Love Struggle

Love Struggle
Chapter 148



🌻Pilihlah seseorang bukan karena dia memiliki segalanya tapi karena dia menjadikanmu segalanya baginya🌻


.


.


.


.


Tatapan Valeria kosong menatap ke depan seakan tidak ada gairah hidup sama sekali. Bagas yang melihat adiknya seperti itu tak tahu harus berbuat apa karena dari kemarin Valeria diam tak berbicara satu kata pun.


"Bagas loe suruh Valeria makan deh. Dari semalam dia belum makan tuh" bisik Edo.


"Gue udah suruh dari tadi tapi Valeria diam aja" Bagas menghela napas kasar tak tahu harus berbuat apa.


"Val loe harus makan. Bentar lagi pemakaman eyang dan acaranya bakal lama" bujuk Edo.


Valeria diam tak menjawab ucapan Edo membuat Edo dan Bagas menghela napas dengan kasar. Bryan mendekati Valeria menyodorkan air mineral tapi tak di gubris sama sekali.


Putriku, batin Arinta yang menatap Valeria sedari tadi dengan tatapan sedih.


Ares yang berdiri di samping Valeria segera memberi isyarat kepada Bryan untuk menemani Valeria, karena dia akan pergi ke depan setelah mendapat kabar dari Ari jika mereka sudah masuk ke dalam wilayah keraton.


Setelah melewati pemeriksaan di gerbang depan keraton mobil yang ditumpangi Thomas akhirnya di perbolehkan masuk.


Sampai di depan keraton Thomas segera keluar dari dalam mobil sambil merapikan jasnya. Wartawan dan para pelayat seketika menatap Thomas berdecak kagum melihat ketampanannya apa lagi postur tubuhnya yang kekar dan terlihat berwibawa.


"Selamat datang tuan" ucap Ares dengan suara dingin.


"Where is my wife?" (dimana istriku) tanya Thomas dengan wajah datar.


"Nyonya berada di aula keraton tuan"


Ares segera membawa Thomas menuju aula keraton dimana jenazah eyang putri berada di sana. Sampainya di aula keraton Thomas kaget melihat tatapan istrinya yang kosong.


Grep............


Valeria tersentak tiba-tiba dia di tarik dan di peluk dengan erat. Saat mencium bau parfum yang sangat ia kenali air matanya seketika mengalir dengan deras dalam pelukan tersebut.


"Hey loe siapa beraninya peluk adik gue!" bentak Bagas membuat semua pasang mata di sana seketika melihat ke arah mereka.


"Berengsek lepasin Valeria" hardik Edo dengan emosi yang hendak memukul Thomas.


"Dia suami Valeria" ucap Bryan dengan suara dingin membuat tangan Edo menggantung di udara.


Thomas tak memperdulikan tatapan semua orang kepadanya karena saat ini yang lebih penting adalah istrinya.


Jadi ini suami adik gue, batin Bagas.


Berarti yang kemarin bukan suami putriku tapi yang ini, batin Budi sambil meneliti penampilan Thomas dari bawah ke atas.


Valeria apa kamu tidak ingin mengenalkan suamimu kepada kami nak, batin Arinta.


"Jadi adik loe udah nikah ya bro" bisik Rendi yang baru datang bersama keluarganya.


"Heemmm" deham Bagas mengangguk kepalanya sebagai jawaban.


"Honey.........hiks hiks hiks.......eyang........hiks hiks hiks" ucap Valeria sambil menangis pilu.


"Kamu yang sabar honey. Eyang sudah tenang di sana dan tidak merasa sakit lagi" ucap Thomas menenangkan istrinya.


"Eyang nanya kenapa kamu tidak datang kemarin......hiks hiks hiks"


"Boleh aku bertemu eyang untuk terakhir kali honey?" tanya Thomas dengan suara lembut.


Valeria mengangguk kepalanya lalu keduanya menghampiri peti mati eyang putri untuk memberi penghormatan terakhir sebelum prosesi pemakaman di mulai.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Acara demi acara berjalan dengan lancar hingga peti jenazah eyang putri di masukkan ke liang lahat. Suara tangisan bergema di seluruh keraton menghantar kepergian eyang putri untuk selama-lamanya.


