Love Struggle

Love Struggle
Chapter 147



🌻Tunjukkanlah betapa berharganya hidupmu di depan lawanmu dan jangan biarkan mereka merendahkanmu hanya karena status sosialmu🌻


.


.


.


.


Selama 2 hari Thomas tak keluar dari ruang kerjanya bahkan ia melewatkan jam makan dan hanya mengkonsumsi alkohol untuk membasahi tenggorokan.


Panggilan dari Kevin, Albert, dan lainnya tak ia pedulikan karena dipikirannya saat ini hanya istrinya.


Akhirnya perjuangannya berhasil selama 2 hari memecahkan kode pengaman di salah satu laptop Valeria. Dengan cepat Thomas mulai mencari keberadaan Valeria mulai dari GPS Rehan pengawal pribadinya.


"Indonesia" gumam Thomas dengan bingung melihat GPS Rehan dan pengawal pribadi istrinya sedang bertolak dari Italia menuju ke Indonesia.


Thomas tak memikirkan yang lainnya dan segera menyuruh pilot menyiapkan jet pribadi Xavier untuk berangkat ke Indonesia.


BosBesar


^^^"Bos aku minta maaf karena tak masuk kantor dan aku baru saja mengetahui keberadaan istriku"^^^


^^^"Aku akan menyusulnya ke sana sekarang bos"^^^


"Heemmm, pergilah"


Setelah mendapat balasan pesan dari Xavier dengan cepat Thomas bersiap untuk pergi menjemput istrinya di Indonesia.


Tunggu aku honey, batin Thomas sambil mengusap foto istrinya yang ia jadikan wallpaper di hpnya.


~ Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo ~


Setelah balasan jam di mengudara akhirnya Valeria dan rombongannya tiba bandar udara internasional Adi Soemarmo, di kota Solo, Jawa Tengah.


"Dimana eyang?" tanya Valeria dengan cemas.


"Nyonya sepuh berada di rumah sakit kota nyonya" ucap Ares.


Valeria segera masuk ke dalam mobil dan tak lama mereka semua meninggalkan bandara menuju rumah sakit tempat eyang putri di rawat.


~ Rumah Sakit Kota ~


Sampainya di rumah sakit Valeria berlari masuk ke dalam rumah sakit tanpa menunggu Ares membukakan pintu. Bryan, Ares, Rehan, dan dokter Lauren bergegas mengejar Valeria yang sudah masuk ke dalam rumah sakit.


"Dimana ruangan Kanjeng Ayu Putri?" tanya Valeria ke resepsionis.


"Kanjeng Ayu berada di ruangan VVIP 3 lantai 5 nona" jawab resepsionis dengan sopan.


Valeria berlari pergi menuju ruangan eyang putri setelah mengetahui di mana ruangannya.


"Hiks hiks hiks............kenapa ayah baru mengatakan hal ini ke kita semua?" tanya Raden Aji sambil menangis histeris.


Mereka baru saja di beritahu oleh Raden Arya tentang penyakit sang ibu.


Ternyata selama 4 tahun terakhir Putri menyembunyikan penyakitnya dari anak dan cucunya hanya suami dan dokter keraton yang mengetahui penyakitnya yaitu jantung koroner.


"Ibu.......hiks hiks hiks........kenapa ibu harus menyembunyikan penyakit ibu" tangis Natalia pecah dalam pelukan anaknya Edo.


"Katakan ayah...........hiks hiks.........ini semua tidak benarkan ayah" ucap Arinta berderai air mata.


Hiks.........hiks.........hiks.........hiks..........


Raden Arya menangis dengan pilu tak bisa menjawab pertanyaan anak-anaknya. Saat ini mereka sedang menunggu dokter memeriksa keadaan eyang putri karena barusan kondisinya kembali drop.


Tak.........tak..........tak...........


Bunyi langkah kaki terdengar menuju ke arah mereka membuat semua mata menatap ke arah suara langkah kaki.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Valeria" ucap semuanya dengan kaget melihat sosok yang berlari menuju mereka dengan wajah pucat dan panik.


