Love Struggle

Love Struggle
Chapter 124



🌻Lalui saja proses kehidupan yang sedang berjalan. Memang hidup tidak selalu manis, ada juga pahitnya, tapi pada akhirnya itu yang akan kita nikmati sebagai pengalaman🌻


.


.


.


.


Selesai membersihkan luka Thomas, dokter Lauren lalu pamit pergi. Setelah kepergiannya, Yorla yang baru dibangunkan pak Dev segera masuk ke kamar Valeria dengan wajah bantal.


"Apa yang terjadi sama sister?" tanya Yorla dengan panik.


"Nyonya membunuh seorang pelayan dan penjaga barusan nona" ucap pak Dev.


"Apa" pekik Yorla dengan kencang.


"DIAM!" bentak Thomas menggelegar.


Yorla dan pak Dev seketika diam keduanya tak ingin menganggu Thomas yang saat ini sedang menatap mereka dengan tajam.


"Pergi" usir Thomas dengan suara dingin.


Pak Dev dan Yorla segera keluar tak ingin membantah ucapan Thomas. Sedangkan Thomas duduk di sebelah Valeria sambil menatapnya dengan cemas dan khawatir.


"Honey siapa kamu sebenarnya" gumam Thomas dengan penasaran.


Thomas memikirkan kejadian dari semalam sampai tadi apa lagi cara membunuh Valeria yang seperti seorang psycopath.


Eeehhhh.........


Thomas tercengang dengan pemikirannya barusan, matanya langsung menatap Valeria sambil menggelengkan kepala jika apa yang ia pikirkan itu tidak mungkin.


S**t! Seharusnya aku peka dari tadi mengenai sosok sebenarnya, batin Thomas dengan syok.


Pikirannya berkelana kemana-mana memikirkan identitas sebenarnya sang pacar ia juga penasaran dengan wujud monster di dalam diri Valeria.


"Apa makhluk di dalam tubuh kamu sudah sejak lahir atau baru terbentuk honey" ucap Thomas sambil mengusap dahi Valeria yang mengerut.


Sedangkan di luar kamar Valeria, Yorla sedang mendengar cerita pak Dev. Ia tak menyangka jika Valeria akan semakin brutal saat ini.


"Siapa saja yang tahu pak Dev?" tanya Yorla.


"Saya dan tuan Thomas tuan" jawab pak Dev.


"Jangan biarkan orang lain tahu kejadian ini"


"Baik tuan"


"Suruh Raksa untuk membakar kedua mayat sialan itu paka Dev" dengus Yorla dengan kesal.


"Baik tuan"


Pak Dev segera pergi mengurus apa yang barusan Yorla suruh. Yorla sendiri segera turun ke kamar untuk mengabari hal ini kepada Bryan.


Bryan yang mendengar hal tersebut detik itu juga berangkat ke Indonesia meninggalkan segala urusan kerajaan kepada penasehat kerajaan.


~ Markas Black Shadow ~


Raksa yang datang sambil membawa 2 kantung mayat langsung di hadang Rehan dan Andre. Keduanya baru saja bangun dan akan berlatih di ruang latihan.


"Apa yang loe bawa bro?" tanya Andre.


"Mayat pelayan dan penjaga dari mansion" jawab Raksa.


"Apa!" ucap keduanya dengan kaget.


Raksa menatap keduanya dengan acuh dan segera menyusul anak buahnya yang membawa kedua mayat tadi ke belakang untuk di bakar.


"Cerita semuanya" ucap Rehan dengan suara dingin.


"Subuh tadi jam 4 wujud monster master kembali muncul"


"Bagaimana bisa?" tanya Andre dengan cepat.


"Gue ngak tahu tadi pak Dev yang nelpon gue buat urus kedua mayat itu" Raksa mengangkat bahunya tak tahu.


"Lalu" ucap Rehan yang masih penasaran.


"Dua orang itu kedapatan be****ta di lorong menuju taman samping dan loe bisa bayangkan apa yang terjadi selanjutnya"


"Apa master sekejam itu?" tanya Andre bergidik ngeri.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Keduanya menatap Rehan yang semalam bersama Valeria dan Yorla di Solo. Mereka sudah tahu apa yang terjadi disana tapi hanya Rehan dan Yorla yang menonton langsung kejadian itu dari awal sampai akhir.


