
π»Kalau tidak bisa membahagiakan diri sendiri kenapa kita harus membahagiakan orang lain. Jadi lemah itu tidak masalah asalkan jangan jadi bodohπ»
.
.
.
.
Aaarrgghhh..........
Teriak Clara dan Jeslyn bergema di depan ruang meeting saat dengan tak berperasaan Thomas menendang Clara hingga terpental mengenai guci.
"Beraninya kamu mengatai istiku ja**ng! Apa kamu tidak sadar diri kalau kamu itu yang seorang pe***ur rendahan! Kamu itu tidak bisa di bandingkan dengan istriku!" bentak Thomas menggelegar.
"Th.....omas" lirih Clara dengan suara lemah.
"Jangan sebut namaku dengan mulut kotormu itu!" bentak Thomas menghina Clara.
"Honey sepertinya anakmu ingin melihat kedua kakinya patah" ucap Valeria sambil memeluk Thomas.
"Apa hanya kaki saja honey? Kenapa tidak lebih?" tanya Thomas dengan santai.
Glek.............
Jeslyn menelan salivanya dengan susah mendengar ucapan Thomas yang dengan santai ingin melakukan apa yang diminta istrinya.
"Cukup kedua kakinya saja honey" ucap Valeria sambil terkekeh.
"Baiklah apapun untuk kamu dan anak kita honey"
Thomas mengecup bibir istrinya lalu berjalan mendekati Clara yang masih berada di lantai. Clara gemetar ketakutan dan berteriak melihat Thomas yang semakin mendekat.
"Jangan! Aku mohon jangan mendekat" teriak Clara dengan histeris.
"Kamu salah memilih lawan b***h" dengus Valeria dengan sinis.
Krek........krek..........arrgghhhhh.........
Bunyi tulang patah disertai jeritan kesakitan Clara bergema saat Thomas dengan santai mematahkan kedua kakinya dengan santai.
Air mata Clara mengalir dengan deras merasa sangat kesakitan di kedua kakinya. Bahkan Jeslyn yang selalu siap membantunya hanya diam saja tak bisa menolongnya.
"Honey ayok kita pergi aku mual lihat wajah jelek dia" ajak Valeria dengan suara dingin.
"Oke honey"
Thomas menghampiri istrinya dan memeluk pinggangnya dengan posesif menuju lift.
"Monster! Kalian berdua memang keji dan tidak berperasaan b***h keluarga berengsek" maki Clara dengan emosi.
Wush........
Clara tiba-tiba mematung merasa seperti ada angin bertiup di depannya dan kaget melihat Valeria yang sudah berdiri didepannya.
Thomas sendiri kaget bukan main melihat istrinya yang sudah tak berada di sampingnya dan malah sudah berpindah di hadapan Clara.
Apa istriku pakai jurus menghilang, batin Thomas dengan bingung.
Valeria terkekeh membaca apa yang di pikirkan suaminya tentang dia. Kekehan Valeria terdengar sangat menyeramkan membuat mereka semua bergetar ketakutan.
"Apa kamu ingin melihat monster yang sebenarnya?" tanya Valeria sambil tersenyum penuh arti.
"Pergi kamu ja***g. Jangan mendekat" teriak Clara ketakutan.
"Kematian mutlak untukmu" ucap Valeria dengan suara dingin.
Sret...........sret............sret............
Valeria seperti iblis berdarah dingin memainkan pisau lipat kesayangannya di tubuh Clara. Bahkan ia mengu**ti kulit tubuh Clara membuat Jeslyn muntah karena tak kuat melihat aksi kejam Valeria.
Bau anyir darah menyeruak didalam sana semakin membuat Valeria tertawa bahagia. Teriakan kesakitan Clara membuat Valeria tersenyum bahagia karena itu adalah hobinya.
"Honey hentikan dia sudah tak bernyawa lagi" ucap Thomas memeluk tubuh istrinya dari belakang.
"Aku belum puas honey" ucap Valeria dengan wajah dingin.
"Cukup honey. Ingat anak kita tidak boleh terlalu lelah" bujuk Thomas.
"Tapi ini keinginan anak kita honey"
"Lain kali kita main lagi tapi tidak sekarang honey. Ini waktunya tidur"
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Valeria mendengus kesal mendengar ucapan suaminya tapi tetap mengikuti ucapan Thomas. Sebelum pergi Thomas memberi isyarat kepada Ares untuk membereskan semuanya ini.