Selesai acara pemakaman Raden Aji mengantikan ayahnya untuk membuat konferensi pers, tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua masyarakat yang telah mengambil bagian selama acara pemakaman mendiang Kanjeng Ayu Putri.


Saat ini seluruh keluarga besar Winata sedang berkumpul di aula keraton setelah para tamu pulang.


"Valeria apa kamu tidak ingin mengenalkan pria di sampingmu" ucap Wina dengan sinis.


"Wina jaga ucapan kamu" ucap Raden Aji memperingati istrinya.


"Mas aku itu cuman nanya aja kok. Lagian kan kita semua disini penasaran siapa yang memeluk Valeria sedari tadi" protes Wina dengan cepat.


"Dia suami Valeria" jawab Bagas dengan suara lantang.


"Apa" pekik semua keluarga besar Winata dengan kaget.


"Wah Arinta, Budi akhirnya kalian punya menantu juga.......hehehehe" ucap Wina sambil terkekeh.


"Mbak aku mohon jangan buat suasana semakin panas" pinta Natalia.


"Loh bukannya mbak ngomongnya sesuai fakta ya"


"Kenapa mbak harus repot-repot ikut campur dalam urusan keluargaku?" tanya Arinta sambil tersenyum penuh arti.


Valeria yang sudah sangat lemah meremas tangan suaminya memberi isyarat untuk segera membawanya pergi dari sana.


"Ares siapkan mobil" perintah Thomas dengan suara dingin.


"Loe mau bawa kemana adik gue?" tanya Bagas saat melihat Thomas berdiri sambil memapah Valeria.


Thomas menatap Bagas dengan kening berkerut karena tak mengenali siapa Bagas dan juga tak mengerti apa yang di ucapkan oleh Bagas.


"He is Valeria brother" (dia adalah kakak Valeria) ucap Bryan seakan tahu apa yang dipikirkan Thomas.


"Brother?" tanya Thomas dengan bingung pasalnya yang ia tahu Valeria itu tidak punya keluarga lagi.


"Beraninya kamu ingin membawa putriku" hardik Budi dengan suara tinggi.


"Who are you?" (siapa kamu) tanya Thomas dengan suara dingin.


"Ada hak apa anda melarangku membawa Valeria?" tanya Thomas dengan tatapan tajam.


"Karena aku ayahnya dan aku berhak atas putriku" dengan lantang Budi berbicara seakan lupa apa yang terjadi diantara mereka.


"Hahahaha........Are you sure old man? Setahu aku istriku tidak punya keluarga lagi" (apa anda yakin pak tua) tanya Thomas sambil tertawa.


"Jaga ucapanmu berengsek!" bentak Bagas sambil menunjuk Thomas.


"Aku tidak perduli ada hubungan apa kalian dengan istriku. Karena saat ini yang berhak atas tubuh dan jiwanya hanya aku suaminya" hardik Thomas menggelegar.


"Dia itu anakku dan aku yang berhak penuh atas dirinya!" bentak Budi dengan emosi.


"Apa otak anda barusan terbentur tuan Kusumo yang terhormat" sinis Valeria dengan tatapan mengejek.


"Valeria!" bentak Bagas tak suka dengan cara bicara adiknya yang tak sopan.


"Jangan membentak istriku bangsat!" bentak Thomas sambil menatap tajam Bagas.


"DIAM" hardik Raden Arya dengan suara lantang menggelegar.


Suasana di dalam aula seketika terasa sangat mencekam apa lagi tatapan mata Valeria yang seperti pedang tajam siap membunuh siapa pun.


"Jangan lupa tuan dan nyonya Kusumo yang terhormat jika aku bukan lagi putri kalian!" bentak Valeria dengan suara tinggi.


"Valeria" lirih Budi dan Arinta dengan mata berkaca-kaca.


Valeria segera pergi dari sana tak ingin terus berlama di sana. Melihat kepergian Valeria keduanya tak bisa membendung air mata mereka lagi.


"Aaarrgghhhhh..........berengsek" teriak Bagas dengan emosi.


