
π»Perjuangkanlah dia yang juga memperjuangkanmu. Apapun hubungannya, baik pertemanan ataupun percintaan jangan pernah mengemis untuk sebuah pengakuanπ»
.
.
.
.
Bugh..........bugh..........bugh..........bugh...........
Saking emosi, Valeria menendang kepala Thomas Colin dengan kuat hingga hancur bahkan isi kepalanya sampai berhamburan keluar membuat anggota Black Shadow menahan mual.
Siapa saja yang melihat aksi Valeria dipastikan ia akan muntah bahkan pingsan jika tak pernah melihat hal seperti itu atau baru pertama kali melihat hal tersebut.
"Master" panggil Rehan dengan kaget yang baru saja datang.
"Siapkan helikopter bangsat" maki Valeria dengan aura membunuh.
Glek.............
Rehan menelan salivanya dengan susah apa lagi tubuhnya gemetaran merasakan aura yang sangat mengintimidasi dari master mereka.
Sekuat tenaga Rehan berusaha mengirim pesan ke anggota Black Shadow yang lain untuk membawa helikopter ke Galaxy Company sekarang.
Tak sampai 5 menit akhirnya helikopter milik Valeria tiba di landasan helipad Galaxy Company. Valeria dan Rehan segera masuk ke dalam helikopter tak lupa Rehan menyuruh anggotanya yang lain untuk membersihkan kekacauan di sekitar Galaxy Company.
Mata Valeria berubah warna menjadi merah di bagian iris matanya. Bahkan aura di dalam helikopter terasa sangat dingin seperti di lautan es yang paling dalam.
~ Kingdom Apartment ~
Sampainya di Kingdom apartemen Valeria berjalan dengan langkah cepat menuju penthouse. Di pikirannya saat ini memikirkan anak dan suaminya.
Brak................
Valeria menendang pintu penthouse dengan sekali tendangan hingga terlepas dari engselnya membuat Yorla yang berada di ruang tamu kaget bukan main.
"Sister" ucap Yorla dengan gemetar melihat wajah Valeria yang sangat mengerikan.
Deg.............
Tubuhnya menegang melihat iris mata Valeria yang berubah warna menjadi merah.
Apa ini akhir hidup eke, batin Yorla dengan gemetaran ketakutan.
"Katakan dimana anak gue bangsat!" bentak Valeria dengan suara menggelegar.
"Maafkan eke sister"
Grep..............
"Si.....ster" ucap Yorla dengan terbata-bata kesusahan bernapas karena lehernya di cekik Valeria dengan kuat hingga kukunya menusuk masuk ke dalam.
"Bagaimana mungkin loe bisa kehilangan anak gue sialan? Gue udah bilang jaga anak gue dan jangan pernah pergi dari apartemen ini an**ng!" maki Valeria dengan emosi.
"VALERIA HENTIKAN" teriak Bryan yang baru saja datang.
Ia kaget melihat wajah Yorla yang sudah pucat karena dicekik oleh Valeria. Apa lagi saat melihat mata Valeria yang berubah warna di iris matanya menjadi merah menandakan emosi Valeria tak terkontrol saat ini.
"Bro.....ther hel.....p me" (kakak tolong aku) pinta Yorla dengan napas tersengal-sengal.
"Val gue mohon lepasin Yorla! Ngak ada gunanya loe bunuh ubur-ubur gagal sedangkan kita belum tahu dimana keberadaan Mikhail" bujuk Bryan.
Brugh..............
Uuhuukk.............uhhhuukk.........uuhhhukkk.......
Valeria melempar Yorla ke lantai seperti melempar batu dengan santai. Yorla terbatuk-batuk dilantai merasa lehernya seperti ingin tercabut saja.
"Dimana suami gue?" tanya Valeria dengan suara dingin.
"Brother in law tiba-tiba pergi bersama Ares setelah mendapat telpon dari Xavier sister" ucap Yorla dengan suara lemah.
"Anj**g loe Thomas!" maki Valeria dengan suara tinggi.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Prang...........prang..........prang............prang........
Valeria menendang meja kaca di depannya hingga pecah bahkan semua guci dan perabotan yang berada di dalam sama tak luput dari tendangan dan pukulannya hingga hancur seperti kapal pecah.
"Bawa laptop gue kesini berengsek" teriak Valeria dengan emosi.
