Love Struggle

Love Struggle
Chapter 22



🌻Bukan orang lain yang bisa merubah takdirmu tapi kamu sendiri yang bisa merubahnya🌻


.


.


.


.


Bulan sudah tidak kelihatan lagi digantikan oleh matahari yang baru saja terbit di ufuk timur. Tepat pukul 06:00 pagi Valeria yang bergulung di bawah selimutnya perlahan membuka kedua matanya.


Valeria lalu melakukan peregangan sebelum turun dari ranjang. Selesai ia segera merapikan ranjangnya dan bergegas mandi untuk ke sekolah.


Cukup 20 menit Valeria sudah selesai membersihkan tubuhnya, ia lalu memakai seragam dan mengambil tasnya yang sudah di siapkan dari semalam.


"Semangat Valeria" ucap Valeria sambil melihat penampilannya di kaca.


Valeria lalu turun ke bawah untuk sarapan karena ia tidak ingin terlambat ke sekolah. Di meja makan sudah ada Bianca, Arinta dan Budi yang sudah terlebih dulu menikmati sarapan.


"Selamat pagi ayah, ibu, Bianca"


"Hemmm" ucap Budi hanya berdeham.


"Pagi" ucap Arinta dengan singkat.


"Selamat pagi juga Ca, ayok sarapan" ucap Bianca sambil tersenyum mais.


Hati Valeria sakit saat mendengar jawaban ke dua orang tuanya yang terkesan dingin dan datar.


Segitu marahnya ayah dan ibu ke Valeria, batin Valeria dengan sedih.


Meski hatinya sangat sedih tapi raut wajahnya tidak berubah sedikit pun. Hanya ada tatapan datar dan tegas yang ada di wajahnya, bahkan orang lain tidak bisa menebak apa yang Valeria rasakan saat ini.


Bi Susi yang tahu isi hati Valeria memandang nona mudanya dengan kasihan. Valeria yang tau arti tatapan bi Susi hanya bisa tersenyum seolah mengatakan ia baik-baik saja.


"Kartu kreditmu ayah blokir sementara" ucap Budi setelah selesai sarapan.


"Baik ayah" ucap Valeria dengan santai.


Seakan ia tidak memperdulikan jika kartu kreditnya di blokir oleh sang ayah. Berbeda dengan Bianca yang meradang karena tidak bisa lagi menggunakan kartu kredit milik Valeria lagi.


"Sebentar kamu ikut ayah dan ibu ke undangan dari rekan bisnis ayah" ucap Arinta.


"Tapi bu Valeria masih belum fit" ucap Valeria yang merasa tubuhnya masih sakit.


Budi dan Arinta melihat Valeria dengan saksama, keduanya bisa melihat dari wajah Valeria yang pucat tidak ada rona merah seperti biasa menandakan sang anak tidak dalam kondisi sehat.


"Kalau kamu sakit mending ngak usah masuk sekolah" ucap Arinta dengan khawatir.


Valeria tersenyum tipis saat melihat wajah sang ibu yang terlihat khawatir. Meski ia dipukul oleh sang ibu tapi Valeria tahu kalau Arinta sangat mengkhawatirkan kondisinya.


"Ngak bu Valeria kuat kok ke sekolah, lagian ujian kenaikan kelas bentar lagi bu" ucap Valeria.


"Tapi" ucap Arinta yang langsung di potong Budi.


"Sudahlah sayang kalau Valeria maunya masuk biarkan saja. Lagian dia itu jadi perempuan tidak boleh lemah" ucap Budi dengan suara tegas.


Suasana kembali hening saat Budi berbicara, Arinta yang ingin memprotes mengurungkan niatnya karena tahu sang suami tidak suka di bantah.


Selesai sarapan mereka semuanya segera berangkat ke tujuan masing-masing. Di dalam mobil Budi ia masih memikirkan tentang jamuan makan malam nanti.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Dion apa kontrak kerja sama dengan RH company sudah di siapkan" ucap Budi sambil melihat grafik saham di iPad.


