Love Struggle

Love Struggle
Chapter 149



🌻Hidup itu memang keras tapi kamu harus tetap waras. Hanya karena kamu lelah bukan berarti kamu lemah🌻


.


.


.


.


Selama seminggu kondisi Valeria kembali drop karena terus menangisi kepergian eyang putri. Thomas sebagai suami selalu bersiaga di samping istrinya bahkan ia tidak memperdulikan pekerjaannya.


Beruntung Xavier mengerti akan kondisinya dan mengijinkan Thomas untuk menemani istrinya sampai keadaannya pulih.


"Honey apa kamu akan seperti ini terus" ucap Thomas menahan emosinya melihat sang istri yang lagi-lagi tak menyentuh makanannya sedikit pun.


"Pergi" lirih Valeria dengan suara pelan.


"Apa dengan kamu tidak makan dan terus menangis akan membuat eyang putri kembali hidup!" bentak Thomas menggelegar di dalam kamar.


Bi Sance sebagai kepala pelayan hanya bisa diam tak mengatakan satu kata pun. Baru kali ini ada yang berani membentak sang nyonya langsung.


"You know Valeria! Eyang putri akan menangis melihat cucu kesayangannya menghukum dirinya sendiri dan bahkan ia pasti malu memiliki cucu yang lemah seperti kamu" hardik Thomas dengan suara tinggi.


Prang..............


Valeria menendang meja di depannya hingga terjungkal membuat makanan di atas meja tumpah berserakan di lantai.


"Katakan sekali lagi berengsek!" bentak Valeria dengan tatapan membunuh.


"Eyang putri bakal malu punya cucu yang lemah seperti kamu" ejek Thomas sambil tersenyum menyeringai.


"Tutup mulutmu an***g" maki Valeria.


"Kenapa! Memang kenyataannya kamu itu sangat lemah sama seperti mantan papamu itu"


Bugh.................


Thomas terjungkal ke belakang karena pukulan Valeria yang sangat kuat, ia tersenyum melihat tatapan mata istrinya yang berkilat dan ada amarah disana.


"Ini baru istriku yang kukenal" ucap Thomas sambil terkekeh.


Valeria mengangkat tangannya ingin kembali menghajar Thomas tapi karena tubuhnya masih lemah sehingga pukulannya dapat ditangkap dengan mudah oleh suaminya.


"Jangan menghukum dirimu sendiri honey" ucap Thomas dengan suara lembut.


Hiks........hiks....... hiks..........hiks..........


Valeria menangis dengan histeris di dalam dekapan suaminya, Thomas sendiri mengelus punggung istrinya dengan lembut seakan memberitahu jika semua baik-baik saja.


"Hari ini aku biarkan kamu menangis sepuasnya honey tapi tidak dengan besok. Kamu dilarang menangis lagi" ancam Thomas dengan suara dingin.


"Heemmm" deham Valeria sambil mengangguk kepalanya.


Thomas lalu mengendong istrinya kembali ke sofa lalu menyuapinya, tak berselang lama hp milik Valeria berbunyi tertera nama Kangmas di sana.


"Who is kangmas?" (siapa itu kangmas) tanya Thomas dengan nada cemburu.


"Bagas kakak aku honey"


Tak mengatakan apa-apa Thomas lalu menekan tombol jawab tak lupa louspeaker.


"Halo dek akhirnya kamu jawab juga telpon kangmas" ucap Bagas dengan senang dari seberang.


Sebelum Valeria berbicara Ares lalu memberikan bluetooth penerjemah otomatis ke Thomas agar ia bisa mengerti dengan apa yang mereka bicarakan.


^^^"Ada apa kangmas?" tanya Valeria dengan suara dingin.^^^


"Dek kamu dimana?" tanya Bagas.


^^^"Jakarta"^^^


"Apa kangmas boleh bertemu denganmu?" tanya Bagas penuh harap.


Sebelum menjawab Valeria melihat suaminya meminta jawaban apa ia harus bertemu dengan kakaknya atau tidak. Thomas mengangguk kepala sebagai jawaban kalau ia mengijinkan.


