
π»Jangan jadi orang yang omongannya itu seperti balon warna-warni yang isinya kosongπ»
.
.
.
.
Xavier menonton video yang dikirimkan oleh pak Max dengan kening berkerut. Pasalnya tak sembarang orang bisa mengetahui dimana posisi mansion miliknya, ia lalu memanggil Thomas dan Albert ke ruangannya.
"Ada apa bos?" tanya Albert setelah ia dan Thomas masuk ke ruangan Xavier.
"Bisa kalian jelaskan dari mana mereka mengetahui mansionku" ucap Xavier dengan suara dingin.
"Maaf bos sepertinya mereka tahu dari informasi nyonya" ucap Thomas.
"Apa maksudmu?" tanya Xavier dengan bingung.
"Nyonya pernah mengunggah foto di instagram dengan lokasi mansion bos" ucap Thomas sambil menyodorkan iPad ke Xavier.
Xavier melihat unggahan sang istri sambil mengangguk kepala. Tapi ia masih penasaran dengan jati diri Valeria.
"Kenapa informasi pribadinya sedikit saja" ucap Xavier dengan tatapan tajam sambil mengetuk jarinya di foto Valeria.
"Sepertinya informasi pribadinya sengaja di tutup bos, setiap kali aku mencari data pribadinya selalu kosong sepertinya ada hacker yang membuat kode pengaman untuk informasinya bos"
"Cari lebih lanjut mengenai gadis itu"
"Baik bos" ucap Thomas dengan suara tegas.
"Bos sepertinya orang yang bersama gadis itu adalah Bryan Peterson dan Yorla Keung" ucap Albert setelah melihat lebih teliti wajah ketiganya.
"Siapa mereka?" tanya Xavier dengan bingung.
"Bryan Peterson adalah wakil direktur VA Corp dan Yorla Keung adalah desainer ternama asal Thailand. Dia juga menjabat sebagai asisten dua di VA Corp bos" ucap Albert sambil membaca informasi keduanya.
"Heemmm! VA Corp" ucap Xavier sambil mengetuk jari di dagu.
"Kalau Yorla Keung asisten dua jadi asisten satunya siapa" ucap Albert.
"Valeria Anastasia atau VA Corp" ucap Xavier sambil tersenyum sinis.
"Jadi gadis itu" pekik Thomas yang sudah bisa menebak maksud Xavier.
"Gadis itu adalah presdirnya dan asisten satu adalah Bryan Peterson ketiganya adalah saudara angkat" ucap Albert dengan wajah datar.
"Pantas aku tidak bisa mencari informasi pribadinya. Tapi siapa hacker mereka dia sangat pintar" ucap Thomas dengan penasaran.
"Well itu urusanmu dude buat cari tahu karena kalian berdua geluti dunia yang sama" ucap Albert dengan senyum sinis.
"Sialan kamu" ucap Thomas dengan ketus.
~ Kingdom Apartment ~
Bryan menatap berita di depannya dengan tatapan sulit diartikan. Dalam hatinya ada perasaan senang melihat papa dan selingkuhannya menangis histeris saat jenazah Arseno di bawa menuju pemakaman khusus keluarga kerajaan.
Yorla yang melirik saudara angkatnya menatap televisi di depannya dengan acuh, tak ada ekspresi apapun di wajahnya menebak apa yang sebenarnya Bryan pikirkan.
"Sister" bisik Yorla yang duduk di samping Valeria.
"Heemmm"
"Apa brother bersedih karena adiknya meninggal?" tanya Yorla dengan penasaran.
"Kalau loe penasaran tanya aja sama orangnya" jawab Valeria dengan suara dingin.