Bagas berlalu keluar dengan wajah merah padam menahan emosinya, melihat hal itu Rendy, Edo, dan Ahmad segera menyusulnya takut ia kenapa-napa.


"Kalian puas kan Arinta, Budi? Keluarga kalian hancur karena ulah kalian sendiri" pekik Natalia dengan emosi menatap adik dan adik iparnya.


"Kalian itu ngak pantas di sebut orang tua" ucap Raden Aji dengan tatapan penuh kekecewaan.


Hiks.........hiks..........hiks.........hiks......


Arinta menangis meraung-raung tak sanggup menahan rasa bersalah dan sakit di hatinya mengingat semua perbuatannya kepada putri semata wayangnya.


~ Mansion Valeria ~


Hari itu juga Thomas dan Valeria berangkat ke Jakarta tak ingin berlama-lama di Solo apa lagi kondisi Valeria yang semakin lemah.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Periksa istriku!" bentak Thomas saat masuk ke dalam kamar Valeria.


Dengan cepat dokter Lauren mengeluarkan peralatan medisnya dan memeriksa kondisi Valeria. Tak lupa ia juga memasang infus.


"Bagaimana kondisi istriku?" tanya Thomas dengan khawatir.


"Nyonya hanya kekurangan cairan tubuh dan setelah infusnya habis nyonya akan segera sadar"


Thomas bernapas dengan lega karena istrinya hanya kekurangan cairan saja. Thomas lalu naik ke ranjang dan memeluk tubuh istrinya setelah dokter Lauren keluar.


Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dan matahari sudah berganti dengan bulan. Mata hitam itu lalu mengerjab-ngerjab melihat ke sekeliling.


Eeuuuggghh.........


"Honey kamu susah sadar" ucap Thomas saat mendengar ringisan istrinya.


"Ai......r" lirih Valeria dengan suara pelan.


Thomas lalu mengambil air dan membantu istrinya minum tak lupa menyuruh Ares memanggil dokter Lauren dan membawakan makanan untuk istrinya.


Selesai melepas infus Thomas lalu menyuapi istrinya makan. Setelah makan malam Valeria lalu melihat suaminya dengan mata berkaca-kaca.


"Jangan menangis lagi honey"


"Aku merindukan eyang honey.......hiks hiks hiks"


"Ikhlaskan honey. Eyang pasti sedih melihat kamu seperti ini"


"Buka laptopku yang berwarna hitam di ruang kerjaku honey. Aku akan membuka passwordnya agar kamu bisa masuk" ucap Valeria sambil mengutak-atik hpnya.


"Buat apa honey?" tanya Thomas dengan penasaran.


"Aku tahu kamu penasaran dengan masa laluku honey. Sudah saatnya kamu tahu masa laluku honey"


Tak banyak bertanya Thomas segera berlalu ke ruang kerja istrinya. Valeria menatap suaminya dengan perasaan tak menentu.


Sampainya di dalam ruang kerja istrinya dengan cepat Thomas membuka laptop sang istri lalu membuka folder secret yang di dalam laptop itu kebetulan hanya ada satu folder saja di sana.


Brak...............


Thomas membuka pintu kamar dengan kuat sambil menangis. Sudah 4 jam ia berada di ruang kerja istrinya dan menonton semua video rahasia sang istri.


Grep.............


Hiks............hiks...........hiks.........hiks..............


Thomas memeluk tubuh istrinya sambil menangis histeris membayangkan seberapa menderita istrinya dari kecil karena keluarga kandungnya sendiri.


"Hiks hiks hiks..........kenapa kamu sembunyikan ini semua honey.......hiks hiks.......mereka bukan manusia tapi binatang" ucap Thomas dengan emosi sambil menangis.


"Sakit rasanya honey.......hiks hiks hiks"


"Lupakan mereka karena mereka tidak pantas jadi keluargamu honey" Thomas memegang kedua pipi istrinya sambil menatapnya dengan sedih.


Ia berjanji mulai saat ini tak akan membuat istrinya bersedih lagi apa lagi mengingat mantan kedua orang tua istrinya itu yang tak pantas jadi orang tua.


❄❄❄❄❄


To be continue.............