
π»Khawatirlah ketika kamu diam di tempat bukan ketika kamu melangkahπ»
.
.
.
.
Setelah menempuh perjalanan selama 11 jam akhirnya Valeria tiba di Los Angeles, Amerika Serikat. Kedatangan Valeria kali ini langsung di sambut oleh Raksa dan pengawal pribadinya yang sudah lebih dulu sampai disana.
"Selamat datang nyonya" ucap Raksa dan anak buahnya serentak.
Valeria menatap satu persatu pengawal pribadinya dan bingung kenapa jumlah pengawal pribadinya yang harusnya 10 orang kenapa hanya 8 orang. Mata Valeria memindai ke seluruh area dan melihat ada 3 mobil hitam yang mencurigakan.
"Raksa"
"Iya master"
"Matikan earpiece loe sekarang"
"Kenapa master?" tanya Raksa dengan bingung.
"Ngak usah banyak tanya" ucap Valeria dengan suara dingin.
"Iya master"
Raksa mematikan earpiece miliknya dan memberi isyarat kepada anak buahnya untuk melakukan hal yang sama. Setelah itu ia melihat Valeria dan menganggukkan kepalanya tanda ia sudah melakukan apa yang Valeria suruh.
"Anak buah loe kurang 2 orang"
"Apa" ucap Raksa dengan kaget.
"Di arah jam 9 ada 3 mobil mencurigakan yang terparkir disana"
"Buat apa mereka disana master? Bukannya ini landasan pribadi master" ucap Raksa sambil melirik ke arah yang Valeria beritahu.
"Sepertinya mereka anak buah Raja Luigi"
"Berengsek"
"Loe semua koceh mereka dan ingat jangan pernah pergi ke tempat Bryan dan Yorla"
"Apa master bawa mobil sendiri?" tanya Raksa.
"Heemmmm"
Valeria dan lainnya lalu masuk ke dalam mobil dan bergegas pergi dari sana. Sesuai dugaan Valeria 3 mobil itu mengikuti mereka dari belakang hingga tiba di jalan utama Valeria berpisah dengan mobil Raksa dan pengawalnya.
1 mobil anak buah Raja Luigi terus mengikuti Valeria aksi kejar-kejaran mereka di jalan raya membuat para pengendara lain berteriak kesal.
Valeria yang sangat lincah membawa mobil sport tersenyum sinis melihat musuhnya yang tertinggal jauh di belakang.
Tiba-tiba hpnya berbunyi panggilan masuk dari Raksa, Valeria lalu memakai earpiece dan langsung menjawab panggilan Raksa.
"Halo master"
^^^"Heemmmm"^^^
"Master dimana? Kami berhasil mengoceh mereka master dan mereka tidak mengikuti kami lagi" ucap Raksa dari seberang.
^^^"Loe semua ke apartemen dan tunggu gue disana"^^^
"Tapi master? Biar gue nyusul master ke situ"
^^^"Ngak usah bentar lagi gue ke sana"^^^
"Oke master"
^^^"Jangan pernah biarkan Bryan dan lainnya keluar dari apartemen. Suruh Bryan buat perketat penjagaan di Kingdom apartemen"^^^
"Baik master"
Valeria lalu memutuskan panggilannya sepihak, Raksa yang mendapat perintah dari Valeria segera menyuruh anak buahnya untuk ke Kingdom apartemen. Valeria terus memacu mobilnya mencari jalan lain untuk kembali ke apartemen.
Cekkiiiittt................
Valeria mengerem mobilnya dengan cepat saat di depannya ada 3 mobil yang terparkir menghalangi jalan. Ia tersenyum sinis ternyata 3 mobil di depannya adalah mobil yang mengikuti Valeria dan lainnya.
Drummmmm............druummmm......
2 mobil berhenti tepat di belakang Valeria memblokir jalan agar ia tidak bisa kabur. Valeria tersenyum menyeringai melihat anak buah Raja Luigi yang sudah berdiri di depan dan belakang mobilnya sambil memegang pistol.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Sial!" ucap Valeria dengan kesal.
Pasalnya dua anak buah Valeria yang tadi menghilang ternyata tertangkap anak buah Raja Luigi. Mau tak mau ia harus keluar dari dalam mobil untuk menyelamatkan kedua anak buahnya.
