
π»Jika kamu menghabiskan terlalu banyak waktu untuk memikirkan sesuatu, maka kamu tidak akan pernah menyelesaikannyaπ»
.
.
.
.
Sesuai ucapan Valeria semalam tepat pukul 04:00 dini hari waktu Roma Yorla sudah tiba di sana. Baru saja ia turun dari mobil wajahnya sudah terlihat kesal karena ia dari kemarin tak tidur sama sekali.
Kedatangan Yorla kali ini langsung di sambut oleh Ares yang sudah berdiri di ruang keluarga. Saat melihat mata merah milik Ares dan tatapan datarnya membuat nyali Yorla seketika menciut.
"Silahkan beristirahat di kamar anda sesuai kamar di mansion seperti biasanya" ucap Ares dengan suara dingin.
"Kenapa gue di suruh kesini? Apa yang sister rencanakan kali ini?" tanya Yorla dengan penasaran.
"Anda akan tahu besok pagi" ucap Ares sambil berlalu menuju lift.
Yorla menghentak kakinya dengan kesal karena lagi-lagi Ares tak menjawab pertanyaannya. Karena sudah sangat capek akhirnya Yorla langsung naik ke lift menuju kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Bryan.
Valeria yang masih berada di ruang kerjanya hanya melihat Ares dan Yorla dengan tatapan datar lewat cctv.
Ia tak perduli jika Yorla kesal atau marah karena di suruh kemari yang ia pikirkan semua yang sudah ia rencanakan harus berjalan sesuai keinginannya.
"Keluar" ucap Valeria dengan suara dingin dan aura membunuh.
Wush..........wush..........wush............
Tiba-tiba 3 orang berbaju hitam dan memakai topeng muncul di hadapannya. Ares yang baru saja masuk ke dalam ruang kerja Valeria hanya melihat mereka dengan tatapan datar dan memindai mereka lewat sensor matanya.
Mereka adalah pengawal gelap Valeria yang di latih khusus oleh seorang guru asal Jepang yang menguasai seni Ninjitsu (seni pergerakan sunyi), dimana ilmu itu adalah seni bela diri yang biasanya kita sebut ninja.
"Bagaimana?" tanya Valeria dengan suara dingin.
"Raja Luigi saat ini tengah berpesta s**s bersama pe****r di kamarnya" ucap eyes 1 nama samaran mereka.
"Apa selirnya tahu?" tanya Valeria lagi sambil tersenyum smirk.
"Tahu master. Bahkan dia juga yang memilih ja***g-ja***g itu master"
Hahahaha................
Tawa Valeria seketika pecah karena tak menyangka raja dan selirnya itu adalah orang yang sangat haus akan s**s. Ketiga pengawal gelap yang sedang berdiri didepan Valeria bergidik ngeri saat mendengar tawa Valeria yang seperti monster.
"Kirim video mereka ke wartawan lusa! Jangan lupa kirim surat anonim tentang pangeran mahkota pertama yang masih hidup malam ini juga"
"Baik master" ucap ketiganya dengan serentak.
"Ahh! Satu lagi hancurkan markas mafia yang menjadi pendukung mereka selama ini"
"Baik master"
Valeria lalu memberi isyarat agar mereka pergi ia sudah tidak sabar ingin melihat wajah Raja Luigi besok.
Ares lalu maju dan memberikan sebuah flashdisk kepada Valeria melihat hal tersebut Valeria lalu membuka flashdisk itu.
"Berengsek" maki Valeria setelah melihat isi flashdisk tersebut.
"Kapan ini Ares?" tanya Valeria dengan tatapan membunuh.
"Barusan nyonya" ucap Ares.
"Bagaimana keadaan kangmas dan siapa di balik kecelakaan kangmas" ucap Valeria dengan suara dingin.
"Anak buah Kim Jeong nyonya. Sepertinya mereka ingin tuan muda untuk tidak mencari bukti dan keberadaan nyonya lagi"
"Siapkan semuanya setelah menyelamatkan ibu Bryan kita ke Indonesia"
"Baik nyonya"
"Pergilah isi energi loe"
"Baik nyonya. Saya permisi"
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Valeria menatap tajam foto-foto Bagas yang terbaring lemah di brankar rumah sakit, ia tak akan membiarkan orang-orang itu selamat karena sudah berani membuat kakaknya celaka.
