Love Struggle

Love Struggle
Chapter 72



🌻Bukan tentang siapa kamu atau seperti apa paras kamu tapi tentang rasa nyaman yang aku rasakan setiap bersamamu🌻


.


.


.


.


Semuanya kaget bukan main terlebih Bryan dan Riki. Bryan memang tahu akan kuliah dengan Valeria tapi tak menyangka akan kuliah sejauh itu Riki sendiri bingung dengan pikirannya karena London itu bukan tempat yang dekat.


"Master ngak bercandakan?" tanya Raksa dengan cepat.


"Apa gue kelihatan bercanda" ucap Valeria dengan sinis.


"Kenapa harus di London master? Apa master akan meninggalkan kami?" tanya Agung dengan sedih.


"Gue pengen lihat Big Ben" ucap Valeria dengan santai.


Semuanya yang di dalam sana hampir menjatuhkan rahang mereka mendengar jawaban Valeria yang tak masuk akal.


Baru kali ini ada yang ingin kuliah di London hanya untuk melihat Big Ben bukan karena ada kampus terbaik di sana atau salah satu negara dengan sistem kerajaan saat ini.


Big Ben adalah julukan untuk lonceng besar dari jam yang mencolok di ujung utara istana Westminster di London, Inggris.


Big Ben sendiri di rancang oleh Augustus Pugin dengan tinggi menara setinggi 316 kaki atau 96 Meter dan menjadi salah satu ikon budaya Inggris yang di akui di seluruh dunia.


Saat semuanya tercengang dengan ucapan Valeria tentang Big Ben beda halnya dengan Wono yang tak tahu apa itu Big Ben. Ia sedari tadi sangat penasaran apa itu Big Ben apa sejenis makanan atau nama orang.


"Big Ben itu apa?" tanya Wono dengan wajah bingung.


Bryan dan lainnya langsung melihat Wono dengan tatapan kaget baru kali ini ada orang yang tak tahu apa itu Big Ben.


Raksa yang sangat malu dengan kelakuan Wono hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Kak Wono ngak tahu Big Ben?" tanya Riki dengan kaget.


"Emang itu apa? Apa itu makanan atau nama orang?" tanya Wono dengan wajah polos.


"Sumpah loe itu pernah sekolah ngak sih bro" ucap Raksa dengan kesal.


"Ya pernahlah tapi cuma sampai SMP aja.......hehehehe" ucap Wono sambil terkekeh.


"Pantes aja loe bodoh banget" cibir Rehan.


"Apa loe bilang? Asal loe tahu aja ya waktu SMP kelas satu gue itu peringkat 30 paling tinggi dari teman sekelas gue" hardik Wono dengan sombong.


"Hah 30!" ucap Riki dengan kaget.


"Iya 30. Rangking gue paling tinggi deh dari teman sekelas gue" ucap Wono dengan percaya diri.


"Berapa jumlah kalian di dalam kelas?" tanya Valeria.


"30 master" ucap Wono dengan santai.


Bugh............


"Itu namanya loe bodoh bangsat" ucap Raksa sambil menoyor kepala Wono.


"Hah! Anjrit loe kenapa mukul gue sih" ucap Wono dengan kesal.


"Dimana-mana thu peringkat paling tinggi itu satu bukan 30. Kalau 30 dari 30 siswa artinya loe peringkat paling di terakhir bego" ucap Agung dengan ketus.


"Jadi gue peringkat terakhir dong" ucap Wono.


"Iyalah berengsek artinya loe itu paling bodoh di kelas" ucap Raksa dengan sinis.


"Wah pantes aja saat itu babe ama nyak gue mukul gue waktu tahu gue peringkat 30 di kelas" ucap Wono dengan wajah polos.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Mendengar ucapan Wono semuanya hanya menggelengkan kepala karena kebodohan Wono. Meski pun begitu Wono tetap santai tak perduli dengan ejekan teman-temannya karena kebodohannya.


"Raksa mulai sekarang cari guru privat untuk semua anak buah kita" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Tapi master kita semua bukan anak sekolah lagi" ucap Raksa tak setuju.


"Dunia ini bukan tentang kekuatan fisik saja tapi akal budi lebih dominasi" ucap Valeria sambil tersenyum penuh arti.


"Baik master gue bakal atur guru privat untuk semuanya" ucap Raksa tak membantah lagi.


"Mulai sekarang yang bertanggung jawab di markas yaitu Agung. Selama gue ngak ada sampaikan semua masalah dan informasi ke Agung"


"Baik master" ucap semuanya serentak.


"Kalian boleh pergi kecuali Raksa dan Agung"


"Baik master"


Bryan dan lainnya segera keluar dari ruang rapat meninggalkan Raksa, Agung, dan Valeria.


Setelah itu Valeria menatap Agung dan Raksa dengan tatapan tajam dan datar membuat keduanya duduk dengan gugup merasakan aura intimidasi dari Valeria.


"Bagaimana pengawal yang bakal mengawal gue?" tanya Valeria dengan suara dingin.


"Semuanya sudah beres seperti yang master inginkan" ucap Raksa.