"Ikut kami sekarang atau kepala dua orang ini meledak disini" ucap Leo ketua dari musuh di depannya.
"Lepaskan mereka berdua dan kalian bisa bawa aku" ucap Valeria dengan tenang.
"Jangan harap nona cantik. Sebaiknya anda ikut kami sebelum wajah mulus anda itu rusak" ucap Leo sambil terkekeh.
2 anak buah Valeria menggelengkan kepala mereka untuk tak mengikuti keinginan Leo. Melihat hal tersebut Valeria memberi isyarat lewat tangannya kalau keduanya tidak usah memikirkannya.
"Oke aku ikut kalian" ucap Valeria dengan santai.
Mereka lalu mengikat tangan Valeria dan mendorongnya masuk ke mobil Leo bersama 2 anak buah Valeria. Mata ketiganya lalu di tutup dengan kain hitam.
Entah kemana mereka dibawa Valeria hanya diam saja. Semua barang elektroniknya sudah di buang oleh Leo sebelum masuk ke mobil, tak berselang lama mobil pun berhenti dan ketiganya di tarik masuk ke dalam.
"Buka penutup mata mereka" ucap Leo.
Valeria menutup mata saat cahaya lampu masuk ke dalam matanya. Setelah mengerjap mata beberapa kali ia bisa dengan jelas melihat Leo dan anak buahnya yang berjumlah 18 orang berdiri mengelilingi mereka bertiga.
"Well well well, long time no see miss Esizikaka" (wah wah wah, lama tak berjumpa nona) ucap seseorang yang baru saja datang.
Valeria tersenyum sinis melihat kehadiran Arseno putra Raja Luigi dan Selir Leila. Arseno bersama pengawal kerajaan masuk dan langsung di sambut oleh Leo dan anak buahnya.
"Selamat datang yang mulia pangeran" ucap Leo sambil memberi hormat.
"Pekerjaanmu sangat memuaskan Leo. Sampaikan salamku kepada bosmu Robert Nidas kalau keluarga kerajaan Wizpet sangat menyukai kerja kalian" ucap Arseno dengan sombong.
"Baik yang mulia pangeran akan saya sampaikan ke tuan besar"
Arseno tak menjawab ucapan Leo dan berlalu maju menghampiri Valeria, posisi Valeria yang di ikat di kursi membuatnya tak bisa bergerak dengan bebas. Saat berdiri di depan Valeria tatapan mata Arseno menatapnya dari ujung rambut sampai ke ujung kaki.
"Ternyata anda sangat cantik nona Esizikaka" ucap Arseno dengan tatapan napsu.
"Ckk!" decih kedua anak buah Valeria tak suka ucapan Arseno.
"Beraninya kalian berdecak di depan putra mahkota" bentak Arseno.
"Anda itu bukan putra mahkota yang asli karena anda hanya anak seorang selir penggoda" cibir salah satu anak buah Valeria.
"Kamu? Beraninya mulut kotormu menghina nama ibuku" teriak Arseno dengan emosi.
Bugh...........bugh..........bugh...........bugh...........
Arseno memukul anak buah Valeria dengan brutal karena sangat emosi, Valeria menutup mata melihat anak buahnya yang terkapar di lantai dengan tubuh penuh lebam dan darah yang keluar dari mulutnya.
"HENTIKAN" teriak Valeria menggelegar.
"Mending kamu diam b***h giliranmu sebentar lagi" bentak Leo.
Prajurit kerajaan lalu mengantikan Arseno memukul anak buah Valeria yang tadi sudah menghina Selir Leila. Suara teriakan kesakitan bergema di dalam sana membuat Valeria menahan geram melihat mereka semua.
"Jadi nona Esizikaka dimana anak brengsek itu dan ibunya?" tanya Arseno dengan tatapan tajam.
"Buat apa anda mencari mereka?" tanya balik Valeria.
"Jangan banyak tanya. Beritahu dimana mereka sialan" teriak Arseno dengan emosi.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Sampai kapanpun aku tidak akan memberitahumu" ucap Valeria dengan tatapan sinis.