"Sepertinya gue harus beri loe pelajaran sedikit anak haram" ucap Valeria sambil tersenyum penuh arti.
~ Kerajaan Wizpet ~
Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dan saat ini sedang terjadi kegemparan di kerajaan Wizpet.
Bagaimana tidak pagi ini Raja Luigi di bangunkan oleh asistennya dan memberitahunya jika ladang ganja mereka hangus terbakar.
Belum sampai hilang kekagetannya ia malah di beri kabar kalau pendukung mereka selama ini sudah hancur semalam. Selir Leila yang mendengar hal tersebut berteriak dan melampiaskan emosinya dengan memukul para pelayan.
"Mama apa yang terjadi kenapa mama marah-marah sih?" tanya Magdalena Carlo Alfonso anak keduanya.
"Diam kamu mending panggil kakakmu kesini" bentak Selir Leila.
Magdalena mencabik bibirnya dengan kesal mendapat bentakan dari sang mama. Mau tak mau ia harus memanggil kakaknya di kamarnya.
Saat menuju kamar sang kakak lagi-lagi ia mengumpat dengan kesal karena melihat wanita ja***g yang baru saja keluar dari kamar tamu.
"Ckk! Kenapa sih papa selalu saja suka bermain dengan para ja***g" umpat Magdalena dengan ketus.
Sampai di kamar kakaknya yaitu Arseno Carlo Alfonso lagi-lagi ia membuang napasnya dengan kasar melihat kakaknya yang masih tidur bersama dua wanita ja***g.
Dengan kesal ia berteriak dan membangunkan sang kakak dan kedua wanita ja***g itu.
"Berisik banget sih!" bentak Arseno.
"Biarin! Cepat bangun kakak di panggil mama sekarang" ucap Magdalena dengan suara tinggi.
Tak menunggu jawaban sang kakak ia segera pergi dari sana. Arseno yang mendengar sang ibu memanggilnya segera membersihkan diri untuk menemui sang mama.
"Ma ada apa sih" ucap Arseno yang baru datang dengan wajah jutek.
"Ladang ganja kita terbakar" ucap Raja Luigi.
"Apa" pekik Arseno dengan kaget.
"Bukan hanya itu saja. Pendukung kita yang selama ini berada di belakang kita semalam markas mereka hancur di bom musuh tak meninggalkan satu pun yang selamat" ucap Selir Leila.
"Mama tidak bercanda kan?" tanya Arseno tak percaya.
"Apa kamu pikir muka mama ini kelihatan bercanda. Hah!" bentak Leila.
"Lalu bagaimana sekarang? Apa yang harus kita lakukan ma, pa. Bukannya pemasukan kerajaan kita berasal dari perkebunan ganja" ucap Arseno dengan panik.
"Mama tidak tahu kita hancur sekarang" ucap Selir Leila dengan wajah panik.
"Secepatnya kita harus minta bantuan ke investor kita untuk menaruh saham di perusahaan kalau tidak kita akan bangkrut" ucap Raja Luigi dengan tegas.
"Aku coba hubungi semua klien kita pa" ucap Arseno.
"Heemmmm! Hubungi mereka semua sekarang"
"Baik pa"
Arseno segera berlalu pergi dan menghubungi asistennya untuk menghubungi semua rekan bisnis mereka di perusahaan. Selama ini perusahaan mereka berdiri hanya sebagai formalitas saja untuk menutupi pekerjaan mereka yang asli.
"Bagaimana dengan perempuan sialan itu apa dia sudah buka mulut dimana brankasnya?" tanya Selir Leila.
"Belum"
"Arrgghhhh.........sebenarnya ada dimana brangkas itu sih" pekik Leila dengan emosi.
Raja Luigi hanya diam saja dan memikirkan dimana brangkas milik keluarga sang istri. Karena ia tahu di dalam brangkas itu ada harta warisan sang mertua tentang surat kepemilikan lahan kebun anggur terbesar di dunia beserta pabriknya di kota Cuneo.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Ternyata selama ini mereka tak membunuh Ratu Camelia Peterson istri pertama Raja Luigi karena hanya Ratu Camelia yang tahu dimana keberadaan brangkas milik orang tuanya.
