Love Struggle

Love Struggle
Chapter 90



🌻Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit dan rendahkanlah dirimu seperti mutiara di dasar laut🌻


.


.


.


.


Bagas berlari dengan kencang tak perduli kendaraan yang melintas.


Pikirannya hanya tertuju kepada mobil yang sudah melesat jauh dari hadapannya, Bagas berteriak melampiaskan semua emosi dalam hatinya saat melihat mobil yang di naiki Valeria sudah pergi jauh.


Arrggghhhhh..............


"Jangan tinggalin kangmas dek........hiks hiks hiks" teriak Bagas sambil menangis histeris.


"Kenapa kamu pergi dek? Kenapa......hiks hiks"


Bagas tak memperdulikan bunyi klakson mobil dan motor yang saat ini melewatinya. Ahmad yang berlari dengan napas satu-satu akhirnya lega bisa menyusul Bagas.


"Tuan ayok kita menepi ke seberang" ajak Ahmad.


"Ngak! Loe kejar mobil itu Ahmad, adik gue ada di dalam mobil itu" teriak Bagas dengan emosi.


"Tuan kita bisa melacak keberadaan nona muda. Tapi sekarang ayok tuan ikut saya menepi ke seberang dulu" ucap Ahmad dengan panik karena mereka berdiri di tengah jalan.


"Gue suruh loe kejar mobil itu kejar bodoh!" bentak Bagas tak memperdulikan bunyi klakson sedari tadi.


"Woy bangsat kalau loe mau mati jangan disini dong" teriak salah satu pengendara mobil.


"Apa loe bilang berengsek, an***g sialan loe!" maki Bagas.


"Tuan cukup jangan terbawa emosi tuan" ucap Ahmad menghalang Bagas yang ingin menghampiri orang tadi.


Bagas terus berontak dari kunkungan Ahmad, beruntung anak buah Bagas dengan cepat membantu Ahmad membawa Bagas ke pinggir jalan. Tak lupa Ahmad meminta maaf kepada pengendara jalan karena sudah membuat kemacetan.


Mereka lalu dengan cepat masuk ke dalam mobil karena tak mau Bagas kembali emosi. Saat ini perasaan Bagas campur aduk memikirkan sang adik yang berada di depan mata tapi ia tak mengenalinya.


"Arrggghhh.........berengsek" teriak Bagas sambil menjambak rambutnya frustasi.


Sedangkan di dalam mobil sport Ferrari berwarna merah Valeria terus menangis meluapkan semua perasaannya mengingat apa yang di lakukan Bagas. Ia dengan jelas mendengar teriakan Bagas memanggilnya tapi ia acuhkan karena hatinya masih belum bisa berdamai.


"Hiks hiks hiks.......maafin Valeria kangmas......hiks hiks" ucap Valeria sambil menangis tersedu-sedu.


Ares yang melihat Valeria menangis hanya menampilkan wajah datar dan tak ada emosi apapun. Ia adalah robot AI yang tak tahu dengan yang namanya perasaan atau emosi manusia.


Beruntung Ares adalah robot buatan Valeria jadi ia tak akan pernah memberitahu apa yang Valeria lakukan saat ini. Valeria akan meluapkan perasaannya disaat ia sendiri dan tidak ingin orang melihatnya.


"Ares kirim video anak haram itu ke partner ranjangnya" ucap Valeria yang sudah bisa mengontrol emosinya.


"Baik nyonya"


Ares menghentikan mobilnya dan mengirim video Bianca bersama Andre ke Kim Jeong. Beruntung Andre memakai topeng jadi wajahnya tidak akan dikenali oleh Kim Jeong.


Valeria yang melihat mobil berhenti di depan cafe segera keluar ingin membeli minuman.


Tring.................


Bunyi lonceng cafe berbunyi tanda ada pengunjung, Valeria segera menuju kasir memesan expresso dingin tanpa gula. Saat menunggu pesanannya Valeria dikagetkan dengan keberadaan Rendi Wijaya sahabat baik kakaknya.


"Sial!" gumam Valeria sambil membuang wajah ke samping.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Valeria sangat kesal karena melihat keberadaan Rendi di sini, ia berharap pesanannya segera jadi apa lagi ia tak memakai kaca mata dan masker hanya memakai topi saja.


Valeria melirik Rendi dan seorang perempuan yang akan segera pergi dari tempat duduk mereka.


"Ka ini pesanannya" ucap waiters (pelayan).


Valeria mengambil minumannya dengan cepat dan berlalu pergi saat melihat posisi Rendi yang sudah mendekat.


Bunyi lonceng cafe membuat pandangan mata Rendi tertuju kepada orang yang baru saja keluar.


"VALERIA" teriak Rendi sambil berlari mengejar sosok perempuan yang ia yakin adalah Valeria.


Valeria yang mendengar namanya di panggil dengan cepat masuk ke dalam mobil dan menyuruh Ares segera pergi. Rendi yang berlari mengejar Valeria berteriak dengan kesal melihat mobil yang dinaiki Valeria sudah pergi jauh.


"Aargghhh.............sialan kenapa gue bisa kehilangan Valeria sih" teriak Rendi dengan kesal.


"Beb kenapa kamu ninggalin aku sendiri sih" ucap seorang perempuan dengan wajah kesal.


"Maya loe pulang sendiri aja gue ada urusan" ucap Rendi tak memperdulikan perempuan tadi yang bernama Maya.


"Beb kamu ninggalin aku disini" teriak Maya dengan suara tinggi


Rendi tak memperdulikan teriakan Maya dan segera masuk ke dalam mobil meninggalkan Maya sendiri disana. Pikirannya hanya tertuju kepada Bagas saat ini karena ia harus cepat memberitahu Bagas.