"Sebagai kepala pengawal loe tahu apa yang harus loe lakuin"


"Gue tahu master" ucap Raksa dengan suara tegas.


"Hemmmm! Agung siapkan ruangan khusus di samping ruangan Bryan buat orang akan bergabung besok" ucap Valeria dengan tatapan membunuh.


"Baik master" ucap Agung dengan gugup.


"Selama dia berada di sini dia akan mengontrol markas dan kinerja kalian dan semua laporan markas sampaikan ke dia"


"Baik master tapi kalau boleh tahu apa dia laki-laki atau perempuan"


"Loe bakal tahu besok"


"Baik master"


"Oh ya satu lagi! Jangan pernah mengusiknya karena dia seorang pembunuh berdarah dingin yang tak berbalas kasih" ucap Valeria dengan suara dingin.


Glek...........


Raksa dan Agung menelan saliva mereka dengan susah mendengar ucapan Valeria. Entah kenapa mereka yakin jika orang yang akan bergabung dengan mereka kali ini adalah orang yang sangat berbahaya.


"Malam nanti adakan pesta buat anak buah kita atas kelulusan gue, Bryan, dan Riki"


"Baik master" ucap keduanya serentak.


"Kalian kepala tim bergabung dengan Bryan di mansion saja nanti malam"


"Baik master"


Valeria lalu beranjak dari sana meninggalkan Raksa dan Agung, ia ingin melihat sendiri bagaimana kinerja anak buahnya langsung tanpa di dampingi siapa pun.


Saat masuk ke ruang latihan Valeria melihat anak buahnya yang sedang berlatih bela diri dan senjata api.


Ia lalu berpindah ke ruang pengawas untuk melihat anak buahnya yang bertugas sebagai hacker. Saat masuk ke ruang pengawas semua anak buahnya sibuk dengan pekerjaan mereka tak menyadari kehadirannya.


"Master" ucap Rehan yang baru saja masuk dan melihat Valeria sedang memantau anak buahnya.


"Bagaimana kemampuan hacker kita"


"Semuanya memiliki kemampuan profesional master dan lebih banyak mereka berusia 19 sampai 26 master"


"Identitas mereka"


"Identitas mereka jelas master bahkan semua data diri keluarga mereka ada di server utama"


"Hemmm! Awasi mereka jangan sampai mereka berkhianat"


"Baik master"


Ternyata Valeria juga memiliki peliharaan yang sangat banyak, ia memiliki 5 ekor buaya dengan ukuran yang sangat besar dan ada sepasang macan kumbang dengan mata berwarna kuning.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Saat masuk ke dalam kandang macan kumbang sepasang kucing liar yang sangat ganas langsung mengaum melihat kedatangan Valeria. Keduanya lalu mendekati Valeria dan menunduk mengibaskan ekornya di kaki Valeria.


"Apa kalian di beri makan dengan baik?" tanya Valeria sambil mengelus kepala kedua hewan itu.


Auummmm.........


Hanya auman dari keduanya yang seakan menjawab pertanyaan Valeria. Seakan mengerti Valeria terus bertanya kepada dua hewan itu seakan sedang berbicara dengan temannya.


Anak buah Valeria yang melihat hal tersebut bergidik ngeri melihat kedekatan Valeria dan kedua hewan peliharaannya.


~ Mansion Valeria ~


Setelah dari markas Valeria, Bryan, dan Riki segera pulang ke mansion. Sampai di mansion ketiganya langsung di sambut oleh pak Dev dan para pelayan.


"Apa semuanya sudah selesai di persiapkan pak Dev"


"Semuanya sudah selesai nyonya"


"Jangan lupa kirimkan makanan yang lain ke markas"


"Baik nyonya"


"Riki temui gue besok setelah gue balik"


"Loe mau kemana Valeria?" tanya Bryan.


"Apartemen"


"Loe ngak ikut pesta malam ini"


"Ngak"


"Tapi Valeria ini pesta untuk kita bertiga" ucap Bryan.


"Loe hendel semuanya" ucap Valeria dengan tegas tak ingin di bantah.


Valeria segera naik ke lift menuju lantai 3 meninggalkan Riki dan Bryan yang melihatnya dengan tatapan sedih. Mereka sedih karena Valeria masih saja menjaga jarak dengan mereka.


"Riki loe beritahu ibu loe tentang ucapan Valeria tadi" ucap Bryan.


"Gue ngak tahu apa ibu bakal izinkan atau ngak"


"Semua keputusan ada di tangan loe jadi jangan jadikan ini beban buat loe"


"Oke bro gue bakal coba bicarakan sama ibu dulu"


"Heeemmm"


Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dan saat ini semua penghuni mansion sedang berkumpul di taman samping. Mereka sedang merayakan pesta kelulusan Valeria, Bryan, dan Riki.


"Bocah di mana master?" tanya Raksa yang tak melihat Valeria.


"Apartemen" ucap Bryan dengan suara dingin.


"Master kayaknya ngak suka dengan keramaian"


"Hemm! Valeria paling benci dengan keributan dan suasana ramai" ucap Bryan mengingat apa yang tak di suka oleh Valeria.