"Sudah tuan"


"Heemmm! Sebentar kamu hubungi asisten tuan Rahardian untuk membuat janji saat makan siang nanti"


"Baik tuan"


"Oh ya apa undangan malam nanti harus di hadiri oleh istri dan anak juga?" tanya Budi.


"Iya tuan"


"Bagaimana jika anak tidak bisa hadir, soalnya Valeria sedang tidak enak badan"


"Kalau itu saya tidak tahu tuan"


"Heeemmm"


Budi berpikir apa ia harus batal pergi atau tidak, tapi ini adalah kesempatan bagus untuk melebarkan perusahaannya. Budi yakin di jamuan makan malam nanti banyak tamu undangan dari perusahaan besar yang akan hadir.


Apa aku ajak saja anak jal**g itu, batin Budi memikirkan nama Bianca.


Budi lalu mengambil hpnya dan menghubungi Arinta untuk bertanya hal ini. Pada dering kedua panggilannya langsung di jawab oleh sang istri.


"Halo" ucap Arinta dari seberang.


^^^"Halo sayang apa kamu sudah sampai"^^^


"Belum mas 5 menit lagi aku nyampe di butik"


^^^"Oh ada yang mau aku bicarakan sayang"^^^


"Apa itu mas?" tanya Arinta.


^^^"Apa malam nanti kita bawa saja anak ja***g itu ke jamuan makan malam nanti"^^^


"Apa! Aku ngak mau mas" tolak Arinta dengan kaget dari seberang.


^^^"Tapi sayang"^^^


"Mas ini kan acara jamuan makan malam untuk keluarga, lah Bianca kan bukan bagian dari keluarga kita mas"


^^^"Iya aku tahu sayang, tapi ini semua untuk perusahaan"^^^


"Maksud mas?" tanya Arinta dengan bingung.


^^^"Mas tahu jika di jamuan nanti banyak perusahaan besar yang hadir dengan begitu mas bisa sekalian mencari rekan kerja baru yang mau bekerja sama dengan perusahaan kita sayang"^^^


"Tapi mas kenapa harus anak itu sih"


^^^"Yah mau gimana lagi sayang, Valeria kan ngak bisa ikut"^^^


"Aku terserah mas aja, baiknya gimana"


^^^"Iya sayang"^^^


"Aku udah sampai butik mas, mas hati-hati ya ke perusahaan"


^^^"Iya sayang love you"^^^


"Love you too mas"


Budi segera mematikan panggilannya dan kembali melihat grafik saham di iPad miliknya.


Dion yang mendengar semua pembicaraan tuannya hanya diam saja, entah kenapa ia merasa tidak suka jika Bianca harus mengantikan posisi Valeria ke jamuan nanti malam.


~ Kusumo Group ~


Tak lama mobil Budi sudah sampai di lobby perusahaan. Dion segera turun dan langsung membukakan pintu buat sang tuan.


Keduanya lalu masuk ke dalam perusahaan dengan langkah tegap. Para karyawan yang berpapasan dengan mereka segera memberi hormat tak lupa menyapa direktur dan asistennya.


Budi dan Dion tidak membalas sapaan para karyawan dan langsung beranjak ke lift khusus direktur.


Ting............


Bunyi lift tanda sudah sampai di lantai 15 lantai khusus direktur.


"Selamat pagi tuan" ucap Manda sekertaris Budi.


Budi dan Dion segera masuk ke dalam ruangannya tidak membalas sapaan Manda. Sampainya di dalam ruang kerjanya Budi segera menyuruh Dion menyiapkan kontrak kerja sama dengan perusahaan RH company.


Tok..........tok..........tok...........tok........


Setelah mendapat ijin Manda segera masuk. Ia lalu berjalan ke dalam ruangan Budi dengan langkah cepat.


"Maaf tuan barusan ada telpon dari asisten tuan Rahardian ingin mengabarkan jika jam 10:00 tepat mereka ingin bertemu di restoran hotel hilton" ucap Manda.


"Dion" ucap Budi.


