Love Struggle

Love Struggle
Chapter 132



🌻Dunia ini begitu besar dan cukup luas, bersikap jujurlah kepada seseorang yang kamu sayangi🌻


.


.


.


.


Saat keduanya tengah berpelukan tiba-tiba hp milik Valeria berbunyi matanya memandang sekilas dan kaget melihat gambar tanda alert berwarna merah.


Dengan cepat Valeria berbalik dan langsung menyambar hpnya, Thomas yang melihat hal tersebut mendengus kasar karena momen mereka terganggu.


"Honey" dengus Thomas dengan mata tajam.


"Tunggu honey ada sesuatu yang terjadi" ucap Valeria dengan suara tegas.


Thomas menatap kekasihnya dengan kesal tapi tak di pedulikan Valeria. Gerakan tangan Valeria dengan cepat bermain di keyboard laptop mencari tahu tanda bahaya apa yang muncul.


"Honey tolong hubungi Andre" ucap Valeria sambil menyodorkan hpnya.


"Who is Andre?" (siapa Andre) tanya Thomas dengan nada cemburu.


"Cari kontaknya saja honey jangan banyak tanya" hardik Valeria dengan suara geram.


"Ckk!!" dengus Thomas dengan kesal tapi tetap melakukan apa yang di ucapkan oleh kekasihnya.


"Halo master" ucap suara berat dari seberang.


^^^"Lacak lokasi yang gue kirim"^^^


"Oke master"


Terdengar bunyi gerakan jari di atas keyboard dari seberang begitu pun dengan Valeria. Tak sampai lima menit keduanya sudah mengetahui siapa yang sedang dalam bahaya.


^^^"Kirim ambulans ke sana sekarang" bentak Valeria.^^^


"Gue udah hubungi rumah sakit terdekat master, juga pihak kerajaan dan anak buah kita disana"


^^^"Tutup semua cctv di sekitar lokasi"^^^


"Baik master"


Valeria lalu mematikan panggilannya sepihak dan menghubungi Ares.


"Halo nyonya" ucap Ares dari seberang.


^^^"вы идете к местонахождению Брайана сейчас" (kamu berangkat ke lokasi Bryan sekarang) ucap Valeria dalam bahasa Rusia.^^^


"хорошо мадам" (baik nyonya)


^^^"Скажи Хуану, чтобы он подготовил наши основные войска для нападения на Дмитрия на следующей неделе"^^^


^^^(Suruh Juan siapkan pasukan inti kita serang Dimitri minggu depan"^^^


"сколько мадам" (berapa banyak nyonya)


^^^"2000 человек" (orang)^^^


"хорошо мадам" (baik nyonya)


Valeria lalu mematikan panggilan sepihak dan terus berkutat dengan laptop di depannya. Ia memantau GPS Bryan yang menampilkan detak jantungnya dan anak buahnya.


Sejauh ini ada 3 orang pengawal pribadi Bryan yang meninggal sedangkan 5 lainnya dalam kondisi kritis dan kondisi Bryan menunjukkan detak jantungnya terus menurun.


Thomas menatap kekasihnya dengan kesal karena melupakannya bahkan dia menggerutu sedari tadi karena Valeria menelpon Ares dan Andre.


"Jangan cemberut honey aku sedang mengurus masalah Bryan" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Ya urus saja mereka jangan pedulikan aku" ucap Thomas tak kalah dingin.


Gerakan tangannya tiba-tiba terhenti mendengar ucapan kekasihnya itu. Valeria lalu bangun dan berbalik agar keduanya berhadapan.


"Ada apa......heemmmm?" tanya Valeria sambil menatap Thomas dengan tatapan teduh.


"You don't have time for me" (kamu tidak ada waktu untukku) ketus Thomas dengan wajah kesal.


"Bryan kecelakaan. Mobilnya di serang musuh honey! Aku sedang mencari tahu siapa yang menyerangnya dan pengawalnya" papar Valeria menjelaskan tapi tak memberitahu siapa yang menyerang Bryan.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Thomas.


Meski ia cemburu dengan Bryan tapi ia masih ada hati karena ia tahu Bryan adalah saudara angkat kekasihnya.


"Aku belum tahu honey tapi dari GPSnya kondisi jantungnya terus menurun" ucap Valeria dengan gusar.