Setelah anaknya di usir Ratu Camelia tidak berbicara satu kata pun bahkan saat di siksa pun ia tak mengeluarkan suara.
~ Mansion Valeria ~
Selesai sarapan mereka semua duduk di ruang keluarga tak ada yang berbicara satu kata pun. Tak berselang lama handphone milik Bryan berbunyi ada panggilan masuk dari sekretarisnya.
^^^"Halo"^^^
"Halo selamat pagi tuan"
^^^"Heeemmm! Ada apa"^^^
"Maaf tuan barusan ada telpon masuk dari asisten direktur perusahaan AF Company yang ingin bertemu dengan anda"
^^^"Suruh mereka menghubungiku langsung"^^^
"Baik tuan"
Semuanya diam menunggu apa yang akan Bryan ucapkan. Tak lama ia tersenyum smirk kalau rencana mereka berhasil untuk membuat Raja Luigi menghubungi VA Corp.
"Sesuai rencana kita Val. Berengsek itu ingin bertemu denganku" ucap Bryan dengan tatapan membunuh.
"Heeemmm"
"Emang berengsek itu siapa sih?" tanya Yorla dengan suara mendayu.
"Ayah kandung Bryan" ucap Raksa.
"Omo omo si ganteng ternyata masih punya bapa ya!! Eke kira you yatim piatu kayak eke" ucap Yorla dengan histeris.
"Diam deh lu manusia jadi-jadian bikin gue pusing dengar suara cempreng loe itu"
"Ckkk! Gini aja you kesal ama eke nanti entar eke ngak bakalan bantuin you ya" ketus Yorla.
"Terserah loe aja. Kan yang nyuruh loe bukan gue tapi Valeria"
"Isshhh.........you itu bisanya cari aman aja" ucap Yorla dengan mata melotot.
"Aman kan lebih bagus" ucap Bryan sambil tersenyum sinis.
Melihat hal tersebut dengan cepat Yorla melempar sendalnya ke muka Bryan, beruntung Bryan dengan cepat menghindar jadi tak mengenainya. Keduanya lalu melempar bantal sofa hingga Valeria memberi isyarat mata ke Ares.
Plak...........plak...........
Dua tamparan seketika bergema di ruang keluarga, Bryan dan Yorla menatap Ares dengan tatapan tajam tak menerima di tampar.
Melihat hal tersebut Ares lalu berdiri di samping Valeria memberitahu jika ini adalah perintah Valeria.
"Sekali lagi loe berdua ribut gue ngak segan-segan jahit mulut loe berdua!" bentak Valeria.
Semuanya diam tak berbicara satu kata pun Yorla dan Bryan yang tadi ingin marah seketika nyali mereka menciut.
Mereka tahu jika Valeria tak pernah main-main dengan ucapannya dan tak berselang lama hp Bryan berbunyi ada panggilan dari no baru.
^^^"Halo"^^^
"Halo selamat pagi. Apa ini benar dengan Mr. Bryan Peterson"
^^^"Ya betul saya sendiri. Ini dengan siapa?" tanya Bryan dengan suara dingin.^^^
"Perkenalkan saya Arseno Carlo Alfonso CEO dari AF company Mr Peterson"
^^^"Hemmm! Ada apa"^^^
"Begini Mr. Peterson saya ingin mengundang anda untuk membicarakan bisnis untuk kedua perusahaan kita. Apakah Mr. Peterson ada waktu?"