"Baik tuan akan saya persiapkan semuanya"


"Hemmm"


Budi lalu memberi isyarat untuk meninggalkannya. Dion dan Manda segera pergi saat melihat isyarat tangan dari Budi.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat. Budi yang akan pergi ke hotel hilton bertemu dengan Riko Rahardian tidak jadi, karena tepat jam 09:00 mereka melakukan tanda tangan kontrak di perusahaan Kusumo group.


"Semoga kerja sama kita berjalan dengan baik tuan Rahardian" ucap Budi sambil mengulurkan tangannya.


"Iya tuan Kusumo. Saya menantikan hal tersebut" ucap Riko dengan suara dingin.


Setelah selesai menandatangani perjanjian kerja sama, Riko dan Rio asistennya segera pergi karena harus kembali ke Jakarta.


Budi tersenyum senang karena lagi-lagi ia berhasil bekerja sama dengan perusahaan nomor satu di Indonesia. Ia tak menduga jika proposal yang ia tawarkan kemarin di terima baik oleh Riko Rahardian.


~ Mansion Kusumo ~


Saat ini sudah pukul 19:00 waktu setempat, Valeria masih mengingat kejadian tadi dimana sang ayah dan ibu lebih memilih mengajak Bianca untuk pergi ke jamuan makan malam rekan bisnis Budi.


Valeria tak merasa iri sedikit pun malah ia senang karena dengan begitu Bianca bisa dekat dengan sang ayah. Ia tidak mau jika ada perpecahan dalam keluarganya hanya kehadiran Bianca.


Valeria lalu mengambil laptopnya dan mulai membuat coding program. Ia sangat tertarik dengan coding sejenak melupakan kesedihannya.


2 Minggu kemudian


Hari ini adalah hari pertama ujian kenaikan kelas di SMP Kencana. Sedari pagi Valeria sudah bangun dan bersiap-siap ke sekolah takut terlambat.


"Selamat pagi non" sapa bi Susi yang melihat Valeria turun dari lantai dua.


"Selamat pagi juga bi" ucap Valeria sambil tersenyum manis.


"Non mau sarapan sekarang?" tanya bi Susi.


"Ngak bi. Tolong siapkan bekal buat Valeria bawa aja bi takutnya telat lagi"


"Baik non"


Bi Susi lalu menyiapkan sarapan untuk Valeria. Saat sedang menunggu bi Susi di ruang keluarga tak lama Arinta keluar dari kamarnya.


"Selamat pagi bu" ucap Valeria sambil tersenyum manis.


"Kamu berangkat jam segini?" tanya Arinta sambil melihat jam yang menunjukkan pukul 06:20 pagi.


"Iya bu soalnya hari ini ujian hari pertama"


"Kerjain ujiannya yang benar jangan sampai nilai kamu turun bikin malu orang tua saja" ucap Arinta dengan suara tegas.


"Iya bu"


Valeria merasa sangat sedih karena sejak kejadian ia di pukul, entah kenapa kedua orang tuanya tidak seperti dulu lagi.


Ia ingat setiap kali ada lomba atau ujian sekolah kedua orang tuanya akan mensuport dan memberikan kata-kata semangat.


Tapi sekarang semua itu tidak ada lagi, setiap hari ia seperti tidak di anggap dan di perhatikan lagi. Bahkan ada acara penting atau undangan jamuan makan malam Valeria tidak di ajak lagi.


Tak lama bi Susi datang sambil membawa bekalnya. Valeria menerimanya dan segera mencium tangan Arinta pamit pergi ke sekolah.


Ia tidak menunggu Bianca lagi entah kenapa Bianca yang sekarang sangat sombong dan tidak berbicara lagi dengannya.


~ SMP Kencana ~


Valeria tiba di sekolah tepat pukul 06:40 dan sudah banyak murid yang ada. Saat berjalan ke kelasnya tiba-tiba hpnya berbunyi ada pesan masuk.


Kangmasku


"Semangat buat ujiannya adekku tersayangπŸ’ͺ😍"


^^^"Terima kasih buat dukungan semangatnya kangmas😍"^^^


"Semoga berhasil dek"


^^^"Iya kangmas"^^^


Valeria tersenyum hangat menatap pesan yang di kirim oleh Bagas. Pesan itu seakan menjadi semangat yang berkobar-kobar untuk memulai ujian hari.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Sampai di kelas ia melihat teman-temannya sudah banyak yang hadir. Tak terkecuali Rian orang yang sudah menjebaknya.