"Dia pasti selamat honey" ucap Thomas sambil memeluk kekasihnya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Selesai menenangkan kekasihnya Valeria kembali berkutat dengan laptop. Ia tersenyum smirk melihat posisi Dimitri saat ini.


Tunggu kehancuran loe an***g Rusia, batin Valeria dengan tatapan penuh dendam.


~ Mansion Valeria ~


Valeria mengerjab matanya menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam kamarnya. Semalam ia bisa tidur dengan pulas tidak terbangun seperti malam biasanya.


Perlahan Valeria memindahkan tangan Thomas yang memeluknya dengan erat dan bergegas masuk ke kamar mandi.


Selesai ia keluar dari kamar menuju lantai satu dimana disana sudah ada Zero, Jakson, dan Jay yang menunggu kehadiran Valeria dari tadi.


"Selamat pagi master, presdir, noona" ucap ketiganya serentak dengan panggilan yang berbeda.


Jay mengerutkan keningnya mendengar ucapan direktur Jakson yang memanggil Valeria dengan sebutan master bukan presdir.


"Pak tua bodoh" ketus Zero.


"Diam kamu bocah sialan" hardik Jakson dengan emosi.


Ia lupa jika disini ada Jay dan Jay sendiri belum mengenal sosok Valeria yang sebenarnya. Valeria memberi isyarat kepada Ari yang berdiri tak jauh darinya.


Bugh................


"Direktur" pekik Jay dengan kaget saat direktur Jakson di pukul oleh Ari sampai jatuh.


"Bocah jangan ikut campur" ucap Zero menggelengkan kepalanya.


Jay yang ingin membantu direktur Jakson berdiri menghentikan niatnya melihat gelengan kepala Zero seakan memberitahunya untuk diam saja.


Selesai sarapan keempatnya lalu duduk di ruang keluarga membahas kontrak Jay dan juga beberapa artis yang akan debut 2 bulan lagi.


"Siapkan debut perdana Jay bersamaan dengan artis lainnya" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Tapi direktur bukannya itu mereka harus bersaing untuk masuk deretan chart musik musim depan" ucap Jakson.


"Itu lebih bagus jadi kita bisa lihat siapa yang lebih unggul" ucap Valeria sambil tersenyum smirk.


"Wah berarti sainganku pendatang baru di musim depan" ucap Zero dengan senyum menyeringai.


"Tapi aku juga ingin bertanding dengan mereka pak tua" ucap Zero dengan tegas.


"Jangan menganggu pendatang baru bocah" hardik Jakson.


"Biarkan Zero juga masuk deretan chart musim depan" ucap Valeria.


"Noona memang terbaik" ucap Zero tersenyum bahagia.


"Tapi presdir" ucap Jakson tak setuju.


"Asalkan dia bisa mendapat 10 million view dalam sehari"


"Apa" pekik Zero dengan kaget.


"Bocah lebih baik batalkan saja keinginanmu itu" ejek Jakson sambil terkekeh.


"Enak saja! Aku terima tantangan noona!" bentak Zero dengan tegas.


"If you lose you, you've to spend the night with boy and girl" (jika kamu kalah, kamu harus habiskan semalam bersama boy dan girl) ucap Valeria sambil tersenyum penuh arti.


Glek..........


Zero menelan salivanya dengan susah membayangkan kedua hewan peliharaan Valeria yang sangat menakutkan.


"Oke" ucap Zero menerima tantangan Valeria.


Jay yang mendengar ucapan ketiganya sedari tadi hanya diam saja, pasalnya ia tak tahu harus berbicara apa sedangkan menurutnya masuk deretan chart musik di musim depan saja itu sudah suatu kemajuan pesat untuknya.


"Jangan lupa tugasmu kepada Jay, Zero" ucap Jakson sambil tersenyum penuh arti.


"Aku tahu pak tua" dengus Zero dengan kesal.


Ketiganya lalu pergi setelah membahas beberapa hal bersama Valeria. Saat hendak masuk ke lift ia langsung di sambut oleh Thomas yang baru saja turun.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Kenapa tidak membangunkan aku honey" ucap Thomas sambil mencium bibir Valeria dengan lembut.


"Kamu kelihatan lelah jadi aku tidak membangunkan kamu" ucap Valeria sambil mengelus rahang Thomas dengan lembut.