^^^"Ya saya bisa. Tapi saya ingin tempat pertemuannya privat karena saya tidak suka keramaian"^^^
"Baik Mr. Peterson itu bisa diatur. Apa tuan bersedia bertemu saya sekarang di kerajaan Wizpet"
^^^"Wah suatu kehormatan bagi saya jika bisa bertemu anda di kerajaan Wizpet"^^^
"Hahaha.........baiklah Mr. Peterson kalau begitu saya tunggu kehadiran anda di kerajaan Wizpet"
^^^"Baik 1 jam lagi saya ke sana"^^^
"Baik Mr. Peterson terima kasih sudah meluangkan waktu anda"
^^^"Iya sama-sama Mr. Alfonso"^^^
Panggilan lalu dimatikan oleh Arseno, Valeria lalu menyuruh mereka untuk bersiap pergi ke kerajaan Wizpet tak lupa memberitahu rencana mereka kali ini. Valeria sendiri akan memantau pergerakan mereka dari mansion dan tak ambil bagian.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Ingat Bryan waktu loe hanya 1 jam untuk bawa keluar mama loe" ucap Valeria sebelum mereka pergi.
"Oke Val"
"Ares lakukan semuanya dengan rapi jangan ada kesalahan"
"Baik nyonya"
"Raksa dan Rehan loe berdua tetap di dalam mobil jangan keluar sebelum aba-aba dari gue"
"Baik master" ucap keduanya serentak.
~ Kerajaan Wizpet ~
Selang 1 jam akhirnya limousine yang membawa Bryan, Yorla, dan Ares tiba di kerajaan Wizpet, mereka datang membawa 3 mobil pengawal. Raksa dan Rehan yang mendapat tugas untuk tetap di mobil tidak turun saat mereka tiba.
Raja Luigi, Selir Leila, Arseno, dan Magdalena sudah berdiri di depan kerajaan menunggu kehadiran mereka.
Karena dari sekian banyak rekan bisnis yang mereka hubungi hanya Bryan saja yang bisa memenuhi undangan mereka untuk bertemu.
"Selamat datang di kerajaan Wizpet Mr. Bryan Peterson" sambut Raja Luigi meski matanya selalu melihat warna mata Bryan dan Ares.
Begitu pun dengan Selir Leila dan kedua anaknya mereka penasaran dengan warna mata Bryan dan Ares yang seperti mata milik anggota kerajaan Wizpet. Arseno yang semalam tak memperhatikan warna mata Bryan tersentak kaget.
Ia seperti mengenal mata itu tapi tak tahu pernah melihatnya dimana saat ia memandang mata Ares juga ia tak kalah kaget.
Meraka semua berpikir kenapa warna mata keduanya bisa sama seperti warna mata Raja Luigi dan Arseno yang memiliki ciri khas kerajaan Wizpet.
"Terima kasih atas penyambutan anda Raja Luigi" ucap Bryan sambil tersenyum.
Padahal ia mati-matian menahan emosinya yang mengingat video sang mama yang di pasung di ruang bawah tanah. Mereka lalu di persilahkan masuk ke dalam kerajaan menuju gazebo taman di bagain timur bangunan utama.
"Wah pemandangan yang sangat indah" ucap Bryan.
"Terima kasih atas pujiannya Mr Peterson"
Raja Luigi lalu menyampaikan maksud undangannya kepada Bryan, selang 30 menit Bryan meminta waktu untuk berbicara langsung dengan presdir VA corp. Ia lalu di bawa ke sebuah ruangan di bangunan utama.
Yorla dan Ares lalu mulai menjalankan rencana mereka membuat semuanya tak memperdulikan kepergian Bryan. Tanpa mereka sadari jika saat ini Bryan sudah berhasil masuk ke ruang kontrol dan mengoceh semua penjaga disana.
^^^"Gue udah dapat detonatornya Val" ucap Bryan lewat earpiece.^^^
"Good. Sekarang bawa detonator itu ke ruang bawah tanah dan ikuti petunjuk dari gue"
^^^"Oke Val"^^^
Bryan lalu mengikuti instruksi Valeria membawanya ke ruang bawah tanah. Sampai di ruang bawah tanah Bryan kaget bukan main melihat seseorang yang sangat ia kenal sedang duduk menatap ke depan dengan tatapan kosong.
"Mama..........hiks hiks hiks" ucap Bryan tak kuasa menahan tangisnya melihat kondisi sang mama yang tak terurus seperti orang terlantar.
βββββ
To be continue.............
Hay guys jangan lupa beri dukungan kalian dengan cara vote, like, rating, dan komen yang sebanyak- banyak ya guysπβ€