Love Struggle

Love Struggle
Chapter 84



🌻Percayalah, kecewa tapi tidak marah adalah bentuk sabar yang luar biasa. Nanti kau akan paham, diam adalah bentuk kekecewaan yang paling dalam🌻


.


.


.


.


Air mata Bryan mengalir dengan deras melihat penampilan wanita paruh baya di depannya yang tak lain adalah mama kandungnya. Camelia Peterson adalah ibu kandung dari Bryan Peterson dan sekaligus ratu di kerajaan Wizpet.


"Hiks hiks..........mama kenapa bisa seperti ini ma.........hiks hiks hiks" ucap Bryan dengan tangis pilu.


Valeria, Ares, Yorla, Rehan, dan Raksa yang mendengar tangisan Bryan dari earpiece merasa sangat kasihan. Yorla seakan ingin menangis saat ini tapi ia ingat kalau ia masih mempunyai tugas.


"Bryan cepat matikan detonatornya" hardik Valeria dengan suara dingin.


Bryan yang sangat sedih dan terpukul melihat keadaan sang mama tidak menggubris ucapannya.


Hatinya sangat sakit melihat orang yang sudah melahirkannya harus ditelantarkan oleh suaminya sendiri bahkan orang itu sudah menorehkan luka yang amat besar di tubuh dan jiwanya.


"Mama..........hiks hiks.........ini Alek ma...........hiks hiks hiks" ucap Bryan sambil memeluk tubuh sang mama.


"A...l....ek an....akk...u" ucap Ratu Camelia yang mendengar nama yang sangat ia kenali.


"Hiks hiks.........iya ma ini Alek.......hiks hiks......anak mama........hiks hiks" lirih Bryan dengan tangis pilu.


Alam bawah Camelia merespon akan ucapan dan suara yang sangat ia kenali. Air matanya jatuh di kedua pipinya saat merasakan pelukan hangat yang sudah tak pernah ia rasakan selama 15 tahun, sejak anaknya di usir dari kerajaan Wizpet di umur 9 tahun.


Tangis Camelia pecah saat itu juga siapa saja yang melihat keduanya akan menangis karena tangisan keduanya terdengar menyayat hati.


Ada perasaan senang, sedih, dendam, dan luka yang di rasakan oleh Bryan saat ini.


"Bryan cepat waktu kita tidak banyak sialan!" bentak Valeria dengan suara dingin dari seberang.


"Hiks hiks........Val.........hiks hiks" ucap Bryan kembali menangis.


"BRYAN PETERSON!" bentak Valeria dengan suara tinggi karena waktu mereka tersisa 30 menit saja.


"Master apa saya susul Bryan?" tanya Rehan yang sudah mulai panik.


"Diam di posisi loe Rehan!" bentak Valeria dengan suara tinggi.


Rehan dan lainnya tak berkata apa-apa dan hanya diam saja mendengar suara dingin Valeria yang terdengar mengerikan dari seberang. Bryan yang merasakan perubahan suara Valeria akhirnya sadar dan segera mematikan detonator GPS sang mama.


"Gue udah matiin Val"


"Hancurkan detonatornya sampai hancur"


"Oke Val"


Sedangkan Yorla dan Ares yang sedang di temani oleh Raja Luigi dan keluarganya merasa kepergian Bryan sudah lama. Ares melihat Yorla dan memberi isyarat untuk mengoceh mereka agar tak pergi dari tempat ini.


"Oh ya Raja Luigi ini ada sedikit cindera mata dari saya semoga anda suka" ucap Yorla sambil memberi beberapa paper bag yang baru saja di bawa oleh Satria.


"Wah ini kan jam limited edition yang baru di launching kemarin di Paris" ucap Magdalena dengan histeris melihat isi paper bag.


"Putri Magdalena" ucap Selir Leila dengan tatapan tajam untuk menjaga tingkahnya sebagai seorang putri.


"Terima kasih atas hadiahnya miss Yorla" ucap Raja Luigi dengan mimik wajah geli saat menyebut Yorla miss.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Ah! Iu hanya hadiah kecil saja untuk yang mulia raja, karena sudah mengundang saudara saya berkunjung ke kerajaan Wizpet" ucap Yorla dengan suara centil.


Arseno melihat tingkah Yorla dengan tatapan jijik karena sedari tadi Yorla terus mengedipkan matanya saat mereka bertatapan.


Ia tak sudi berdekatan dengan Yorla tapi demi perusahaan mereka ia hanya bisa bertahan.


"Jadi anda bersaudara dengan Mr. Peterson?" tanya Raja Luigi dengan cepat ingin mengorek informasi tentang Bryan dan Ares.


"Ya betul sekali yang mulia"


"Bagaimana hubungan keluarga kalian bukannya nama belakang kalian beda ya" ucap Selir Leila dengan tak sabar.


"Ya memang nama belakang kami beda karena kami ini sepupuan" ucap Yorla sambil tersenyum manis.


"Sepupu" ucap Raja Luigi.


"Iya mama saya dan papa Bryan bersaudara kebetulan wajah saya ini ikut wajah papa saya" ucap Yorla dengan heboh.