Raksa hanya diam saja tak bertanya lagi karena apa yang di bilang Bryan benar. Selama bergabung dengan Valeria ia tidak pernah melihat Valeria duduk bersama dengan mereka saat merayakan pesta saat sudah menyelesaikan misi.


Malam itu semua penghuni mansion di mansion Valeria berpesta dengan sukacita.


Pak Dev yang melihat dari balkon lantai dua hanya menatap mereka dengan datar karena ia berpikir jika pesta di bawah tak menyenangkan tanpa kehadiran tuan pesta sendiri.


~ Puri Orchid Apartment ~


Saat ini Valeria sedang memperhatikan suasana malam kota Jakarta dari kaca apartemen. Tak lama bunyi pintu terbuka dan masuklah orang yang di tunggu Valeria sedari tadi.


"Nyonya" ucap orang itu dengan suara serak dan kaku.


"Bagaimana"


"Dia selama ini berada di kota Poipet dan menghabiskan uangnya untuk berjudi di kasino nyonya"


"Apa yang loe dapat selama 2 tahun terakhir" ucap Valeria sambil melihat orang kepercayaannya.


"Semua ada di drive saya nyonya"


"Good job Ares" ucap Valeria sambil tersenyum puas dengan kerjaannya.


Valeria lalu menyuruh Ares membuka bajunya dan langsung mencabut drive tepat di jantung Ares. Mata Ares seketika terpejam karena drive di jantungnya adalah inti pusat ia hidup .


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Sepintas Ares seperti manusia normal tapi ternyata dia adalah robot pintar yang di ciptakan oleh Valeria. Selain hebat di dunia programming Valeria ternyata mempunyai bakat untuk membuat robot pintar berbasis AI (Artificial Inteligence).


Ares sendiri robot AI pertama yang di ciptakan oleh Valeria karena Valeria tak mempercayai seorang pun. Ares selama ini di tugaskan oleh Valeria untuk mencari bukti tentang masalah 2 tahun lalu tentang dirinya.


Saat membuka USB milik Ares seketika Valeria tertawa melihat siapa saja yang sudah menjebaknya waktu itu. Ia tak menyangka ternyata Bianca bekerja sama dengan madam Rosa seorang mucikari terkenal di kota Solo.


"Gue ngak nyangka ternyata loe bisa sekeji ini perempuan sialan" ucap Valeria dengan tatapan membunuh.


Valeria terus membaca informasi yang di simpan di drive Ares dengan teliti, akhirnya selama 2 tahun ia sudah mengetahui siapa saja dalang kejadian waktu itu.


Aura yang sangat membunuh sangat terasa di dalam sana beruntung tidak ada seorang pun disana.


"Tunggu pembalasan gue Bianca" ucap Valeria dengan senyum sinis melihat foto Bianca yang sedang tertawa bersama tante Sisil dan om Arya.


Valeria segera memasukan drive Ares kembali ke jantungnya membuat mata Ares seketika terbuka karena inti tubuhnya sudah di pasang kembali.


Valeria melihat mata merah Ares yang seperti seorang pembunuh berdarah dingin.


"Mulai besok loe bertugas di markas sampai gue kembali"


"Baik nyonya"


"Bagaimana keluarga itu?" tanya Valeria dengan wajah tak bisa di tebak.


Ada perasaan marah, benci, sedih, dendam di dalam hatinya. Entah kenapa setiap kali mengingat nama keluarga Kusumo hatinya sangat sakit terlebih saat ia mengingat kejadian saat ia di usir dari mansion.


"Nyonya besar setiap hari menangis di butik karena tuan muda tak menganggapnya sebagai seorang ibu sedangkan tuan besar masih seperti biasa sibuk dengan perusahaan master"


"Segitu khawatirnya ibu sama kangmas karena ngak di anggap tapi ngak khawatir sedikit pun sama gue" ucap Valeria dengan getir.


Ares melihat Valeria dengan wajah datar dan dingin karena tak tahu apa yang di rasakan oleh Valeria. Ia hanyalah robot yang di buat tanpa bisa merasakan emosi di sekitarnya hanya perintah Valeria yang ia patuhi.


"Jangan biarkan semua orang tahu identitas loe Ares"


"Baik master"


"Apa kangmas masih mencari gue?" tanya Valeria dengan sedih.


"Tuan muda terus mencari bukti dan keberadaan master"


"Buat kangmas agar ngak pernah menemukan bukti satupun"


"Baik master"


"Siapkan jet gue. Pagi nanti gue akan menangkap tikus itu sendiri di Poipet" ucap Valeria dengan seringai jahat.


"Apa saya ikut nyonya?" tanya Ares.


"Heeemmmm"


Ares lalu memberitahu pilot untuk bersiap pagi nanti karena mereka akan pergi ke Kamboja. Valeria tersenyum penuh arti memikirkan rencana licik di otak kecilnya untuk orang itu.


❄❄❄❄❄


To be continue............


Hay guys jangan lupa tinggalkan jejak kalian lewat like, vote, rating, dan komen sebanyak-banyaknya ya guys😘❀