
🌻Jangan melayang hanya karena pujian dan juga jangan tumbang hanya karena cacian🌻
.
.
.
.
Pandangan mata tajam Valeria menatap kedua orang di depannya dengan dingin. Ia tidak mengerti dengan apa yang keduanya bicarakan tapi ia bisa menebak jika sang laki-laki sedang memohon kepada perempuan di depannya.
You're just a bastard and poor boy who dreams of becoming a famous singer, batin perempuan yang bersedekap tangan di dada.
(Kamu hanya seorang bajingan dan laki-laki miskin yang bermimpi ingin menjadi penyanyi terkenal)
Valeria tersenyum smirk membaca pikiran perempuan tersebut ia berdiri menatap keduanya dari tangga atas seperti menonton pertunjukkan hebat.
"난 당신과 팀을 만들고 싶지 않아 Jay" (aku tidak ingin setim denganmu Jay) bentak perempuan tadi dan berlalu pergi.
"Jay" gumam Valeria yang mengingat nama tersebut saat dibicarakan 4 gadis tadi di dalam lift.
Hiks.........hiks.........hiks.........hiks.........
"Eomeoni........hiks hiks hiks" (ibu) ucap Jay sambil berlutut menangis.
Valeria yang mengerti apa yang diucapkan oleh Jay segera menghampirinya. Karena terlalu larut menangis ia tak sadar jika Valeria berjalan mendekatinya.
"Crying won't change anything" (menangis tidak akan mengubah apapun) ucap Valeria dengan suara dingin.
"누구세요" (siapa kamu?) tanya Jay.
"I'm not Korean" (aku bukan orang Korea) ucap Valeria dengan datar.
"Who are you?" (siapa kamu) tanya Jay.
"Nobody" (bukan siapa-siapa)
Jay menatap Valeria dengan bingung mendengar ucapan Valeria yang terlalu singkat dan dingin. Ia lalu berdiri dan menyingkir memberi jalan kepada Valeria.
"40 menit" Valeria melihat jam tangannya menghitung berapa waktu yang tersisa.
"Maaf" ucap Jay dengan kening berkerut.
"Berapa bahasa yang kamu kuasai?" tanya Valeria lagi.
"English, Mexico, dan Japanese"
"Good" (bagus)
"Ikut aku waktunya tinggal 40 menit untuk audisi" ucap Valeria dengan suara tegas dan dingin.
"Tapi aku tidak punya rekan untuk berduet" ucap Jay dengan wajah bingung.
"Aku tidak menerima penolakan" hardik Valeria dengan suara dingin.
Glek............
Jay menelan salivanya dengan susah merasakan aura dari tubuh Valeria yang sangat mengerikan, entah kenapa ia merasa jika orang di depannya ini bukanlah orang biasa.
Tak...........tak............tak............
Telinga Valeria menangkap ada suara langkah dari bawah sedang menuju ke arah mereka, ia lalu mengintip ke arah bawah dan seketika tubuhnya tersentak melihat siapa yang sedang naik tangga.
F**ck! Kenapa dia ada disini, batin Valeria berdecak kesal.
Dengan cepat Valeria mendorong Jay keluar dari sana sebelum orang itu sampai. Saat keduanya keluar mereka bergegas masuk ke ruangan makeup sebelum pintu tangga darurat kembali terbuka.
Ceklek.........
Thomas keluar dari tangga darurat setelah pintu di lantai 5 terbuka. Ya ternyata orang yang di lihat Valeria tadi adalah Thomas dan entah kenapa ia merasa ini bukan waktu yang tepat untuk bertemu.
Valeria menormalkan detak jantungnya yang berdetak dengan cepat mengintip kepergian Thomas yang sudah berlalu dari sana melalui cela pintu.
"Hay ngapain kalian disini?" tanya perempuan tadi yang berbicara dengan Jay.
...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...
Valeria menoleh melihat siapa yang berbicara dan seketika tersenyum smirk melihat perempuan yang tadi berbicara dengan Jay.
Ia tersenyum smirk melihat perempuan tadi yang sedang bergelayut manja di lengan seorang laki-laki. Matanya lalu melirik Jay yang tertunduk tak tahu harus berkata apa.
Ehhhmmm........
Jay tersentak saat mendengar dehaman Valeria ia lalu menatap Valeria dan segera pergi dari sana saat melihat isyarat kepala Valeria.
Keduanya berjalan keluar dari ruang khusus makeup peserta audisi tadi. Entah kemana mereka akan pergi Jay hanya mengikuti Valeria dari belakang.
