
π»Jangan pernah mengeluh jalani semuanya dengan ikhlas dan nikmati prosesnyaπ»
.
.
.
.
Valeria baru saja bangun lalu mengedarkan pandangannya ke arah dinding dan melihat sudah jam 11:00 hampir mendekati jam makan siang.
Akhirnya badan gue udah ngak terasa sakit lagi, batin Valeria.
Tok.........tok.........tok........
"Masuk" ucap Valeria dengan suara dingin dari dalam kamar.
"Nyonya di lobby ada nyonya Wesly dan nyonya Kendrick beserta kedua tuan muda" lapor Ares yang melihat kedatangan mereka dari cctv lobby.
"Biarkan mereka masuk"
"Baik nyonya"
"Air" ucap Valeria dengan suara dingin.
Ares memberikan segelas air kepada Valeria padahal air yang diminta Valeria tepat berada di sampingnya. Entah kenapa Valeria terlalu malas untuk mengambilnya sendiri dan hanya ingin dilayani seperti seorang ratu.
Valeria lalu keluar dari kamar menuju kolam renang. Sebelum berenang ia melakukan peregangan lebih dulu agar otot-ototnya tidak kaku.
Ceklek..........
"Selamat datang nyonya Wesly, nyonya Kendrick, dan tuan muda sekalian" sapa Ares dengan suara dingin saat membuka pintu.
Chloe dan Mira kaget karena belum mengetuk pintu tapi pintunya sudah terbuka lebih dulu dari dalam seakan Ares sudah tahu kedatangan mereka semua.
Wow...............
Decak kagum keempatnya saat pertama kali masuk ke dalam penthouse milik Valeria. Nuansa mewah ala bangsawan dan modern membuat keempatnya menganga melihat interior didalam sana.
Meski sudah berulang kali disuguhi kemewahan tapi Chloe akui baru kali ini ia melihat interior yang begitu mewah dan modern apa lagi membuat penghuninya merasa sangat nyaman untuk berlama-lama disini.
"Chloe sekaya apa sih Valeria" bisik Mira yang penasaran.
"Mana gue tahu. Gue hanya tahu jika perusahaan Valeria berada di urutan 2 di dunia saat ini" bisik Chloe lagi.
Ares yang memiliki sensor pendengar tajam hanya menatap keduanya yang sedang berbisik dengan tatapan datar dan dingin.
"Uncle apa aku boleh minta itu" tunjuk Xander ke arah miniatur jet tempur Valeria di etalase.
"Xander" ucap Chloe memperingati anaknya.
"Maaf tuan muda tapi itu barang kesayangan nyonya" ucap Ares dengan suara dingin.
"Heemmm" deham Xander sambil mengangguk kepalanya mengerti meski masih terus melirik ke arah miniatur tersebut.
"Ares dimana Valeria?" tanya Chloe.
"Nyonya sedang berenang nyonya Wesly"
"Son mommy ketemu sama aunty Valeria dulu ya. Ingat kamu jangan nakal"
"Heemmm" Chloe hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sifat sang anak yang terlalu dingin dan kaku.
"David mommy sama aunty Chloe mau ketemu sama aunty Valeria ya, kamu sama tuan muda tunggu disini ya nak" ucap Mira melihat anaknya dengan senyum manis.
"Oke mommy"
"Saya akan menjaga tuan muda sekalian" ucap Ares.
"Mohon bantuannya Ares" pinta Chloe.
"Baik nyonya Wesly"
Chloe dan Mira lalu bergegas menuju kolam renang menemui Valeria yang tengah berenang disana.
"Val" ucap Chloe saat tiba disana.
Valeria menatap keduanya dengan tatapan datar dan dingin tak mengatakan satu kata pun. Ia kembali berenang membuat Chloe dan Mira saling menatap.