"Lupakan semua yang kalian lihat barusan jika ingin nyawa kalian selamat" ucap Ares dengan suara dingin.
"Non.......a m.....uda" ucap Jeslyn dengan terbata-bata.
Ares tak memperdulikan Jeslyn yang menatap tubuh Clara dengan tatapan kosong. Ia tak percaya melihat aksi kejam Valeria kepada Clara barusan.
Tak berselang lama akhirnya anggota Black Shadow datang dan membereskan semua kekacauan yang dilakukan master mereka.
Sedangkan Ares menatap cctv dan menghapus permanen rekaman di depan ruang meeting lewat server pribadinya membuat tim IT Wesly Group tak menyadarinya.
"Mayat tuan kalian akan dikirim ke rumah tuan besar kalian" ucap Ares dengan santai.
"Kalian memang sangat kejam" ucap Alan sekretaris Clara.
"Ya itulah kami"
Ares memerintah anggota Black Shadow membawa mayat Clara pergi tak memperdulikan Jeslyn dan Alan yang masih berdiri mematung tak tahu harus berbicara apa.
Valeria tersenyum smirk melihat pesan yang dikirim oleh Ares mengenai mayat Clara. Ia tak perduli jika keluarga besar Clara ingin membalasnya atas kematian putrinya.
Tapi sebelum itu ia pastikan mereka akan mati lebih dulu karena berani mengusiknya.
Sebenarnya itu adalah peringatan Valeria ke keluarga Clara karena ia tahu daddy Clara sendiri yang menyuruh putrinya untuk mendekati Thomas.
Selama gue hidup gue ngak akan biarkan kalian mengusik rumah tangga gue, batin Valeria dengan tatapan membunuh.
Thomas lalu mengajak istrinya pulang ke apartemen dengan helikopter karena tidak mungkin ia membawa istrinya turun dengan tubuh penuh darah.
~ Kingdom Apartment ~
Sampainya di penthouse Valeria segera membersihkan tubuhnya. Saat tengah membersihkan tubuh tiba-tiba Bryan dan Yorla datang.
"Dimana sister ganteng?" tanya Yorla dengan tak sabar.
"Ada mandi. Jangan berani memeluk istriku banci" ancam Thomas dengan tatapan dingin.
"Uhhh......eke takut ganteng" ucap Yorla dengan suara gemulai.
"Selamat ya Thomas akhirnya kalian akan jadi orang tua" ucap Brayn sambil bertos ria ala laki-laki.
"Thank's" balas Thomas.
"Brother eke juga mau dong digituin" ucap Yorla menyela.
"Gue jijik bersentuhan sama ubur-ubur gagal kayak loe" ketus Bryan dengan sinis.
"Hay siluman gagal mending kamu diam saja. Aku itu pusing dengar suara kamu yang seperti radio rusak" bentak Thomas dengan tatapan tajam.
"Kalian menyebalkan" pekik Yorla berlalu pergi meninggalkan keduanya dengan kesal.
Thomas hanya menggeleng kepala melihat kelakuan Yorla yang seperti itu. Valeria yang baru saja keluar dari kamar hanya menatap Yorla dengan tatapan sulit diartikan.
"Sister" pekik Yorla saat berbalik melihat kedatangan Valeria di dapur.
Baru saja Yorla akan beranjak ingin memeluknya tapi langkahnya terhenti melihat isyarat Valeria yang menyuruhnya berhenti.
"Jangan mendekat"
"Kenapa sister?" tanya Yorla dengan bingung.
"Bau loe kayak kambing yang ngak mandi 100 tahun" ketus Valeria.
"Apa" pekik Yorla dengan kaget.
Hahahahahaha............
Tawa Bryan dan Thomas pecah mendengar ucapan Valeria. Beruntung tadi Thomas sudah memakai earphone penerjemah otomatis jadi ia paham apa yang dibilang ketiganya.
"Hiks hiks.......sister menyebalkan" ketus Yorla sambil menangis.
"Loe itu emang bau banget kayak kambing jadi jangan dekat sama gue" ketus Valeria.
"Sister" rajuk Yorla dengan wajah cemberut.
"Udah deh ubur-ubur gagal bau loe emang kayak kambing kok" ejek Bryan.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Yorla mengerut kesal sambil menatap Bryan dengan tatapan kesal ia ingin marah tapi tidak bisa.
"Honey" panggil Thomas.
