Love Struggle

Love Struggle
Chapter 171



🌻Nikmati dulu pahit-pahitnya, karena saat ini kamu bukan hancur tapi kamu sedang berproses🌻


.


.


.


.


Tatapan Thomas terlihat sendu bercampur khawatir melihat kepergian istrinya. Pada saat pintu penthouse sudah tertutup ia merasa seperti akan ada sesuatu yang terjadi.


Kenapa perasaan aku tidak tenang ya, batin Thomas dengan gusar.


"Ares perketat penjagaan apartemen jangan biarkan musuh menerobos masuk ke dalam sini" ucap Thomas dengan suara dingin.


"Baik tuan"


"Yorla kamu berjaga di depan kamar utama. Jika ada sesuatu yang terjadi dengan aku dan Ares kamu tahu apa yang harus kamu lakukan" titah Thomas sambil menatap Yorla dengan tatapan membunuh.


"Eke tahu brother in law" jawab Yorla dengan cepat.


"Bawa laptopku Ares"


"Baik tuan"


Thomas duduk di sofa menunggu Ares yang mengambil laptopnya di ruang kerja Valeria. Sedangkan Yorla sudah duduk di sofa di samping kamar utama.


Tatapan matanya bergidik ngeri melihat Thomas yang mengeluarkan pistol kesayangannya dan menaruhnya di atas meja.


Saat Ares melewatinya mata Yorla melotot melihat pistol kesayangan Ares yang selalu dia bawa kemana saja sudah berada di tangannya.


"Anda sebaiknya menyiapkan pistol anda untuk berjaga" ucap Ares dengan suara dingin saat akan menuruni tangga.


Glek..............


Yorla menelan salivanya mendengar ucapan Ares barusan. Entah kenapa perasaanya tak tenang seperti ada sesuatu yang akan terjadi nanti.


Dor.........dor...........dor.........dor...........


Bunyi tembakan bersahutan di dekat Kingdom apartemen. Thomas membajak cctv di sekitar apartemen melihat keadaan disana dan ternyata sesuai ucapan istrinya ada sekelompok orang yang berniat menerobos masuk ke dalam apartemen.


"Berengsek! Siapa sebenarnya orang-orang ini!" maki Thomas melihat musuh terus berdatangan.


"Bagaimana situasi istriku Ares?" tanya Thomas.


"Keadaan nyonya baik-baik saja tuan"


"Ada berapa banyak yang menyerang perusahaan?" tanya Thomas semakin cemas.


"Tidak terhitung tuan. Jumlah mereka sangat banyak dan mereka datang bergiliran tuan" ucap Ares sambil menunjukkan cctv di sekitar Galaxy company.


"Siapa yang berada belakang ini semua!" bentak Thomas dengan rahang mengeras.


"Thomas Colin"


"Apa" pekik Yorla dengan suara melengking dari lantai dua.


"Thomas? His name same like me?" (namanya sama sepertiku) tanya Thomas menunjuk dirinya sendiri dengan kening berkerut.


"Benar Tuan" jawab Ares.


"Katakan itu tidak benar kan Ares? Tidak mungkin Thomas yang cupu itu kan?" tanya Yorla dengan tak percaya.


"Kamu tahu dia?" tanya Thomas dengan mata memicing.


"Tentu. Dia itu orang yang paling aku benci selama aku kuliah di Oxford!" tegas Yorla dengan wajah tak suka.


"Katakan apa hubungan dia dengan istriku" ucap Thomas dengan wajah mengelap.


Yorla menatap Ares memberi isyarat untuk menjelaskan hubungan Valeria dengan orang yang mereka sebut tadi. Ares menatap Yorla dengan wajah dingin dan datar membuat Yorla seakan ingin memukul wajah itu.


Sialan si Ares! Dia pasti bakal nyuruh eke buat jelasin, batin Yorla memicing.


"Ares" panggil Thomas dengan suara dingin dan tegas.


"Yorla akan menjelaskannya tuan"


Nah sesuai prediksi eke barusan, batin Yorla menatap Ares dengan mata melotot tajam.


"Yorla" desis Thomas dengan tatapan membunuh.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Phew..................


Yorla membuang napasnya dengan kasar sambil menatap Ares dan Thomas bergantian. Mau tak mau ia harus menjelaskan siapa itu Thomas Colin.