Sedari tadi ia sibuk mengutak-atik iPad di tangannya memeriksa email dari perusahaan pusat. Ada begitu banyak laporan yang harus ia periksa setelah Bryan memeriksa semua laporan yang masuk dari sekretarisnya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Eyes three
"Master misi sukses"
^^^"Pantau si berengsek itu"^^^
"Master setelah habis pemakaman, penasehat kerajaan akan mengirim foto mayat Arseno ke publik dia ingin membuat rakyat untuk melakukan demonstrasi di kerajaan"
^^^"Di pihak mana dia"^^^
"Dia di pihak Ratu Camelia master. Ternyata penasehat kerajaan adalah teman masa kecil Ratu Camelia dan posisi keluarganya seorang duke master"
^^^"Menarik"^^^
^^^"Terus pantau pergerakan mereka semua"^^^
"Baik master"
Valeria tersenyum smirk setelah membalas pesan dari eyes three.
Ia tak perlu ikut campur dalam urusan menyingkirkan Raja Luigi dari posisinya karena penasehat kerajaan sendiri yang akan membantu menyingkirkan Raja Luigi.
"Bryan loe kenal orang ini?" tanya Valeria sambil menunjukkan foto penasehat kerajaan di iPad.
Bryan mengamati foto yang di tunjukkan oleh Valeria ia seperti mengenal wajah itu tapi ia lupa dimana ia mengenalnya. Seketika ingatannya tertuju saat ia masih berumur 5 tahun.
"Orang itu bukannya teman mama" ucap Bryan sambil mengetuk jarinya di dagu.
"Apa menurut loe dia orang yang bisa dipercaya?" tanya Valeria dengan tatapan tajam.
"Apa rencana loe Val?" tanya Bryan balik yang mengerti maksud ucapan Valeria.
"Dia yang bakal bantu loe buat balas dendam ke bokap loe sama mama tiri loe" ucap Valeria sambil tersenyum sinis.
"Val" desis Bryan tak suka Valeria menyebut Selir Leila mama tirinya.
"Wow! Brother you beruntung punya dua mama" pekik Yorla sambil tersenyum menyeringai.
"Diam loe ubur-ubur gagal!" hardik Bryan dengan tatapan tajam.
"Loh eke benar kan sister" ucap Yorla meminta dukungan Valeria.
"No coment" (tidak ada komentar) ucap Valeria dengan santai.
"Mending loe diam deh ubur-ubur gagal sebelum gue cincang pistol loe itu" ancam Bryan dengan tatapan serius.
"Ckk!" decak Yorla dengan kesal.
Valeria melihat keduanya dengan acuh tak perduli sama sekali. Tak berselang lama Valeria melihat notifikasi di hpnya dengan gambar emoticon pencuri dan tanda seru putih.
Sepertinya ada yang mau main-main sama gue, batin Valeria sambil tersenyum smirk.
~ Kerajaan Wizpet ~
Suasana duka masih sangat terasa di kerajaan Wizpet, Raja Luigi memberi perintah ke seluruh kerajaan untuk tak melakukan apa-apa selama masa berkabung 1 minggu.
Tapi baru saja dua hari kerajaan Wizpet dan dunia maya di hebohkan dengan foto-foto Arseno yang meninggal dengan tak wajar. Semua orang kaget bukan main melihat foto jasad pangeran mahkota yang tak utuh.
"Yang mulia raja" ucap asisten Raja Luigi yang tergesa-gesa masuk ke dalam kamar Raja Luigi.
"Ada apa?" tanya Raja Luigi dengan tatapan marah karena mengganggunya.
"Maafkan hamba sudah lancang menganggu anda yang mulia. Tapi saat ini suasana di luar kerajaan sedang genting" ucap asistennya dengan wajah panik.
"Apa maksudmu?" tanya Raja Luigi dengan cepat.
"Rakyat saat ini sedang berdemo karena foto-foto yang mulia putra mahkota terekspos di dunia maya yang mulia"
"Foto" gumam Raja Luigi dengan bingung.
