
π»Tidak semua hari berjalan dengan baik tapi ada hal yang baik di setiap harinyaπ»
.
.
.
.
Perlahan-lahan mata hitam indah itu terbuka mengerjap menyesuaikan cahaya yang masuk. Saat kesadarannya sudah terkumpul Valeria bangun sambil memegang kepalanya yang berdenyut sakit.
Ssshhhh.......
Ringisan kecil itu keluar dari mulutnya, ia memperhatikan keadaan di sekitarnya melihat sekelilingnya. Sesaat kepingan tentang kejadian semalam bermunculan.
"Sial!" umpat Valeria dengan kesal.
Ia bangun dan melihat jam sudah jam 07:00 pagi dan entah kenapa ia tidak terbangun setelah 2 jam tidur. Keningnya mengerut memikirkan berbagai kemungkinan tapi saat mengingat ciuman semalam ia berdecak kesal.
Saat hendak ke kamar mandi Valeria melihat kertas note kecil di atas nakas di samping ranjang.
...Honey aku pergi dulu ke acara pemberkatan pernikahan Albert hari ini, nanti siang aku jemput di apartemen. Jangan coba-coba pergi dari apartemen honey...
^^^Your love Thomas^^^
"Ckk!! Loe kira loe siapa ngatur-ngatur gue!" ketus Valeria sambil meremas note tadi dan membuangnya.
Valeria segera masuk ke dalam kamar mandi dan berendam di bath up. Pikirannya sedikit tenang menghirup aroma terapi yang biasa ia gunakan, selesai ia segera keluar dan menuju walk in closet.
"Selamat pagi nyonya" sapa Ares saat Valeria saat keluar dari kamar.
"Suruh Yorla, Juan, dan Rehan ke sini" ucap Valeria dengan suara dingin.
"Baik nyonya"
"Hubungi One" perintah Valeria sambil bergegas menuju meja makan.
Ares segera menghubungi eyes one tak lupa menyiapkan sarapan buat Valeria. Pada dering kedua panggilannya langsung di jawab eyes one.
"Halo master"
^^^"Bagaimana keduanya?" tanya Valeria to the point.^^^
"Mereka seperti biasa terus di kejar rentenir master"
^^^"Sekap keduanya dan tunggu perintah gue 3 hari lagi"^^^
"Baik master"
Valeria mematikan panggilannya dan melanjutkan sarapannya. Selesai sarapan ia bergegas ke ruang kerjanya untuk memeriksa email yang masuk.
Saat sedang memeriksa email masuk hp Valeria berbunyi ada panggilan masuk. Ia mengerutkan keningnya melihat nama Mineβ€ di layar hpnya setahunya ia tidak pernah menulis nama alay seperti itu.
Thomas Parker, batin Valeria menebak siapa yang berani menulis nama seperti itu.
"Halo honey" ucap suara yang sangat ia kenali dari seberang dan hanya satu orang saja yang memanggilnya dengan sebutan honey.
^^^"Ah! Jadi ini rubah licik yang sudah mengutak-atik hpku" ucap Valeria dengan suara dingin.^^^
Thomas terkekeh mendengar ucapan kekasihnya, ia yakin saat ini Valeria pasti ingin menghajarnya karena sudah berani memegang hpnya.
"Jika aku rubah maka kamu wanita rubah honey"
^^^"Ckk!" decak Valeria sambil mematikan panggilannya sepihak.^^^
Tak sampai semenit hpnya kembali berbunyi dengan penelpon yang sama, Valeria membiarkan panggilan tersebut berbunyi tidak di angkat. Setelah panggilannya mati ia merubah pengaturan ke mode senyap agar tak menganggu pekerjaannya.
~ Bandung, Jawa Barat ~
"Awas kamu honey" ucap Thomas dengan kesal karena panggilannya tak diangkat.
"Kamu kenapa dude?" tanya Kevin bingung saat melihat Thomas kesal.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Thomas hanya menatap Kevin dengan kesal dan berlalu pergi.
Melihat hal itu Kevin mengumpat kesal karena diacuhkan, keduanya segera pergi menuju kamar Albert untuk berangkat menuju gereja tempat pemberkatan Albert dan Mira.