"Baru kali ini gue lihat monster yang sebenarnya" ucap Rehan menjawab apa yang keduanya pikirkan.


"Semengerikan itu?" tanya Raksa.


"Heemmm! Loe berdua bisa bayangin gimana seekor binatang buas mencabik mangsanya! Master lebih dari itu" ucap Rehan dengan tegas.


Glek.............


Raksa dan Andre menelan salivanya dengan susah mendengar ucapan Rehan barusan.


"Gue juga baru tahu kenapa master di sebut The Queen of Blood"


"Kenapa" ucap Raksa dengan cepat.


"Karena saat master berubah menjadi monster matanya akan berwarna merah dan buruannya akan dicabik hingga badannya hancur!"


"Loe ngak bercandakan?" tanya Andre dengan takut.


"Apa muka gue kelihatan sedang bercanda?" tanya balik Rehan sambil menunjuk wajahnya.


"Katanya semalam tuan Thomas yang menenangkan master?" tanya Raksa.


"Hemmm! Saat tuan Thomas sampai ketiga jasad itu sudah hancur! Master awalnya berontak dalam dekapan tuan Thomas jadi tuan Thomas membuat master pingsan"


"Kata pak Dev tadi saat master mengamuk ia juga sempat menikam tuan Thomas dengan pisau tapi akhirnya tuan Thomas berhasil menenangkan master"


"Gue yakin tuan Thomas itu pawangnya master" ucap Andre.


"Semoga aja! Gue jadi kasihan kalau lihat master kehilangan kendali" ucap Rehan dengan khawatir.


"Emang kenapa?" tanya Andre.


"Tatapan mata master seperti ada luka yang dalam dan juga hanya ada kesedihan"


"Gue yakin ini semua karena masa lalu master" tebak Raksa.


"Bisa jadi" timpal Andre.


Ketiganya diam dengan pemikiran mereka masing-masing memikirkan Valeria yang sangat menderita sejak remaja hingga saat ini.


~ Mansion Valeria ~


Tepat pukul 09:00 perlahan mata hitam tajam itu perlahan-lahan terbuka. Matanya mengerjab beberapa kali menyesuaikan cahaya yang masuk.


"Honey kamu sudah sadar" ucap Thomas dengan wajah cemas.


Valeria menatap Thomas di sampingnya dengan wajah dingin dan datar. Pandangannya lalu tertuju ke tangan kirinya yang terasa sakit dan ada perban kecil.


"30 menit yang lalu infus kamu baru dicabut honey" ucap Thomas menjawab apa yang dipikirkan Valeria.


Grep.............


Thomas memeluk tubuh Valeria dengan erat merasa lega karena Valeria sudah sadar. Valeria lalu mengingat apa yang terjadi dari kemarin.


"Haus" ucap Valeria dengan suara lemah.


Dengan cepat Thomas mengambil air di meja dan membantu Valeria minum. Selesai minum Valeria lalu disuapi oleh Thomas.


"Apa ada yang sakit honey?" tanya Thomas.


"No" ucap Valeria dengan suara dingin dan singkat.


"Baguslah honey" ucap Thomas dengan lega.


Thomas lalu menyiapkan air hangat untuk Valeria tak lupa menyuruh dokter Lauren memeriksanya kembali. Hari itu Thomas memaksa Valeria untuk beristirahat tidak boleh keluar dari kamar bahkan ia juga tak mengijinkan Ares dan Yorla untuk masuk.


Valeria yang merasa badannya lemah kali ini tak membantah sama sekali sedangkan Thomas terus menemani Valeria sambil mengerjakan pekerjaannya di dalam kamar Valeria.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Sejak kapan?" tanya Thomas menutup laptopnya karena sudah menyelesaikan pekerjaannya.


"Kamu sudah tahu ya" ucap Valeria sambil terkekeh.


"Heeemmm" deham Thomas sambil memeluk tubuh Valeria.


Valeria yang merasa nyaman dengan pelukan Thomas menaruh kepalanya di dada Thomas sambil membalas pelukan Thomas.


"Sejak aku berumur 15 tahun" ucap Valeria dengan suara dingin.


Thomas menatap kekasihnya dengan kaget tak menyangka di umur yang masih sangat remaja pacarnya itu sudah memiliki sesuatu yang sangat mengerikan di dalam tubuhnya.


