Love Struggle

Love Struggle
Chapter 188



🌻Terkadang yang bikin nyaman itu hanya sebatas teman🌻


.


.


.


.


"T.......uan" ucap Sarah dengan terbata-bata melihat kemarahan di wajah Thomas.


Tatapannya menghitam melihat Sarah yang berani masuk ke dalam ruang perawatan istrinya apa lagi melihat pakaian yang di pakai Sarah seperti saringan tahu.


"BERANINYA KAMU MASUK KE RUANG RAWAT ISTRIKU BI**H!" bentak Thomas menggelegar hingga membuat penjaga yang berjaga di depan ruang kesehatan tersadar dari tidur mereka.


Kedua penjaga itu seketika saling melihat bertanya apa yang terjadi di dalam sana. Mereka tak menyangka akan tertidur saat bertugas.


"Sepertinya ini malam kesialan kita" ucap penjaga A.


"Aku yakin malam ini juga kita akan dihukum" ucap penjaga B.


"Cepat beritahu bos Rehan untuk kesini sekarang" ucap penjaga A memberi perintah.


Penjaga B segera mengambil halkie talkie dan melapor apa yang sedang terjadi di ruang kesehatan kepada Rehan dan pak Dev sebagai kepala pelayan di kastil.


Sedangkan di dalam ruang kesehatan Valeria suasananya terasa sangat mencekam.


Sarah terduduk di lantai dengan tubuh gemetaran takut melihat kemarahan di wajah Thomas bahkan rasa sakit di tangannya tak sebanding dengan rasa takutnya saat ini.


"PELAYAN HINA SEPERTIMU BERANINYA INGIN MENGODAKU! HAH" ejek Thomas dengan suara menggelegar.


Plak...........plak...........bugh.........bugh.........


Thomas seperti kesetanan menampar dan memukul Sarah dengan brutal. Tak perduli jika Sarah adalah seorang perempuan karena dimatanya saat ini Sarah hanya pelayan hina yang berniat ingin menggodanya.


Aarrrghhhh............


Jerit kesakitan Sarah saat kepalanya di benturkan ke lantai dengan kuat oleh Thomas hingga wajahnya hancur dan berdarah.


Tak puas hanya memukul dan menendang dengan santai Thomas mengambil kursi di sampingnya dan memukul ke tubuh Sarah.


Ceklek...................


Pak Dev mematung melihat apa yang terjadi didepannya begitu pula dengan Rehan dan dokter Lauren yang baru saja sampai di depan pintu ruang rawat Valeria.


Tubuh ketiganya kaku melihat kekejaman Thomas yang baru kali ini mereka lihat langsung.


Seperti kesetanan Thomas menghajar Sarah dengan kursi tak mengindahkan jeritan kesakitan Sarah yang akan meregang nyawa di bawah sana.


Saking fokusnya mereka kepada Thomas dan Sarah mereka tak tahu jika Valeria sudah tersadar dari komanya sedari tadi dan saat ini sedang menatap suaminya dengan tatapan penuh kerinduan.


Honey i miss you, batin Valeria dengan mata berkaca-kaca menatap punggung suaminya yang sedang menghajar Sarah di depannya.


"INI AKIBATNYA KARENA LANCANG MASUK KE RUANGAN ISTRIKU JA***G" hardik Thomas dengan suara tinggi.


Bugh..........bugh...........bugh...........bugh........


Thomas menendang Sarah dengan brutal membuat ruangan itu penuh dengan bau anyir darah yang keluar dari tubuh Sarah.


Mata Sarah perlahan-lahan tertutup bertatapan dengan mata tajam hitam Valeria yang sedang menatapnya dengan datar dan dingin.


Ternyata aku menggali kuburanku sendiri, batin Sarah sambil tertawa merutuki kebodohannya.


Mata Sarah akhirnya tertutup rapat tak bernyawa lagi dengan rasa bersalah kepada dirinya sendiri. Ia mati dengan penuh penyesalan karena tindakannya sendiri yang mengantar ia ke lembah kematian.


...》 》 》 😘 😘. 😘 😘 》 》 》...


Prang................


Thomas melempar kursi yang tadi ia pegang ke sembarang arah membuat suara gaduh disana semakin menjadi.


Tatapan matanya berkilat melihat ketiganya yang berdiri mematung di depan pintu. Rehan dan lainnya berdiri gemetaran melihat mata coklat Thomas yang berkilat tajam seperti pedang yang siap menghunus mereka.


"Buang mayat pe***ur itu ke kandang Pita" ucap Thomas dengan suara dingin.


"Baik tuan" ucap Rehan.


"Pak Dev periksa ulang semua pelayan dan penjaga dan beritahukan kejadian ini kepada mereka sebagai peringatan" papar Thomas sambil tersenyum menyeringai.


"Baik tuan" ucap pak Dev dengan sopan.


"Ah! Beri kedua penjaga sialan di depan hukuman cambuk 100 kali"


"Baik tuan"


Kedua penjaga di depan sana yang berdiri di depan ruangan rawat Valeria pasrah saja menerima hukuman cambuk sebanyak 100 kali.