"Baik yang mulia pangeran"
Bugh..........bugh..........bugh........bugh.........
Arseno memukul dan meninju Valeria berulang kali tidak perduli jika yang dia pukul itu seorang perempuan. Emosinya memuncak karena Valeria tak mau memberitahu dimana keberadaan Bryan dan Tatu Camelia.
"Hentikan jangan sakiti nona muda" teriak anak buah Valeria.
"Kalian pukul mereka. Jangan berhenti sampai mereka buka mulut" ucap Arseno.
"Baik yang mulai pangeran" ucap prajurit kerajaan serentak.
Bugh.......bugh........bugh.........bugh.......bugh......
Entah sudah berapa kali Valeria dan dua anak buahnya di pukul. Arseno tak perduli jika mereka bertiga mati karena ia hanya ingin tahu keberadaan Bryan dan Ratu Camelia.
"Yang mulia pangeran cukup" ucap Leo.
"Beraninya manusia rendahan sepertimu berbicara kepadaku!" bentak Arseno dengan suara tinggi.
"Maafkan hamba yang mulia. Tapi jika ketiganya mati saat ini maka kita tidak bisa mendapat informasi keberadaan mereka"
Phew...........
Arseno membuang napasnya dengan kasar mendengar ucapan Leo yang ada benarnya juga. Ia harus menahan emosi untuk tidak membunuh ketiganya karena ia butuh informasi dari mereka.
"Awasi ketiganya jangan sampai lolos" ucap Arseno.
"Baik yang mulia pangeran" ucap Leo.
Arseno keluar dari ruangan itu diikuti pengawal pribadinya. Leo melihat Valeria yang sudah babak belur bahkan darah yang keluar dari tubuhnya sangat banyak ia lalu memegang dagu Valeria dengan kuat.
"Kalau mau hidup mendingan kamu beritahu dimana kedua orang itu dan aku pastikan kamu dan dua orang itu akan hidup" ucap Leo dengan tatapan tajam.
"Ckk! Kamu pikir aku tidak tahu kalau kalian tidak akan melepas kami setelah mendapat informasi" decih Valeria sambil terkekeh.
Plak...........plak..........
2 Tamparan kuat mendarat di pipi Valeria hingga berbekas, Valeria tersenyum sinis melihat Leo dengan tatapan remeh. Karena kesal ia lalu memukul Valeria dengan brutal melampiaskan emosinya.
"Kita lihat sampai mana kamu akan bertahan" ucap Leo sambil menjambak rambut Valeria.
"Persiapkan dirimu saja jangan sampai ikatan di tanganku lepas" ucap Valeria sambil tersenyum menyeringai.
Bugh..........
Uhuuukkkk...........
1 pukulan tepat di perut Valeria sampai membuatnya batuk d***h. Anak buah bayangan Valeria yang melihat hal tersebut ingin menolongnya tapi Valeria menggelengkan kepala untuk tak keluar sekarang.
~ Kingdom Apartment ~
Bryan mondar-mandir memikirkan Valeria yang belum juga kembali. Saat Raksa datang ia pikir Valeria bersama mereka tapi ternyata Valeria tidak ada.
"Brother you bisa duduk ngak? Mata eke sakit lihat you mondar-mandir kayak setrika rusak" ucap Yorla dengan kesal.
"Raksa apa sudah ada kabar dari Valeria?" tanya Bryan dengan cemas.
"Belum ada"
"Kemana Valeria?" tanya Bryan dengan panik.
"Loe sabar. Bentar lagi pasti master bakal datang soalnya tadi master bilang akan menyusul ke sini dan juga dia pesan kalau kita semua ngak boleh ada yang keluar dari apartemen" ucap Raksa.
"Tapi gue khawatir sama Valeria mana Ares ngak bareng Valeria lagi" ucap Bryan dengan cemas.
"Emang Ares kemana brother?" tanya Yorla.
"Mana gue tahu tanya aja sama Ares sana" ucap Bryan dengan ketus.
"Ckk! Kulkas berjalan berengsek" gumam Yorla dengan kesal.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Bryan menatap Yorla dengan tatapan tajam mendengar gumam Yorla tapi tak di pedulikannya. Saat ini ia hanya berharap Valeria segera datang entah kenapa ia merasa sesuatu yang tidak beres terjadi kepada Valeria.