^^^"Baiklah nanti aku kirim alamat aku kangmas"^^^


"Baik dek kangmas tunggu ya"


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Thomas mematikan panggilan keduanya sepihak tak membiarkan istrinya terlalu lama berbicara dengan laki-laki meski itu kakak kandungnya sendiri.


"Ares kirim alamat mansion ke orang itu" ucap Thomas dengan wajah dingin.


"Baik tuan"


"Honey temani aku mandi" bisik Valeria sambil mengelus dada suaminya sengaja mengalihkan pikiran suaminya yang kelihatan sedang menahan emosi.


"Jangan memancingku honey. Kamu tahu aku tak bisa berhenti meski kamu sedang sakit" ucap Thomas memegang tangan istrinya.


"Maka jangan berhenti honey"


Pertahanan Thomas runtuh mendengar ucapan istrinya. Dengan sekali gerakan keduanya berlalu masuk ke dalam kamar tak memperdulikan Ares dan bi Sance di sana.


"Siapkan kamar untuk tuan Bagas" titah Ares dengan suara dingin.


"Baik tuan Ares" ucap bi Sance dengan sopan dan segera berlalu pergi.


Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dan saat ini matahari sudah berganti dengan bulan di langit.


"Dek apa kamu sakit?" tanya Bagas yang sudah tiba sejam yang lalu dan saat ini sedang berada di ruang keluarga.


"Hanya pusing saja kangmas"


"Jaga kesehatanmu dek" ucap Bagas dengan khawatir.


"Heemmm"


"Kita belum berkenalan ya. Aku Bagas KAKAK KANDUNG Valeria" ucap Bagas menekan kata kakak sambil menyodorkan tangannya.


"Thomas Parker SUAMI VALERIA" balas Thomas juga menekan kalimatnya sambil menyambut uluran tangan Bagas.


Keduanya saling menatap dengan tatapan dingin dan tajam. Jika dilihat dengan teliti keduanya sama-sama mengeluarkan aura permusuhan.


"Apa kalian akan terus berjabat tangan?" tanya Valeria dengan suara dingin.


Keduanya serentak berdeham menarik tangan masing-masing mendengar pertanyaan Valeria. Suasana kembali hening tak ada satu pun yang berbicara membuka pembicaraan.


Apa ini yang dinamakan perkumpulan manusia es, batin Rehan sambil terkekeh.


Wush.............


Mata Rehan melotot kaget tiba-tiba pisau melayang di sampingnya hingga ia kaget saat darah mengalir di pipinya.


"Lain kali mulut loe Rehan" ucap Valeria dengan suara dingin dan mengintimidasi.


"Maafkan gue master" ucap Rehan mengumpat kebodohannya.


"Jangan menatap laki-laki lain lebih dari 3 detik honey" ucap Thomas dengan cemburu.


"Apa kamu tidak waras Thomas?" tanya Bagas dengan heran.


"100% aku waras dan jika kamu penasaran silahkan minta dokter pribadi istriku untuk menunjukkan catatan kesehatanku" sinis Thomas.


"Baguslah kalau adik aku tidak salah memilih suami" ucap Bagas dengan tatapan mengejek.


"Bukan istriku yang memilihku tapi aku yang memilihnya. Karena aku tahu cita-cita istriku yaitu punya keluarga lengkap dan hanya aku yang bisa mewujudkannya" ejek Thomas membalas sindiran Bagas.


Wajah Bagas seketika merah padam mendengar ucapan Thomas seakan berkata jika keluarga Valeria sekarang hanya dirinya saja bukan dia lagi.


"Honey cukup" ucap Valeria memperingati suaminya karena ia tahu suaminya tak menyukai keluarga kandungnya.


"Ckk!" dengus Thomas dengan kesal.


Valeria lalu mengajak keduanya untuk makan malam, selesai makan malam tak ada obrolan lagi dan mereka masing-masing segera masuk ke dalam kamar.