"Apa dia berbahaya?" tanya Thomas dengan khawatir.


"No! Dia dan aku adalah satu! Intinya saling menerima satu sama lain" jawab Valeria dengan suara tegas.


"Ceritakan awal mula dia muncul honey"


Valeria memilih menceritakan awal mula ia tahu ia seorang psycopath. Thomas mendengar cerita sang kekasih dan tak menyangka jika di umur remaja ia sudah menghabisi begitu banyak nyawa.


"Kamu itu monster honey" dengus Thomas.


"Yes i am" ucap Valeria dengan santai.


"Kontrol emosimu mulai saat ini honey. Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi kepadamu"


"Heemmmm"


"I love you honey" bisik Thomas dengan suara lembut.


Hati Valeria seketika menjadi sangat hangat mendengar pernyataan cinta Thomas. Dulu hatinya beku tak membuka sedikit saja pintu dihatinya tapi saat Thomas datang perasaannya terus di porak-poranda.


Cup............


Thomas melotot kaget mendapat ciuman dari Valeria dengan cepat ia menyambut ciuman tersebut tak ingin melepasnya sama sekali.


1 Minggu kemudian


Saat ini Valeria sedang berdiri menatap pemandangan Dubai dari ruang kerjanya. Ya 2 hari yang lalu ia sudah pulang ke Dubai sedangkan Thomas sudah pulang seminggu yang lalu ke California.


"Bagaimana keadaan di Indonesia?" tanya Valeria dengan suara dingin.


"Masih seperti waktu itu nyonya" jawab Ares dengan suara dingin.


"Ckk! Apa kedua berengsek itu masih mengurung diri" decak Valeria dengan sinis.


"Iya nyonya dan seperti biasa hari ini tuan muda masih terus menghubungi Yorla menanyakan nyonya"


"Eyang Putri"


"Beliau masih di rumah sakit nyonya kesehatannya menurun drastis sejak malam itu"


"Hubungi eyang sekarang"


"Baik nyonya"


Ares lalu menghubungi nomor eyang putri dan pada dering ke empat barulah panggilannya di jawab.


"Halo"


Valeria menatap hp ditangan Ares dimana ada suara eyang putri yang terdengar sangat lemah.


"Halo ini siapa"


^^^"Eyang"^^^


"Valeria ini kamu nak" pekik eyang putri dari seberang yang mengenali suara Valeria.


^^^"Iya eyang ini Valeria"^^^


"Hiks hiks hiks....kamu dimana cucuku.....hiks hiks....jangan pergi lagi nak" ucap eyang putri sambil menangis.


^^^"Eyang jangan nangis ya, Valeria baik-baik aja disini"^^^


"Kamu dimana nak.....hiks hiks.....kenapa kamu pergi lagi ninggalin eyang....hiks hiks"


^^^"Maafin Valeria yang pergi ngak pamit sama eyang"^^^


"Kamu pulang ya nak"


^^^"Pulang kemana eyang? Disana bukan rumah Valeria" ucap Valeria sambil tersenyum getir.^^^


"Cucuku.......hiks hiks hiks"


Valeria diam mendengar eyang putri yang menangis dari seberang sana.


"Eyang mohon pulanglah nak" pinta Putri penuh harap.


^^^"Maaf eyang tapi disana bukan tempat Valeria"^^^


"Valeria"


^^^"Aku baik-baik saja disini eyang. Valeria harap eyang jaga kesehatan disana"^^^


"Baiklah tapi beritahu eyang dimana kamu sekarang"


^^^"Suatu saat Valeria akan beritahu eyang tapi bukan sekarang"^^^


"Baiklah! Tapi eyang punya satu permintaan"


^^^"Apa itu eyang"^^^


"Selalu kasi eyang kabar kamu dan saat eyang menghubungimu tolong dijawab ya nak"


^^^"Baiklah eyang"^^^


"Eyang sayang sama kamu Valeria"


^^^"Begitu juga dengan Valeria eyang"^^^


"Iya cucuku, bye nak"


^^^"Bye eyang"^^^


Valeria lalu mematikan panggilannya dan memikirkan tentang mantan keluarganya yang berada di Solo.


"Silahkan rasain gimana sakit hati gue waktu itu" gumam Valeria dengan tatapan penuh kebencian.


❄❄❄❄❄


To be continue................