"Putriku......hiks hiks hiks hiks" lirih Arinta dengan derai air mata.


"Kangmas bagaimana keadaan eyang?" tanya Valeria dengan khawatir.


"Hiks hiks hiks hiks.......dek" tangis Bagas pecah melihat kedatangan adiknya.


Ceklek..............


Pintu ruangan rawat eyang putri terbuka saat Bagas akan menghampiri sang adik. Bryan dan lainnya yang baru saja tiba disana membuat mereka bertanya-tanya siapa mereka.


"Dok bagaimana kondisi istriku?" tanya Raden Arya dengan cemas.


"Kanjeng Ayu Putri ingin bertemu suami, anak, dan cucunya" ucap dokter Rehan.


Seluruh keluarga besar Winata segera masuk ke dalam ruangan rawat eyang putri sedangkan Valeria berdiri mematung. Entah kenapa perasaannya tak enak seakan ada sesuatu yang akan terjadi kepada eyang putri.


"Val" ucap Bryan menepuk pundaknya.


"Eyang bakal baik-baik saja kan" dengan panik Valeria memikirkan kondisi eyang putri didalam sana.


"Dek eyang ingin bertemu sama kamu" panggil Bagas yang keluar kembali.


Tak mengatakan satu kata pun Valeria segera masuk ke dalam ruang rawat eyang putri di temani sang kakak di sampingnya.


Sampai didalam air mata Valeria tak bisa ditahan lagi melihat tubuh kurus eyangnya yang terbaring lemah di atas ranjang sambil menatapnya dengan senyum manis.


"E.....yang........hiks hiks hiks hiks" tangis Valeria semakin pecah mendekati brankar eyang putri dan menyambut uluran tangannya.


"Cucu....ku Va.....leria" ucap eyang putri dengan terbata-bata.


"Di.....mana suam....imu n.......ak?" tanya eyang putri dengan suara lemah.


Deg..........


Semua yang ada di dalam sana kaget hanya Raden Arya saja yang tidak karena ia sudah mengetahui pernikahan Valeria bukan seperti lainnya yang tak mengetahui hal itu.


Kedua orang tua Valeria dan Bagas menatap Valeria dengan tatapan penuh tanya karena tak menyangka jika Valeria sudah menikah.


Menikah? Lalu siapa suami Valeria, batin Bagas dengan penasaran.


Kapan putriku menikah dan kenapa dia tidak memberitahuku, batin Budi merasa sangat sedih.


Segitu bencinya kamu nak sampai menikah saja kamu tidak memberitahu ibu, batin Arinta dengan perasaan hancur.


"Suamiku tidak ikut eyang.......hiks hiks hiks.......dia sangat bahagia sudah berkenalan dengan eyang" ucap Valeria sambil tersenyum manis tapi air matanya tak pernah berhenti mengalir.


"In.....gat s....emua nasih.....at eyang cucu....ku" pinta eyang putri dengan napas satu-satu.


"Hiks hiks hiks.......pasti eyang"


"La.......ci m.....eja" lirih eyang putri sambil menunjuk meja dengan matanya.


Valeria membuka laci meja di samping brankar eyang putri dan mengambil sebuah amplop coklat bertuliskan Untuk Cucuku Valeria.


"Ini.......hiks hiks hiks"


Eyang putri mengangguk kepala memberi jawaban jika itu khusus untuknya. Pandangannya lalu tertuju kepada suaminya memberi isyarat untuk mendekat.


"M.....as" lirih Putri dengan suara lemah.


"Iya bu........hiks hiks hiks"


"Ja.....ngan mena.....ngis mas. A....ku titi.....p an...ak dan cucu ki....ta ya m....as" pinta eyang putri.


"Hiks hiks hiks hiks.......jangan tinggalin mas"


"A.....ku saya....ng mas da....n sanga....t ba.....hagia jadi istrimu ma....s" lirih Putri sambil tersenyum manis.