"Kamu juga jangan mendekat bau kalian semua seperti kambing" ketus Valeria dengan tatapan tajam.
"Apa" pekik Bryan dan Thomas dengan kaget.
Hahahaha............
Kini terbalik Yorla yang menertawakan keduanya karena dibilang seperti kambing. Thomas dan Bryan menatap Yorla dengan kesal ingin menghajarnya saat ini.
"Kamu mandi sana honey. Kalau perlu sampai 3 kali biar tidak bau lagi" dengus Valeria.
"Tapi honey" ucap Thomas yang langsung dipotong Valeria.
"Tidur diluar kalau tidak mandi sekarang" ancam Valeria dengan suara tegas.
Tak membantah lagi Thomas berlalu masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya sampai bersih
"Kalian berdua juga kenapa masih disini!" hardik Valeria.
Tak berkata apa-apa keduanya segera berlalu menuju apartemen mereka untuk mandi seperti Thomas.
2 Minggu kemudian
Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dan selama 2 minggu ini Thomas harus menahan rasa kesal dan emosi akibat istrinya.
Bagaimana tidak istrinya itu mengidam jijik melihat mukanya dan tidak boleh berdekatan. Awalnya ia marah tapi saat mendengar penjelasan dari Kevin dan dokter Vivian akhirnya ia pun mengalah.
Apa kamu tidak sayang sama daddy nak, batin Thomas mengelus perut istrinya saat Valeria tertidur.
Cup............
Thomas mencium perut istrinya tak lupa kening dan bibir Valeria. Hanya saat istrinya tidur saja maka ia bisa melakukan hal tersebut.
"Honey" ucap Valeria dengan suara serak membuka mata.
"Maaf honey aku pikir kamu tidur" ucap Thomas yang langsung berdiri.
"Mau kemana? Apa kamu tidak sayang lagi sama kami......hiks hiks hiks?" air mata Valeria jatuh merasa suaminya tak sayang lagi mereka.
"Jangan menangis honey. Aku pergi karena aku tidak mau kamu mual lihat muka aku seperti biasa honey" bujuk Thomas mengelus pipi istrinya dengan lembut.
"Jangan pergi aku mau peluk kamu dan ditemani kamu"
"Kami yakin honey" ucap Thomas selidik tapi dalam hatinya ia sangat senang.
"Heeemmmm"
"Ayok kita tidur honey. Ibu hamil tidak boleh terlalu malam tidurnya" ajak Thomas.
Keduanya kembali berbaring di ranjang sambil berpelukan sedari tadi Thomas tak henti-hentinya mencium Valeria merasa sangat senang.
"Honey" panggil Valeria.
"Heemmmm"
"Kamu tahu"
"Tidak"
Aaarrgghh..........
Valeria mencubit perut Thomas hingga ia berteriak kesakitan. Thomas terkekeh melihat wajah cemberut istrinya yang sangat mengemaskan.
Cup.............
"Katakan honey" ucap Thomas sambil mengecup bibirnya.
"Hari ini adalah hari pernikahan kangmas honey" ucap Valeria sambil mengelus dadanya.
"Your brother?" (kakak kamu) tanya Thomas.
"Heemmm"
"Kirim saja ucapan selamat honey. Lagian kamu juga belum bisa pergi jauh karena kandunganmu masih sangat kecil"
"Menurut honey aku harus kasi hadiah apa ke mereka?" tanya Valeria.
"Bagaimana kalau tiket honeymoon honey" usul Thomas sambil berpikir.
"Oke"
Valeria lalu mengirim pesan ke Ares untuk mengirim 2 tiket bulan madu ke Swiss yang lengkap dengan fasilitasnya disana kepada Bagas.
Sedangkan di belahan dunia lain seorang wanita paruh baya sedang mengamuk memukul suaminya tak menerima jika kematian putri ketiganya adalah ulah sang suami.
"Kamu memang berengsek Seno! Hanya karena harta kamu mengorbankan putrimu!" hardik Alin istri dari Seno Aiden dan ibu dari Clara.
"Sudah ikhlaskan saja Clara. Lagian kita juga masih punya 2 putri dan satu putra jadi tidak usah bersedih hanya karena satu anak saja" ucap Seno dengan santai tak ada beban.
Alin melotot mendengar ucapan suaminya dengan emosi ia mengambil tongkat golf dan memukul suaminya dengan brutal.
βββββ
To be continue........