
...Perhatian terdapat adegan kekerasan 21+...
π»Jangan biarkan hal kecil merusak kebahagianmu sepanjang hari. Tinggalkan yang membuatmu sedih karena kamu pantas bahagiaπ»
.
.
.
.
"Tembak" ucap Valeria dengan suara dingin dan lantang.
Duar.........duar........duar.........duar.........
Bunyi ledakan seketika bergema mengagetkan Dimitri dan anak buahnya yang sedang berpesta di aula markas.
Suasana pesta tadi seketika berubah menjadi mencekam membuat anak buah Dimitri berhamburan berlari keluar untuk menyelamatkan diri dan lainnya berlari mengambil senjata mereka untuk menyerang musuh.
Valeria tersenyum menyeringai saat melihat anak buah Dimitri yang berhamburan keluar berdesak-desakan.
"Habisi mereka semua" teriak Valeria dengan suara lantang.
"Serang" teriak Juan dengan menggebu-gebu.
Dor.....dor......dor.......dor......dor......dor......dor.....
Aaarrghhh.......arrrgghh......arrrghhh......
Suing......suing......suing......suing......suing.....
Bunyi tembakan bersahutan dengan jeritan kesakitan dari mafia Harimau, tak sampai disitu hujan panah dari anggota Black Shadow berjatuhan dari langit mengenai tubuh musuh mereka.
"Ledakan semua hingga hancur dan habisi mereka semua" teriak Valeria dengan suara dingin melebihi dinginnya salju.
"Baik master" ucap semua anggota Black Shadow serentak.
Dor.......dor.........dor......dor.......dor........
Valeria menembak musuhnya dengan santai sambil berjalan masuk ke dalam markas Harimau. Aura membunuh menyeruak di seluruh penjuru membuat semua musuhnya bergetar ketakutan.
"Dimana an***g Rusia itu?" tanya Valeria dengan suara dingin.
"Dia bersembunyi di bagian selatan nyonya" ucap Ares yang memindai seluruh bangunan.
"Kita ke sana" ucap Valeria sambil tersenyum smirk.
Dor.......dor......dor.........suing.......suing........
Dengan santai Valeria berjalan di temani Ares, Juan, dan Rehan serta 100 anggota inti Black Shadow menuju tempat persembunyian Dimitri di bagian selatan markas.
Duar.......duar.........aarrghhhh........
Valeria tertawa senang mendengar bunyi ledakan diikuti suara jeritan kesakitan dari musuhnya, sepanjang jalan ia menatap ke seluruh penjuru memindai sisi bangunan.
"Ares ledakan mansion an***g itu"
"Baik nyonya"
"Juan suruh anak buahmu menghancurkan semua gudang mereka"
"Baik master"
Dor...........dor.........dor............
Valeria menembak ke arah atas mengagetkan Juan dan lainnya saat melihat 3 orang musuh terjatuh dari atas dengan tubuh sudah tak bernyawa.
"Perhatikan sekeliling kalian" hardik Valeria dengan tatapan membunuh.
"M...aaf m...aster" ucap semuanya serentak dengan gugup.
"Serang mereka jangan biarkan mereka keluar dengan hidup dari sini" teriak salah satu anggota mafia Harimau dari arah depan.
"Kematian mutlak untuk kalian semua" ucap Valeria dengan suara geraman yang sangat menyeramkan.
Sret.........sret.......sret..........sret.......
Juan berdiri mematung melihat aksi masternya yang belum pernah ia lihat, di depannya saat ini seperti menonton aksi pembantaian secara live.
Pihak mafia Harimau bahkan berdiri dengan kaku melihat satu-satu teman mereka sudah tak bernyawa dengan ke***a sudah lepas dari tubuh mereka.
Apa lagi saat melihat katana Valeria yang me***as ke**la teman mereka dengan cepat seperti angin dan jangan lupa gerakan Valeria yang sangat cepat seperti hantu.
"Dimana dia?" tanya salah satu mafia Harimau saat Valeria tiba-tiba hilang.
"Behind you" (di belakangmu) ucap Valeria sambil terkekeh.
Crash................
Ke****nya menggelinding di tanah dengan mata melotot. Semua yang berada di sana tercengang melihat kejadian barusan apa lagi melihat wajah dan tubuh Valeria yang sudah penuh darah.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Bunuh mereka semua" teriak Juan yang tersadar dari lamunannya.
