
🌻Jika kita membenci orang tanpa sebab maka ketahuilah jika suatu saat orang juga akan membenci kita tanpa sebab🌻
.
.
.
.
Semalam penuh Thomas tak melepas istrinya sebagai hukuman karena memakai pakaian terbuka saat keluar.
Pagi ini Thomas bangun lebih dulu dari Valeria, melihat istrinya yang sangat kelelahan ia hanya mengelus wajah Valeria dengan lembut tak ingin membangunkannya.
Cup...........
Thomas mencium bibir Valeria dengan lembut lalu turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi dengan tubuh polos.
Selesai membersihkan diri Thomas keluar hanya memakai handuk sepinggang. Ia lalu bersiap untuk ke kantor sebelum pergi Thomas tak lupa mencium dan menulis note di samping nakas.
"Selamat pagi tuan" ucap Ares dengan suara dingin di meja makan.
"Siapa yang menyuruhmu masuk berengsek!" bentak Thomas.
"Maaf tuan tadi saya mengantar sarapan buat tuan dan nyonya" ucap Ares dengan santai tak menggubris tatapan marah Thomas.
"Mulai sekarang kamu dilarang masuk sebelum aku menyuruhmu"
"Baik tuan"
Ares lalu menyiapkan sarapan untuk Thomas, sebelum berangkat ke perusahaan Thomas menyuruh Ares untuk tidak boleh masuk ke apartemen sebelum Valeria yang memanggilnya dan tak lupa menyuruh Ares menyiapkan suplemen dan vitamin buat istrinya.
"Hati-hati tuan"
"Heemmm"
Thomas berlalu pergi ke perusahaan sedangkan Ares memilih duduk di sofa di sudut apartemen.
Tepat 10:00 pagi Valeria baru saja bangun sambil meregangkan otot tubuhnya yang terasa kaku apa lagi seluruh tubuhnya seperti di remuk.
"Laki gue buas banget di ranjang" gumam Valeria dengan suara pelan.
Valeria lalu melihat jam di atas nakas sudah jam 10:00 pagi dan matanya memicing melihat note yang ditulis suaminya.
...Aku pergi dulu ke perusahaan honey jangan lupa makan dan minum vitamin serta suplemen honey...
^^^Your lovely husband^^^
"Romantisnya suami gue" ucap Valeria sambil tersenyum manis.
Valeria segera membersihkan tubuhnya dan memakai pakaian santai setelah itu menghubungi Ares untuk menyiapkan sarapan buatnya.
Hari itu Valeria menghabiskan waktunya di ruang kerja suaminya memeriksa email yang masuk tak lupa mengecek seluruh pekerjaannya di perusahaan dan juga di markas.
Saat akan keluar dari ruang kerja tiba-tiba hpnya berbunyi panggilan masuk dari Bagas.
^^^"Halo kangmas"^^^
"Halo dek, bagaimana kabarmu?" tanya Bagas dari seberang.
^^^"Baik. Bagaimana kabar kangmas"^^^
"Kangmas baik-baik saja dek"
^^^"Oh"^^^
"Dek" ucap Bagas dengan suara lirih.
^^^"Kalau kangmas mau nanya kapan aku pulang maka jawabannya aku tidak akan pulang" ucap Valeria dengan suara dingin.^^^
"Apa kamu tidak kangen sama kangmas dek?" tanya Bagas dengan lirih dari sana.
^^^"Jangan memaksa aku pulang hanya untuk bertemu mereka kangmas"^^^
"Dek"
^^^"Heeemmmm"^^^
"Sampai kapan keluarga kita mau kayak gini dek" ucap Bagas dengan putus asa dari seberang.
^^^"Aku tidak ada keluarga lagi kangmas dan itu keluarga kangmas bukan aku" hardik Valeria dengan suara tinggi.^^^
Valeria mematikan panggilannya sepihak takut semakin emosi jika berbicara tentang mantan kedua orang tuanya itu.
Berengsek, batin Valeria dengan kesal.
...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...
Semenjak telpon dari Bagas waktu itu Valeria tidak lagi menjawab panggilan dari Bagas lagi atau membalas pesannya.