"Lalu warna mata Mr Peterson"


"Oh itu mirip dengan mamanya brother" (kakak)


Raja Luigi dan Selir Leila diam memikirkan ucapan Yorla jika Bryan mempunyai keluarga dan warna matanya ikut warna mata sang mama berarti ia bukan keturunan Alfonso.


Karena warna mata keturunan Alfonso hanya diturunkan kepada anak laki-laki. Keduanya lalu menatap Ares yang sedari tadi hanya diam tidak berbicara satu kata pun.


Yorla yang melihat keduanya tersenyum penuh arti karena mereka sangat mudah di tipu.


Dasar manusia bodoh, batin Yorla sambil tersenyum sinis.


Sedangkan Bryan yang sudah keluar dari ruang bawah tanah sambil mengendong sang mama segera berlari menuju pintu samping di bagian selatan istana.


Valeria terus menuntun Bryan untuk segera membawa mamanya ke mobil Raksa dan Rehan. Saat akan mencapai pintu Bryan dengan cepat bersembunyi di belakang pilar saat ada pelayan yang berjalan ke arahnya.


Jantungnya berdetak dengan cepat takut ketahuan beruntung sang mama sudah di beri obat bius jadi ia bisa tenang.


"Raksa suruh anak buah loe untuk mengoceh pengawal kerajaan" ucap Valeria.


"Baik master"


Raksa keluar dari dalam mobil dan memberi isyarat kepada anak buahnya untuk mengoceh para penjaga.


Anak buahnya lalu sengaja menyenggol penjaga kerajaan dengan kuat hingga terjatuh, pengawal kerajaan yang tak terima langsung memukul anak buah Raksa sehingga terjadi keributan.


Melihat semua mata hanya fokus ke perkelahian, Raksa segera membuka pintu belakang dan memberi isyarat kepada Bryan yang sedang mengintip. Dengan cepat Bryan membawa tubuh sang mama dan menaruhnya di dalam mobil.


"Jaga mama gue" ucap Bryan dengan tatapan tajam.


"Tenang aja serahin mama loe ke kita! Mending loe sekarang segera kembali sebelum mereka sadar loe ngak ada di sana" ucap Raksa sambil menepuk pundak Bryan.


"Heemmm"


^^^"Master paket sudah di mobil" ucap Rehan lewat earpiece.^^^


"Heemm! 30 menit lagi kalian pergi dari sana"


^^^"Baik master"^^^


Bryan berlari dengan cepat menuju ruangan yang tadi ia masuki sesuai petunjuk Valeria. Beruntung Valeria memberinya petunjuk jika tidak ia akan tersesat di istana Wizpet yang sangat besar.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Pintu ruangan terbuka dan masuklah pengawal kerajaan ke dalam dan langsung menunduk saat mendapat tatapan tajam dari Bryan. Bryan mengontrol napasnya yang satu-satu kerena berlari ke sini beruntung ia tiba tepat waktu.


"Apa anda tidak punya sopan santun. Hah!" bentak Bryan dengan suara tinggi.


"Maafkan kelancangan saya tuan" ucap sang pengawal dengan takut.


"Saya sangat kecewa dengan pelayanan kerajaan Wizpet" ucap Bryan membuat tubuh pengawal itu gemetar ketakutan.


Ia tahu jika hal ini sampai ke telinga Raja Luigi sudah bisa di pastikan ia hanya tinggal nama saja.


Bryan dengan tatapan dingin dan emosi segera keluar dari ruangan tersebut hatinya saat ini sangat panas ingin menghancurkan orang yang sudah membuat mamanya menderita.


"Maaf tuan kalau boleh tahu siapa nama anda?" tanya Selir Leila dengan sopan.


"Ares" ucap Ares dengan singkat dan dingin.


"Apa anda tidak ada nama belakang tuan Ares"


"Heeeemmmm"


Yorla menahan tawanya melihat respon Ares yang kelewat batas, ia bisa dengan jelas melihat wajah Selir Leila dan lainnya yang sangat emosi mendengar jawaban Ares yang singkat dan tak perduli dengan siapa ia berbicara.


Ayo Ares buat mereka semakin kesal, batin Yorla sambil tertawa senang dalam hati.


"Jadi anda ini berkeluarga dengan Mr. Peterson ya tuan Ares" ucap Arseno.


"Tidak"


"Kalau boleh tahu asal anda dari mana tuan Ares?" tanya Selir Leila yang semakin penasaran dengan Ares.


"Buat apa anda bertanya?" tanya balik Ares.


"Uhmmm.........itu saya hanya bertanya saja tuan Ares" ucap Selir Leila dengan gugup karena tatapan tajam Ares.


"Maafkan ratu saya jika ia bertanya hal pribadi anda tuan Ares" ucap Raja Luigi dengan berwibawa.


"Bukankah dia hanya selir disini" ucap Ares dengan santai.


Byur............


Yorla sampai menyemburkan air yang baru saja ia minum saat mendengar ucapan Ares yang sangat tak sopan. Apa lagi wajah Selir Leila dan kedua anaknya yang sudah memerah menahan emosi mendengar ucapan Ares yang menghina Selir Leila.