Bryan berlalu menuju ruang kerja Valeria dan mengambil laptop milik Valeria yang berwarna hitam. Valeria lalu berkutat mencari keberadaan anaknya dan melihat bagaimana bisa anaknya diculik.
Tatapan matanya berkilat seperti ingin membunuh siapa saja yang mengganggunya saat ini. Gigi Valeria gemelutuk melihat bagaimana putranya diculik dan itu semua karena kecerobohan suaminya dan Ares.
"Bangsat loe Thomas. Anj**g biadab loe!" maki Valeria saat melihat suaminya yang pergi keluar dari apartemen meninggalkan Yorla sendiri di penthouse karena berpikir musuh mereka sudah tak ada lagi.
Ternyata Thomas mendapat kabar dari Xavier tentang Xander yang diculik bahkan David anak Albert juga diculik di waktu bersamaan.
Karena hal itulah Thomas bergegas pergi ke mansion Xavier bersama Ares dan melupakan ucapannya tadi.
Dan saat mereka pergi ternyata ada musuh yang menerobos masuk ke dalam apartemen tanpa diketahui anggota Black Shadow yang sedang mengurus kekacauan di sana.
"Apa suami bodoh gue tahu putranya juga diculik?" tanya Valeria dengan suara dingin.
"Ngak sister" jawab Yorla.
Valeria diam tak mengatakan apapun dan kembali berkutat mencari keberadaan sang anak, bahkan ia menyuruh Res di kastil untuk melacak keberadaan putranya dengan satelit miliknya tak lupa memblokir pencarian Ares.
Matanya berkilat tajam melihat proses pencarian yang membutuhkan waktu selama 1 jam karena ia bukan hanya mencari lokasi putranya tapi siapa yang menjadi dalang dari ini semua.
"Hubungi Ari! Apa ada yang dia dapat dari mayat culun sialan itu!" bentak Valeria dengan suara tinggi.
"Oke Val" ucap Bryan.
"Val katanya hanya ada beberapa gambar di telapak tangan kanannya" ucap Bryan menunjukkan foto yang barusan dikirim oleh Ari.
Valeria mengamati foto tersebut disana ada simbol segitiga terbalik, anak panah yang melengkung, dan huruf K terbalik dengan 4 titik di bagian atasnya.
Jari tangannya bergerak dengan lincah di atas laptop mencari arti-arti gambar tersebut dan juga melacak jejak Thomas Colin selama ini setelah kejadian di London waktu itu.
"Siapkan helikopter kita pergi temui suami bodoh gue" ucap Valeria dengan aura membunuh seperti monster kelaparan.
"Val ingat kontrol emosi loe! Ingat ada janin di perut loe saat ini!" tegas Bryan memperingatkan Bryan.
"Lo pegang laptop gue jangan sampai lecet" tunjuk Valeria ke Yorla yang sedari tadi diam saja.
"Iya sister" cicit Yorla dengan takut.
Mereka bergegas menuju ke rooftop untuk menuju ke mansion Xavier. Bryan dan Yorla saling menatap seakan berbicara lewat isyarat mata jika akan ada perkelahian nanti di mansion Xavier nanti.
~ Mansion Xavier ~
Saat ini suasana di mansion Xavier terasa sangat mencekam. Sedari tadi tidak ada yang berbicara satu kata pun hanya ada suara tangisan Chloe dan Mira disana.
Anak-anak mereka sudah dijaga oleh Rahel dan pengasuh si kembar Wesly, Leon, dan Lili. Mereka semua ditempatkan di lantai dua ruangan bermain untuk menjauh dari pembicaraan Xavier dan lainnya.
Jari tangan Ares bergerak dengan lincah di atas keyboard mencari keberadaan mereka semua. Ia belum tahu jika tadi Valeria sudah menutup aksesnya lewat Res di kastil saat mencari lokasi Mikhail.
Tiba-tiba mereka semua dikagetkan dengan bunyi helikopter di landasan helipad Xavier di taman belakang mansion.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Thomas tak perduli dengan bunyi helikopter yang berbunyi di luar sana karena menurutnya tak penting Tanpa ia tahu kalau yang datang itu adalah istrinya.
"Selamat datang nyonya Parker" sambut pak Max yang disuruh Xavier untuk melihat siapa yang datang.
Pak Max bergidik ngeri melihat wajah menyeramkan Valeria barusan. Di wajahnya hanya ada tatapan membunuh dan emosi yang akan membunuh siapa saja yang berani mengganggunya.