Kenapa rasanya sangat jauh meski kita satu atap dek, batin Bagas dengan sedih melihat Valeria yang sudah masuk ke lift.


Bagas berharap kedatangannya kali ini bisa membuat adiknya kembali ke mansion mereka meski itu tidak mudah apa lagi adiknya sudah menikah.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ Mansion Kusumo ~


Setelah 4 hari di Jakarta akhirnya Bagas pulang kembali ke Solo. Saat ini ia baru saja sampai di mansion setelah di jemput Ahmad di bandara.


"Kamu pulang nak?" tanya Arinta menyambut putranya di depan pintu.


"Iya bu. Bagaimana kabar ibu dan ayah?" tanya Bagas melepas pelukan ibunya.


"Ibu dan ayah baik nak"


"Baguslah"


Keduanya lalu masuk ke dalam mansion menghampiri Budi yang sedang membaca koran di ruang keluarga.


"Ayah" ucap Bagas sambil mencium tangan sang ayah.


"Bagaimana perjalananmu nak?" tanya Budi dengan suara lembut.


"Baik ayah"


Ketiganya lalu duduk di sofa dan menikmati teh yang dibawakan oleh bi Susi. Sebenarnya Budi dan Arinta ingin bertanya mengenai Valeria tapi mereka tak berani.


"Tanya saja ayah, ibu. Aku tahu kalian pasti penasaran" tebak Bagas.


"Heemmmm! Bagaimana kabar adikmu?" tanya Budi dengan lirih.


"Baik ayah"


"Syukurlah" ucap Budi dengan lega.


"Maaf ayah, ibu aku belum bisa membujuk adik untuk kembali ke sini" sesal Bagas sambil menunduk.


"Jangan merasa bersalah nak. Ibu tahu kamu sudah melakukan yang terbaik untuk keluarga kita" ucap Arinta sambil mengelus punggung anaknya dengan lembut.


"Maaf"


"Jangan memaksa adikmu Bagas. Ayah dan ibu ngerti kok tidak mudah berada di posisi Valeria" ucap Budi dengan bijak.


"Biarkan waktu yang akan menjawab nak. Ibu dan ayah yang akan berusaha untuk mendapat maaf dari adikmu jadi kamu jangan membebani dirimu sendiri nak" ucap Arinta.


"Tapi" ucap Bagas yang langsung di potong Budi.


"Apa yang di bilang ibumu benar son. Ayah dan ibu yang akan berjuang untuk mendapatkan maaf dari adikmu karena ini semua kesalahan kami bukan kamu son" tegas Budi.


"Iya ayah"


"Fokus saja sama perusahaan dan dirimu nak"


"Iya ayah"


1 Bulan kemudian


Sudah sebulan Thomas dan Valeria di Indonesia dan saat ini mereka sudah pulang kembali ke California karena pekerjaan suaminya sudah sangat menumpuk.


"Aku pergi dulu ya honey. Ingat kabari aku terus jika ingin keluar sayang" ucap Thomas di depan pintu penthouse.


"Iya honey"


Cup............


Thomas mencium kening dan bibir istrinya sebelum berangkat ke kantor. Melihat suaminya sudah pergi Valeria bergegas masuk ke dalam penthouse dan berjalan menuju kamar karena merasa tubuhnya sangat lemah.


Ting.............


Thomas keluar dari lift dengan tatapan dingin dan datar berjalan menuju pintu keluar dimana mobilnya sudah stand by di sana.


"Thomas" ucap seorang perempuan yang baru saja keluar dari cafe yang berada di lantai satu apartemen


"Anda bilang sesuatu nona muda?" tanya Jeslyn asisten perempuan tadi.


"Cari tahu kenapa Thomas Parker berada di sini? Apakah dia tinggal di sini atau mengunjungi seseorang" perintah wanita tadi yang bernama Clara.


"Baik nona muda" ucap Jeslyn langsung berkutat dengan hpnya mengirim pesan ke anak buah mereka.


❄❄❄❄❄


To be continue.........