Selang 10 menit akhirnya Valeria keluar dari kolam renang menuju ke arah keduanya yang duduk di kursi tak jauh dari sana.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Gila apa dadanya itu asli, batin Mira melihat ke arah dada Valeria yang terlihat besar dan padat.
Mira menatap dadanya dan membandingkan dengan dada Valeria dan ia merasa minder karena ukuran mereka yang sangat beda jauh apa lagi tubuh Valeria seperti seorang model internasional.
"Sekedar informasi semua ditubuh gue asli" ucap Valeria sambil menatap Mira dengan tatapan datar dan dingin.
Glek........
Kerongkongan Mira terasa kering mendengar ucapan Valeria yang seakan tahu apa yang ia pikirkan barusan.
"Val loe punya tato?" tanya Chloe dengan kaget saat Valeria berbalik mengambil handuk.
"Heemmm" deham Valeria.
"Kenapa kamu tato Val. Tato itu ngak bagus buat perempuan karena itu bisa dianggap perempuan ngak benar Val" ucap Mira.
"Mira" hardik Chloe dengan tatapan tajam.
"Jadi menurut loe gue cewek ngak benar karena punya tato" sinis Valeria dengan senyum smirk.
"Maksud gue bukan kayak gitu Val" ucap Mira dengan gugup.
"Ngak selamanya perempuan yang punya tato itu buruk dan hina. Karena banyak perempuan yang ngak punya tato tapi mereka itu perempuan ngak benar" ucap Valeria dengan tatapan tajam.
Mira dan Chloe diam tak mengatakan apa-apa karena memang apa yang dibilang oleh Valeria itu benar.
Valeria berdecak kesal lalu pergi ke kamar mandi dan berganti pakaian disana. Setelah ia menganti pakaian ia bergegas menuju Chloe dan Mira yang masih duduk di dekat kolam renang.
"Ada apa kalian datang kesini?" tanya Valeria to the point.
"Sebenarnya kita datang kesini karena ada yang mau Mira katakan ke loe Val" ucap Chloe sambil menatap Mira dan mengangguk kepalanya.
"Heemmmm! Ngak usah dipikirkan. Lagian loe semua juga udah pasti tahu masa lalu gue dari suami gue" ucap Valeria sambil tersenyum smirk.
"Iya kita tahu Val. Tapi tetap gue datang kesini dan minta maaf sama loe" ucap Mira.
"Oke gue maafin"
"Makasih ya Val" ucap Mira sambil tersenyum manis.
Ketiganya lalu mengobrol meski Valeria hanya mendengar saja dan sesekali menjawab jika keduanya bertanya.
Pukul 14:00 Xavier dan Thomas akhirnya pulang ke penthouse Valeria. Sedangkan Mira sendiri sudah pamit terlebih dulu karena ingin makan siang bersama suaminya di perusahaan.
Tak berselang lama setelah kedatangan keduanya Xavier dan keluarganya juga pamit pulang. Baru saja pintu tertutup tatapan Thomas langsung menatap istrinya dengan tatapan dingin dan datar.
"Sudah berapa kali aku bilang jangan pakai pakaian seperti itu didepan orang lain" hardik Thomas dengan emosi.
"Kenapa?" tanya Valeria dengan santai.
"Ares bakar semua pakaian kurang bahan istriku!" bentak Thomas menggelegar.
"Jangan coba-coba sentuh barangku honey" ancam Valeria dengan suara dingin.
"Lakukan sekarang Ares" hardik Thomas menatap Ares dengan tatapan membunuh.
Ares yang ditatap seperti itu tak takut sedikit pun. Ares lalu menatap ke arah Valeria karena hanya perkataan Valeria yang ia dengar.
"Ckkk! Aku tahu kalau kamu hanya mendengar ucapan nyonyamu saja" sinis Thomas dengan senyum smirk.
"Jangan mengusik Ares karena dia orangku" hardik Valeria tak suka dengan ucapan suaminya ke Ares.