"Hay pencuri gimana udah siap buat ujian hari ini" ucap Rian dengan sinis.


Mendengar ucapan Rian ia tidak memperdulikannya sama sekali. Valeria menganggap ucapan Rian hanya angin lalu saja, Rian yang melihat hal tersebut mengertak giginya sampai berbunyi.


Ia akui Valeria bukan orang yang gampang di tindas, terbukti dari pembawaannya yang tak kenal takut dan gentar akan setiap ejekan yang ia terima.


"Gue salut sama ketegaran loe Val, tapi gue pengen liat sampai kapan loe bisa bertahan" gumam Rian dengan senyum sinis.


Tak lama kedua sahabat Valeria sudah datang, mereka lalu mengobrol sebentar sambil mempersiapkan diri untuk ujian sebentar. Bel masuk sudah berbunyi tanda ujian sebentar lagi di mulai.


Sebelum ujian Valeria terlebih dahulu berdoa agar ia bisa mengerjakan soal-soal ujian dengan baik. Saat petugas ujian masuk Valeria segera mengerjakan soal-soal dengan teliti.


Tak terasa hari berganti hari berlalu dengan cepat, sudah seminggu Valeria menyelesaikan ujian kenaikan kelas. Tinggal menunggu hasilnya saja yang akan di berikan pada penerimaan rapor.


Karena baru habis ujian semua siswa di beri libur tenang selama 2 hari. Para murid di SMP Kencana senang bukan main karena di beri libur tenang oleh kepala sekolah.


~ Keraton Winata ~


Seperti saat ini Valeria menghabiskan waktunya bersama eyang putri di keraton Winata. Valeria di ajak oleh eyang putri agar belajar membuat batik tulis bersama gadis remaja yang datang ke keraton.


"Eyang putri apa begini caranya?" tanya Valeria.


"Ternyata kamu sangat mahir udah sampai tahap 3" puji Putri saat melihat gambar batik buatan Valeria.


"Terima kasih eyang" ucap Valeria sambil tersenyum manis.


"Anak-anak ingat ya ada 12 tahapan dalam pembuatan batik tulis" ucap Putri dengan suara lembut.


"Iya kanjeng ayu putri" ucap semuanya dengan serentak.


"Nah sebagai generasi penerus bangsa kalian tidak boleh lupa dengan warisan budaya kita yang satu ini ya anak-anak"


"Kanjeng ayu putri ada berapa jenis kain batik?" tanya salah satu gadis disana.


"Untuk jenis kain batik sendiri ada 3 yaitu batik tulis, batik print, dan batik cap. Nah yang paling bernilai tinggi itu jenis batik tulis karena pembuatannya yang susah dan butuh ketrampilan dan ketelitian"


"Iya kanjeng ayu putri" ucap semuanya serentak.


Putri terus memberikan ilmu mengenai batik tulis, dan menuntun mereka untuk mencoba membuat batik tulis yang sederhana. Selesai acara Valeria lalu pamit pulang kepada Putri.


~ *Mansion K**usomo* ~


Valeria segera masuk ke dalam mansion ingin membersihkan diri karena gerah. Saat masuk ke dalam mansion Valeria mengerutkan keningnya melihat Bianca yang baru saja keluar dari kamar orang tuanya.


"Ngapain Bianca masuk ke kamar ayah dan ibu" ucap Valeria dengan penasaran.


Valeria lalu mengikuti Bianca menuju ke ruang studionya. Sampai di sana Valeria kaget bukan main melihat Bianca yang sedang memegang sesuatu.


"Bianca" ucap Valeria dengan tatapan tajam.


Tubuh Bianca menegang sempurna melihat Valeria berdiri di depan pintu. Ia tak tahu harus berbuat apa saat ini dan pikirannya blank seketika.


❄❄❄❄❄


To be continue............


Jangan lupa beri dukungan kalian lewat vote, like, komen dan ratingnya yang sebanyak-banyaknya guys😘❀