Selesai pemberkatan mereka semua segera bergegas menuju ke hotel Hilton untuk menunggu resepsi nanti jam 6 sore. Thomas sedari tadi mondar-mandir karena tak bisa menjemput Valeria di Jakarta padahal ia sudah berjanji.
"Honey kamu dimana sih" ucap Thomas dengan kesal.
"Hey dude apa kamu bisa diam. Aku pusing lihat kamu seperti setrika rusak" ucap Kevin dengan kesal.
"Mending kamu diam sialan sebelum aku potong lidahmu itu!" bentak Thomas dengan kesal.
"Ckk!" decak Kevin.
HONEYβ€
^^^"Honey aku tidak bisa menjemputmu, nanti anak buahku akan menjemputmu"^^^
"......"
^^^"Jangan buat aku emosi honey"^^^
"π"
^^^"Love you honey"^^^
Thomas menghembuskan napas dengan kasar saat pesannya hanya di baca. Ia mengurut dahinya yang tiba-tiba sakit memikirkan Valeria yang keras kepala disana.
~ Puri Orchid Apartment ~
Valeria hanya membaca pesan dari Thomas, ia lalu menaruh kembali hpnya dan melihat Yorla, Rehan, dan Juan di depannya dengan tatapan datar dan dingin.
"Gue tahu loe semua udah tahu masa lalu gue" ucap Valeria dengan suara dingin.
"Iya master, sister" ucap ketiganya dengan serentak.
"3 hari lagi gue bakal kembali ke sana"
"Sister apa mau balas dendam" tebak Yorla.
"Maybe" (mungkin) ucap Valeria dengan ambigu.
"Gue siap jalankan perintah dari master" ucap Juan.
"Loe bawa 100 anggota kita buat jaga disana saat acara ulang tahun perusahaan kangmas"
"Baik master"
"Rehan suruh Andre buat pantau pergerakan anak haram itu. Jangan sampai dia mengacaukan acara kangmas"
"Oke master" ucap Rehan.
"Yorla siapin gaun paling mewah buat acara itu"
"Siap sister"
"Kalian boleh pergi" ucap Valeria dengan suara dingin.
"Baik master kami permisi" ucap Juan dan Rehan serentak.
Yorla yang masih berada disana lalu menaruh undangan di depan Valeria. Pandangan mata Valeria tertuju ke undangan di depannya melihat nama Albert dan Mira yang tertera jelas disana.
"Itu Chloe yang ngirim kemarin sister" ucap Yorla.
"Heeemmm! Siapkan gaun gue"
"Sister apa eke boleh ikut" ucap Yorla dengan penuh harap.
"Heemmmm" deham Valeria sambil mengangguk.
Yorla segera keluar dengan raut senang, ia segera menuju mansion untuk menyiapkan gaun buat Valeria dan dirinya. Ares yang masih berada di dalam sana hanya diam saja.
"Katakan" ucap Valeria seakan tahu ada sesuatu yang ingin Ares sampaikan.
"Anak haram itu ternyata membeli racun yang sangat berbahaya untuk tuan besar, nyonya besar, dan tuan muda"
"Sepertinya kesabarannya udah habis" ucap Valeria sambil terkekeh.
"Apa saya harus mengirim seseorang untuk menggagalkan rencananya nyonya"
"No. Biarkan dia bermain sebelum ajalnya datang" ucap Valeria sambil tersenyum seperti iblis.
Valeria lalu mengambil hpnya dan menelpon Bagas, pada dering kelima barulah panggilannya di jawab.
"Halo"
^^^"Ini gue"^^^
"Valeria" ucap Bagas dengan senang dari seberang.
^^^"Heeemmm"^^^
"Dek kangmas kangen banget sama kamu"
^^^"Hemmm! Gue mau ngasi tahu loe sesuatu"^^^
^^^"Saat pesta nanti jangan pernah menyentuh makanan atau minuman apapun"^^^
"Memangnya kenapa dek?" tanya Bagas dengan penasaran dari seberang.
^^^"Ikut aja kangmas kalau ngak mau mati"^^^
"Apa ada yang ingin memberi racun ke kangmas dek?" tanya Bagas dengan suara emosi dari seberang.