~ Markas Valeria ~


Saat ini Andre sedang berada di dalam ruang kerjanya di lantai 2. Sejak seminggu yang lalu Andre terus mencari data pribadi Valeria tapi sangat sulit, ia tahu jika Valeria yang memblokir semua informasi mengenai dirinya.


"Kalau memang master ngak mau informasi di cari kenapa tetap menerima permintaan bi**h itu sih" ucap Andre dengan stres.


Pasalnya sudah berkali-kali ia mencari informasi mengenai Valeria tapi satu pun tidak ia dapat. Bahkan nama Valeria bukan hanya satu saja melainkan ada berjuta-juta nama Valeria Anastasia di Indonesia.


Andre meneliti berkas yang di berikan oleh Bianca mengenai nama asli Valeria. Melihat nama Kusumo disana ia segera mencari data orang yang bermarga Kusumo di Solo.


"Kayaknya masalah master bukan masalah sepele" gumam Andre dengan penasaran.


Andre lalu menelusuri cctv di mansion Kusumo sejak 10 tahun terakhir.


Setelah menghabiskan waktu menonton cctv di mansion Kusumo selama 6 jam lebih, mata Andre seakan ingin keluar dari tempatnya melihat rekaman cctv mansion saat Valeria di usir.


Tanpa sadar air mata Andre jatuh melihat dari awal sampai akhir Valeria di pukul sampai di usir.


Bahkan ia merasa sakit hati mendengar ucapan kedua orang tau Valeria. Tak sampai disitu Andre terus mencari rekaman yang lain dan tak bisa menahan rasa emosi.


"Hiks hiks hiks.........ternyata hidup master selama ini sangat menderita.........hiks hiks" ucap Andre sambil menangis histeris.


Andre lalu mengambil hpnya dan menelpon Valeria karena tak kuasa melihat rekaman cctv di mansion Kusumo. Hatinya sangat sakit melihat perlakuan yang diterima oleh Valeria sejak remaja.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Pada dering pertama panggilannya tak diangkat hingga dering keempat barulah panggilannya dijawab Valeria.


"Halo"


^^^"Hiks hiks......ha...lo mas...ter........hiks hiks" ucap Andre tak kuasa menahan tangisannya.^^^


"Ada apa?" tanya Valeria dari seberang.


^^^"Kenapa master terima permintaan anak haram itu master? Apa master ngak sakit hati?" tanya Andre dengan menggebu-gebu.^^^


Valeria tak menjawab pertanyaan Andre karena ia tahu pasti Andre sudah melihat cctv di mansion Kusumo. Terdengar helaan napas dari seberang membuat Andre semakin menangis.


"Apa loe itu cowok?" tanya Valeria dengan suara dingin dari seberang.


^^^"Hiks hiks..........master gue ngak sanggup membayangkan rasa sakit yang master alami saat itu.........hiks hiks hiks"^^^


"Loe cukup ikuti permainan gue saja"


^^^"Tapi master kenapa ngak balas anak haram itu sekarang"^^^


"Hahahahaha"


Andre diam mendengar tawa Valeria dari seberang ia yakin jika tawa Valeria seperti mengandung maksud lain. Seketika Andre sadar jika ini semua bagian dari rencana Valeria.


^^^"Master jangan bilang ini semua permainan master"^^^


"Jackpot! Sesuai tebakan loe"


^^^"Master gue minta hancurkan dia sampai dia sendiri yang memohon untuk mati"^^^


"Heeemmmm"


^^^"Jadi informasi apa yang harus gue kasi ke perempuan b***h itu master"^^^


"Berikan informasi gue sewaktu kuliah di London dan buat kalau gue sekarang menetap disana"


^^^"Baik master"^^^


Panggilan langsung dimatikan sepihak oleh Valeria, Andre segera membuat informasi palsu mengenai keberadaan Valeria. Bahkan ia juga tak lupa memberikan pelajaran kecil untuk Bianca saat ini.


"Nikmati hadiah dari gue b***h" ucap Andre sambil tersenyum penuh arti.


~ Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo ~


Valeria saat ini sudah berada didalam jet pribadinya bersama Ares, baru saja ia menerima telpon dari Andre dan ia tahu Andre sudah mengetahui masa lalunya.


"Ares bagaimana reaksi Kim Jeong?" tanya Valeria.


"Saat ini Kim Jeong belum membuka pesan yang saya kirim nyonya karena sedang pertemuan penting dengan Arya Ginanjar"


"Dimana mereka"


"Di Singapura nyonya"


"Apa perusahaan Arya sudah di ujung tanduk"


"Benar nyonya. Tanpa bantuan Kim Jeong maka perusahaan Arya Ginanjar akan gulung tikar"


"Suruh Raksa dan lainnya bersiap menerima serangan balik Kim Jeong nanti"


"Baik nyonya"


"Hubungi Jakson kita berangkat ke Korea Selatan sekarang"


"Baik nyonya"


Valeria sudah tak sabar ingin menghancurkan markas Kim Jeong apa lagi ia yakin sebentar lagi Kim Jeong akan menggila saat melihat video yang ia kirimkan.


Tak lama Valeria tersenyum melihat Andre yang mempublikasikan video Bianca ke dunia maya.


Hahahahahaha..............


Tawa Valeria seketika pecah melihat kerjaan Andre barusan, ia yakin Andre saat ini mengutuk Bianca sehingga menyebarkan video Bianca saat bercinta di club Remix dengan beberapa pria.


"Nikmati hadiah dari anak buah gue anak haram" ucap Valeria sambil tersenyum smirk.


❄❄❄❄❄


To be continue..............


Hay guys jangan lupa tinggalkan jejak kalian yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