Mata Jay terbelak kaget melihat mereka berada dimana. Ternyata keduanya berada di ruang makeup khusus Zero ikon idola nomor satu di AS Entertainment.
"Ken.....apa k....ita di.....sini?" tanya Jay dengan terbata-bata.
"Rubah dia" ucap Valeria memberi isyarat kepada dua orang tim makeup milik Zero.
Entah bagaimana caranya Valeria bisa dengan mudah menyuruh kedua orang tim makeup khusus Zero untuk merubah penampilannya.
"Oh my God ternyata anda sangat tampan" pekik salah satu MUA Zero.
"Anda tidak kalah tampan dengan Zero" ucap MUA 2.
"Yak!! Apa matamu sudah buta! Bagaimana bisa kamu samakan dia dengan Zero bintang kita. Dia dan Zero bagai langit dan bumi" hardik MUA 1.
"DIAM!" bentak Valeria dengan suara tinggi.
Keduanya seketika diam tidak berbicara lagi saat dibentak Valeria. Tubuh keduanya gemetaran merasakan aura kekuasaan dari tubuh Valeria.
"Get out" (keluar) ucap Valeria dengan suara dingin.
"Baik nyonya" ucap keduanya serentak dan bergegas pergi.
Jay menatap Valeria dengan takut merasa aura Valeria sangat mengerikan. Tubuhnya seketika menegang saat kaca mata hitam milik Valeria dilepas dan langsung disambut tatapan tajam dan dingin Valeria.
"Echame La Culpa - Demi Lovanto feat Luis Fonsi"
"Itu" tebak Jay.
"Lagu yang akan kita nyanyikan"
"Oke" ucap Jay dengan semangat.
"Kamu bagian Luis Fonsi dan aku bagian Demi Lovanto"
"Baiklah"
"Lakukan modulasi di bagian reff terakhir"
"Oke"
Valeria menatap Jay dari atas ke bawah dan merasa penampilannya lebih baik. Ia yakin semuanya akan kaget melihat perubahan Jay sebentar lagi.
"Uhhmmm.........maaf sebelumnya aku mau ngucapin terima kasih sudah membantuku" ucap Jay dengan malu.
"Heemmm" deham Valeria dengan suara dingin.
"Apa boleh aku tahu namamu?" tanya Jay.
"Valeria" ucapnya dengan singkat.
"Salam kenal Valeria aku Jay" ucap Jay menyodorkan tangan ingin berkenalan.
"Aku tahu" Valeria hanya menatap tangan Jay tak berniat menerimanya.
Jay menggaruk tengkuknya yang tak gatal merasa malu melihat reaksi Valeria yang dingin dan acuh kepadanya.
"Panggil pria di depan pintu" ucap Valeria dengan nada perintah.
Jay segera menuju ke pintu dan menyuruh orang di depan pintu untuk masuk. Entah apa yang keduanya bicarakan ia hanya melihat saja karena keduanya berbicara dengan bahasa Indonesia.
Tak terasa waktu berlalu dengan cepat dan kini tiba saatnya giliran Jay dan Valeria akan tampil. Semua orang sudah tak sabar ingin melihat penampilan Jay dan siapa yang akan menjadi rekan tim duetnya.
Ternyata Zero juga hadir menjadi salah satu juri disana bersama Jakson direktur AS Entertaiment dan beberapa produser musik di sana.
...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...
Hay Jay (Valeria)
Deg...........
Thomas yang menjadi salah satu tamu undangan terhormat disana tersentak kaget saat mendengar suara yang sangat ia kenali itu.
Valeria, batin Thomas bergejolak.