Ingin protes tapi mereka tidak berani karena jika mereka protes maka akan semakin bertambah hukuman mereka.


Pak Dev lalu membersihkan darah Sarah hingga bersih dan tak ada bau anyir darah lagi. Selesai mereka semua segera pergi meninggalkan Thomas yang sedari tadi berdiri membelakangi brankar sehingga mereka tak bisa melihat Valeria.


Phew.............


Thomas membuang napasnya dengan kasar sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Hari ini pikirannya sangat kacau dan ia butuh istrinya untuk menenangkannya tapi Valeria hingga detik ini belum juga sadar.


"Ho.....ney" panggil Valeria dengan suara terbata-bata.


Deg...............


Jantung Thomas berdetak dengan cepat mendengar suara yang sangat ia rindukan selama ini. Ia berbalik ke belakang dengan cepat ingin melihat apa yang ia dengar barusan itu nyata atau hanya ilusi saja.


Tes..............


Air matanya jatuh dengan deras melihat mata hitam tajam yang selama ini ia rindukan terbuka. Apa lagi senyuman Valeria yang sangat manis yang hanya boleh ia sendiri lihat.


"I....ni bukan ilusi kan?" tanya Thomas dengan suara bergetar.


"Ho.....ney" lirih Valeria dengan suara pelan.


Thomas memeluk tubuh istrinya yang sangat ia rindukan selama ini sambil menangis histeris tak menyangka akhirnya istrinya sadar dari koma.


"Hiks hiks hiks.............jangan pernah meninggalkanku honey......hiks hiks hiks" lirih Thomas dengan suara bergetar karena menangis.


"A.....ir"


Thomas melepas pelukannya dan segera mengambil air untuk istrinya. Saking senangnya ia lupa jika saat ini istrinya pasti merasa sangat haus karena baru saja sadar setelah hampir 6 bulan koma.


Valeria meminum air dibantu Thomas hingga tandas karena merasa kerongkongannya sangat kering. Baru saja Thomas menyimpan gelas pintu rawat Valeria terbuka.


"Nyonya..........hiks hiks hiks hiks" tangis dokter Lauren pecah saat barusan di beritahu Thomas untuk segera kesini.


Ia takut jika Valeria kenapa-napa tapi ternyata tidak, ini adalah mukjizat karena akhirnya Valeria sadar dari komanya hampir 6 bulan pasca melahirkan.


"Periksa istriku jangan hanya berdiri disitu" hardik Thomas menyadarkan dokter Lauren.


"Hiks hiks hiks......maaf tuan"


Dokter Lauren segera memeriksa Valeria mengecek kondisi tubuhnya setelah sadar dari komanya.


"Tubuh nyonya baik-baik saja tuan hanya perlu menjalani latihan untuk memperkuat otot-otot nyonya" ucap dokter Lauren.


"Siapkan semuanya besok pagi" titah Thomas.


"Baik tuan"


"Suruh pak Dev bawakan makanan lembut untuk istriku"


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Seperti dokter Lauren yang tadi datang dan menangis pak Dev yang juga datang membawa makanan untuk Valeria menangis terharu.


"Berhenti menangis ini bukan dalam suasana sedih. Laki-laki itu tidak boleh menangis seperti banci saja" ketus Thomas menatap pak Dev dengan sinis.


"I....ya tuan" ucap pak Dev dengan sesegukan.


Kamu tadi juga menangis honey bahkan lebih parah dari pak Dev, batin Valeria mencibir melihat suaminya.


Thomas mengambil makanan yang dibawakan pak Dev lalu menyuapi istrinya dengan telaten. Merasa sudah kenyang Valeria menolak saat akan disuapi Thomas.


"Apa ada yang sakit honey?" tanya Thomas dengan suara lembut.


"Aku ingin tidur sambil memelukmu honey" ucap Valeria dengan manja.


Senyumannya merekah mendengar ucapan istrinya dan tak membuang waktu Thomas segera bergabung dengan Valeria di brankar yang berukuran besar.


"Jangan seperti ini lagi honey. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu" lirih Thomas sambil menyelipkan kepalanya di leher istrinya.


"Never honey. Dimana putri kita?" tanya Valeria.


"Kamu tahu?" tanya balik Thomas.


"Aku memang tidur tapi telinga aku tidak tidur honey" jawab Valeria dengan suara lembut.


"Jadi" mata Thomas melotot hampir keluar.


"Hati aku sakit mendengar tangisan suamiku setiap malam" aku Valeria sambil mengelus rahang Thomas dengan lembut.


Cup................


Valeria mencium bibir suaminya dengan lembut menyalurkan semua perasaan cintanya lewat ciuman. Thomas menyambut ciuman istrinya dengan antusias karena selama ini ia sangat merindukannya.


"I love you my wife" ucap Thomas setelah ciuman keduanya terlepas.


"I love you too my husband" balas Valeria dengan tatapan penuh cinta.