"Dia dulu satu kampus dengan kami. Dia itu anaknya cupu dan tidak bergaul dengan siapa pun selama di kampus tapi yang mengherankan ternyata dia mencintai sister" papar Yorla.


"Apa" pekik Thomas dengan suara tinggi.


"Aduh brother kuping eke sakit tahu" dengus Yorla.


"Lalu bagaimana reaksi istriku? Apa yang dilakukan oleh berengsek itu?" tanya Thomas dengan suara tinggi.


"Waktu sister semester 4 Thomas Colin mengutarakan perasaannya tapi sister tak membalas pernyataannya dan pergi meninggalkannya. Mulai saat itu keberadaan Thomas Colin hilang ditelan bumi tapi saat sister wisuda Thomas Colin muncul dengan penampilan berbeda dan berniat melecehkan sister waktu sister menginap di hotel Grace" papar Yorla dengan panjang lebar.


"Brother tahu hari itu pertama kali eke melihat sister memukul orang tanpa ampun. Sister seperti setan yang haus darah memukul Thomas dan eke yakin nyawanya tak tertolong lagi karena Raksa melemparnya di jurang waktu itu" tambahnya lagi dengan kening berkerut.


"Raksa pasti tidak mengecek apa dia sudah mati atau belum sebelum membuangnya di jurang" ucap Ares.


"Bisa jadi sih! Tapi mustahil jika dia selamat karena tangan dan kakinya sudah di patahkan sister" tebak Yorla sambil mengetuk jarinya.


"Dimana istriku?" tanya Thomas dengan rahang mengeras.


Ares membuka iPad ditangannya mencoba membuka cctv di Galaxy company tapi semua cctv disana tidak bisa terbuka.


"Kenapa?" tanya Thomas merasa ada sesuatu yang tak beres.


"Cctv di Galaxy company dan sekitarnya tidak bisa dibuka tuan"


"Apa" pekik Thomas.


Dengan cepat jari tangan Thomas menari-nari di atas laptop mencoba cari tahu keberadaan istrinya. Tapi tak bisa diakses sepertinya cctv di sana mati bahkan disekitarnya juga tak bisa diakses.


"GPS nyonya ada Galaxy Company tuan" ucap Ares sambil menunjukkan lokasi GPS Valeria di iPad.


"Heemmm"


"Tuan anak buah kita berhasil di kocek di bawah" lapor Ares melihat cctv di sekitar Kingdom apartemen.


"Kamu ke bawah bereskan mereka semua Ares"


"Saya akan berjaga di depan lobby tuan dan mengunci pintu otomatis di seluruh apartemen"


"Heemmm! Beritahu manajer apartemen untuk menyuruh penghuni apartemen jangan keluar sebelum ada informasi"


"Baik tuan"


Dor.............dor............dor...........dor...........


Valeria menatap keadaan di luar dari kaca jendela di lantai 40 ruangan khusus presdir di Galaxy Company. Bunyi tembakan beruntun di luar sana belum juga berhenti sedari tadi apa lagi penyerangan di sini lebih parah di bandingkan dengan di apartemen.


"Master" ucap Rehan yang masuk ke dalam ruangan Valeria.


"Suruh tim sniper dan panah untuk bergerak sekarang"


"Baik master"


"Kirim 500 anggota inti Black Shadow menuju arah Selatan 4 KM dari sini karena musuh bersembunyi disana" ucap Valeria dengan suara tegas.


"Baik master"


"Loe jaga di lobby depan jangan biarkan satu pun masuk ke dalam perusahaan gue"


"Siap master"


"Jangan lupa pakai rompi anti peluru Rehan" ucap Valeria saat Rehan akan membuka pintu.


"Baik master" ucap Rehan sambil tersenyum tulus.


Rehan segera berlalu keluar melaksanakan perintah Valeria barusan. Sesuai ucapan Valeria tadi ternyata musuh mereka berkumpul di arah selatan sedari tadi.


Duar........duar..........duar.............duar.....


Bunyi ledakan bergema di arah selatan membuat senyum Valeria seketika terbit di bibirnya. Ia sudah tidak sabar menunggu kedatangan Thomas Colin dari tempat persembunyiannya lagi.


"Gue bakal kirim loe ke neraka kali ini cupu" gumam Valeria dengan suara dingin.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Valeria duduk di kursi kebesarannya sambil melihat pergerakan suami dan anaknya di penthouse. Ia tersenyum smirk melihat wajah emosi suaminya saat Yorla menceritakan siapa itu Thomas Colin.


