Bukannya lusa baru kita berangkat ya?" tanya Yorla dengan bingung.


"Gue harus hendel beberapa pekerjaan sebelum pernikahan gue. Lagian loe kan harus lihat gaun pengantin calon istri gue"


"Oh iya benar juga brother eke lupa"


"Heeemmm"


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Keduanya segera masuk ke dalam lift menuju apartemen mereka untuk beristirahat karena besok mereka harus terbang ke Italia.


~ Wesly Hospital ~


Seperti biasa suasana pagi di ruang perawatan Valeria akan riuh karena ulah Mikhael yang tak bisa tenang dan selalu membuat kepala Thomas ingin meledak.


"Stop Mikhail! Jangan menganggu adikmu!" hardik Thomas dengan suara tinggi.


Oek............oek............oek...........


"Daddy membuat adik menangis" ketus Mikhail dengan wajah kesal.


"Habiskan sarapanmu son sebelum daddy menghukummu" tegas Thomas dengan tatapan tajam.


Bukannya takut Mikhail berbalik menatap sang daddy tak kalah tajam. Sedari dulu Mikhail hanya patuh dan takut dengan Valeria karena Thomas tidak terlalu tegas saat memberinya hukuman.


"MIKHAIL ZENO PARKER" hardik Thomas menggelegar.


"I dont want eat. Aku akan makan jika disuapi daddy!" (aku tidak ingin makan) teriak Mikhail dengan suara tinggi.


"Daddy harus mengurus mommy kamu dulu son. Cobalah mengerti daddy" lirih Thomas dengan suara pelan.


Mikhail menatap daddy dan mommynya bergantian dengan kening berkerut. Ia lalu berjalan ke brankar Valeria dan naik ke atas sambil memeluk Valeria dan menangis.


Phew.............


Thomas membuang napasnya dengan kasar melihat kelakuan putranya. Sedari kecil Mikhail tidak pernah mau di urus oleh pengasuh hanya mau diurus oleh dia, Valeria, dan Ares.


Honey cepatlah sadar, batin Thomas menatap nanar istrinya.


Thomas berlalu menuju putrinya dan mengeluarkannya dari inkubator lalu mendiamkannya. Setelah putrinya tenang ia memberikannya ke dokter Lauren untuk di periksa sebelum kembali dimasukkan ke inkubator.


Thomas mengendong putranya yang sedang menangis lalu membawanya ke arah balkon. Dokter Lauren dan dokter Vivian yang melihat hal itu merasa kasihan kepada Thomas karena harus mengurusi ketiganya.


Beban yang dipikul Thomas sangat berat karena dia harus membagi waktu mengurus keluarganya dan juga perusahaan istrinya.


"Kasihan tuan" ucap dokter Vivian.


"Heemmm! Semoga nyonya cepat sadar karena hanya nyonya yang bisa mendiamkan tuan muda jika sudah emosi" ucap dokter Lauren dengan penuh harap.


"Kita hanya bisa menunggu keajaiban agar nyonya cepat sadar"


"Ya kamu benar"


Sedangkan di balkon ruang perawatan Valeria, Thomas sedang membujuk putranya agar tidak menangis lagi.


"Kamu tahu son"


"Aku tidak tahu"


"Ckk! Daddy belum selesai ngomong Mikhail" dengus Thomas.


"Heeemmm"


"Mommy akan sedih lihat kamu tidak makan son. Kamu mau mommy sedih saat bangun dan melihat putra gantengnya tidak terurus"


"No daddy" ucap Mikhail dengan cepat.


"Kalau tidak mau daddy minta mulai sekarang kamu harus makan teratur dan jangan membantah daddy ya son" pinta Thomas.


"Oke daddy"


Thomas mengecup kening putranya dengan lembut lalu membawanya kembali ke dalam untuk menyelesaikan sarapannya.


Setelah itu ia memberikan iPad kepada putranya untuk bermain game dan ia mengurus istrinya lagi. Tak ada kata lelah dalam benak Thomas mengurus istri dan anaknya.


Cup...............


Thomas mencium kening dan bibir istrinya setelah selesai membersihkan tubuhnya. Ia lalu mengambil tempat di sofa dan melanjutkan memeriksa laporan perusahaan.


"Son kamu tolong hubungi uncle Bryan" ucap Thomas yang masih berkutat dengan laptop.


1 menit


2 menit


3 menit


4 menit


5 menit


Tak ada jawaban dari putranya dan saat ia melihat ke arah putranya ternyata Mikhail sudah tertidur dengan tangan sebelah masih memegang iPad miliknya.


Phew.............


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Thomas menghembuskan napasnya dengan kasar sambil menatap anaknya yang tertidur di sofa. Ia lalu memindahkan Mikhail ke ranjang agar ia bisa beristirahat dengan nyaman.


Selesai menaruh Mikhail di ranjang Thomas bergegas mengambil hpnya dan menghubungi Bryan.


"Halo"


^^^"Jam berapa kalian berangkat?" tanya Thomas to the point.^^^


"3 Jam lagi"


^^^"Heemmm! Kamu beritahu manajer apartemen Kingdom untuk menyiapkan satu unit apartemen untuk kedua mertuaku dude"^^^


"Oke akan aku beritahu"


^^^"Baiklah. Titip salam buat ratu Camelia dan calon istrimu dan maaf aku tidak bisa hadir di pernikahan kalian"^^^


"It's okay i'm understand dude. Tapi jangan lupa hadiah pernikahanku" ucap Bryan sambil terkekeh.


^^^"Ckk!! Aku akan mengirimkannya tepat di hari pernikahan kalian"^^^


"Aku tunggu"


^^^"Heemmm! Beritahu Yorla agar selesai pernikahan kalian dia sudah harus balik kesini"^^^


"Nanti aku akan beritahu"


Thomas tak membalas ucapan Bryan dan langsung mematikan panggilannya sepihak. Ia lalu mengirim pesan ke Juan yang berjaga di luar.


Juan


^^^"Pesankan makan siang buatku dan anakku"^^^


"Baik tuan"


^^^"Suruh anak buahmu nanti jemput mertuaku sore di bandara"^^^


"Iya tuan"


Thomas menyimpan hpnya dan kembali melanjutkan pekerjaannya. Tanpa Thomas sadari ternyata air mata Valeria mengalir dari kedua matanya.


Meski ia sedang koma tapi ia bisa mendengar apa yang dibicarakan oleh mereka semua.


Tak terasa waktu pun berlalu dengan cepat dan saat Thomas mengedarkan pandangannya ke arah dinding ia melihat sudah jam 17:00 sore.


Ia tak menyangka jika hampir seharian ia berkutat dengan laporan perusahaan dan baru saja menyelesaikannya.


"Ah! Pinggangku sakit sekali" ucap Thomas sambil melemaskan otot-ototnya.


"Kapan kamu bangun honey? Aku merindukanmu honey cepatlah sadar" bisik Thomas sambil mencium bibir istrinya sekilas.


Thomas berlalu menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum setan kecilnya kembali dari mall bersama Kevin.


Lagi-lagi air mata Valeria jatuh saat mendengar bisikan dari suaminya. Entah apa yang terjadi dalam mimpinya hanya ia saja yang tahu.


Ceklek............


Pintu ruangan rawat Valeria terbuka dan masuklah kedua orang tua Valeria. Seketika tangis Arinta pecah melihat kondisi putrinya yang berada di atas brankar.


"Putriku.............hiks hiks hiks hiks" ucap Arinta sambil menangis histeris memeluk Valeria.


❄❄❄❄❄


To be continue............