"Kenapa! Apa karena dia lebih penting dari pada suamimu sendiri" hardik Thomas dengan suara tinggi.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Tenangkan dirimu sana" ucap Valeria yang malas berdebat dengan suaminya.
"Lihat! Bahkan di matamu aku tak penting dan hanya ada Ares saja yang selalu kamu pikirkan"
"Jangan memancing emosiku Thomas Parker" tekan Valeria dengan tatapan membunuh.
"Kenapa? Apa karena dia lebih kenal dahulu denganmu dan aku sebagai suami hanya status saja!" bentak Thomas.
"Oke aku akan membakar semua pakaianku sesuai keinginanmu" ucap Valeria memilih mengalah.
Valeria bergegas masuk ke dalam kamar dengan tatapan membunuh. Aura yang keluar dari tubuhnya terasa sangat mencekam dan ingin membunuh siapa saja di depannya.
Sret........sret.........sret........sret...........
Valeria merobek, menggunting pakaiannya dan membuang ke lantai tak perduli dengan harganya. Thomas yang baru masuk ke dalam kamar segera bergegas menuju walk in closet.
"Apa yang kamu lakukan Valeria!" bentak Thomas.
"Bukannya ini yang kamu mau! Hah" bentak Valeria tak mau kalah.
Sret..........sret..........sret..........sret.....
"Hentikan Valeria" teriak Thomas menahan gerakan tangan istrinya.
"Lepas berengsek! Lepaskan aku"
"Tidak akan"
"Ini kan yang kamu. Aku melakukan sesuai keinginan suamiku"
"CUKUP"
Plak...............
Valeria menampar Thomas dengan kuat karena sudah terlalu sangat emosi. Thomas diam tak membalas atau mengatakan satu kata pun.
"Thomas" panggil Valeria merasa bersalah.
"Maaf karena sudah egois sama kamu dan menyuruhmu mengikuti semua keinginanku. Aku tahu kamu pasti tidak nyaman dan aku janji tak akan melarangmu lagi" ucap Thomas berlalu pergi
"BERHENTI THOMAS PARKER" teriak Valeria menggelegar.
Thomas berhenti saat mendengar teriakan istrinya, Valeria menutup mata menetralkan emosinya dan berjalan mendekati suaminya.
"I'm sorry and i love you" ucap Valeria dengan tulus.
Cup.............
Thomas berbalik dan mencium bibir istrinya dengan lembut mendengar ucapan cinta istrinya. Jantungnya berdetak dengan cepat mendengar ucapan cinta dari sang istri karena jarang sekali Valeria akan mengatakan hal itu.
Siang itu kembali terdengar de****n dari mulut keduanya di dalam kamar. Tak perduli dengan kamar mereka yang berantakan karena pakaian yang dilempar Valeria dari walk in closet.
Sedangkan di lantai 40 Kingdom apartment Clara sedang mendengar informasi yang dibacakan oleh asistennya Jeslyn.
"Jadi dia istrinya Thomas?" tanya Clara sambil mengepal tangannya.
"Benar nona"
"Latar belakangnya"
"Dia anak yatim piatu dan juga saudara angkat Bryan Peterson raja di kerajaan Wizpet nona dan juga adik angkatnya adalah desainer Yorla Keung nona"
"Menarik! Perempuan ngak jelas itu bisa-bisanya mengambil priaku" cibir Clara dengan senyum smirk.
"Nona saya mohon jangan membuat masalah selama disini" pinta Jeslyn.
"Siapa kamu berani mengaturku!" bentak Clara dengan mata tajam.
"Maafkan saya nona"
"Atur pertemuan dengan Wesly Group minta mereka untuk rapat 2 hari lagi"
"Baik nona"
Clara tersenyum smirk memikirkan rencana untuk mendekati Thomas. Ia yakin Thomas masih mencintainya seperti dulu dan ia akan melakukan apapun untuk memisahkan keduanya.
βββββ
To be continue........