^^^"Heemmm"^^^
"Siapa dek"
^^^"Nanti juga kangmas bakal tahu"^^^
"Dek cepat beritahu dia siapa biar kangmas memberinya pelajaran"
^^^"Oh jangan lupa beritahu dua orang itu juga kangmas"^^^
"Dek" ucap Bagas yang tahu siapa yang di maksud Valeria.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Valeria segera mematikan panggilannya sepihak dan mematikan hpnya, ia tahu pasti Bagas akan kembali menghubunginya untuk bertanya tentang apa yang ia katakan barusan.
Valeria dan Ares segera pergi dari apartemen menuju mansion. Waktu mereka hanya beberapa jam saja untuk bersiap ke acara pernikahan Albert dan Mira.
~ Kusumo Group ~
Bagas mengumpat kesal karena nomor Valeria sudah tidak aktif lagi, Ahmad yang berdiri di depannya hanya diam saja tak mau menganggu tuannya yang sedang emosi.
"Cari tahu siapa yang mau meracuni gue di pesta ulang tahun perusahaan nanti!" bentak Bagas dengan suara tinggi.
"Baik tuan"
"Apa pak tua itu ada di ruangannya?" tanya Bagas dengan suara dingin.
"Iya tuan. Tuan besar sedang bersama nyonya di ruangannya"
"Good, kita ke sana sekarang"
"Iya tuan"
Keduanya segera menuju ke ruangan Budi di lantai atas, sampai di depan ruangan Budi ia segera
membuka pintu dengan kuat mengagetkan kedua orang yang berada di dalamnya.
Pandangan mata tajam Budi langsung menatap putranya yang tidak sopan saat masuk ke ruangannya. Aura permusuhan dari keduanya sangat terasa di dalam sana.
"Apa kamu sudah tak tahu sopan santun son?" tanya Budi dengan suara tegas.
"Hemmm" deham Bagas sambil duduk di sofa tak perduli dengan pertanyaan ayahnya.
"Kamu itu seorang yang terhormat son. Jangan seperti itu lagi!" bentak Budi dengan suara dingin.
"Gue cuma mau ngasih tahu kalau nanti di acara ulang tahun perusahaan kalian jangan pernah menyentuh makanan atau minuman apapun"
"Apa maksudmu nak?" tanya Arinta.
"Itu saja yang mau gue kasi tahu" ucap Bagas sambil berlalu pergi tak perduli dengan ayah dan ibunya.
Budi membuang napasnya dengan kasar melihat sifat anaknya yang sudah kelewatan. Arinta sendiri menatap suaminya dengan tatapan sedih melihat sifat anak mereka yang sudah berubah.
"Mas"
"Sepertinya ada sesuatu yang diketahui Bagas sayang. Ikuti saja ucapannya"
"Baik mas"
~ Hilton hotel ~
Helikopter baru saja mendarat di rooftop hotel membawa Valeria, Yorla, Ares, dan Rehan. Mereka tiba di hotel tepat pukul 18:40. Dengan cepat mereka segera menuju ballroom hotel tempat acara berlangsung.
Saat masuk ke dalam pandangan semua orang tertuju kepada mereka berempat. Nama Yorla yang sudah terkenal membuat semua tamu berbisik-bisik melihat kedatangannya.
Thomas yang melihat kedatangan Valeria dan lainnya segera bergegas menghampiri mereka. Ia berdecak kesal melihat dua pria yang berdiri tepat di belakang Valeria apa lagi ada Ares.
"Honey kamu datang" sambut Thomas dengan senang.
"Oh my God ganteng" pekik Yorla dengan histeris.
Thomas menatap Yorla dengan tatapan tajam tak suka mendengar ucapannya. Yorla seketika diam melihat tatapan tajam Thomas yang seakan ingin menelannya hidup-hidup.
Grep.........
Tidak perduli dengan pandangan orang lain Thomas langsung menarik Valeria ke dalam pelukannya. Valeria mendengus kasar melihat apa yang dilakukan oleh Thomas.
"Kenapa kamu pergi dari apartemen honey?" tanya Thomas dengan tatapan tajam.