"Honey sebentar aku akan mengantar hadiah untuk David" ucap Valeria saat membantu suaminya memakai jas.
"Hubungi aku jika sudah sampai sana honey" ucap Thomas dengan suara lembut.
"Jaga mata dan hatimu selama bekerja honey" ucap Valeria dengan tatapan tajam.
"Pasti istriku" jawab Thomas sambil mencium bibir Valeria dengan lembut.
Valeria dan Thomas lalu sarapan bersama dan seperti biasa Valeria mengantar Thomas hingga ke depan pintu.
~ Mansion Kendrick ~
Saat ini Valeria sudah tiba di mansion Albert tapi sebelum keluar dari mobil ia tersenyum smirk melihat info yang dikirim Andre mengenai Felicia.
"Jangan pernah main-main sama gue pe***ur" ucap Valeria sambil tersenyum menyeringai.
Valeria dan Ares segera masuk ke dalam mansion dan saat sampai di depan mansion Mike kepala pengawal Chloe membungkuk menyapanya.
"Val loe datang juga" pekik Chloe dengan kaget.
"Heemmm! Gue mau nganterin hadiah buat David" ucap Valeria to the point.
"Wah jangan repot-repot Val" ucap Mira.
Mira lalu menyambut kedatangan Valeria dan Ares, sampainya di ruang keluarga Xander dan David langsung mendekat ke arahnya.
Cantik pisan euuhhh, batin Rudi adik Mira yang baru pertama kali melihat Valeria.
Valeria melihat Rudi sambil tersenyum smirk membaca pikirannya.
"Teteh apa dia bidadari yang turun dari kayangan" ucap Rudi yang terpesona.
"Jangan mimpi kamu Rudi. Itu Valeria istri orang" hardik Mira menatap adiknya dengan kesal.
"Waelah........cintaku kandas sebelum berjuang" lirih Rudi dengan sedih.
"Jangan terlalu lama menatapnya Rudi suami Valeria galak loh" bisik Chloe.
"Beneran. Suaminya itu cemburuan dan posesif banget"
"Memang siapa suaminya ka?" tanya Rudi semakin penasaran.
"Thomas Parker that is my husband" (itu suamiku) jawab Valeria dengan suara dingin.
Glek..........
Rudi menelan salivanya dengan susah mendengar nama itu yang ia kenali. Ia tahu jika Thomas adalah salah satu orang kepercayaan Xavier dan Thomas sendiri sifatnya seperti Albert kakak iparnya.
"Val ayok makan" ajak Mira yang sudah selesai menata masakan buatannya untuk Chloe yang lagi ngidam.
"Gue masih kenyang" tolak Valeria.
"Kalau gitu gue buat minum aja ya Val" tawar Mira lagi.
"Ice expresso with out sugar" (es expresso tanpa gula)
"Ngak pahit atuh neng gelis" goda Rudi.
"Rudi" hardik Mira dengan mata melotot memperingati adiknya.
"Hehehe........maaf ka Rudi cuma bercanda aja" ucap Rudi sambil terkekeh.
"Ares ayok makan" ajak Mira.
"Tidak perlu saya masih kenyang" ucap Ares dengan suara dingin.
Rudi menatap Ares dengan gugup melihat wajah datar dan dinginnya apa lagi melihat mata merahnya yang seperti iblis.
Dia itu iblis atau manusia ya kenapa matanya berwarna merah, batin Rudi bergidik ngeri.
"Dia manusia" ucap Valeria sambil tersenyum smirk membuat Rudi melotot kaget karena Valeria tahu pikirannya.
Mira tak perduli dengan apa yang keduanya bicarakan dan segera menyuruh pak Ed menyiapkan minuman sesuai yang Valeria inginkan.
Byur.............plak...........
"Ares" teriak Chloe dan Mira serentak.
Mereka kaget bukan main melihat apa yang dilakukan Ares barusan. Mereka tak menyangka jika Ares akan menampar pelayan yang menumpahkan minuman di baju Valeria.
...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...
"Apa mata kamu buta!" bentak Valeria dengan suara tinggi.