"Apa kamu sudah sarapan?" tanya Thomas.


"Heemmm"


"Temani aku sarapan honey karena 2 jam lagi aku harus meeting"


"Oke"


Thomas lalu mengandeng Valeria ke meja makan dan sarapan disana. Selesai sarapan keduanya lalu keluar menuju depan mansion.


"Aku harus pergi honey" ucap Valeria sebelum Thomas masuk ke dalam mobil.


"Kemana?" tanya Thomas dengan tatapan menyelidik.


"Italia"


"Buat apa kamu ke sana honey" ucap Thomas dengan selidik.


"Aku harus melihat Bryan dan setelah itu harus kembali ke Dubai"


"Kamu tidak berencana menghilang lagi kan" ucap Thomas menerka.


"No! GPS pribadi aku sudah aku masukkan ke hp kamu honey" ucap Valeria dengan tegas.


Thomas mengambil hpnya dan melihat apa betul yang dikatakan Valeria. Bibirnya terangkat melihat apa yang dikatakan pacarnya benar adanya.


"Jaga kesehatanmu honey. Sebelum kembali ke Dubai temui aku di California" ucap Thomas dengan suara lembut.


"Heemmm"


Cup...............


Thomas mencium bibir Valeria dengan lembut sebelum keduanya berpisah. Setelah puas menciumnya ia bergegas pergi menuju anak perusahaan Wesly Group di Korea.


~ Kerajaan Wizpet ~


Sudah 3 hari Valeria berada di kerjaan Wizpet bersama Ares, Rehan, dan Yorla. Keadaan Bryan sudah lebih baik dari sebelumnya meski kaki kirinya harus di gips karena patah saat kecelakaan.


Dan beruntung tidak ada cidera serius di seluruh tubuhnya hanya beberapa luka luar dan patah tulang saja jadi ia harus bed rest total selama sebulan penuh di tempat tidur.


"Jadi besok loe semua akan ke Rusia" ucap Bryan.


"Heemmm" deham Valeria.


"Eke ngak brother. Eke nemenin brother disini nanti" ucap Yorla dengan cengir.


"Ya iyalah kalau ubur-ubur gagal kayak loe ikut yang ada loe bakal nyusahin Valeria dan lainnya disana" ketus Bryan.


"Ckkk! You keterlaluan brother" pekik Yorla dengan kesal.


"Udah saatnya gue hancurkan hama pengganggu itu" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Val tolong patahkan kedua kakinya ya" pinta Bryan dengan emosi.


"Sister sebelum bunuh dia buat dia rasain gimana rasanya neraka dunia" tambah Yorla sambil tersenyum menyeringai.


"Heeeemmmn" deham Valeria mengangguk kepalanya.


2 Hari kemudian


Valeria, Ares, dan Rehan serta pengawalnya sudah siap akan segera berangkat menuju ke Rusia. Sebelum pergi mereka semua sudah membuang hp yang mereka gunakan agar tak bisa di lacak oleh siapapun.


Tanpa Valeria sadari hal tersebut membuat Thomas menjadi emosi di California karena tidak bisa menghubungi pacarnya dan melacak keberadaannya.


~ Moscow, Rusia ~


"Master semuanya sudah siap" ucap Juan yang datang menemui Valeria sambil memakai topeng.


"Malam ini hancurkan mereka semua. Jangan biarkan satu pun lolos" ucap Valeria dengan aura membunuh.


"Baik master" ucap Juan dengan suara dingin.


Meski cuaca saat ini terasa sangat dingin karena turun salju, hal itu tidak membuat Valeria dan pasukannya yang sedang mengamati markas Dimitri tak mengurungkan niat mereka untuk menyerang markas klan mafia Harimau.


"Ares apa orang kita yang di mansion an***g itu sudah siap?" tanya Valeria.


"Sudah nyonya" ucap Ares dengan wajah datar.


Valeria tersenyum smirk sambil mengeluarkan 2 pistol kesayangannya sudah tak sabar ingin bermain dengan musuh mereka saat ini.


Waktunya pembalasan, batin Valeria sambil tersenyum menyeringai dengan aura tubuhnya yang seperti iblis berdarah dingin.


❄❄❄❄❄


To be continue............