"Bukan urusanmu" ketus Valeria.
"Jangan lupa kejadian semalam honey" bisik Thomas sambil tersenyum penuh arti.
"Lupakan saja. Lagian itu hal biasa buatku" ucap Valeria dengan senyum smirk.
Thomas menatap kekasihnya dengan tatapan tajam tak suka dengan ucapannya. Ia menutup mata menahan emosinya setelah berhasil ia segera membawa Valeria menuju pengantin untuk memberi selamat.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Nyonya arah jam 3" bisik Ares.
Valeria langsung melihat ke arah yang dimaksud Ares, seketika bibirnya tersenyum menyeringai melihat orang yang yang tahu identitasnya yang sebenarnya.
"Dimitri Sergeyer" gumam Valeria dengan suara pelan.
"Jangan menyebut nama laki-laki lain saat bersamaku honey" ucap Thomas dengan suara dingin.
Valeria menatap Thomas dengan tatapan dingin, ia bisa melihat mata itu yang penuh dengan aura cemburu. Ia terkekeh membuat Thomas menatapnya tak suka.
"Jangan buat aku emosi honey" peluk Thomas sambil membenamkan wajahnya di leher Valeria.
"Aku ingin ke kamar mandi"
"Indonesia" bisik Thomas.
Valeria menatapnya dengan kening berkerut tak mengerti ucapan Thomas. Melihat hal tersebut Thomas terkekeh sambil mengelus pipi Valeria dengan lembut.
"Apa yang kamu sembunyikan honey. Aku tahu kamu itu orang Indonesia"
"Ya tebakanmu benar jika penasaran kamu bisa mencari tahu" sinis Valeria.
"Ya jika kamu tidak menutup informasi pribadimu Shadow"
Valeria terkekeh mendengar ucapan Thomas, ia tak kaget lagi jika Thomas sudah mengetahui identitasnya di dunia maya.
"Cukup lama juga ya untuk seorang kepala IT di perusahaan nomor satu di dunia" cibir Valeria.
"Valeria" desis Thomas tak suka dengan ucapannya barusan.
"Bodoh" bisik Valeria sambil berlalu pergi.
Thomas mengepal tangannya menatap punggung Valeria yang sudah pergi ke toilet. Dengan langkah cepat ia mengikuti Valeria dari belakang tapi langkahnya di cegah oleh Kevin yang memberi tahu jika Xavier mencarinya.
Sial, batin Thomas berdecak kesal.
Di toilet Valeria bersisian dengan orang yang menjadi musuhnya selama ini saat keluar dari toilet. Tatapan mata keduanya saling menatap dengan tatapan tajam dan dingin.
"The Queen of blood" (ratu berdarah) ucap Dimitri dengan suara dingin.
"Bekas lukamu sangat menjijikan pak tua" ejek Valeria dengan suara dingin.
Dimitri mengepal tangannya mendengar ucapan Valeria, ia tidak akan pernah lupa luka di mata kirinya karena pisau lipat seorang Queen Black Shadow.
"Persiapkan dirimu Queen untuk pembalasanku sebentar lagi"
"Aku tunggu as***e! Oh......jangan lupa siapkan air yang banyak sebentar lagi" ucap Valeria sambil tersenyum penuh arti.
Dimitri menaikkan alisnya sebelah mendengar ucapan Valeria yang tak masuk akal. Tak lama asisten Dimitri membisikkan sesuatu membuat matanya melotot kaget.
"Kamu" tunjuk Dimitri sambil menggertak giginya.
"Well aku rasa waktu kamu hanya 2 jam untuk menyelamatkan semuanya" ucap Valeria sambil terkekeh.
"Aku akan membalas kamu perempuan sialan!" bentak Dimitri sambil berlalu pergi.
Valeria menatap kepergiannya dengan wajah datar dan dingin, aura di sekitar seketika menjadi sangat dingin membuat beberapa orang yang ingin ke toilet tak jadi.
"Tutup semua informasi orang yang terkait denganku saat ini"
"Baik nyonya"
"Manipulasi juga cctv malam ini"
"Iya nyonya"
βββββ
To be continue.............