Oh no (Jay)
Hey yeah (Jay)
Tengo en esta historia algo que confesar
Ya entendí muy bien qué fue lo que pasó
Y aunque duela tanto, tengo que aceptar
Que tú no eres la mala, que el malo soy yo
(Valeria)
No me conociste nunca de verdad
Ya se fue la magia que te enamoró
Y es que no quisiera estar en tu lugar
Porque tu error solo fue conocerme
(Jay)
No eres tú, no eres tú, no eres tú, soy yo (soy yo)
No te quiero hacer sufrir
Es mejor olvidar y dejarlo así (así)
Échame la culpa (Jay & Valeria)
(Jay)
No eres tú, no eres tú, no eres tú, soy yo (soy yo)
No te quiero hacer sufrir
Es mejor olvidar y dejarlo así (así)
Échame la culpa (Jay & Valeria)
(Valeria)
Ok
I don't really, really wanna fight anymore
I don't really, really wanna fake it no more
Play me like The Beatles, baby, just let it be
So come and put the blame on me, yeah
(Jay & Valeria)
I don't really, really wanna fight anymore
I don't really, really wanna fake it no more
Play me like The Beatles, baby, just let it be
So come and put the blame on me, yeah
(Jay)
No eres tú, no eres tú, no eres tú, soy yo (soy yo)
No te quiero hacer sufrir
Es mejor olvidar y dejarlo así (así)
Échame la culpa (Jay & Valeria)
(Jay)
No eres tú, no eres tú, no eres tú, soy yo (soy yo)
No te quiero hacer sufrir
Es mejor olvidar y dejarlo así (así)
Échame la culpa (Jay & Valeria)
(Jay & Valeria)
Solamente te falta un beso
Solamente te falta un beso
Ese beso que siempre te prometí
Échame la culpa
Solamente te falta un beso
Solamente te falta un beso
Ese beso que siempre te prometí
Échame la culpa
Valeria dan Jay bernyanyi dan bergoyang dengan semangat seakan panggung itu hanya milik keduanya. Para penonton yang melihat perubahan Jay yang berbeda seketika berteriak histeris.
Saat semua penonton berdecak kagum dan histeris melihat penampilan keduanya tapi tidak dengan seseorang yang sedari tadi menatap Valeria dengan tatapan tajam dan emosi.
Dia adalah Thomas yang tahu jika perempuan di atas panggung yang sedang bergoyang dan bernyanyi adalah Valeria.
...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...
Aura disekitar tiba-tiba terasa sangat mencekam membuat beberapa petinggi perusahaan lain yang diundang di sana bergidik ngeri.
Meski sedang bernyanyi tatapan mata Valeria terus melirik Thomas yang wajahnya sudah menghitam seperti sedang menahan emosi.
"Woahhh........fantastic" pekik Zero setelah keduanya selesai bernyanyi.
Prok.......prok.........prok..........prok.........
Tepuk tangan penonton membahana di dalam sana membuat Jay tersenyum puas dengan penampilannya barusan. Tatapan matanya mengarah kepada sang ibu dan adiknya yang sedang menontonnya dari kursi penonton.
Saat MC naik ke atas panggung ingin berbicara dengan keduanya Valeria segera turun dari panggung dan berjalan dengan cepat ingin pergi dari sana.
Valeria tahu Thomas pasti sudah menyadarinya jika itu adalah dia meski ia bernyanyi menggunakan masker yang menutupi sebagian wajahnya.
Ternyata dugaan Valeria benar Thomas ternyata mengikutinya saat ia turun dari panggung. Valeria melihat ke belakang mendapati Thomas yang berlari mengejarnya.
Kenapa dia harus ikut gue sih, batin Valeria dengan kesal.
Dengan langkah cepat Valeria berlari menuju tangga darurat karena lift belum juga terbuka, meski memakai high hells setinggi 12 cm tak menghentikan Valeria untuk terus berlari.
Grep............Bugh...........
Tiba-tiba pinggangnya di tarik dari belakang dan langsung disudutkan ke tembok oleh tangan kekar di belakangnya.
Hosh.........hosh........hosh...........
Napas keduanya memburu karena berlari menaiki tangga entah mereka sudah berada di lantai berapa. Thomas menarik masker Valeria dengan sekali tarikan hingga terlepas.
"Kamu tidak bisa pergi lagi honey" ucap Thomas dengan tatapan tajam.
Keduanya saling menatap dengan tatapan penuh kerinduan, Valeria sudah tidak bisa berbohong lagi dengan perasaannya sendiri saat melihat mata tajam coklat itu yang seakan menghipnotisnya.
Cup..............
Bibir Valeria disambar Thomas dengan kasar seakan menyalurkan semua perasaannya saat ini kepada Valeria. Setahun lebih ia mencari keberadaan Valeria tapi tak menemukannya.
Dan saat ini gadis yang ia cari selama ini tiba-tiba muncul di depannya dan ia berjanji tidak akan melepaskannya lagi.
"Tunggu hukumanmu honey" bisik Thomas dengan suara dingin dan tatapan matanya yang seakan menusuk ke jantung.
"Kamu sangat lambat menemukanku" ejek Valeria dengan sinis.
"Heemmm! That all because of you honey" (itu semua karena kamu sayang) dengus Thomas dengan kesal.
Hehehehehe...............
Valeria terkekeh sambil mengelus rahang Thomas dengan lembut, Thomas menutup mata merasakan usapan lembut tangan lentik gadisnya di rahangnya.
❄❄❄❄❄
To be continue...............