Thomas tersenyum manis mendengar ungkapan cinta istrinya malam ini. Keduanya lalu bercerita tentang apa yang terjadi selama Valeria koma hampir 6 bulan.


Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dan bulan sudah berganti dengan matahari. Valeria dan Thomas yang masih tertidur tiba-tiba terbangun mendengar teriakan setan kecil mereka.


"DADDYYYYYYY" teriak Mikhail menggelegar hingga terdengar di ruang kesehatan.


"Ckk!! Setan kecil itu tidak memberikan daddynya tidur dengan pulas" ketus Thomas dengan suara serak karena terbangun akibat teriakan putranya.


"Mikhail" ucap Valeria dengan suara lembut.


"Heemmm! Putramu itu kelakuannya semakin hari semakin membuatku darah tinggi honey" adu Thomas dengan wajah cemberut.


"Putra KITA honey" koreksi Valeria membenarkan ucapannya.


"Ya ya ya putra kita tapi dia seperti setan kecil yang selalu membuat tensi darahku naik honey" pasrah Thomas dengan bibir mengerucut.


Cup...........


Valeria mencium bibir suaminya meredakan kesal suaminya dan itu berhasil. Wajah Thomas kembali ceria mendapat ciuman dari istrinya.


Brak...................


"DADDYYYY" Thomas menutup mata menetralkan emosinya karena kegiatannya diganggu oleh setan kecilnya itu.


"Son" lirih Thomas berdecak kesal.


"Mikhail putra mommy" panggil Valeria dengan suara lembut membuat mata Mikhail melotot sempurna.


Valeria terkekeh melihat wajah putranya yang mengemaskan saat kaget.


"MOMMYYY.............hiks hiks hiks hiks" teriak Mikhail sambil menangis histeris melihatnya.


Thomas turun dari brankar istrinya lalu mengendong putranya dan mendudukkannya di samping istrinya. Mikhail menangis histeris sambil memeluk tubuh sang mommy.


"Mommy......hiks hiks hiks.......jangan tidur terus lagi ya......hiks hiks"


"Iya son. Mommy tidak akan tidur lagi" ucap Valeria sambil mencium puncak kepala putranya berkali-kali.


"Aku tidak mau adik lagi mommy. Aku tidak mau mommy tidur terus karena punya adik lagi" lirih Mikhail dengan sedih.


Valeria menatap Thomas menanyakan ucapan putranya barusan yang dibalas anggukan kepala Thomas untuk mengikuti keinginan putra mereka.


"Oke Mikhail tidak akan punya adik lagi. Lagian kamu sudah mempunyai adik sekarang"


"Heeemmm! Twin mommy" ucap Mikhail dengan antusias.


"Twin?" tanya Valeria dengan kening berkerut.


Brak...............


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Oeek........oek.............oek.............


"Sister............hiks hiks hiks hiks" tangis Yorla pecah berbarengan dengan tangis putri Valeria dan Thomas dalam gendongannya.


Thomas menggelengkan kepalanya melihat penampilan Yorla yang membuat matanya sakit karena ia memakai baju tidur serba pink dari kepala hingga kaki.


"Berikan putriku" ucap Thomas dengan ketus.


Thomas mengambil putrinya dan menenangkannya lalu membawa ke Valeria yang sudah tak sabar ingin menggendongnya.


"Putri mommy" ucap Valeria dengan suara lembut sambil mengendong putrinya.


"Siapa namanya honey?" tanya Valeria.


"Princess belum punya nama sister" jawab Yorla dengan cepat.


Kening Valeria berkerut mendengar ucapan Yorla dan ia langsung menatap suaminya meminta jawaban.


"Aku menunggumu sadar baru memberikannya nama honey" ucap Thomas yang mengerti tatapan istrinya.


"Hah! Jika aku tidak sadar apa kamu tidak akan memberi putri kita nama" ketus Valeria dengan tatapan tajam.


"Jangan bicara seperti itu honey! Aku yakin kamu akan sadar meski aku harus menunggu hingga bertahun-tahun" tegas Thomas dengan tatapan tajam.


"Ya aku setuju dengan daddy" tambah Mikhail dengan tatapan tajam.


"Ini baru anak daddy" ucap Thomas sambil mengacak rambut putranya.


"Jadi siapa nama putri kita honey?" tanya Valeria tak ingin memperpanjang masalah tadi.


"Natasha Oliver Parker" jawab Thomas dengan suara tegas.


"Aku menyukainya daddy" ucap Mikhail.


"Eke juga suka. Pilihan nama brother in law bagus banget" ucap Yorla.


"Baby Nata" ucap Valeria sambil mencium putrinya.


Natasha tertawa mendengar namanya diucap oleh Valeria membuat Valeria dan lainnya juga ikut tertawa. Hari itu berita tentang kelahiran putri keluarga Parker akhirnya dirilis.


Semua anggota Black Shadow bersorak gembira membaca informasi tersebut karena mereka tahu jika berita itu dirilis berarti master mereka sudah sadar dari koma.


❄❄❄❄❄


To be continue.............