Asistennya lalu menyodorkan iPad ke Raja Luigi melihat berita yang pagi tadi mengguncang dunia maya. Mata Raja Luigi terbelak seakan ingin keluar melihat foto-foto jasad anaknya yang bertebaran di dunia maya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Maaf yang mulia raja tapi saya sudah mencari tahu siapa yang mempostingnya tapi belum berhasil" ucap asistennya sambil menunduk.
Prang.........prang............prang.........
Aaarrrggghhhh...........
Teriak Raja Luigi yang mengamuk marah sambil membanting semua benda di sekitarnya. Tak berselang lama salah satu anteknya datang dengan raut wajah yang tidak bisa di tebak.
"Hormat kepada yang mulia raja" ucap anak buah kepercayaan Raja Luigi yang bernama Santos.
"Katakan" bentak Raja Luigi.
"Maaf yang mulia raja, hamba datang kesini untuk memberitahu kalau semua usaha yang mulia raja semalam hancur tak tersisa apapun"
Greep...........
"Ulangi lagi perkataanmu sialan" teriak Raja Luigi sambil menarik kerak baju Santos.
"M....aafkan hamba yang mulia raja. Tapi semalam ada yang mem...bakar habis semua usaha yang mulia dan juga pagi ini saham di AV Group menurun drastis sampai 75% yang mulia" ucap Santos dengan gugup.
"Apa" hardik Raja Luigi dengan kaget.
Bugh........bugh...........bugh.........bugh........
Raja Luigi memukul Santos dengan brutal melampiaskan semua amarahnya ke Santos. Asisten Raja Luigi hanya berdiri diam saja tak membantu rekannya karena tahu tabiat Raja Luigi.
Tak lama hp milik asistennya berbunyi saat menjawab panggilan tersebut wajahnya langsung menegang melihat Raja Luigi.
"Yan....g m...ul...ia" ucap asistennya dengan terbata-bata.
"Apa lagi" teriak Raja Luigi menggelegar.
"Penasehat kerajaan dan semua mentri melakukan konspirasi menuntut yang mulia raja di turunkan dari takhta"
"Apa" teriak Raja Luigi dengan kaget.
Seketika Raja Luigi jatuh pingsan sambil memegang dadanya. Dengan cepat asistennya segera menghubungi dokter kerajaan untuk kemari, ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk menghendel semua kekacauan ini.
Sedangkan di luar kerajaan semua rakyat berbondong-bondong demo meminta Raja Luigi untuk turun takhta. Kerusuhan akibat pendemo dan aparat kepolisian berserta pengawal kerajaan tak terhindar.
Hari itu lagi-lagi dunia maya di gegerkan dengan sengketa di kerajaan Wizpet. Dimana semua rakyat menuntut menurunkan Raja Luigi dan menuntut pangeran mahkota Alex untuk kembali ke posisinya di kerajaan.
Bahkan Andre kepala tim hacker Valeria juga membeberkan fakta-fakta mengenai Ratu Camelia. Semua kebenaran selama ini mengenai sosok Raja Luigi dan selirnya akhirnya mencuat di publik.
~ Kingdom Apartment ~
Hahahaha...........
Bryan tertawa puas menonton berita di dalam apartemennya saat ini. Ia tak menyangka akhirnya masa kejayaan papa sialannya itu berakhir dan semua perbuatan mereka kepada sang mama akhirnya mencuat.
"Gue akan membayar semua sakit mama gue ke kalian dengan tangan gue sendiri" ucap Bryan dengan dendam.
"Tuan" ucap dokter Lauren yang baru keluar dari kamar tamu.
"Gimana keadaan mama gue?" tanya Bryan.
"Keadaan Ratu Camelia sudah lebih baik dari sebelumnya tuan dan hari ini saya mau meminta ijin untuk membawa nyonya keluar"
"Siapkan semuanya dok gue bakal nemenin mama gue"
"Baik tuan"
Dokter Lauren lalu kembali ke dalam kamar untuk membantu Ratu Camelia bersiap. Bryan lalu mengambil hpnya dan mengirim pesan ke Yorla.