"Loe berbeda dengan dia honey" ucap Valeria sambil terkekeh.


Duar................


Valeria tersenyum smirk mendengar ledakan 1 KM tak jauh dari perusahaannya. Ia bangun sambil mengangkat hpnya dan menaruh di saku celana dan berjalan menuju rooftop sambil memegang pistol desert eagle kesayangannya.


Ceklek................


Pintu rooftop terbuka membuat sosok yang sedang berdiri di tengah landasan helipad tersenyum lebar. Valeria menatap orang di depannya dengan wajah datar dan dingin.


"Lama tidak bertemu Valeria Anastasia atau lebih tepatnya Mrs. Parker. Wajah kamu masih sama seperti dulu" ucap Thomas Colin sambil tersenyum menyeringai.


"Bagaimana rasanya selamat dari neraka waktu itu" ejek Valeria dengan sinis.


"Well itu suatu keajaiban untukku. Karena itu akhirnya kita bertemu lagi ya"


Valeria tersenyum menyeringai menatap Thomas tak membalas ucapannya. Mata Thomas lalu tertuju ke perut Valeria yang sudah sangat membesar.


"Jadi kamu sedang hamil anak kedua ya. Aku pastikan anak di dalam perut kamu tidak akan sempat melihat dunia ini" ucap Thomas dengan tatapan penuh kebencian.


Dor............dor.............


Thomas Colin tiba-tiba melepas tembakannya ke arah Valeria dan seketika matanya melotot melihat peluru yang ia tembak tak mengenai Valeria.


"Bagaimana mungkin?" tanya Thomas Colin dengan bingung.


"Bukan anakku yang tidak akan melihat dunia ini tapi kamu CUPU LOSER" ejek Valeria menekan ucapannya di bagian akhir.


"AKU BUKAN LOSER JA***NG!" bentak Thomas Colin menggelegar dengan suara tinggi.


"Sedari dulu kamu itu loser dan sampai kapan pun kamu itu tetap loser"


"Diam kamu ja***ng! Aku bukan loser berengsek" hardik Thomas Colin dengan emosi.


"LOSER" hina Valeria.


Dor................dor............dor.............


Thomas menembak Valeria dengan brutal tapi lagi-lagi semu pelurunya meleset ke samping dan tidak mengenai Valeria.


Wush................


"Kamu" ucap Thomas Colin dengan mata melotot tak menyangka tiba-tiba Valeria sudah berada di belakangnya.


"Sampaikan selamat tinggal kepada dunia ini loser" ucap Valeria sambil terkekeh.


Sret.......................


Valeria mem***ng leher Thomas Colin dengan pisau kesayangannya dengan dalam membuat darah Thomas Colin mengalir dengan deras. Matanya melotot melihat Valeria tak menyangka akan jadi seperti ini.


"Kam.....u akan menyesal melaku.....kan ini se....mua ja***ng" ucap Thomas Colin dengan terbata-bata sebelum napasnya putus.


Brugh......................


Tubuh Thomas Colin terjatuh bersimbah darah di lantai membuat beberapa anggota inti Valeria yang baru saja datang melihat master mereka dengan kaget.


"Geledah tubuhnya setelah itu buang ke peliharaan gue" perintah Valeria dengan suara dingin.


"Baik master"


"Bagaimana keadaan di bawah?" tanya Valeria dengan wajah datar.


"Mereka semua berhasil dilumpuhkan master. Tersisa beberapa orang saja yang masih hidup master"


"Bereskan semuanya sebelum fajar nanti"


"Baik master"


Kring.............kring.........kring...........


Hp Valeria berbunyi tanda panggilan masuk, saat melihat siapa yang menelponnya ia mengernyitkan keningnya melihat nama Yorla yang tertera disana.


^^^"Kenapa?" tanya Valeria dengan suara dingin.^^^


"Mikha.....il diculik barusan si.......ster" ucap Yorla dengan terbata-bata.


^^^"APA" teriak Valeria menggelegar membuat anggota inti Black Shadow yang berada di sana kaget.^^^


Krek...............


Hp milik Valeria hancur di genggamannya menahan emosinya yang sudah di ubun-ubun. Matanya langsung tertuju ke arah jasad Thomas Colin dan sedetik kemudian dia ingat dengan ucapan terakhirnya.


"Bangsat!" maki Valeria dengan suara tinggi.


❄❄❄❄❄


To be continue.................