"Ma.....afkan saya nyonya" ucap pelayan tadi dengan takut sambil menyentuh baju Valeria ingin membersihkannya.
"Jangan sentuh aku sialan" hardik Valeria sambil menepis tangan pelayan tadi dengan kasar.
Krek..........Aarrghhh..........
Jeritan kesakitan pelayan tadi saat tangannya tiba-tiba di patah oleh Ares dengan santai.
"Ares hentikan" teriak Chloe bergema.
"Valeria suruh asisten biadab loe berhenti" pekik Mira dengan emosi.
"Ares" ucap Valeria dengan santai seperti tak ada beban.
"Beraninya loe buat keributan di mansion gue" hardik Mira.
"Ajar pelayan loe biar kerja dengan baik" ucap Valeria dengan santai.
"Loe kira loe siapa! Hah? Gue ini nyonya di mansion ini dan gue yang berhak beri hukuman ke pelayan gue bukan loe sialan!" bentak Mira dengan emosi.
"Teteh udah jangan emosi ingat kandungan teteh" ucap Rudi memperingati.
"Diam kamu Rudi! Kamu mau bela perempuan sialan itu dibandingkan teteh kamu" hardik Mira.
"Mira cukup!" bentak Chloe tak suka dengan ucapan Mira barusan.
Rudi serba salah tak tahu harus berkata apa, di satu sisi ia tidak ingin kakaknya emosi tapi di satu sisi kakaknya menuduh dia yang bukan-bukan.
Valeria sendiri tersenyum smirk menatap keduanya membuat emosi Mira semakin menjadi.
"Apa loe lihat-lihat sialan. Loe mau menertawakan gue" bentak Mira dengan tatapan tajam.
"Memangnya salah kalau gue lihat loe?" tanya Valeria dengan santai.
"Salah karena tatapan loe itu menjijikan" ketus Mira.
"Teteh" pekik Rudi dengan mata melotot.
"Mira tenangkan diri loe jangan marah-marah terus" bujuk Chloe dengan suara lembut.
"Gue peringati sekali lagi Val. Loe itu tamu disini jadi tolong tahu diri dikit dong kalau bertamu" ketus Mira.
"Gue tahu diri kok jadi loe ngak perlu beritahu gue" jawab Valeria dengan suara dingin.
"Kalau tahu diri jangan seenaknya main tangan sama pelayan gue" cibir Mira.
"Pelayan loe salah jadi harus diberi pelajaran biar ke depannya ngak ngelakuin kesalahan lagi"
"Loe ngak ada hak buat beri pelajaran ke pelayan gue karena itu hak gue sama laki gue"
"Oh"
"Pantesan loe ngak punya sontan bertamu ke rumah orang karena loe ngak punya orang tua sih yang bisa ngajar loe sopan santun" ejek Mira dengan sinis.
"MIRA!" bentak Chloe dengan emosi karena ucapan Mira sudah sangat keterlaluan.
Tatapan mata Valeria seketika menghitam mendengar ucapan Mira yang mengatakan orang tua membuatnya tersulut emosi.
"Tutup mulut loe sebelum gue robek!" bentak Valeria dengan suara dingin.
"Kenapa! Bukannya kenyataan kalau loe itu anak yang ngak punya ortu jadi sifat loe itu pasti ngak benar" ketus Mira sambil tersenyum mengejek.
Dor....................
"Valeria" teriak Chloe dengan mata melotot.
"Mommy.........huaaawaaa" tangis Xander seketika pecah di dalam sana saat Valeria menembak Mira.
Mira sendiri berdiri dengan tubuh gemetar tak bisa berkata apa-apa tak menyangka jika Valeria akan menembaknya.
Rudi sendiri tercengang tak bisa mengatakan satu katapun melihat semua ini. Tatapan mata Valeria berkilat tajam menatap Mira dimana tangannya masih menodong pistol ke arah Mira.
"Ada apa ini?" tanya Xavier yang baru datang saat mendengar suara tembakan di dalam sana.
Pandangannya menatap semuanya yang berdiri dengan tegang ditambah suara tangisan Xander dan David yang membahana di dalam sana.
❄❄❄❄❄
To be continue............