Aaarrrggghhh..........
Teriakan Ratu Camelia membuat Bryan, Yorla, dan Raksa kaget di ruang tamu. Dengan cepat mereka berlari menuju kamar Ratu Camelia ingin melihat apa yang terjadi.
"Mama" ucap Bryan dengan panik.
"Pergi kalian! Jangan ganggu aku pergi" teriak Ratu Camelia sambil memberontak di atas tempat tidur.
"Apa yang terjadi?" tanya Bryan dengan cemas.
"Yang mulia ratu sepertinya mimpi buruk tuan" ucap perawat.
"Panggil dokter jelek itu kesini sekarang" teriak Yorla dengan heboh.
Bryan memeluk sang mama yang terus berontak di atas tempat tidur sambil berteriak. Tangisannya pecah melihat kondisi mamanya yang selalu mengalami mimpi buruk saat tidur.
"Ini Alek ma.....hiks hiks hiks.....mama jangan takut ya Alek selalu ada untuk mama....hiks hiks hiks" ucap Bryan sambil menangis.
"Alek anakku.....hiks hiks hiks" ucap Ratu Camelia.
"Hiks hiks.......iya ma ini Alek........hiks hiks"
Huawaa........
Tangis Ratu Camelia pecah sambil memeluk anaknya dengan erat. Yorla yang melihat keduanya menangis juga ikut menangis baru kali ini ia melihat sosok Bryan yang kuat menjadi sosok yang sangat rapuh.
"Tuan" ucap dokter Lauren dengan napas ngos-ngosan.
"Periksa Ratu Camelia dok" ucap Raksa.
Dokter Lauren mendekat ke ranjang ingin memeriksa keadaan Ratu Camelia. Bryan melepas pelukannya saat merasa mamanya sudah tidak menangis lagi hatinya sangat sakit melihat keadaan mamanya seperti ini.
Gue bakal balas semua perlakuan kalian ke mama, batin Bryan dengan penuh kebencian.
~ Gudang Tua ~
Sedangkan di salah satu gudang tua yang berada di tengah hutan, Valeria memberi isyarat kepada pengawal bayangannya untuk melepas ikatan mereka bertiga. Kedua anak buah Valeria sudah pingsan karena kehilangan banyak darah.
"Bawa mereka berdua ke apartemen"
"Baik master" ucap eyes two dan three serentak.
Sedangkan eyes one yang bertugas mengawasi Juan ke pulau Cayman masih dalam perjalanan kembali saat Ares tiba. Valeria membuka pintu dengan pelan beruntung anak buah Leo tak berada disana.
Dengan perlahan Valeria mengendap-endap melihat suasana. Anak buah Leo yang sedang bermain judi membuatnya dengan mudah menyelinap keluar.
"Hey mau kemana kamu" teriak salah satu prajurit kerajaan yang melihat Valeria.
"Kalian berdua pergi sekarang" ucap Valeria kepada pasukan bayangannya.
"Baik master" ucap keduanya dengan serentak.
Bugh.........bugh.......bugh.....bugh.......
Valeria memukul anak buah Leo dan prajurit kerajaan dengan brutal. Leo dan Arseno yang berada di lantai dua segera turun saat mendengar keributan di bawah, keduanya sangat emosi melihat anak buah mereka sudah terkapar di lantai.
"Berengsek loe b***h aku bakal bunuh kamu sekarang juga" teriak Arseno.
Dor.......dor.......dor.........dor.....dor....dor.....
Arseno dan Leo terus menembak Valeria yang berlari menghindar, mereka mengejar Valeria yang masuk ke dalam hutan sambil menembaknya. Valeria meringis sakit saat peluru tepat mengenai bahu kirinya dan lengan.
Ia berlari dengan cepat tak memperdulikan rasa sakit di tubuhnya, saat ini ia tidak bisa melawan mereka karena tubuhnya sudah sangat lemah.
Valeria yang berlari tak tentu arah akhirnya bisa keluar dari dalam hutan menuju jalan raya.
Cekitttt................
βββββ
To be continue...............