Ubur - Ubur Gagal
^^^"Gue hari ini mau keluar nemani mama gue jadi pekerjaan gue loe yang urus"^^^
"Apa maksud youπ‘π‘"
^^^"Loe bisa baca dengan jelas kan"^^^
"Eke menolakπ"
^^^"Oke terserah loe tapi say good bye sama pistol lemah loe itu"^^^
"Ckkk!!! I hate you"
Bryan terkekeh membaca pesan Yorla ia yakin saat ini Yorla pasti sedang menyumpahinya. Seperti dugaan Bryan saat ini Yorla memang sedang menyumpahi dirinya dengan kesal membaca pesan Bryan.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Dasar saudara laknat" teriak Yorla dengan kesal.
"Yorla!" desis Valeria dengan tatapan membunuh karena mendengar teriakan Yorla.
"Hehehehe........maaf sister" ucap Yorla sambil cengesan.
Valeria tak mengatakan apa-apa dan kembali melanjutkan pekerjaannya. Selama bekerja tatapan mata Valeria terus melirik ke arah hpnya yang menyala ada notifikasi yang sama.
Ckk! Menyusahkan saja, batin Valeria dengan kesal.
Tak terasa hari berlalu dengan sangat cepat dan saat ini Valeria, Bryan, Yorla, dan Ares sedang memeriksa berkas perusahaan di dalam ruang kerja Valeria.
"Bryan bagaimana perkembangan nyokap loe?" tanya Valeria.
"Mama udah mendingan dan traumanya perlahan-lahan udah bisa diatasi"
"Heemmm"
"Val apa gue bisa balas semua kesakitan mama gue kepada mereka?" tanya Bryan dengan tatapan tajam.
"Besok loe berangkat ke sana. Selesaikan apa yang seharusnya loe selesaikan dari dulu" ucap Valeria dengan suara dingin.
"Oke Val"
"Brother apa akan membunuh mereka?" tanya Yorla dengan suara gemulai.
"Kematian tidak cocok buat mereka. Gue bakal buat mereka merasakan apa yang dulu nyokap gue rasain" ucap Bryan dengan tatapan penuh kebencian.
"Jadi brother bakal gantiin posisi raja dong" pekik Yorla dengan cepat.
Bryan terdiam mendengar ucapan Yorla yang ada benarnya juga. Karena posisi saat ini dia adalah satu-satunya penerus kerajaan Wizpet yang asli dan hanya tersisa dirinya saja.
"Jangan bebani diri loe sama hal tersebut. Semua akan ada waktunya" ucap Valeria yang tahu pemikiran Bryan.
"Iya Val" ucap Bryan sambil tersenyum manis.
"Aakhhhh........ganteng banget brother" pekik Yorla dengan histeris.
Seketika raut wajah Bryan berubah menatap tajam Yorla karena membuatnya kaget. Melihat wajah datar dan dingin Bryan yang sudah kembali membuat Yorla menelan salivanya dengan susah.
"Sister hp sister kenapa?" tanya Yorla mengalihkan pembicaraan.
Kedua pasang maya disana langsung tertuju ke hp Valeria yang ada emoticon pencurinya tanda tanya kuning. Bryan yang tahu arti itu langsung melihat Valeria dengan bingung.
"Val ada yang coba bobol sistem loe" ucap Bryan dengan tepat.
"Heeemmm"
"Tapi siapa? Dan apa yang dia cari?"
"Ngak tahu"
"Gimana kalau kita coba cari tahu"
"Heemmmm"
Valeria lalu berkutat dengan laptopnya dan mencari tahu siapa yang ingin membobol keamanannya. Bryan lalu melihat Valeria dengan kening berkerut saat tahu siapa yang mencoba ingin membobol keamanan di apartemen miliknya.
βββββ
To be continue...........