"Valeria" ucap Kevin yang melihat siapa yang datang.
Dengan cepat Thomas bangun dan berbalik menoleh ke belakang saat mendengar nama istrinya disebut. Keningnya mengerut melihat tatapan emosi di wajah sang istri.
"Honey" panggil Thomas dengan gugup merasakan aura Valeria yang menyeruak di dalam sana.
Bugh.........bugh.........bugh..........bugh........
Xavier dan lainnya tercengang melihat Valeria yang tanpa berkata apapun langsung menendang Thomas hingga terpental ke belakang.
Bahkan Xavier kaget melihat gerakan Valeria yang sangat cepat entah sejak kapan sudah berdiri di depan Thomas dan menghajarnya dengan brutal.
"Aku sudah bilang untuk tidak keluar kenapa kamu keluar bangsat" maki Valeria dengan suara tinggi.
Bugh...........bugh..........bugh.......bugh.......
Valeria memukul Thomas dengan tak berperasaan bahkan saat Kevin dan Albert yang ingin menghentikan mereka, keduanya langsung ditahan oleh Rehan dan Bryan sambil menggelengkan kepala untuk tak ikut campur.
"Honey" lirih Thomas dengan suara lemah.
"Karena kebodohan kamu bangsat! Anak kita diculik di penthouse" teriak Valeria menggelegar.
Duar............
Bagai disambar petir tubuh Thomas menegang mendengar ucapan istrinya. Pikirannya seketika khawatir memikirkan putranya yang tak ia duga akan diculik.
"Hiks hiks hiks hiks.........aku sudah bilang jangan pernah keluar dari penthouse sialan......hiks hiks.......apa kamu pikir ucapan aku hanya sebagai angin lalu" maki Valeria sambil menangis histeris.
"Anakku diculik karena kebodohan kamu bangsat..... hiks hiks hiks.........jika sesuatu terjadi kepada anakku aku akan membunuh kamu dengan tanganku sendiri!" bentak Valeria dengan tatapan membunuh.
"Maafkan aku........ hiks hiks hiks.......maaf honey......hiks hiks" pinta Thomas dengan memohon sambil ikut menangis.
Plak............plak...........plak........
Valeria menampar pipi Thomas berulang kali meluapkan semua amarahnya saat ini. Thomas tak membalas atau mengelak membiarkan istrinya menamparnya hingga ia puas.
Grep..............
Thomas memeluk istrinya sambil menangis histeris dan terus meminta maaf. Valeria menangis dalam diam sambil memukul dada suaminya dengan kuat.
"Simpan maafmu yang tak berguna itu bangsat! Ternyata kamu lebih mengkhawatirkan anak orang lain dari pada anakmu sendiri sialan!" maki Valeria dengan tatapan membunuh.
"Mikhail itu separuh hidupku honey jangan pernah bicara seperti itu! Aku akan membawa anak kita pulang secepatnya" tegas Thomas dengan sungguh-sungguh.
"I hate you" bisik Valeria dengan tatapan penuh kebencian.
Tes...............
Air mata Thomas jatuh mendengar ucapan istrinya barusan.
Hatinya sepertinya diremas kuat di dalam sana, terasa sangat sakit tapi ia tahan tak ingin lemah di depan semua memperlihatkan perasaannya yang hancur berkeping-keping.
Bugh...........prang............
Valeria menendang Thomas sehingga terpental ke belakang dan menghantam guci di belakangnya hingga hancur, membuat semuanya kaget melihat kekejaman Valeria meski itu suaminya sendiri.
Bugh..........bugh..........bugh........bugh........
Valeria lalu memukul Ares berkalI-kali tanpa dibalas atau dielak Ares. Ia hanya berdiri dan menerima semua pukulan dan tendangan Valeria meski ia tak merasakan apapun.
"Loe disini bantu mereka cari keberadaan putra mereka ngak usah ikut campur urusan Mikhail" bisik Valeria kepada Ares.
Valeria menatap mata merah Ares dimana kedua matanya sudah berubah warna menjadi merah sepenuhnya. Ares mengangguk kepalanya melihat isyarat mata Valeria dan hanya keduanya saja yang tahu.
Prang............prang.............prang.......
Mengerikan, batin Xavier melihat kepergian Valeria bersamaan dengan semua kaca di mansionnya pecah seketika.
βββββ
To be continue.....................