"Maafkan pengawal kakak saya yang mulia raja" ucap Yorla melihat suasana sudah mulai tegang.


"Tuan Ares mohon perhatikan kata-kata anda karena itu bisa di anggap penghinaan kepada anggota keluarga kerajaan" bentak Arseno dengan suara tinggi.


"Bukannya saya mengatakan fakta" ucap Ares dengan santai tak lupa wajah datarnya yang membuat siapa saja jadi kesal.


"Ares kamu diam saja jangan bikin suasana menjadi panas disini" ucap Yorla dengan gugup.


Ia takut jika Ares akan menghabisi nyawa orang di depannya karena tak bisa menahan emosi. Padahal Ares hanya akan bertindak sesuai perintah Valeria dan jika ada orang yang ingin mencelakai Valeria.


"Tuan Ares saya hanya bertanya tentang keluarga anda tapi apakah anda harus menghina saya dengan ucapan anda tadi" ucap Selir Leila dengan wajah sedih.


"Maafkan pengawal kami yang mulia raja" ucap Yorla.


Brak..........


Semuanya di buat kaget akan suara pintu yang dibuka dengan kasar, mereka melihat wajah Bryan yang merah padam menandakan ia sangat emosi. Yorla yang tahu apa yang membuat Bryan emosi segera berjalan menghampirinya dan memeluknya.


"Brother tahan emosi loe jangan sampai mereka curiga" bisik Yorla.


"Heemmm"


"Mr. Peterson apa maksudnya ini?" tanya Raja Luigi.


"Saya sangat kecewa dengan pelayanan anda yang mulia raja" ucap Bryan sambil mengontrol emosinya.


"Apa maksud anda Mr. Peterson" ucap Magdalena dengan bingung.


"Tanyakan pada pengawal anda! Apakah sopan jika seorang pengawal masuk ke ruangan yang saya tempati tanpa mengetuk pintu seakan-akan saya di curigai maling disini!" bentak Bryan dengan suara tinggi.


"Apa" ucap Raja Luigi dengan kaget.


Ia menoleh ke belakang melihat asistennya yang mengangguk kepala mengatakan apa yang di bilang Bryan benar.


Wajahnya seketika merah padam karena malu bercampur marah sudah membuat tamu kehormatannya kecewa.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Kita pergi" ucap Bryan dengan suara dingin sambil melangkah pergi.


"Mr. Peterson tunggu kita bisa bicarakan hal ini baik-baik" ucap Arseno mengejar Bryan yang sudah berlalu pergi.


Raja Luigi hanya diam saja mengontrol emosi karena kelalaian pengawalnya, sedangkan Bryan dengan langkah cepat berjalan menuju limousine tak memperdulikan teriakan Arseno yang terus memanggilnya.


"Aarghhh..........sial!" teriak Arseno melihat limousine dan mobil pengawal Bryan sudah pergi.


~ Solo, Indonesia ~


Saat ini semua keluarga besar Winata sedang menjenguk Bagas yang semalam kecelakaan. Beruntung ia tidak luka parah dan hanya luka lecet di kening dan kakinya saja.


Arinta sedari tadi malam terus menangis melihat sang anak yang baru pertama kali kecelakaan. Ia tak sanggup jika harus kehilangan anaknya lagi apa lagi ia sangat menyayangi Bagas.


"Nak kamu cepat sembuh ya" ucap Arinta dengan wajah sedih.


"Heeeemmm"


Semua keluarga besar Winata hanya diam menyaksikan keduanya. Mereka tahu hubungan Bagas dengan orang tuanya sudah lama hancur sejak kepulangannya dari London semuanya karena Valeria yang di usir dari mansion.


"Hiks hiks hiks............cucuku kamu ngak kenapa-napa kan?" tanya eyang putri sambil menangis.


"Bagas baik-baik aja eyang" ucap Bagas sambil tersenyum manis.


"Kamu cepat sembuh ya eyang ngak bisa lihat kamu seperti ini"


"Iya eyangku sayang"


Hati Arinta sangat sakit melihat keduanya yang berbicara dengan penuh cinta, ia sangat ingin melihat sang anak kembali manja kepadanya seperti dulu lagi.


Budi yang berdiri di samping sang istri langsung memeluk tubuhnya karena tahu istrinya sangat sedih melihat kedekatan keduanya.


Son sampai kapan kamu akan mendiamkan ayah dan ibu seperti ini, batin Budi yang juga ikut sedih.


Bianca yang juga hadir disana mengepalkan tangannya karena ternyata Bagas selamat dan tidak ada luka serius. Ia sangat kesal karena anak buah Kim Jeong lagi-lagi tak becus mengerjakan tugas mereka.


Dasar pria sialan bilangnya dia celaka parah tapi ini apa hanya lika lecet biasa, batin Bianca menahan emosi.


❄❄❄❄❄


To be continue..................


Hay guys jangan lupa beri dukungan kalian yang sebanyak-banyaknya ya biar author lebih semangat nulisnya ya😘❀