Dor........dor.......dor.........dor........sret.....sret....
Bunyi tembakan bersahutan dengan bunyi tebasan katana milik Valeria, matanya berbinar melihat korbannya yang berjatuhan apa lagi mendengar suara jeritan kesakitan mereka sebelum menemui ajal mereka.
Duar..........
Hahahaha...............
Valeria tertawa bahagia saat melempar granat ke tubuh musuhnya hingga meledak hancur berkeping-keping.
She is monster, batin anak buah Dimitri yang berdiri gemetaran melihat aksi Valeria.
"Yes i'm monster" (ya aku seorang monster) ucap Valeria sambil tersenyum menyeringai.
Sret........sret........sret......sret......sret......
Hanya butuh beberapa menit saja Valeria me***as ke***a mereka satu-satu hingga semuanya tewas membuat Juan dan Rehan melongo.
"Ledakan tempat ini" perintah Valeria sambil berlalu pergi.
"Baik master" ucap Rehan.
Duar...........
Valeria berjalan keluar dari markas Harimau yang sudah hancur di beberapa bagian, saat keluar salju yang berjatuhan tak menghentikan langkah Valeria yang berjalan dengan santai sambil memegang pistol dan katana.
"Hancurkan" ucap Valeria saat berdiri di depan pintu baja berukuran besar.
"Baik master" ucap Juan.
Dengan cepat Juan memerintah anak buahnya untuk memasang bom berkekuatan tinggi hingga pintu baja itu hancur berkeping-keping mengagetkan orang yang di dalamnya.
"Well well well. Lihat siapa yang bersembunyi disini" ucap Valeria sambil tertawa menyeringai.
"QUEEN" teriak Dimitri dengan mata berkilat ingin membunuh gadis angkuh di depannya itu.
"Bagaimana apa kamu suka dengan kejutanku pak tua" cibir Valeria dengan nada mengejek.
"Bagaimana saudara angkatmu Queen?" tanya balik Dimitri dengan senyum mengejek.
"Berkat kamu dia harus bed rest di ranjang selama satu bulan tapi itu bukan hal yang perlu dikhawatirkan" ucap Valeria dengan santai.
"Ah! Sayang sekali dia tidak mati" ucap Dimitri sambil tersenyum mengejek.
"Karena orang yang mencelakainya itu bodoh" ejek balik Valeria.
"Kamu" tunjuk Dimitri.
Dor...........dor.........dor...........dor..........dor.......
Ares menembak kaki Dimitri melumpuhkannya dan anak buahnya dengan cepat tak memberi mereka kesempatan untuk bisa membalas.
Aarrgghhh..........
Teriak Dimitri kesakitan karena tembakan Ares dan saat melihat sekelilingnya matanya kaget saat tahu semua anak buahnya sudah tumbang tak bernyawa.
"T....ua.....n" ucap Barnabas tangan kanannya dengan terbata-bata.
Napasnya sesak merasa sakit yang amat luar biasa di perut, bahu, dan kedua kakinya. Seketika Valeria berdiri di depan Barnabas mengagetkan Dimitri dan Barnabas melihat kemunculan Valeria di depan keduanya.
Arrghhhh.........
Teriak Barnabas saat kepalanya di injak Valeria dengan kuat, wajahnya menempel sempurna di lantai sampai lantai dibawahnya retak akibat injakan Valeria yang seperti ingin menghancurkan kepalanya.
"Apa yang kamu lakukan sialan" teriak Dimitri dengan emosi.
Bugh........bugh.......bugh........bugh.......
Juan memukul Dimitri dengan brutal mendengar teriakannya ke Valeria. Valeria tersenyum menyeringai melihat wajah Dimitri yang sudah babak belur karena Juan.
"Berhenti!" hardik Valeria dengan suara lantang.
Juan menghentikan gerakan tangannya yang akan menghantam kembali wajah Dimitri yang sudah hancur tak berbentuk.
"Pegang dia" ucap Valeria menunjuk Barnabas dengan dagunya.
Rehan dan Ari lalu mengangkat tubuh Barnabas yang sudah pasrah tak bisa berbuat apa-apa lagi.
Valeria tersenyum menyeringai melihat Dimitri dan Barnabas yang sudah pasrah tak bisa berbuat apa-apa lagi.
Sret............
"Biadab kamu Queen" teriak Dimitri bergema.
Hahahaha............
βββββ
To be continue.............