Tiiiiittttt....................


Bunyi mesin elektrokardiogram atau EKG berbunyi menampilkan garis lurus di monitor tanda jika detak jantung eyang putri tak berdetak lagi.


"IBU. EYANG" teriak semua keluarga besar Winata dengan histeris di dalam ruangan rawat Putri.


Tepat pukul 15:00 sore waktu setempat Kanjeng Ayu Putri menghembuskan napas terkahir di rumah sakit setelah berjuang melawan penyakit jantung koroner selama 4 tahun terakhir.


Suara tangisan kesedihan terdengar sangat pilu didalam sana membuat dokter dan perawat yang mengenal sosok lemah lembut dan baik hati Kanjeng Ayu Putri juga turut menangis.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Sore itu juga berita kematian Kanjeng Ayu Putri dari keraton Winata tersebar di dunia maya membuat semua warga Kota Solo merasa kehilangan sosok penyayang dan lemah lembut Putri selama ini.


~ Keraton Winata ~


Jenazah eyang putri saat ini sudah tiba di keraton Winata dimana disana di sambut begitu banyak masyarakat, pemerintah kota Solo, dan bangsawan dari keraton lain yang datang berbela sungkawa.


Isak tangis masyarakat menyambut jenazah eyang putri sudah dimulai sejak jenazahnya dibawa dari rumah sakit sampai keraton.


Rencananya jenazah eyang putri akan dimakamkan besok setelah mengikuti adat ritual di Keraton Winata mengingat eyang putri adalah Kanjeng Ayu Putri di keraton Winata.


"Valeria......hiks hiks hiks.......eyang udah ngak ada lagi" tangis Sandra pecah sambil memeluk sepupunya yang baru pertama kali ia lihat.


Valeria tak berkata apa-apa hanya diam seperti patung tapi air matanya terus mengalir tak berhenti dari tadi.


"Dek" Bagas memeluk adiknya dan ikut menangis merasa sangat kehilangan sosok yang sangat ia sayangi selama ini.


"Eya......n......g" lirih Valeria merasa sangat terpukul dengan kematian eyang putri.


Tak terasa hari berlalu dengan sangat cepat dan hari ini adalah hari dimana eyang putri akan dimakamkan di tempat peristirahatan terakhir di makam khusus keluarga keraton.


~ Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo ~


Sorang pria bermata coklat tajam baru saja turun dari jet yang membawanya selama balasan jam dari California ke Indonesia.


Matanya langsung tertuju ke mobil yang sudah stand by didepan sana seakan orang yang mengirim mobil itu tahu akan kedatangannya.


"Selamat datang tuan" ucap Ari salah satu pengawal pribadi Valeria.


"Dimana istriku?" tanya Thomas dengan suara dingin.


"Master berada di keraton Winata tuan"


"Buat apa istriku disana"


"Kemarin eyang putri menghembuskan napas terakhir tuan dan hari ini adalah hari pemakamannya"


"Apa" pekik Thomas dengan kaget karena dia tahu siapa yang dimaksud oleh Ari.


"Bawa aku ke sana sekarang!" bentak Thomas dengan suara tinggi.


"Baik tuan. Silahkan" ucap Ari sambil membuka pintu mobil untuk Thomas.


Mobil yang ditumpangi oleh Thomas segera melaju menuju keraton Winata dimana istrinya berada. Sepanjang perjalanan Thomas sangat mencemaskan istrinya karena ia tahu kalau eyang putri adalah keluarga terdekat istrinya.


Meski ia tak tahu bagaimana hubungan mereka hingga bisa jadi keluarga karena sampai saat ini Thomas belum mengetahui asal usul Valeria yang sebenarnya.


Honey aku tahu pasti saat ini kamu sangat hancur kehilangan eyangmu, batin Thomas dengan gusar memikirkan istrinya.


❄❄❄❄❄


To be continue.............